fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Seluk-beluk tentang Marketing

marketing adalah

Menyebut kata marketing rasanya sudah sangat familier di benak masyarakat Indonesia. Namun, belum tentu semua orang dapat memahami maknanya. Hal ini menjadi krusial untuk para pebisnis karena marketing adalah bagian dari strategi untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan penjualan serta mempertahankan bisnis.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang seluk-beluk marketing, mulai dari definisi, fungsi, hingga kesalahan-kesalahan yang wajib pebisnis hindari. Karena itu, teruslah menyimak artikel ini sampai habis. 

Apa Itu Marketing?

Bila bicara tentang marketing, tidak terlepas dari sosok Philip Kotler yang merupakan salah seorang tokoh marketing ternama. Ia bahkan terbilang sebagai Bapak Pemasaran Modern. Menurutnya, definisi marketing adalah sebuah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.

Sedangkan menurut William J. Stanton, marketing adalah suatu sistem dari kegiatan bisnis yang pebisnis rancang. Tujuannya untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk yang dapat memuaskan keinginan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Dari beberapa definisi di atas, dapat kita simpulkan definisi marketing. Itu adalah suatu kegiatan perekonomian yang pebisnis lakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan produk atau layanan jasa.

Baca juga: Pengertian, Tips dan Seluk-beluk Insight dalam Marketing dan Bisnis

Apa Pentingnya Marketing bagi Bisnis?

marketing adalah

Pemasaran adalah hal yang tidak bisa kita pisahkan dalam strategi bisnis. Setiap sektor bisnis seberapa pun ukuran bisnisnya, selalu menggunakan strategi penjualan untuk memenangkan hati konsumen sekaligus memenangkan kompetisi. Itulah sebabnya, banyak perusahaan mengadopsi berbagai strategi pemasaran. Seberapa pentingnya pemasaran bagi bisnis? Simak lima alasannya di bawah ini.

  • Membantu meningkatkan penjualan

Pemasaran merupakan salah satu cara untuk menyampaikan informasi kepada konsumen. Dengan cara ini, konsumen akan memiliki ide dasar tentang produk dan mengetahui manfaat membeli produk kamu. Selain itu, dengan pemasaran juga mendidik banyak orang tentang produk tertentu. Sehingga, ketika calon konsumen mendapat informasi yang baik tentang produk kamu, maka penjualan pun akan ikut meningkat.

  • Menciptakan opsi pendapatan

Pemasaran menjadi salah satu hal penting bagi banyak perusahaan untuk menciptakan pilihan pendapatan dengan menciptakan berbagai strategi penjualan yang berbeda untuk meningkatkan keuntungan bisnis. Salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan adalah dengan mengurangi harga produk. Dengan cara ini banyak pelanggan akan membeli produk.

Mengurangi harga produk akan meningkatkan jumlah pembeli potensial, sehingga mendapatkan lebih banyak penjualan. Lebih baik untuk mendapatkan keuntungan yang lebih kecil tetapi penjualan yang konsisten. Cara lain untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan menjalankan iklan dan promosi media. Ini adalah cara termudah untuk membuat orang tahu tentang produk kamu.

  • Membangun reputasi untuk brand

Manfaat lain dari menerapkan strategi marketing adalah membangun reputasi untuk brand kamu. Tetapi, pastikan juga kamu memberikan kualitas terbaik dan produk yang berguna untuk target pasar kamu. Dengan cara ini, kamu tidak hanya akan membangun reputasi yang sangat baik untuk produk saja, tetapi juga bagi brand kamu.

Tujuan Marketing

Pada dasarnya, tujuan dari pemasaran adalah memperkenalkan suatu produk kepada konsumen. Namun, secara lebih rinci, tujuannya dapat dibedakan menjadi tiga, antara lain:

  • Konsumen dapat mengetahui serta menikmati produk (barang/jasa) yang tersedia secara spesifik. Sebaliknya, produsen memiliki kemampuan untuk menyediakan produk berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen.
  • Perusahaan dapat menjelaskan secara rinci semua kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran. Mulai dari deskripsi produk, desain, promosi dan periklanan hingga komunikasi  konsumen dan distribusi produk.
  • Perusahaan mampu mengidentifikasi dan memahami konsumen sehingga produk yang pebisnis produksi cocok dan sellable. Itu artinya, konsumen akan selalu membelinya tanpa upaya tambahan.

Baca Juga: E-mail Marketing vs Social Media Marketing, Mana yang Lebih Efektif?

Konsep dalam Pemasaran

Konsep pemasaran adalah strategi yang departemen marketing rumuskan dan tetapkan di suatu perusahaan. Tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang menguntungkan antara brand dan konsumen sasarannya.

Menurut Philip Kotler dan Keller, pada dasarnya konsep penjualan ini mencakup lima konsep penting seperti penjelasan di bawah ini. 

  1. Konsep Produksi

Sesuai dengan namanya, konsep ini berorientasi pada proses produksi atau operasional. Dalam konsep ini, produsen meyakini bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah dan mudah mereka dapatkan. Dengan kata lain, konsumen terutama tertarik pada ketersediaan produk dan harga yang rendah. Konsep ini biasanya berguna ketika perusahaan ingin memperluas pasar. 

  1. Konsep Produk 

Dalam konsep ini pemasar beranggapan bahwa konsumen lebih berminat terhadap produk-produk yang memiliki kualitas, kinerja, fitur atau tampilan yang superior atau terbaik. Oleh sebab itu, biasanya produsen atau perusahaan akan memusatkan perhatian untuk menghasilkan produk yang unggul dan memperbaiki mutunya dari waktu ke waktu. 

  1. Konsep Penjualan

Orientasi konsep ini lebih kepada tingkat penjualan, di mana brand atau perusahaan beranggapan bahwa konsumen harus mereka pengaruhi atau mereka bujuk agar penjualan dapat meningkat. Konsep ini mengasumsikan bahwa konsumen biasanya pada awalnya akan menunjukkan keengganan atau penolakan untuk membeli. Sehingga, pebisnis harus membujuk konsumen supaya membeli produk atau menggunakan layanannya.  

  1. Konsep Marketing

Konsep pemasaran berorientasi pada pelanggan dengan asumsi bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Dalam konsep ini terdapat empat pilar, yaitu: target pasar, kebutuhan pelanggan, pemasaran terintegrasi dan profitabilitas.

  1. Marketing Sosial

Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah suatu kegiatan sosial dan sebuah pengaturan yang individu atau sekelompok tertentu kerjakan untuk mendapatkan apa yang publik inginkan dengan membuat sebuah produk lalu menukarnya dengan nominal tertentu kepada pihak lain. Atau dengan kata lain, konsep ini tidak hanya berorientasi pada kepuasan pelanggan tetapi juga memperhatikan manfaatnya bagi orang lain.

Baca juga: Strategi Pemasaran Online dan 7 Contohnya yang Efektif

Kesalahan Fatal dalam Pemasaran

marketing adalah

Meskipun sudah mempersiapkan strategi dan perencanaan yang matang, tak jarang terjadi kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan bisnis tidak dapat menunjukkan kinerja terbaik. Agar kamu bisa terhindar dari kesalahan tersebut, ada baiknya kenali kesalahan-kesalahan dalam pemasaran di bawah ini.

  1. Salah memilih target pasar

Salah memilih target pasar ini biasanya terjadi kepada pemasar yang bingung saat membidik pasar atau memilih pasar yang tidak jelas. Apakah ingin menyasar kelas premium atau kelas untuk segmen menengah? Mengapa memilih target pasar yang jelas itu penting? Pasalnya, setiap target pasar memiliki karakteristik tersendiri sehingga tentu membutuhkan pendekatan yang khusus. 

Oleh sebab itu, jangan pernah bingung saat menentukan target pasar. Fokus pada target yang kamu tuju pada satu waktu. Kemudian lakukan eksperimen untuk menemukan orang-orang dari sekelompok target pasar tersebut yang punya ketertarikan lebih terhadap produk kamu. Orang-orang tersebut adalah yang nantinya bisa menjadi sumber pendapatan bisnis kamu. 

  1. Segmentasi pasar yang salah

Kesalahan kedua adalah segmentasi pasar yang salah karena kurangnya informasi pasar. Sehingga, itu menyebabkan pengelompokan konsumen tidak sesuai kondisi pasar yang sesungguhnya. Segmentasi pasar ini adalah tentang bagaimana bisnis memetakan berdasarkan aspek-aspek tertentu. Hal ini juga berperan penting karena bila segmentasi pasar salah, maka biasanya targeting juga akan salah. 

  1. Kesalahan positioning

Positioning merupakan strategi pemasaran yang harus pebisnis rumuskan setelah segmentasi dan targeting. Secara definisi, positioning adalah tindakan untuk membuat citra produk dan hal-hal yang ingin mereka tawarkan berhasil memperoleh posisi yang jelas. Sehingga, mengandung arti dalam benak sasaran konsumennya.

Contoh fatal dalam menempatkan positioning adalah saat peluncuran mobil Mazda MR yang merupakan singkatan Mobil Rakyat. Bagi konsumen Indonesia yang masih mementingkan gengsi, menyukai produk premium secara serta-merta meninggalkan produk ini, meskipun kualitas produk tersebut cukup baik.

  1. Kesalahan menetapkan harga

Di Indonesia, tak jarang brand atau bisnis yang menetapkan harga berdasarkan harga pokok produksi ditambah dengan persentase margin yang umum. Padahal, sebenarnya harga juga bisa pebisnis tetapkan dari value yang mereka tawarkan.

Namun, pada kenyataannya, masih banyak pebisnis yang kurang percaya diri untuk menambah value ke dalam harga, karena takut konsumen Indonesia price sensitive. Akibatnya adalah bisnis sering terjebak dalam perang harga dengan kompetitor agar tidak kehilangan konsumen dan tidak berani menaikkan harga jual.

  1. Kesalahan promosi

Kesalahan fatal terakhir adalah kesalahan dalam promosi seperti kesalahan dalam membuat materi iklan yang tidak sesuai dengan target market. Selain itu, iklan yang terlalu rumit dan sulit konsumen mengerti secara cepat akan berakibat pada kesalahan persepsi.

Jadi, itu adalah pengertian dan seluk-beluk marketing yang wajib kamu tahu. Dengan mengetahui hal-hal mendasar di atas harapannya kamu dapat menjalankan strategi pemasaran yang tepat dan menghindari kesalahan-kesalahan yang dialami oleh pebisnis lainnya.

 

Baca juga artikel terkait lainnya: