fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Tips dan Seluk Beluk Tentang IHSG

seluk beluk ihsg 01

Bagi para investor dan trader IHSG memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan analisa pasar. Fungsinya tidak hanya sebagai gambaran umum pergerakan saham saja. Simak ulasan mengenai serba-serbi IHSG berikut ini!

Pengertian

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sesuai namanya, indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di BEI. Indeks ini digunakan sebagai indikator pergerakan harga saham secara umum di BEI.

IHSG pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983. Sementara hari dasar dalam perhitungan IHSG yaitu pada 10 Agustus 1982, dengan penetapan nilai dasar di level 100. Pada awal penggunaannya sebagai indeks, jumlah saham tercatat saat itu terdiri dari 13 perusahaan.

Hingga akhir April 2022, jumlah tersebut meningkat pesat menjadi 787 perusahaan tercatat. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring bertambahnya perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) atau proses penawaran saham perdananya. 

Sementara posisi IHSG saat ini juga telah tumbuh jauh lebih tinggi dari saat nilai dasarnya ditetapkan. Hingga akhir April 2022, rekor harga tertinggi sepanjang masa IHSG berada pada level 7.355,30 atau naik lebih dari 70 kali lipat. 

Baca Juga: Cara Mendapat Uang dengan Cepat Lewat Investasi Saham

Metode Perhitungan dan Pembobotan IHSG

seluk beluk ihsg 02Metodologi perhitungan IHSG sama dengan cara menghitung indeks bursa saham lainnya di seluruh dunia, yaitu menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index.

Rumus Indeks Harga Saham Gabungan yaitu:

Indeks = (Nilai Pasar/Nilai Dasar) x 100

Nilai Dasar yaitu kumulatif jumlah saham pada hari dasar dikali dengan harga pada hari dasar. Sedangkan Nilai Pasar yaitu kumulatif jumlah saham yang tercatat dikali dengan harga pasar.

Artinya, meskipun semua saham yang tercatat di BEI masuk ke dalam perhitungan IHSG, masing-masing saham memiliki bobot yang berbeda satu sama lain, tergantung kapitalisasi pasar saham tersebut. Semakin besar kapitalisasi pasar sebuah saham, maka potensi saham tersebut menjadi penggerak IHSG semakin besar.

Berikut daftar 10 saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI 

*data 28 April 2022

Kode Emiten Nama Perusahaan Market Cap (dalam triliun rupiah)
BBCA PT Bank Central Asia Tbk  991,59
BBRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  730,71
TLKM PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk  457,67
BMRI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  413,49
GOTO PT Goto Gojek Tokopedia  322,15
ASII PT Astra International Tbk  306,66
TPIA PT Chandra Asri Petrochemical Tbk  217,36
EMTK PT Elang Mahkota Teknologi Tbk  183,11
BBNI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  170,31

Fungsi dan Manfaat IHSG 

IHSG sebagai indeks pada Bursa Efek Indonesia berfungsi sebagai ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan harga atas semua saham yang terdaftar di BEI. Di luar itu, terdapat fungsi-fungsi umum indeks lainnya, yaitu:

1. Mengukur sentimen pasar

Sentimen pasar, disebut juga sentimen investor, merupakan sikap keseluruhan dari investor atau pelaku pasar terhadap perubahan harga pada suatu pasar. Misalnya, pemerintah merilis angka pertumbuhan GDP yang terjadi pada kuartal pertama 2022. Rilis kemudian diikuti oleh penguatan IHSG di hari yang sama. Pergerakan IHSG pada hari itu bisa menjadi tolak ukur sentimen pasar terhadap rilis angka GDP tersebut.

2. Dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan Exchange Trade Fund (ETF) Indeks serta produk turunan

Salah satu tugas manajer investasi adalah untuk menyusun portofolio yang terdiri dari sejumlah komponen investasi. Pembobotan portofolio produk investasi pada umumnya biasanya dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu.

Sementara untuk produk Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks, pembobotan disesuaikan dengan indeks yang dijadikan acuan. Sehingga pertumbuhan reksa dana atau ETF tersebut akan sama dengan indeks tersebut. Misalnya, IHSG dalam setahun tumbuh 10% maka reksa dana dan ETF yang mengacu indeks tersebut akan memiliki angka pertumbuhan yang sama, yaitu 10%.

Baca Juga: Apa Itu Passive Income? Pentingnya, Komponen, dan Cara Dapat Passive Income

3. Benchmark bagi portofolio aktif

IHSG juga sering kali digunakan sebagai benchmark untuk mengukur kinerja sebuah portofolio. Kinerja portofolio yang baik adalah portofolio yang memiliki pertumbuhan di atas benchmark-nya, dalam hal ini adalah IHSG. Sementara kinerja portofolio yang kurang bagus adalah yang pertumbuhannya di bawah IHSG. Misalnya, reksa dana A tumbuh 8 persen dalam setahun, sedangkan IHSG tumbuh 11% pada tahun yang sama, artinya kinerja reksa dana tersebut underperform.

4. Sebagai indikator yang menggambarkan kondisi pasar dan kondisi ekonomi

Pergerakan IHSG juga menjadi cerminan pasar yang terjadi pada saat itu. Dalam situasi tertentu pergerakan IHSG bahkan mendahului kondisi ekonomi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena pelaku pasar cenderung bersifat forward looking. Mereka memperkirakan apa yang akan terjadi sebagai implikasi hal-hal tertentu. Misalnya, pada awal pandemi, Februari-Maret 2020, bursa mengalami market crash, sebelum terjadi resesi ekonomi beberapa bulan setelahnya.

5. Untuk mengetahui tren pergerakan harga saham saat ini

Mengetahui tren merupakan aspek yang paling penting bagi para trader. Melalui IHSG, para trader dapat melihat tren yang sedang terjadi secara umum pada market, apakah tren turun (bearish), tren naik (bullish), atau mendatar (sideways/trendless). Tren ini juga dapat dilihat dalam time frame yang berbeda-beda, misalnya 5 menitan, 10 menitan, 15 menitan, harian, mingguan, dan seterusnya. 

Baca Juga: Pengertian, Tips dan Seluk Beluk Tentang Return on Investment (ROI)

Indeks Lain Selain IHSG

seluk beluk ihsg 03IHSG bukan satu-satunya indeks yang ada di BEI, meskipun menjadi yang paling populer. Beberapa di antaranya yaitu LQ45, IDX30, IDX80, IDX ESG Leader, IDX High Dividend 20, IDX BUMN 20, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan IHSG yang mengambil seluruh saham yang terdaftar di BEI sebagai komponennya, indeks-indeks tersebut merupakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Berikut ulasan dari beberapa indeks tersebut.

  • LQ45

Indeks LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir

  • IDX30

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

  • IDX ESG Leader

Indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham yang memiliki penilaian Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang baik dan tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan serta memiliki likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. Penilaian ESG dan analisis kontroversi dilakukan oleh Sustainalytics.

  • IDX High Dividend 20

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

  • IDX BUMN 20

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

  • Jakarta Islamic Index (JII)

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi.

Itulah berbagai informasi penting mengenai IHSG yang perlu kamu ketahui. Manfaatkan setiap peluang agar kamu bisa meraih kesuksesan yang didukung dengan kerja keras dan konsisten. Good luck!

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: