fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Tips dan Seluk-beluk tentang Campaign Digital Marketing

digital campaign 01

Campaign atau kampanye dalam pemasaran merupakan upaya terorganisasi dan strategis untuk mempromosikan, sekaligus meningkatkan kesadaran konsumen akan produk atau layanan dari merek tertentu. Lebih dari itu, marketing campaign adalah upaya perusahaan atau pemilik bisnis untuk mengomunikasikan brand value mereka ke target pasar. Artinya, strategi kampanye pemasaran yang sukses bisa memperkuat citra positif sebuah merek di pasaran.

Ada beberapa contoh kampanye pemasaran yang melekat dan cukup berhasil, salah satunya produk mie instan kebanggaan Indonesia, Indomie. Kamu tentu masih ingat jingle dan jargon ‘Indomie Seleraku’. Bahkan, mungkin kamu membacanya sembari menyenandungkan nada jingle tersebut. Ya, lewat jingle tersebut, Indomie hendak menggambarkan kecintaan warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke pada Indomie. Kampanye ini berhasil dan melekat kuat dalam benak kita.

Ada pula kampanye platform transportasi online, Gojek dengan tagar #pesandarirumah pada tahun 2021. Lewat kampanye ini, Gojek ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya mengurangi mobilitas dan menjaga jarak, mengingat kasus Covid-19 sedang tinggi saat itu.

Baca juga: Inspiratif! Ini Dia 15 Orang yang Sukses Bisnis Saat Pandemi

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, media kampanye pemasaran pun berkembang. Tak lagi hanya melalui iklan di media cetak, televisi, dan radio, tapi juga melalui saluran-saluran digital, seperti media sosial, mesin pencari, website, dan sebagainya.

Memang dalam konteks digital marketing, kampanye adalah upaya meningkatkan bisnis dengan memanfaatkan platform digital kepada khalayak yang terhubung dengan media internet. Dengan demikian, jangkauan pemasaran menjadi lebih luas.

Berbekal strategi yang tepat dan benar, banyak yang yakin pemasaran digital akan membantumu menjangkau lebih banyak calon konsumen dan tentu saja meningkatkan penjualan.

Marketing Campaign Dari Masa ke Masa

digital campaign 04

Sumber: https://blog.hubspot.com/insiders/the-evolution-of-the-marketing-campaign

Konon, gambar di atas merupakan iklan mobil untuk media cetak pertama di dunia yang terbit pada tahun 1898. Ketika itu, dunia periklanan masih sepi, media radio pun baru muncul. Sejak itu, narasi iklan sudah berisi ‘jualan’ soal manfaat dan keunggulan produk. Bahkan, dalam potongan iklan tersebut sudah ada kalimat ajakan, ‘send for catalogue’.

Namun, jauh sebelum itu, kabarnya penerbitan iklan di surat kabar sudah ada sejak 1704. Konon, Boston News Letter menjadi surat kabar yang memuat iklan pertama tentang penjualan rumah di Long Island, Amerika Serikat.

Sementara itu, di Indonesia, iklan hadir sejalan dengan munculan surat kabar. Menurut sejarah, koran pertama di Indonesia bernama Bataviaasche Nouvelles, milik Belanda yang muncul pada April 1778. Koran ini menampilkan banyak iklan lelang, termasuk produk untuk kalangan atas, seperti cerutu, bir, dan produk makanan minuman lainnya.

Kemudian, pada tahun 1920-an merupakan era keemasan bagi iklan papan reklame. Iklan yang tampil penuh warna dan kreatif. Meriahnya dunia periklanan saat itu tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi. Persaingan antar merek membuat pengusaha berlomba menghasilkan iklan terbaik.

Sampai kemudian media terlevisi muncul pada tahun 1926. Sementara itu, di Indonesia, demonstrasi televisi pertama terjadi pada 1955. Kemunculan keduanya mengubah lagi format dan konten periklanan.

Era Marketing Modern

digital campaign 02Sejalan dengan kemajuan zaman, kampanye pemasaran pun beralih ke media digital sejak internet muncul padai tahun 1990-an. Menyusul kemudian mesin pencari seperti Google dan Alexa mulai bermunculan.

