fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Tips, dan Seluk-beluk tentang Laporan Keuangan

laporan keuangan

Bisnis tak bisa lepas dari laporan keuangan. Dari sanalah semua kegiatan bisnis yang berkaitan dengan keluar masuknya uang terekam. Tanpa adanya catatan keuangan, kamu tak bisa mengetahui dengan pasti berapa keuntungan yang kamu dapat atau informasi lain yang berkaitan dengan penggunaan/pengelolaan uang bisnis. Lebih jauh, tanpa adanya catatan keuangan yang terperinci, investor yang ingin mendanai bisnismu tak akan terlalu percaya. Lihat, betapa krusialnya pencatatan atas setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam bisnismu sehingga mau tidak mau suka atau tidak kamu harus memahaminya.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah laporan yang berisi catatan atas transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Catatan keuangan tersebut nantinya akan digunakan pihak-pihak yang berkepentingan untuk berbagai tujuan. Misalnya, pihak pajak melihat laporan keuangan suatu bisnis untuk menentukan besarnya pajak yang akan dipungut.

Jenis dan Contohnya

Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa laporan keuangan adalah catatan atas semua transaksi keuangan. Jenis dan contohnya ada 5 yaitu sebagai berikut.

1. Neraca

Pertama, neraca atau yang kerap disebut dengan balance sheet. Neraca adalah catatan keuangan yang di dalamnya memuat informasi seputar aktiva atau aset bisnis, utang, dan modal bisnis. Dengan neraca, kamu bisa menentukan aset bersih bisnismu. Caranya semua aset/aktiva baik lancar maupun tetap dikurangi dengan semua utang baik lancar maupun tetap.

2. Laporan Laba Rugi

Kedua adalah laporan laba rugi. Laporan tersebut memuat semua pemasukan dan pengeluaran bisnis selama periode tertentu. Jika pemasukan atau pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, maka bisnis tersebut LABA. Namun jika pemasukan atau pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran, maka bisnis tersebut RUGI.

3. Laporan Perubahan Modal / Ekuitas

Berikutnya adalah laporan perubahan modal atau ekuitas. Secara sederhana, laporan ini memuat modal awal bisnis, laba/rugi yang memengaruhi modal, serta modal akhir bisnis.

4. Laporan Arus Kas

Yang keempat adalah laporan arus kas atau cash flow statement. Laporan ini memuat “perjalanan” uang kas masuk dan keluar serta untuk apa saja/bersumber dari mana saja.

5. Catatan atas Laporan Keuangan (opsional)

Yang terakhir dan sifatnya opsional adalah catatan atas laporan keuangan. Catatan ini sifatnya tambahan untuk menerangkan atau membantu menjelaskan item tertentu yang ada pada jenis/contoh laporan keuangan lainnya. Misalnya saja, penjelasan mengenai penghitungan utang, piutang, atau yang serupa. Karena sifatnya hanya tambahan, maka catatan ini bisa ada bisa juga tidak, tergantung kebutuhan.

laporan keuanganManfaat Laporan Arus Keuangan

Dari penjabaran sebelumnya, kamu bisa menilai bahwa catatan keuangan merupakan hal yang penting bagi bisnis. Setiap pebisnis wajib membuat catatan keuangan. Adapun beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari pembuatan catatan keuangan adalah sebagai berikut.

1. Sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen

Laporan keuangan adalah sarana pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik bisnis. Pun jika pemilik dan pengelola bisnis adalah orang yang sama, yaitu kamu sendiri misalnya. Hal tersebut adalah salah satu bukti nyata mengenai kinerjamu selama ini seperti apa.

2. Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja bisnis

Selanjutnya, laporan keuangan adalah alat untuk mengevaluasi bisnis yang sedang berjalan: sudahkah seperti yang kamu harapkan atau tidak. Jika labanya sedikit atau malah belum ada sama sekali sementara beban bisnis besar, maka itu artinya kinerja bisnis harus kamu perbaiki. Atau jika kinerjanya sudah bagus terlihat dari laba yang tinggi dan utang yang sedikit misalnya, maka saatnya kamu memikirkan strategi lagi untuk melakukan ekspansi.

3. Sebagai pertimbangan untuk membuat kebijakan atau keputusan

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, laporan keuangan adalah pertimbangan utama dalam membuat keputusan atau kebijakan terkait bisnis. Apakah kamu sebagai pemilik bisnis sudah saatnya berekspansi, mengurangi jumlah pegawai agar pengeluaran bisa dikendalikan, mencari bahan baku lain yang lebih murah, atau keputusan lain yang berkaitan adalah beberapa contoh keputusan yang bisa kamu ambil dengan “bermodalkan” laporan keuangan.

4. Sebagai alat untuk menarik investor

Dari mana investor tahu bahwa bisnismu maju atau berpotensi untuk berkembang? Yang paling terlihat nyata dan tertulis tentu saja dari laporan keuangan.

5. Sebagai dasar untuk membayar pajak

Laporan keuangan adalah catatan keuangan yang menjadi dasar kamu untuk membayar pajak secara tepat. Kamu bisa terhindar dari kurang bayar atau lebih bayar karena memiliki catatan keuangan yang akurat.

Lihat, ternyata catatan keuangan begitu penting, ya. Masihkah kamu mengabaikannya? Semoga tidak.

Teknologi untuk Membuat Laporan

Jika dulu, kamu mungkin sedikit kesulitan saat membuat laporan atau catatan keuangan. Saat ini, sebaliknya. Kamu bisa dengan mudah membuat catatan keuangan dengan bantuan teknologi mulai dari yang paling sederhana hingga canggih.

1. Excel untuk pembukuan sederhana

Yups, kamu masih bisa menggunakan Excel untuk mencatat pembukuan sederhana.

2. Aplikasi yang bertebaran di Google Play baik yang gratisan maupun berbayar

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi pencatatan keuangan yang saat ini jumlahnya melimpah di Google Play. Kamu bisa memilih yang gratisan atau berbayar.

3. Software akuntansi

Sebagaimana beberapa tahun yang lalu, kamu juga bisa menggunakan software akuntansi yang saat ini jumlahnya makin banyak dan pastinya tak se-complicated dulu. Kamu bisa memilih yang gratisan atau yang berbayar sama seperti poin sebelumnya.

Nah, di antara ketiga teknologi di atas, mana yang sudah kamu gunakan untuk mencatat keuangan bisnismu?

laporan keuanganTips Membuat Laporan Sederhana untuk Mencatat Keuangan

Meskipun software akuntansi makin banyak bertebaran dan aplikasi pembuat atau pencatat keuangan makin melimpah di Google Play, tapi kamu tetap harus memahami prinsip pembuatan laporan keuangan, seperti apa alurnya. Dengan demikian, kamu tidak terima jadi saja sehingga pegawai akuntansimu (jika ada) tidak bisa mengakalimu. Lalu seperti apa alur dalam membuat laporan atau catatan keuangan sederhana itu?

1. Pastikan selalu membuat jurnal dari setiap transaksi keuangan yang terjadi, jangan sampai ada transaksi keuangan yang terlewat satu pun

Ya, catatlah semua transaksi keuangan (berdasarkan bukti transaksi) pada jurnal. Setiap ada transaksi, langsung catat, jangan pernah menundanya.

2. Posting transaksi keuangan yang sudah dicatat di jurnal ke buku besar

Setelah mencatatnya di jurnal, selanjutnya pindah atau posting ke buku besar yang sifatnya lebih spesifik berdasarkan akun keuangan, misalnya buku besar khusus akun kas, piutang, utang, dsb.

3. Susunlah neraca saldo yang sumbernya dari buku besar

Selanjutnya, buatlah neraca saldo yang sumbernya berasal dari saldo-saldo buku besar.

4. Buat jurnal penyesuaian jika diperlukan

Jika memang ada yang harus disesuaikan, maka buatlah jurnal penyesuaian sebelum membuat laporan. Transaksi yang butuh penyesuaian misalnya “perlengkapan”. Di awal periode misalnya, jumlah perlengkapan (alat tulis misalnya) pastinya masih full karena belum terpakai. Namun selama periode berjalan, jumlah perlengkapan pastinya berkurang karena pemakaian. Nah, kondisi tersebut pastinya butuh penyesuaian, bukan.

5. Susunlah neraca lajur atau neraca 10 kolom untuk memudahkan pencatatan

Setelah membuat jurnal penyesuaian, selanjutnya buatlah neraca lajur 10 kolom.

6. Buat laporan keuangan berdasarkan jenisnya

Di bagian ini, neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal / ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan sudah bisa kamu buat.

7. Buat jurnal penutupan di akhir periode

Di akhir periode, kamu perlu membuat jurnal penutup untuk mengenolkan kembali atau menutup akun-akun nominal seperti pendapatan dan beban.

8. Jika memungkinkan, buatlah neraca saldo setelah penutupan

Terakhir, buatlah neraca saldo setelah penutupan.

Setelah membaca penjelasan di atas, kamu bisa menyimpulkan bahwa laporan keuangan tak sekadar catatan keuangan tak berarti. Boleh kamu bilang bahwa hal tersebut adalah “nyawa” karena dari catatan tersebut banyak keputusan penting kamu buat dan banyak hal bisa kamu dapatkan. Jadi, rajinlah membuat laporan keuangan, ya. Semangat!