fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Manfaat dan 7 Contoh Sukses Strategi Marketing

strategi marketing_01

Semua pebisnis pasti paham bahwa strategi marketing  atau strategi pemasaran adalah kunci keberhasilan untuk pengembangan bisnis. Tanpa strategi marketing yang  jitu, bisnismu akan sulit menghasilkan keuntungan berlipat meski produk yang kau pasarkan punya value dan berkualitas. Apalagi dalam situasi kompetisi yang sangat ketat seperti sekarang, risiko kalah saing bisa terjadi kapan saja. 

Strategi marketing  yang tepat akan sangat membantu proses promosi produk serta pelayanan. Kejelianmu memilih strategi yang sesuai dengan produk, sumber daya dan kategori industri produkmu, akan memudahkan dalam memperoleh target konsumen dengan cepat, yang akan menunjang pertumbuhan bisnismu di masa mendatang.

Definisi Strategi Marketing

strategi marketing_02Sebelum masuk ke contoh-contoh dan aplikasinya, yuk ketahui dulu apa pengertian dan definisi strategi marketing atau strategi pemasaran. 

Sesuai namanya, strategi marketing atau strategi pemasaran adalah strategi untuk memasarkan serta mengenalkan suatu produk/jasa kepada publik. Definisi yang lebih detil dalam konsep marketing adalah keseluruhan upaya bisnis untuk menjangkau target market yang dianggap prospektif, lalu mengubah mereka menjadi pelanggan tetap. Jadi intinya adalah bagaimana caranya agar produk kamu laku di pasar. 

Sekarang terbayang kan, strategi marketing tak bisa ditetapkan serampangan? Semua perlu perencanaan matang agar hasilnya sesuai dengan ekspektasi awal.

Fungsi Strategi Marketing

Dalam konsep pemasaran klasik, strategi pemasaran meliputi 4P yaitu produk, price, place dan promotion. Dari situ terlihat, cakupan strateginya sudah mulai sejak proses perumusan produk, kemudian penerapan harga (pricing), lalu di mana produk akan kamu pasarkan dan  media apa yang akan dipergunakan agar konsumen mengenali produkmu. Namun di atas itu semua, pebisnis seperti kamu pasti paham, semua strategi dan proses marketing yang kamu jalankan ujungnya adalah memaksimalkan profit. 

Mengapa kita perlu merumuskan strategi pemasaran secara cermat?  

Pada dasarnya strategi marketing memiliki beberapa fungsi dan manfaat yang harus kamu pahami, di antaranya:

  1. Menjadi pedoman pemasaran produk dan dasar pemikiran dalam mengambil keputusan marketing 
  2. Standar keberhasilan dalam proses marketing berdasarkan standar prestasi yang telah ditentukan 
  3. Sebagai alat bantu untuk meraih berbagai tujuan perusahaan, baik dalam jangka panjang maupun pendek. 
  4. Sebagai alat kontrol dalam pengawasan agar kualitas bisa terkontrol secara efektif.  
  5. Untuk mengatur proses bisnis, agar koordinasi antar individu dalam tim pemasaran bisa berjalan efektif dan sesuai target
  6. Sebaliknya, juga untuk menilai bersama apakah tindakan yang diambil perusahaan telah sejalan dengan strategi marketing atau belum. Serta  untuk mengembalikan langkah-langkah yang melenceng dari tujuan awal strategi marketing.
  7. Untuk meningkatkan motivasi dan target bisnis yang sedang berjalan. Melalui strategi marketing yang baik,  pebisnis bisa memperkirakan  jalannya bisnis di masa mendatang, serta memotivasi semua unsur usaha agar bisnis bisa berjalan optimal.

Contoh-contoh Strategi Marketing 

Dari pembahasan di atas, kamu bisa membaca bahwa konteks strategi marketing sangat luas. Ya betul, pada praktiknya  model-model strategi pemasaran memang sangat beragam. Dari masa ke masa, para pelaku bisnis selalu mencari cara-cara pemasaran baru yang efektif untuk mencapai tujuan bisnis mereka, dengan menyesuaikan terhadap jenis produk/jasa  yang mereka pasarkan, sumber daya, hingga kategori industri bisnisnya. 

Pertanyaannya, bagaimana memilih strategi marketing yang paling efektif dan mendukung  proses bisnismu? 

Saat ini, pemasaran dan promosi digital memang mendominasi strategi marketing pada hampir semua produk. Hampir semuanya berjalan efektif. Namun begitu, ternyata ada beberapa jenis  produk yang pemasarannya lebih tepat melalui cara konvensional. Nah agar kamu lebih punya gambaran untuk memilih,  yuk  simak 7 jenis strategi marketing  yang popular di bawah ini.

1. Iklan Berbayar (Paid Advertising)

Iklan berbayar adalah cara pemasaran klasik di mana perusahaan membayar penyedia ruang iklan agar bisa menampilkan produknya. Tujuannya jelas, agar dunia tahu apa produk/jasa yang dia jual. 

Seiring makin canggihnya dunia digital, pemasar  pun bisa menyebarkan iklan dengan cakupan yang sangat luas melalui platform paid advertising. Beberapa contohnya adalah 

  • Social media ads (Instagram Ads, Facebook Ads, Twitter Ads, Tiktok Ads)
  • Display advertising atau banner, gambar iklan yang tampil di internet seperti di website, media sosial dan aplikasi
  • Native advertising, jenis iklan yang muncul di berbagai platform, namun disesuaikan dengan media iklannya sehingga tidak mengganggu user 
  • Search engine marketing (SEM). Jenis iklan ini memanfaatkan fasilitas dari Google seperti Google Ads, Google AdWords.
  • Mobile advertising, iklan  yang tampil di smart phone user

2. Pemasaran Transaksional (Transactional Marketing)

Apakah kamu sering ikut heboh belanja saat ada event  promo harbolnas (hari belanja nasional)? Kalau iya, berarti kamu sudah masuk dalam catatan keberhasilan strategi transactional marketing.

Yup, transactional marketing memang bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan sebanyak-banyaknya.  Banyak perusahaan besar menerapkan strategi ini, karena efektif untuk memenuhi target penjualan.

Beberapa bentuk transactional marketing antara lain promo atau diskon,  kupon belanja, cashback,  beli satu gratis satu, promo ulang tahun perusahaan dan sebagainya. Strategi ini masuk dalam strategi marketing jangka pendek, promo periodic setiap tanggal muda, atau gebyar Harbolnas setahun sekali.

3. Referral Marketing

strategi marketing_03Merupakan strategi promosi yang mendorong konsumen untuk mengajak konsumen baru, entah itu berupa ajakan untuk membeli, membuat akun atau membagikan konten.   Tak hanya menguntungkan perusahaan, strategi referral marketing juga memberikan dampak positif bagi konsumen.

Strategi yang berhubungan erat dengan word of mouth marketing ini dianggap ampuh untuk menjangkau lebih banyak konsumen karena konsumen yang puas akan terdorong untuk memberi tahu orang sekitar. Riset Nielsen dari tahun ke tahun mengonfirmasi proses tersebut. Hasil riset mereka di tahun 2020 misalnya, memberikan data 93% konsumen lebih suka berbicara  langsung (talking) daripada melalui media digital (tapping) untuk berbagi brand experience atau mencari rekomendasi. 

Strategi referral marketing banyak diterapkan oleh perusahaan besar. Salah satu contoh perusahaan yang sukses menerapkan strategi ini adalah Airbnd, perusahaan rintisan jasa penginapan. Mengutip gosurf.com,  melalui strategi ini mereka berhasil meningkatkan jumlah booking  sampai 25% yang terus naik sampai 300% pada versi aplikasi 2.0. 

4. Internet Marketing dan Digital Marketing

Internet marketing ibarat primadona di antara berbagai jenis strategi marketing saat ini. Faktor kemudahan dan efektifitas, membuat banyak pebisnis memilihnya sebagai salah satu strategi pemasaran yang  wajib mereka tempuh. Sebutan lain dari internet marketing adalah online marketing atau iklan web,

Internet marketing adalah bentuk pemasaran dengan memanfaatkan internet untuk menyampaikan pesan promosi, branding, bahkan selling  kepada konsumen. Aplikasinya bisa dalam bentuk website, Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), mobile marketing, social marketing, email marketing dan masih banyak lainnya. Jenis strategi marketing ini akan berjalan baik kalau kamu mampu membuat konten yang bisa menarik konsumen. 

Lalu apa bedanya dengan digital marketing?

Sekilas mirip, namun sejatinya, cakupan digital marketing lebih luas ketimbang internet marketing. Bahkan internet marketing merupakan salah satu aplikasi digital marketing. Fokus utama digital marketing tidak semata-mata untuk promosi produk atau brand yang ujung-ujungnya adalah selling. Tapi di sana juga ada tujuan untuk membangun brand awareness dan customer relation.

Tercakup di dalam digital marketing adalah iklan TVC, ebook, koran digital, company profile video, email marketing, endorse influencer, SMS broadcast, iklan pay per click, iklan banner, pay per sale, pay per lead dan sebagainya. 

5. Interactive Marketing

Sebutan lain untuk interactive marketing adalah trigger based atau event driven marketing. Metode pemasaran online ini berjalan dengan cara memanfaatkan saluran komunikasi dua arah dalam prosesnya. Jadi konsumen terlibat langsung di dalamnya, karena mengharap respon kamu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kotler dan Keller (2012) mengatakan,  metode ini bisa meningkatkan brand awareness, memperbaiki citra brand/produk, dan menciptakan sales.

Beberapa contoh interative marketing adalah kuis, video interaktif, story telling interaktif yang memungkinkan audiens ikut menentukan jalan cerita, dan masih banyak kreasi lainnya. 

6. Content Marketing

Sesuai namanya, strategi ini berfokus pada penciptaan dan distribusi konten yang relevan, memiliki value dan manfaat yang bisa membantu konsumen, dan konsisten untuk menarik perhatian mereka. Jadi alih-alih melakukan hardsale, perusahaan justru memberikan informasi sesuai kebutuhan konsumen dengan cara simpatik agar mereka berminat kepada produkmu.

Banyak perusahaan, kecil maupun besar,  menerapkan strategi content marketing Agar efektif menarik minat konsumen, tentu saja kamu harus mampu menyajikan konten berkualitas dan kredibel.

7. SEO Marketing

SEO atau Search Engine Optimization adalah serangkaian teknik sistematis untuk menempatkan website atau blog kamu berada di halaman utama dalam pencarian sesuai dengan keyword tertentu. Dan itulah tujuan utama dari SEO marketing, yaitu meningkatkan traffic visitor

Strategi ini berkaitan erat dengan content marketing, bahkan ikut menentukan standar kualitas suatu konten. Konten yang memenuhi SEO akan menempati posisi atas pada hasil pencarian. Kalau konten tersebut naik pesat, perusahaan akan mendapatkan traffic yang tinggi dari banyaknya pengunjung. Itu berarti, brand awareness-nya pun akan naik, dan pada gilirannya memberikan peluang naiknya jumlah konsumen. 

 

Di luar 7 contoh strategi marketing di atas, para pebisnis terus mengembangkan berbagai strategi inovatif  untuk mempertajam pemasaran yang relevan dengan produk dan bisnis mereka. Kamu bisa memilih lebih dari satu jenis strategi pemasaran, namun pastikan bahwa semua strategi itu berjalan sinergis. Agar bisa memilih strategi yang paling efektif, kamu harus melihat aspek terpenting yang menunjang bisnismu. Coba cermati mana yang bisa kamu terapkan agar bisnismu semakin maju.