fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengusaha, Ini Cara Hitung Zakat Mal Pribadi dan UMKM

cara hitung zakat mal

Tak terasa kita bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan. Nah, selain menjalankan ibadah puasa yang hukumnya wajib, membayar zakat juga termasuk salah satu ibadah yang wajib kamu tunaikan, lho! Hukum tentang zakat ini ada bermacam-macam, biasanya bisa dalam bentuk lain selain uang, misalnya dalam bentuk sembako seperti beras atau pun makanan pokok lain. Lalu bagaimana cara hitung zakat mal pribadi dan UMKM? Simak pembahasannya lebih lanjut, ya.

Kewajiban Membayar Zakat Bagi Umat Islam

Zakat sendiri merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang ada. Dalam Al-Quran menjelaskan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103). Dengan demikian, zakat adalah bentuk lain dari penyucian harta atau pendapatan seseorang, termasuk di dalamnya harta pendapatan seorang pengusaha. 

Mengutip tafsir dari Kementerian Agama, ayat Al-Quran tersebut merupakan perintah Allah SWT agar umat muslim menggunakan sebagian dari harta bendanya untuk bersedekah atau membayar zakat. Di waktu lampau, tujuan dari perintah tersebut adalah untuk membersihkan diri dari dosa yang timbul karena mangkir dari peperangan. Namun di masa sekarang, sedekah dan membayar zakat bertujuan untuk mensucikan diri dari sifat cinta harta.

Di Indonesia sendiri, pengelolaan zakat telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang tersebut mendefinisikan zakat sebagai harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Bagusnya lagi, Indonesia mempunyai lembaga khusus yang mengurus zakat di tingkat nasional bernama Badan Amil Zakat Nasional.

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Selain zakat fitrah, umat muslim juga mengenal yang namanya zakat mal. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan dari uang, emas, surat berharga, serta aset yang disewakan dari usaha sendiri. Nah, biasanya orang yang memiliki harta kekayaan lebih selama kurang lebih satu tahun, bisa membayarkan zakat mal tersebut kepada orang yang membutuhkan.

Zakat mal dapat kamu tunaikan di bulan apa saja dan tidak mesti saat Ramadan. Justru pada bulan Ramadan, kamu wajib membayarkan zakat fitrah. Dari tujuannya saja, zakat fitrah dan zakat mal punya maksud yang berbeda. Zakat fitrah bertujuan untuk menghapus dosa selama Ramadan dan memberi makan fakir miskin pada saat Idulfitri. Sedangkan zakat mal bertujuan untuk membersihkan harta yang kita miliki. Sebab, Islam percaya bahwa terdapat hak orang lain dari setiap harta yang kita hasilkan.

Nah, bagaimana detail dan cara hitung zakat mal hingga nisab serta jalur penyalurannya? LummoSHOP merangkumnya dari berbagai sumber secara khusus untuk pengusaha seperti kamu, agar lebih paham lagi perihal cara menghitung zakat mal pribadi dan UMKM. Mari kita pelajari bersama!

cara hitung zakat mal

Persyaratan Zakat Mal

Dari segi terminologi, harta dapat berarti sebagai segala sesuatu yang diinginkan oleh manusia untuk dimiliki seutuhnya atau separuhnya, dimanfaatkan, atau pun disimpan. Sesuatu dapat disebut sebagai harta atau mal apabila telah memenuhi dua syarat berikut:

  1. Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, atau dikuasai.
  2. Dapat diambil manfaatnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, logam mulia, atau pun harta lain.

Sebagai tambahan, harta yang terkena zakat juga mempunyai syarat-syarat tersendiri yang telah diatur dalam hukum Islam seperti berikut ini:

  1. Milik pribadi secara penuh.
  2. Harta yang semakin bertambah atau berkembang.
  3. Sudah memenuhi syarat nishab.
  4. Harta  melebihi kebutuhan pokok.
  5. Terbebas dari kewajiban utang.
  6. Harta sudah dimiliki selama 1 tahun.

Setelah mengetahui jenis harta yang wajib dikenakan zakat, selanjutnya kamu perlu tahu juga apa saja syarat dari orang yang wajib menunaikan zakat mal, antara lain:

  1. Beragama Islam.
  2. Seorang yang merdeka, atau terbebas dan utang.
  3. Memiliki akal dan sudah baligh (dewasa).
  4. Telah memenuhi syarat nishab, atau batas minimum.

Kamu pasti sudah sering dengar kalau setiap individu umat muslim wajib menunaikan zakat. Tahukah kamu bahwa kewajiban berzakat tidak saja berlaku untuk pribadi, namun juga buat para pengusaha. Singkat kata, setiap kekayaan atau pemasukan hasil berjualan wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Jika kamu adalah seorang umat muslim dan memiliki usaha, artinya wajib membayar zakat mal. Kekayaan ini termasuk stok barang dagangan ditambah dengan uang tunai dan piutang yang masih mungkin kembali.

Bila total kekayaan dari kegiatan berdagang (dan sudah dikurangi kewajiban utang) tersebut telah mencapai nisab (yaitu setara dengan nilai 85 gram emas) dan usianya telah berusia satu tahun haul atau lebih, maka besar zakat yang harus dibayarkan adalah sebanyak 2,5%.

Cara Menghitung Zakat Mal Pribadi dan UMKM

Rumus menghitung zakat:
(Modal yang diputar (+) ditambah keuntungan (+) ditambah piutang yang dapat dicairkan) lalu (-) dikurangi (hutang-kerugian) dikali 2,5%

Biasanya cara menghitung zakat mal pribadi dan UMKM juga disesuaikan dengan harga emas yang selalu mengalami perubahan setiap waktu. Bagi kamu yang sudah memenuhi perhitungan nishab, jangan tunda-tunda lagi untuk membayar zakat mal. Apalagi di bulan Ramadan seperti saat ini biasanya jadi kesempatan emas untuk bisa berbagi dengan sesama yang benar-benar membutuhkan.

cara hitung zakat mal

Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat?

Faktanya, fakir miskin bukan satu-satunya golong yang berhak menerima zakat, lho. Mungkin kamu bertanya-tanya, siapa saja pihak lainnya yang benar-benar membutuhkan? Tenang saja, Islam telah mengatur hal tersebut dengan jelas dalam QS AT. Taubah ayat 60. 

Berikut adalah golongan orang-orang yang termasuk berhak menerima zakat, di antaranya:

  1. Fakir, adalah mereka yang tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-harinya.
  2. Miskin, adalah mereka yang memiliki harta namun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
  3. Amil, adalah mereka yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat itu sendiri.
  4. Muallaf, adalah golongan mereka yang baru saja masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah.
  5. Hamba Sahaya, adalah termasuk budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  6. Gharimin, adalah mereka yang mempunyai utang untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  7. Fisabilillah, adalah mereka yang berjuang di jalan Allah dengan kegiatan dakwah, jihad, dan lain sebagainya.
  8. Ibnu Sabil, adalah mereka yang kehabisan biaya di perjalanan saat sedang melaksanakan perintah Allah.

Membayar zakat adalah metode untuk mensucikan harta dengan menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Tujuan membayar zakat adalah membantu golongan tadi untuk bisa keluar dari segala kesulitan dan penderitaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, kamu ikut berkontribusi menaikkan taraf hidup dan perekonomian mereka melalui zakat. Selama kamu memenuhi syarat, maka wajib hukumnya untuk membayar zakat. Dengan begitu, usaha yang kamu jalankan akan mendapat berkah dari Allah SWT.

Bagaimana, apakah kamu sudah lebih paham tentang cara hitung zakat mal pribadi dan UMKM? Semoga setelah membaca penjelasan di atas, kamu sudah tidak bingung lagi, ya.