Baca juga: Trik Beriklan di Google Ads untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

Teknologi dan inovasi yang terus berkembang, memunculkan kehadiran media sosial. Pada 1997 muncul media sosial pertama bernama Six Degrees, lalu pada 2001 muncul Friendster. Selanjutnya, media sosial yang hari ini populer, secara bergantian bermunculan.

Perkembangan media online mau tidak mau mengubah pola kampanye pemasaran. Evolusi marketing pun terjadi dari 1.0 sampai saat ini memasuki era marketing 5.0.

Era marketing 1.0 adalah era di mana perusahaan fokus membuat produk-produk terbaik. Kemudian era marketing 2.0 ialah era yang berorientasi pada konsumen. Berlanjut ke era marketing 3.0, masa ketika para tenaga pemasar harus bisa mengetahui kebutuhan tersembunyi para konsumen.

Sementara pada masa ini perusahaan mulai memberi perhatian pada dampak bisnis yang mereka jalankan pada lingkungan dan komunitas sosial. Setelahnya, kita memasuki era marketing 4.0, masa peralihan dari era marketing konvensional ke digital.

Baca juga: Bangun Hubungan Baik dengan Komunitas Pembeli, Ini 10 Caranya

Melansir accurate.id, marketing 4.0 merupakan pendekatan yang menggabungkan interaksi online dan offline antara pebisnis dengan pelanggannya. Era ini menuntut kegiatan marketing tidak hanya secara daring tapi juga luring untuk memastikan kebutuhan konsumen terpenuhi. Era 4.0 merupakan cikal bakal digital marketing.

Kini kita memasuki era marketing 5.0, sebuah era yang menekankan pada pemanfaatan teknologi sekaligus menciptakan pengalaman konsumen. Intinya, pada era 5.0 ini bagaimana manusia mencari teknologi yang tepat untuk membantu pekerjaan mereka lewat pemasaran. Digitalisasi, generasi yang mengandalkan perangkat digital, serta perkembangan teknologi mendorong lahirnya era ini.

Tiga Hal Utama Dalam Digital Marketing campaign

Sebagai catatan, kampanye pemasaran dan periklanan adalah dua hal berbeda, tapi saling melengkapi.  Marketing campaign adalah bagaimana atau strategi untuk meningkatkan kesadaran akan merek sekaligus meyakinkan audiens untuk melakukan pembelian.

Sementara kampanye periklanan ialah proses menciptakan pesan persuasif untuk tujuan tersebut. Kesimpulannya, kampanye pemasaran menjadi peta jalan mencapai tujuan tertentu, sedangkan iklan merupakan kendaraannya.

Baca juga: Strategi Pemasaran Online dan 7 Contohnya yang Efektif

Setidaknya, ada tiga hal dalam kampanye pemasaran digital yang perlu kamu terapkan. Pertama perencanaan. Pada tahap ini kamu harus menguraikan tujuan, target pelanggan dan durasi kampanye.

Kedua, pengembangan. Tahap ini untuk menentukan strategi, antara lain, kata kunci yang menjadi target, lokasi kampanye, konsistensi, strategi menjangkau audiens, dan saluran digital mana saja yang akan kamu gunakan. Ketiga, manajemen. Tahap ini menentukan keberhasilan dan nilai kampanye.

Manfaat Campaign Adalah

digital campaign 03Kampanye dalam digital marketing jelas membawa manfaat, dengan catatan penerapannya menggunakan strategi yang benar, dan pemilihan saluran digitalnya tepat. Lalu, apa saja manfaat kampanye lewat saluran digital?

1. Menarik perhatian

Kelebihan kampanye digital ialah tidak membosankan layaknya kita menyaksikan iklan konvensional, misalnya yang ada di media cetak. Selama kamu kreatif membuat konten yang unik dan menarik, pasti akan menarik perhatian, dan mungkin saja menjadi viral.

2. Meningkatkan popularitas merek

Sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya, kampanye digital marketing bertujuan untuk membangun kesadaran akan merek. Asyiknya lagi, dalam digital marketing, kamu bisa mengukur keberhasilan strategi kampanyemu.

3. Penjualan meningkat

Ya namanya saja strategi pemasaran, sudah pasti targetnya meningkatkan angka penjualan. Nah, dengan pemasaran digital, kampanye yang kamu buat bisa menjangkau lebih banyak audiens, tapi juga kamu bisa mengatur supaya audiens yang melihat kampanyemu sesuai dengan target pasarmu.

Komponen dalam kampanye digital marketing

Kampanye digital marketing yang berhasil, melibatkan sejumlah komponen penting berikut:

1. Goal atau tujuan

Tentukan tujuan kampanyemu. Apakah untuk memperkenalkan produk baru atau membangun kesadaran akan merek. Lalu, tentukan indikator kesuksesan di akhir kampanye. Misalnya saja, kamu menargetkan sekian ribu penambahan lalu lintas ke website, atau mendapat sekian ratus tampilan atau kontak baru dan lainnya.

2. Pilih saluran

Selanjutnya, tentukan saluran digital yang akan kamu gunakan. Pilih saluran yang paling relevan dengan audiensmu dan dimana kamu memiliki pengikut setia.

3. Tentukan anggaran

Meskipun kampanye digital marketing ada yang bersifat gratisan seperti SEO, namun sebaiknya kamu mengalokasikan anggaran untuk iklan berbayar. Selain itu, perhitungkan pula jika kamu menggunakan bantuan agensi iklan, freelancer, atau jasa endorser.

Baca juga: Merencanakan dengan Cermat Perihal Biaya Iklan di Instagram

4. Pilih format konten

Entah dalam bentuk iklan video, infografis, pencarian kata kunci, dan sebagainya.

5. Target audiens

Apakah kampanyemu untuk audiens tertentu atau kamu ingin merekrut calon konsumen baru. Dengan target audiens yang jelas, akan mempengaruhi tercapainya tujuan lewat pesan yang kamu sampaikan.

Tips kampanye digital marketing untuk branding

Kamu tidak bisa mengatur bagaimana algoritma iklan di media sosial bekerja. Namun, kamu bisa mengemas konten atau kampanye pemasaran yang bisa menggugah emosi, membuat penasaran, sampai menarik minat audiens untuk mencari tahu produk atau layananmu lebih jauh.

1. Kemas cerita yang menggugah

Biasanya, konten yang terasa emosional lebih mudah viral. Buat cerita yang menggugah atau menyentuh emosi audiens.

Masih ingat iklan sebuah produk rokok di tahun 90-an merek Bentoel? Iklan ini sama sekali tidak menampilkan orang sedang merokok, tapi malah menampilkan cuplikan keindahan alam Indonesia lengkap dengan soundtrack-nya yang indah. Baris liriknya yang berbunyi, ‘I love the blue of Indonesia’ sampai saat ini masih populer. Iklan yang memanjakan mata dan telinga ini sangat berkesan.

2. Bangun interaksi dengan audiens

Kampanye pemasaran lewat media sosial memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan audiens. Kamu bisa menyertakan tagar dalam kampanyemu untuk mengundang diskusi. Selain itu, kamu juga bisa merespons komentar dari audiens. Buat audiens menggemari kampanye yang kamu buat.

3. Gunakan saluran yang berbeda-beda

Ingat, audiensmu tidak hanya menggunakan satu platform media digital. Maka kamu juga harus melakukan pemasaran di platform berbeda untuk menjangkau lebih banyak audiens. Namun, pada akhirnya kamu bisa mengevaluasi saluran mana yang paling efektif, dan fokus pada saluran tersebut.

4. Kerja sama dengan influencer

Bekerja sama dengan influencer bisa jadi langkah efektif untuk kampanye pemasaran digitalmu. Para influencer tak hanya membantu promosi produk, melainkan juga membangun komunitas dengan audiens secara organik.

Pola pemasaran atau marketing saja sudah bergerak dari era 1.0 sampai level 5.0. Perihal itu, apa iya gaya pemasaranmu mau begitu-begitu saja? Sebagaimana teknologi yang terus bergerak dan berubah, demikian pula gaya pemasaran di masa-masa mendatang.

Jadi, pilihan sepenuhnya dalam tanganmu, mau mengubah kampanye pemasaranmu menjadi kekinian dan meningkatkan penjualan, atau cukup puas dengan gaya lama dan penjualan yang hanya lumayan.

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP