fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Apa Itu Ekonomi Kreatif dan Manfaatnya Bagi Perekonomian Indonesia

Pengertian Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif merupakan salah satu penggerak perekonomian dunia pada era digital saat ini. Ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup aktivitas produksi, distribusi baik barang dan jasa yang dalam proses pengerjaannya membutuhkan ide kreatif dan kemampuan intelektual. 

Sementara menurut UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi yang berlandaskan pada aset kreatif yang berpotensi menciptakan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Ekonomi kreatif atau industri kreatif merupakan bagian dari gelombang keempat pembangunan ekonomi. Dalam sejarah manusia terjadi pergeseran orientasi. Awalnya hanya perekonomian berbasis pertanian yang kemudian beralih ke industrialisasi.  Dari industrialisasi mengalami pergeseran dan terbentuklah era informasi dengan sejumlah penemuan bidang teknologi informasi seperti internet, email, Google dan media sosial lainnya. 

Berkat perkembangan di bidang informasi yang pesat, manusia menjadi lebih produktif menciptakan teknologi baru. Manusia berlomba-lomba menciptakan berkreasi agar mampu bersaing dalam pasar. Dan pada tahun 1990-an lahirlah era ekonomi baru yang mengutamakan informasi dan kreativitas.

Lahirnya Ekonomi Kreatif 

Ekonomi Kreatif

Istilah ekonomi kreatif sendiri dikenal oleh publik lewat buku The Creative Economy: How People Make Money from Ideas

Buku yang ditulis John Howkins ini mengambarkan terjadinya gelombang ekonomi baru yang melanda Amerika Serikat. Gelombang ekonomi ini memiliki ciri adanya kegiatan ekonomi dengan basis kreativitas, ide dan gagasan. 

Dalam buku tersebut Howkins juga mengambarkan tahun 1997 perekonomian Amerika Serikat berhasil mendapat keuntungan sekitar 414 miliar US$ lewat produk barang jasa berbasis kreativitas. 

Menurut Howkins yang bisa disebut sebagai ekonomi kreatif adalah produk ekonomi mengeksplorasi ide-ide kreatif yang bisa dijual. 

Dengan kata lain kekuatan pada ekonomi kreatif ada pada kreativitas manusia. Lewat kreativitas yang ekonomi kreatif miliki, manusia mampu menghasilkan uang, menciptakan kesempatan kerja dan meningkatan kesejahteraan manusia secara umum. 

Potensi dari ekonomi kreatif sudah disadari sejak lama oleh negara-negara maju sejak 25 tahun lalu. Mereka tahu bahwa sumber ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan bidang industri. Mereka harus mencari sumber ekonomi baru yaitu sumber daya manusia karena ini merupakan sumber daya yang tidak pernah habis.

Siapa saja yang bisa dianggap sebagai pelaku ekonomi kreatif? Mereka yang menghasilkan uang atau mengandalkan mata pencaharian dari kreativitas bisa digolongkan sebagai pelaku ekonomi kreatif. 

 

17 Subsektor Ekonomi Kreatif

Setiap negara memiliki konsep pelaku ekonomi yang berbeda-beda. Indonesia sendiri mengunakan acuan pada Buku Rencana Pengembangan Ekonomi  Kreatif Indonesia 2009-2015 yang Kementrian Perdagangan RI keluarkan. 

Dalam buku tersebut pemerintah Indonesia mengidentifikasi ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang meliputi; 

  1. Periklanan 

Periklanan adalah semua kegiatan yang meliputi berbagai jenis layanan iklan dengan menggunakan media. Potensi industri periklanan sangat besar. Belanja iklan nasional paling tidak mencapai 5-7% setiap tahun. Karena itu penting SDM lokal mampu menguasai sub sektor ini.  Beberapa hal yang diatur antara lain, pembatasan investasi asing industri iklan di Indonesia dan  pembatasan penayangan iklan adaptasi regional atau global. 

  1. Kriya 

Yang termasuk dalam subsektor kriya atau kerajinan adalah berbagai penciptaan produksi dan distribusi produk-produk dari pengrajin. Kerajinan Indonesia merupakan kebanggaan bangsa. Tidak hanya karena memiliki karena kekayaan ragam tapi juga mengandung kearifan lokal di dalamnya. 

Kerajinan Indonesia menyumbang cukup besar dalam GDP Indonesia pada tahun 2018-2019 yaitu sekitar 14% untuk GDP ekonomi kreatif. Riset Kemenparekraf  tahun 2020 mencatat selama pandemi sekitar 75% pelaku industri ini tetap berkreasi. 

Ekonomi kreatif kerajinan menyerap banyak tenaga kerja. Yang termasuk dalam kerajinan adalah semua kreasi dari bahan kayu, kulit, kaca, keramik, logam dan tekstil. Potensi kerajinan sangat besar bagi menyumbang perekonomian negara. Peluang pemasaran pun terbuka luas. Tidak hanya utnuk pasar lokal tetapi juga mancanegara.  

  1. Arsitektur 

Subsektor arsitektur meliputi desain, jasa, perencanaan biaya, konstruksi dan pengawasan konstruksi bangunan. 

Arsitektur berperan sangat penting dalam ekonomi kreatif. Ada banyak keanekaragaman arsitektur lokal dan daerah yang menjadi ciri dari karakter bangsa Indonesia. 

Tidak hanya itu, arsitektur juga punya peranan penting untuk merancang pembangunan kota. Ada tantangan besar yang dihadapi arsitektur saat ini. Jumlah arsitektur Indonesia hanya 15 ribu berbanding 250 juta penduduk. Jumlah ini tidak lagi  seimbang. Arsitektur Indonesia juga mendapat banyak saingan dari arsitektur asing. Banyak pengembang besar  yang ada di Indonesia lebih memilih jasa arsitektur asing.

  1. Fashion  

Fashion merupakan salah satu industri yang paling dinamis dan peminatnya banyak. Desainer fashion lokal banyak melakukan inovasi dalam rancangannya dan mereka berkembang begitu cepat. Subsektor ini meliputi penciptaan produk pakaian, alas kaki dan juga aksesoris. 

Walau pertumbuhannya sudah pesat tetapi masih banyak tantangan yang dihadapi. Fashion lokal masih kalah. Masyarakat lebih sudah memilih produk impor. Fashion belum jadi tuan rumah di negeri sendiri. Tantangan lain, perlunya sinergi industri dari hulu ke hilir. Mulai dari pabrik garmen sampai ke pasar. 

  1. Film, Animasi dan Video 

Dunia film, video dan fotografi memiliki cakupan yang begitu  luas. Ini termasuk di dalamnya proses produksi video, jasa fotografi, penulisan skrip film, sinematografi, pemeran film dan sulih suara. 

Sektor ini berpotensi besar karena adanya sudah muncul antusias penonton Indonesia untuk  mengapresiasi film lokal. Namun, banyak tantangan yang dihadapi, antara lain minimnya SDM yang mumpuni dan berkualitas mulai dari sutradara, penulis skenario, kru dan pemain film. 

Tantangan lain adalah terbatasnya layar bioskop, belum kuatnya perlindungan hak karya cipta dan masih banyak pembajakan karya.  

  1. Pengembang Permainan 

Game interaktif mencakupi kegiatan pembuatan game, produksi sampai distribusi semua video game. Kreasi video game bertujuan baik sebagai hiburan atau edukatif.  

Industri game di tanah air berpotensi besar dalam menyumbang pendapatan negara. Tahun 2017 subsektor ini menyumbang sekitar 1,93 GDP  dan menyerap sebanyak 44.773 tenaga kerja. 

Pada tahun 2017 juga lahir 51 pengembang game lokal baru. Setiap tahun jumlahnya selalu bertambah. Indonesia merupakan pasar game dengan pangsa besar. Ada banyak peluang yang bisa dikembangkan, baik dalam segi pembuatan maupun pemain game-nya.  Pemerintah berusaha mengembangkan subsektor ini lebih serius. Ada pun hal yang menjadi perhatian antara lain memasukan unsur permainan dalam dunia edukasi, melindung pengembang lokal dan membantu mempromosikan game lokal. 

  1. Musik 

Industri musik meliputi semua kegiatan dan proses cipta, reproduksi dan distribusi rekaman suara dan lagu. Para pekerja industri musik meliputi penulis lagu, penyanyi dan komponis. 

Pemerintah yakin bila subsektor industri musik bisa berkembang lebih besar lagi. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah pembajakan. Ini membuat kualitas dan kuantitas produksi menurun, tidak adanya apresiasi dari masyarakat dan berkurangnya minat berinvestasi di sub sektor ini. 

  1. Seni Pertunjukkan

Subsektor ini meliputi kegiatan dalam seni pertunjukan drama. Tokoh yang terlibat antara lain produser pertunjukan drama, teater, opera, musik tradisional, desain panggung, kostum dan pencahayaan. 

  1. Penerbitan dan Pencetakan

Sub sektor ini berkaitan dengan perbukuan. Termasuk didalamnya penerbitan dan percetakan seperti penerbitan buku, surat kabar, jurnal, tabloid, pencari berita dan kegiatan kantor berita.

Selain penerbitan, yang termasuk dalam pencetakan, antara lain foto, ukiran, kartu pos, pencetakan lukisan, uang kertas dan paspor. 

  1. Aplikasi 

Aplikasi meliputi berbagai kegiatan pengembangan teknologi informasi, seperti pemrosesan data, integrasi sistem dan pengembangan software.  

  1. Televisi dan radio 

Subsektor kreatif ini meliputi penciptaan dan produksi program radio dan televisi, mulai dari game, infotaiment dan variety show. Kendala terbesar adalah penyedia program dan SDM yang yang berkualitas. 

  1. Desain interior

Kemenparekraf melihat desain interior memiliki potensi sebagai sarana pengembangan perekonomian. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai sekolah, konsultan, perusahaan, dan asosiasi desain interior. Kemunculannya menunjukkan pertumbuhan dari subsektor ini.

Menurut Kemenparekrat, subsektor ini masih perlu pengembangan di beberapa bidang, seperti proteksi para pelaku kreatif di pasar domestik. Kemudian sertifikasi untuk kepentingan standarisasi. begitu juga dalam hal perlindungan hak cipta para pelakunya.

  1. Desain Produk

Kemenparekraf melihat pertumbuhan penduduk dengan mayoritas usia produktif memberikan lahan yang subur bagi pengembangan desain produk. Selain itu, potensi interaksi antara pelaku industri dan pasar pun sangat besar.

Bagi pemerintah, beberapa pendekatan untuk pengembangan subsektor ini adalah dengan mengelola industri dari hulu ke hilir. Selain itu, bekerja sama dengan berbagai asosiasi untuk meningkatkan penggunaan desain produk lokal Indonesia, dan mendirikan pusat desain sebagai hub lintas sub sektor. Dalam jangka panjangnya, berdasarkan Kemenparekraf, perlu ada undang-udang dan peraturan yang menetapkan supaya setiap retail dan mal bisa menjual minimal 20-30% produk-produk lokal.

  1. Kuliner

Kemenparekraf mencatat bahwa subsektor kuliner berkontribusi cukup besar dalam pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kontribusinya bagi pendapatan sektor parekraf mencapai 30%. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah memandang bahwa kuliner memiliki potensi kuat untuk berkembang.

Pemerintah melihat masih ada beberapa hal yang perlu pengembangan dari subsektor kuliner. Hal itu berdasarkan aspirasi dari para pelaku industri kuliner. Adapun pengembangan tersebut, seperti perlunya akses perizinan usaha melalui satu pintu sehingga lebih mudah dan efektif. Para pebisnis kuliner baru bisa mendapatkan panduan dari pemerintah, mulai dari pelatihan bisnis, informasi perizinan, sampai pada pendampingan hukum dalam proses pendirian usaha.

Kemenparekraf, dalam situsnya menyebutkan, akan berperan serta dalam mendampingi sub sektor kuliner ini. Pendampingan itu, seperti menyediakan fasilitasi seperti pelatihan bisnis, akses permodalan, dan pendirian usaha. Kemenparekraf juga akan berpartisipasi dalam mempromosikan kuliner Indonesia yang sangat beraneka ragam ini di pasar domestik dan luar negeri.

  1. Desain Komunikasi Visual (DKV)

Pemerintah melihat pasar domestik untuk desain komunikasi visual menjanjikan. Hal ini terutama berdasarkan fenomena semakin banyaknya praktisi DKV lokal yang lebih memahami situasi pasar, pengetahuan dan nilai-nilai lokal.

Kemenparekraf memiliki beberapa program untuk mengembangkan sub sektor DKV, seperti mempromosikan serta memublikasikan hasil karya subsektor ini, membuat regulasi agar para pekerja desain lokal mendapatkan prioritas dalam menggarap proyek perusahaan domestik daripada para desainer luar, terutama setelah kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berlaku.

  1. Seni Rupa

Kemenparekraf mencatat saat ini terdapat sekitar 160 pelaku kreatif seni rupa Indonesia yang terlibat dalam forum dan acara internasional. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi terbesar, baik secara kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, produktivitas, dan potensi pasar. Selain itu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa seni rupa Indonesia juga sudah memiliki jaringan yang sangat kuat, baik dalam negeri ataupun luar negeri.

Kemenparakraf menyebutkan akan memberikan dukungan bagi sub sektor seni rupa dengan menyediakan berbagai fasilitas, seperti pembangunan ruang seni dan budaya, fasilitasi forum dan ajang seni rupa bertaraf internasional, serta mewujudkan supaya Indonesia menjadi pusat seni rupa Asia Tenggara.

  1. Fotografi

Melansir laman Kemenparekraf, fotografi menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif karena perkembangannya cukup pesat. Hal ini tak terlepas dari peranan generasi muda yang sangat antusias dalam belajar fotografi. Sebagian dari mereka bahkan memutuskan terjun secara lebih profesional.

Meski demikian, beberapa pelaku fotografi berpendapat masih perlu pengembangan dalam pasar fotografi, seperti dalam soal perlindungan hak penggunaan karya fotografi. Kemudian, pengarsipan karya-karya fotografi di Indonesia yang saat ini masih minim. Lalu, peranan negara untuk membawa fotografer profesional Indonesia ke pasar internasional.

Kemenparekraf sendiri menyatakan mendukung pengembangan subsektor fotografi dengan upaya pemberian sertifikasi bagi para fotografer. Dengan begitu, harapannya bisa ada standarisasi yang jelas terhadap profesi fotografer. Selain itu, fasilitasi terhadap perlindungan hak karya-karya fotografi juga menjadi salah satu bentuk dukungan Kemenparekraf.

Perkembangan Industri Kreatif Indonesia 

Pada masa pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono memperkenalkan konsep ekonomi kreatif pada masyarakat Indonesia tahun 2006.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengungkapan istilah ekonomi kreatif ini dalam pidato pembukaan INACR AFT 2005.  Dalam pidatonya beliau menekan pentingnya pengembang kreativitas bangsa demi pembangunan ekonomi yang mampu berdaya saing tinggi. 

Dari ide tersebut pemerintah kemudian membentuk Indonesia Design Power yang berada dibawah Kementrian Perdagangan. Tujuan dari Indonesia Design Power adalah meningkatkan kekuatan desain dan penciptaan merek di Indonesia. Dengan memberikan tekanan pada pentingnya ekonomi kreatif. 

Dari hasil penjabaran dalam buku ini kemudian keluar Inpres No6/2009 tahun 2009. Pada saat tahun yang sama oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menetapkan pula Tahun Indonesia Kreatif . 

7 (Tujuh) Isu Strategi

Pada akhir tahun 2009 keluar cetak biru Rencana Pengembangan Industri Kreatif Nasional 2025 oleh Kementrian Perdagangan dan Menteri Mari Elka Pangestu. Buku ini merupakan agenda  pembangunan ekonomi kreatif hingga 2025. 

Cetak biru ini menjabarkan berisi tujuh isu strategi yang jadi perhatian penting pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri kreatif. 

Ada pun tujuh isu strategi terdiri atas: 

  1. Ketersediaan sumber daya manusia kreatif yang profesional dan kompetitif 
  2. Ketersediaan bahan baku berkualitas, beragam dan kompetitif. 
  3. Pengembangan industri yang berdaya saing, tumbuh dan beragam. 
  4. Ketersediaan pembiayaan yang sesuai, mudah kamu akses dan kompetitif.  
  5. Perluasan pasar bagi karya, usaha dan orang kreatif. 
  6. ketersediaan infrastruktur dan teknologi yang kompetitif. 
  7. Kelembagaan dan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif.

Dampak Ekonomi Kreatif pada Kemajuan Negara 

Ekonomi kreatif memiliki dampak besar pada penerimaan pendapatan negara dan menyumbangkan banyak hal baik lainnya. 

Menurut Pamela Coke-Hamilton, direktur, UNCTAD’ International Trade and Commodition, ekonomi kreatif dan industri kreatif merupakan sektor strategis. Bila kamu pelihara bisa meningkatkan semangat kompetisi, produktivitas, pertumbuhan berkelanjutan, potensi eksport dan ketenagakerjaan. 

Data UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development)  mencatat, ekonomi kreatif mampu menyumbang sekitar 6,1% dari GDP (Produk Domestik Bruto)  global, atau dalam kisaran angka sekitar 2% -7% GDP tiap negara di seluruh dunia. 

PBB memperkirakan revenue tahunan dari industri ekonomi kreatif mencapai 2,25 triliun US$ atau sebanding dengan 30 juta lapangan kerja di seluruh dunia. Nyaris setengah dari pekerja ekonomi kreatif adalah perempuan dan industri kreatif ini mempekerjakan lebih banyak angkatan kerja umur 15-29 tahun, jika kamu bandingkan dengan sektor lainnya. 

Sektor ekonomi kreatif yang paling banyak menyumbang pemasukan adalah televisi dan visual art. Sementara sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah visual art dan musik. 

Industri Kreatif di Berbagai Negara

Ekonomi Kreatif
Soto, a traditional Javanese dish in Solo, Central Java, Indonesia

Di Amerika Serikat pekerja bidang seni dan budaya sudah memberikan sumbangan pendapatan sekitar 400 US$ miliar untuk 5,1 juta penduduk Amerika Serikat pada tahun 2017. 

Sementara di China sektor kreatif menyumbang lebih dari 460 US$ miliar pada perekonomian China. Angka ini merupakan 4% dari GDP (Produk Domestik Bruto). 

Sedangkan data pekerja di kawasan Uni Eropa mencatat bahwa ekonomi kreatif sudah menyediakan 12 juta pekerjaan dan memberikan pemasukan tahunan. sekitar 500 miliar euro. Angka ini merupakan 5% dari total GDP. 

Sumbangan ekonomi kreatif di Indonesia pun menunjukan trend meningkat. Sektor ini menyumbang rata-rata sekitar sekitar 5,76 dari total GDP Indonesia.  

Pada tahun 2015 ekonomi kreatif menyumbang sebanyak Rp852 triliun. 

Pada tahun 2016 menyumbang Rp894,6 triliun. Tahun 2017 menyumbang sekitar Rp990,4 triliun. Tahun 2017 tercatat pula industri kreatif mampu menyediakan pekerjaan bagi 16,4 orang. Sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 18,1 juta orang. 

Keyakinan akan pentingnya industri kreatif membuat pemerintah Jokowi sempat membentuk Bekraf (Badan Ekonomi  Kreatif). Lembaga ini menjadi penggerak pertumbuhan industri kreatif. Sekarang Bekraf sudah masuk dalam Kementrian Pariwisata. Setelah itu, fungsi kerjanya dalam penggerak Industri kreatif tetap ada. 

Dengan demikian jelas sudah industri kreatif sangat berperan penting bagi perekonomi negara. Tidak hanya menyumbang pemasukan tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan. 

Dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, kami akan membahas dua sektor yang sangat potensial dan banyak diminati antara lain kuliner dan fashion.

Potensi dan Peluang Ekonomi Kreatif Kuliner

Salah satu ekonomi kreatif yang berpotensi menghasilkan keuntungan adalah kuliner. Ekonomi kreatif kuliner adalah salah satu subsektor yang menyumbang terbesar dari GDP (Produk Domestrik Bruto) Indonesia. Dalam sebuah webinar Inovasi Bisnis F&B Tahunan Mitra Grabfood, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno menyatakan, bahwa subsektor kuliner mampu menyerap 9,5 juta tenaga kerja.

Sandi juga mengatakan, subsektor kuliner menyumbang sebanyak Rp455,44 triliun atau sekitar 41% dari total GDP ekonomi kreatif yang nilainya mencapai Rp1.134,9 triliun pada tahun 2020

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pertumbuhan UMKM Kuliner

Ekonomi kreatif kuliner merupakan bisnis yang relatif tidak butuh modal besar, pebisnisnya pun bisa melakukan aktivitas dari rumah. Mendapat dukungan penuh dari pemerintah, terjadi peningkatan jumlah UMKM (Usaha Mikro dan Kecil) industri kuliner di Indonesia selama tahun 2020. Jumlahnya pun setiap tahun terus bertambah. Berdasarkan laporan BPS (Badan Pusat Statistik) di Indonesia, ada sekitar 3,9 juta usaha mikro dan kecil di bidang kuliner, baik makanan maupun minuman.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga membuat bisnis kuliner semakin subur di Indonesia. Orang tidak ragu untuk menyisihkan pengeluaran mereka untuk jajan atau makan di luar rumah atau memesan secara online. Apalagi pada masa pandemi, jumlah orang yang memesan makanan secara online meningkat tajam.

Data survei dari market research global, Ipsos menyatakan, 40% penggunaan layanan online masyarakat Indonesia untuk keperluan transportasi, kemudian sebanyak 32% delivery food. Dengan kata lain ekonomi kreatif kuliner di Indonesia memang sedang mengalami kemajuan pesat. Bagi Kamu yang tertarik berbisnis, ekonomi kreatif kuliner bisa jadi pilihan yang menjanjikan.

Usaha Kuliner yang Menjanjikan di Era Ekonomi Kreatif

Ketika ingin berkecimpung dalam ekonomi kreatif kuliner, kamu bisa memilih dari sejumlah komoditas kuliner. Berikut ini ide usaha kuliner bagi kamu.

  • Bakso

Salah satu menu favorit masyarakat Indonesia adalah mie bakso. Sudah banyak varian bakso yang dijual di Indonesia, seperti bakso Malang, bakso mercon, bakso aci, bakso goreng, hingga bakso lobster yang sempat viral

  • Dessert Box

Selain rasa, biasanya konsumen mencari yang praktis. Mengingat kepraktisannya, dessert box yang terdapat dalam kotak kecil menjadi salah satu incaran para pecinta kuliner. Dessert box termasuk ide kuliner yang sampai sekarang masih menjadi tren.

  • Kopi

Tren ngopi di kalangan anak muda memberikan banyak peluang bagi kamu yang ingin berbisnis kuliner. Meskipun sudah banyak gerai kopi, tetapi dengan kreasi dan harga yang bersaing, kopi masih jadi bisnis yang menguntung. Sebaiknya, kamu menyediakan tempat ngopi yang cozy agar membuat pelanggan betah.

  • Plant-Based dan Vegetarian

Gaya hidup sehat semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Orang makin serius memikirkan asupan gizi. Menu dengan konsep plant-based dan vegetarian semakin dicari orang, terutama mereka yang tinggal di kota besar.

  • Boba

Selain kopi, boba merupakan jenis minuman yang populer di kalangan anak-anak dan remaja. Bisnis boba juga tidak membutuhkan tempat yang besar, juga tidak mesti di mal. Kamu bisa berjualan dalam tenda kecil atau di pinggir jalan.

  • Katering Makanan Sehat

Pandemi Covid-19 sudah merubah banyak gaya hidup masyarakat. Semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya makanan sehat. Bagi mereka yang tidak punya banyak waktu atau tidak jago memasak, cenderung bakal memilih untuk menggunakan jasa katering. Sejak pandemi, bisnis katering makanan sehat menjamur. Orang bersedia mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan makanan sehat. 

  • Martabak

Martabak adalah jajanan kaki lima yang tidak pernah lekang dimakan waktu. Produk itu masih jadi makanan favorit banyak orang. Kamu juga bisa membuat berbagai inovasi dan kreasi martabak agar berbeda dengan martabak yang sudah ada di pasaran.

  • Ayam

Salah satu menu murah meriah dan banyak peminatnya adalah ayam goreng. Sebagaimana bakso, berbagai jenis varian ayam goreng ada di pasaran, tetapi peluangnya tetap besar. Kamu bisa menjual dengan konsep ayam goreng, ayam geprek, ayam pedas atau menyuguhkan konsep baru yang berbeda sama sekali.

  • Keripik Pedas

Makanan pedas, termasuk keripik menjadi salah satu favorit banyak orang. Peluang untuk menjual keripik pedas sangat besar. Kamu bisa berkreasi dengan aneka bumbu pedas dalam beberapa level kepedasan.

  • Seblak

Berawal dari menu yang lahir di Bandung, kemudian seblak berkembang menjadi salah satu makanan favorit di Indonesia. Rasanya yang pedas dan teksturnya yang menyerupai bakso itu membuat seblak beroleh banyak peminat. Modal untuk membuat seblak pun tidak besar. Oleh karena itu, usaha seblak merupakan salah satu ide kuliner yang bisa kamu pilih.

Peluang Usaha Ekonomi Kreatif Kuliner Indonesia  

Pengertian Ekonomi Kreatif

Peluang usaha di bidang kuliner di Indonesia masih sangat besar. Selama manusia masih makan dan minum, peluang-peluang usaha di bidang kuliner masih sangat besar. Ada beberapa alasan kenapa ekonomi kreatif kuliner masih menjadi model bisnis yang menguntungkan.

  • Masyarakat Sibuk

Tingginya tingkat kesibukan menyebabkan banyak masyarakat Indonesia yang tidak punya waktu untuk memasak. Pada akhirnya mereka memilih makanan jadi yang siap saji. Masyarakat denga karakteristik tersebut merupakan target market potensial bagi kamu yang ingin berbisnis kuliner.

  • Senang yang Viral

Karakter masyarakat Indonesia juga senang dengan yang viral, membuat peluang ekonomi kreatif kuliner sangat besar. Saat ada satu jenis menu yang sedang populer, orang akan berbondong-bondong membeli. Manfaatkan momen itu untuk mencari cuan di bidang kuliner. Pilih satu menu kuliner viral, misalnya croffle, soft baked cookies, untuk memulai usaha kamu.

  • Kuliner Nusantara

Ragam kuliner yang ada di Indonesia juga begitu luas dan masih banyak yang bisa dieksplorasi. Indonesia terdiri atas banyak suku dan pulau. Tiap-tiap daerah dan suku memiliki makanan khasnya tersendiri. Paling tidak, ada sekitar 5300 makanan asli Indonesia yang bisa jadi di antaranya belum tergarap dengan serius. Ini sebuah peluang besar bagi Kamu untuk menggali kuliner Nusantara sebagai ide bisnis. 

  • Kuliner Internasional

Selain menu Nusantara, lidah orang Indonesia pun sudah terbiasa dengan menu-menu internasional,  seperti pizza, sushi, tteokbokki,dan beragam makanan internasional lainnya. Kamu bisa menjual menu internasional yang populer dan cocok dengan lidah orang Indonesia. 

  • Menu Fusion 

Kreativitas sangat dibutuhkan ketika kamu menjalankan bisnis kuliner. Ciptakan menu fusion atau menu internasional yang sudah di-twist dengan selera lokal.

Melihat banyaknya peluang di sektor ekonomi kreatif kuliner ini, kamu pasti tertarik, kan, untuk memulai atau malah terus mengembangkan usaha terkait kuliner? Namun, jika masih butuh inspirasi, masih ada sektor fashion yang mungkin menggiurkan bagimu.

Potensi dan Peluang Ekonomi Kreatif Fashion di Indonesia

Melansir iNews, Sandiaga Uno mengatakan bahwa industri fashion merupakan salah satu tulang punggung sektor ekonomi kreatif. “Kontribusi industri fashion hampir 20% terhadap sektor industri ekonomi kreatif,” ujarnya.

Angka tersebut seakan menunjukkan bahwa industri fashion Indonesia telah berkembang dan memiliki potensi untuk membangun citra serta identitas negara.

Perkembangan Ekonomi Kreatif Fashion Indonesia

Industri fashion, mulai dari produksi pakaian, alas kaki, aksesoris, hingga pendistribusiannya, memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Di Indonesia sendiri industri ini memiliki perkembangan yang cukup pesat.

Hal ini terlihat dari banyaknya brand lokal yang mulai bermunculan, bahkan mampu go international. Desainer asal Indonesia pun sudah banyak yang menampilkan karyanya di perhelatan pameran busana kelas wahid.

Belum lagi dengan demografi penduduk Indonesia yang mayoritasnya adalah umat muslim sehingga menjadikan negara kita sebagai kiblat modest fashion dunia. Tak heran kalau Indonesia sering disebut-sebut sebagai pasar yang menguntungkan bagi fashion mode.

Contoh Usaha di Bidang Fashion yang Sukses dan Populer

Menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang menyumbang angka cukup besar pada perekonomian negara, industri fashion Indonesia cukup sukses di kancah internasional. Sebab ada begitu banyak brand asli Indonesia yang telah mendunia.

Produk dalam negeri ini pun banyak yang mengiranya sebagai produk luar negeri hanya karena menggunakan nama asing dan kualitasnya sangat bagus. Inilah beberapa contoh usaha di bidang fashion asal Indonesia yang sukses dan populer baik di dalam maupun di luar negeri.

  • Terry Palmer

Terry Palmer adalah brand ternama yang terkenal dengan produk handuknya yang berkualitas. Sebagian orang menyangkanya sebagai produk luar negeri. Namun ternyata brand satu ini berada di bawah payung PT. Indah Jaya. Produk Terry Palmer sudah melanglang buana hingga ke Eropa.  

  • Eiger

PT Eigerindo Multi Produk atau lebih populer dengan nama EIGER adalah perusahaan yang merajai pasar industri tas dan peralatan adventure di Indonesia. Berasal dari Bandung, brand ini sudah memiliki 3 toko flagship, 34 showroom, dan 81 counter yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

  • Matoa

Berikutnya ada Matoa yang terkenal dengan produk jam tangan berbahan kayu. Dibuat langsung oleh pengrajin handal, jam Matoa sudah berhasil menembus pasar internasional. Barangnya tersedia di 9 negara di penjuru dunia.

  •  Buttonscarves

Berawal dari produksi hijab, kini brand lokal satu ini sudah merambah ke bisnis clothing line. Buttonscarves, yang merupakan brand fashion muslimah milik Linda Anggrea ini, sekarang telah membuka gerai hingga ke negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.  

  • Danjyo Hiyoji

Brand fashion lokal buatan Dana Maulana dan Liza Mashita ini punya ciri khas tersendiri pada setiap koleksinya. Fokus pada gaya streetwear, brand Danjyo Hiyoji juga sudah bersaing di pasar internasional. Bahkan produknya pernah tampil di ajang Amazon Fashion Week Tokyo.

  • Major Minor

Ini adalah brand asli Indonesia yang berhasil melebarkan sayapnya di luar negeri. Pernah masuk ke dalam ajang penghargaan fashion internasional “Woolmark Prize”, sehingga para pecinta fashion dunia mengakui brand Major Minor. Tak sedikit pula yang menyandingkannya dengan brand sekelas Kenzo dan Armani.   

  • Erigo

Berdiri pada 2010, brand Erigo sempat tampil di perhelatan New York Fashion Week pada 2021 lalu. Brand ini juga pernah muncul di billboard Times Square New York sehingga menjadikannya sebagai brand lokal yang mendunia.

Pengertian Ekonomi Kreatif

Peluang Usaha Ekonomi Kreatif Fashion di Indonesia

Melihat banyaknya brand lokal yang mendunia, tentu menjadi angin segar bagi para pelaku usaha. Itu bisa menjadi pemicu terus berkarya, kemudian mengembangkan produk agar bisa bersaing di pasar global.

Industri fashion sebagai ekonomi kreatif di Tanah Air memang sangat menjanjikan, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia selalu haus akan tren fashion terbaru. Apalagi Indonesia sendiri dikatakan sebagai kiblat modest fashion sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya salah satu pendapatan negara terbesar berasal dari fashion. Potensi dari sumber daya manusia fashion ini harapannya bisa lebih unggul dan bisa bersaing dengan sumber daya manusia dari bangsa besar lainnya.

Meski saat ini masih pandemi COVID-19, industri fashion masih bisa bertahan dan laku keras di pasaran. Itu artinya, apa pun yang terjadi di luar sana, industri fashion akan terus berjalan.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah berupaya agar industri fashion Tanah Air bisa terus berkembang dan mendapat perhatian lebih dari masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap hal ini, pemerintah memberikan fasilitas untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya.

Fasilitas itu antara lain kredit usaha, kesempatan untuk merombak struktur pada mesin dan peralatan, fasilitas promosi, pembinaan oleh tenaga ahli desain, dan strategi untuk mengembangkan branding suatu produk fashion.

Dengan dukungan tersebut, harapannya pengembangan industri fashion di Indonesia dapat berjalan lebih optimal, sehingga ke depannya mampu melahirkan lebih banyak produk fashion berkualitas. 

Bagaimana, sekarang sudah paham ‘kan apa dan bagaimana industri kreatif di Indonesia. Tentukan sub sektor ekonomi kreatif yang ingin dijadikan usaha dan konsistenlah melakukannya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP