fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Tips, dan Seluk Beluk tentang Analisis SWOT

analisis swot 01

Apa yang ada dalam benakmu saat ingin menjalankan atau membangun sebuah bisnis? Biasanya, kamu akan mulai mengidentifikasi apa saja kelebihan produkmu, kelemahannya, serta peluang atau kesempatan, dan tantangannya. Kegiatanmu tersebut sebenarnya termasuk analisis SWOT.

Analisis tersebut sangat bermanfaat dalam sebuah bisnis atau bahkan termasuk sebagai salah satu hal wajib yang harus pebisnis lakukan sebelum memulai bisnisnya. Pebisnis profesional pastinya tak mau kalau kegiatan yang mereka lakukan itu sekadar agar berjalan bagai air yang mengalir tanpa ada perencanaan lanjutan. Mereka pasti ingin bisnisnya melaju pesat. Untuk itulah, ada analisis SWOT.

Pengertian

Analisis SWOT adalah salah satu strategi bisnis yang meliputi empat komponen penting yaitu strength atau kekuatan, weakness atau kelemahan, opportunity atau kesempatan, dan threat atau tantangan/ancaman. Menurut semrush.com, analisis SWOT seyogyanya tidak hanya dilakukan saat bisnis akan beroperasi saja. Namun, terkadang saat ada perubahan baik yang sifatnya internal (perubahan formasi tim bisnis) maupun eksternal (adanya kejadian yang tak bisa diprediksi misalnya).

Sejarah Analisis SWOT

Adalah Albert Humphrey adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah analisis SWOT saat dirinya memimpin proyek riset di Universitas Stanford tahun 1960-an. Saat itu, ia dan tim sedang meneliti mengapa perencanaan dalam bisnis bisa gagal.

Dengan menggunakan data penelitian dari perusahaan-perusahaan Fortune 500, Humphrey dan tim kemudian merumuskan empat hal yang merupakan inti sari dari kegagalan atau keberhasilan dalam bisnis. Mereka menamai empat poin tersebut dengan nama SOFT.

Kata tersebut adalah singkatan dari Satisfatctory atau kesuksesan di masa sekarang, Opportunity kesuksesan di masa depan, Fault atau kegagalan di masa sekarang, dan Threat atau kegagalan di masa depan. Empat tahun kemudian, istilah SOFT berganti menjadi SWOT sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Baca Juga: A to Z Business Plan yang Perlu Dipahami Pebisnis Masa Kini

Cakupan SWOT

analisis swot 02Sebagaimana yang sudah tertulis di atas bahwa analisis SWOT adalah strategi yang mencakup empat hal atau poin utama. Berikut ini penjelasan dari masing-masing kata.

1. Strength atau Kekuatan

Poin pertama analisis SWOT bernama Strength atau Kekuatan. Ia berarti sebagai kelebihan yang sudah bisnismu miliki atau segala hal yang kamu miliki yang sekiranya bisa menopang kelangsungan bisnismu. Misalnya, jika saat ini kamu adalah selebgram dengan jutaan follower, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu strength atau kekuatannya.

Ketika meluncurkan produk baru, kamu tak perlu lagi repot-repot memulai dari nol karena pangsa pasarnya sudah ada yakni follower-mu. Kamu harus pandai-pandai mengidentifikasi apa yang menjadi kekuatanmu sebagai pebisnis yang mungkin masih jarang atau bahkan belum dimiliki pebisnis lain.

2. Weakness atau Kelemahan

Selain kelebihan, tiap pebisnis pasti punya kelemahan. Sebagaimana contoh kasus di atas, misalnya. Sebagai selebgram, kekuatanmu ada di jumlah follower­-mu yang melimpah. Namun, bukan berarti kamu tak punya kelemahan. Setelah kamu identifikasi, ternyata kelemahanmu adalah tak tahu harus jualan produk apa karena kamu merasa tak ada keahlian khusus yang mumpuni.

Jika hanya sekadar bisa, kamu yakin kalau bisnismu kelak tak akan bertahan lama. Sebagaimana identifikasi kekuatan, identifikasi kelemahan ini juga bisa membuatmu tahu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.

3. Opportunity atau Kesempatan

Opportunity atau Kesempatan mencakup hal-hal yang kelak akan kamu dapatkan ketika memilih A dalam bisnismu. Bisa juga peluang apa saja yang bisa kamu peroleh saat berbisnis A. Merujuk pada contoh sebelumnya, kamu adalah selebgram dengan follower jutaan yang merasa tak memiliki keahlian khusus berbisnis produk tertentu.

Di sisi lain, kamu merasa sayang jika harus melewatkan kesempatan tidak berbisnis apa pun padahal pasarmu sudah ada dan jelas terpampang di depan mata. Kesempatanmu untuk mendapatkan keuntungan akan hilang sia-sia jika tak memanfaatkan momen serta kondisi tersebut.

Untuk itu, solusi yang bisa kamu terapkan ke dirimu sendiri adalah dengan menggandeng pebisnis lain. Pastikan pebisnis pilihanmu memiliki produk yang kuat (berkualitas), namun belum memiliki “nama” atau branding yang kuat.

4. Threat atau Tantangan

Poin terakhir dari analisis SWOT adalah Threat atau Tantangan. Jika poin 1 dan 2 analisis SWOT adalah faktor internal, maka poin 3 dan 4 adalah faktor eksternal. Dan jika poin 3 analisis tersebut adalah hal-hal baik yang mungkin akan kamu dapatkan sebagai pebisnis, maka poin 4 adalah hal-hal kurang baik yang bisa menghadang/menyerangmu yang harus kamu antisipasi sedini mungkin.

Baca Juga: Tantangan Menghadirkan Inovasi untuk Membuka Peluang Usaha

Contoh Analisis SWOT dalam Bisnis

analisis swot 03Secara tidak langsung, contoh analisis SWOT dalam bisnis sudah tersirat dalam pembahasan sebelumnya. Namun, kali ini, kamu akan menyimak contoh praktik analisis SWOT dalam bisnis dengan catatan yang lebih runtut. Berikut ini misalnya.

1. Tentukan jenis bisnis yang akan kamu geluti

Contoh analisis SWOT yang pertama adalah menentukan jenis bisnis yang akan kamu geluti. Jika bingung berbisnis apa, kamu bisa mempertimbangkan beberapa hal berikut: bidang yang kamu kuasai atau bidang yang saat ini sedang banyak dibutuhkan/berprospek.

Sebagai contoh, bidang bisnis yang kamu pilih adalah penulisan konten di mana kamu adalah penyedia para penulis konten yang nantinya kamu salurkan/hubungkan pada perusahaan/klienmu yang membutuhkan.

2. Tentukan kekuatan bisnismu

Contoh berikutnya adalah menentukan kekuatan bisnis penulisan konten yang kamu miliki. Setelah kamu identifikasi, beberapa hal ini adalah kekuatan/kelebihan bisnis milikmu:

  • Tim penulismu adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman di bidang penulisan konten
  • Para penulis di timmu minimal memiliki pendidikan S1
  • Harga yang kamu tawarkan kompetitif baik untuk klienmu maupun untuk penulismu (sama-sama menguntungkan)
  • Waktu yang tim penulismu butuhkan untuk membuat artikel tidak lama.

3. Tentukan kelemahan bisnismu

Analisis SWOT berikutnya adalah menentukan kelemahan bisnis penulisan konten milikmu. Selain kelebihan, pastinya “produkmu” juga memiliki kelemahan. Setelah kamu identifikasi, berikut adalah beberapa kelemahannya: masih sulit mencari penulis yang kompeten, tim penulismu rata-rata bekerja juga di tempat lain, dan masih ada tim penulismu yang tak taat deadline.

Baca Juga: Hari Buruh Internasional: 7 Jenis Pelatihan agar Produktivitas Karyawan Meningkat

4. Tentukan kesempatan yang bisa kamu peroleh

Berikutnya adalah menentukan hal-hal yang bisa kamu dapatkan dengan bisnis yang kamu pilih saat ini. Misalnya untuk bisnis penulisan konten, peluang yang terpampang nyata di depan mata adalah sebagai berikut: Jumlah website perusahaan yang membutuhkan penulis konten makin banyak dari waktu ke waktu.

Itu artinya, peluang penulis konten masih besar untuk satu atau dua dekade ke depan. Selain itu, tak sedikit lulusan bidang tertentu yang harus resign dari pekerjaan utamanya karena beberapa alasan salah satunya mengurus keluarga.

Untuk poin terakhir ini, kamu bisa mengajak mereka bergabung sebagai tim penulis konten. Nantinya, mereka bisa kamu salurkan untuk menulis hal-hal yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

5. Tentukan tantangan yang harus kamu hadapi 

Terakhir adalah menentukan tantangan yang kelak akan kamu hadapi di bisnis penulisan konten. Misalnya saja banyaknya “pemain” baru yang menawarkan harga lebih murah. Kamu tidak perlu khawatir dengan mereka asalkan kamu bisa mempertahankan kualitas produkmu.

Dari contoh nyata penerapan analisis SWOT tersebut, kamu bisa mengetahui apa yang harus kamu lakukan agar bisnismu bisa bertahan atau berkembang. Selamat mencoba, ya!

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: