fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengusaha, Ini Panduan Memberikan dan Menghitung THR Karyawan

Panduan memberikan dan menghitung THR karyawan

Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan untuk memenuhi kebutuhan karyawan untuk merayakan Hari Raya Keagamaan. Sebagai pengusaha, pemerintah mewajibkan kamu untuk memberikan THR ini kepada semua karyawan. Lebih lanjut, pemberian THR telah diatur secara resmi dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016. Lantas, bagaimana sebetulnya perhitungan THR untuk karyawan? Pengusaha seperti kamu wajib menyimak panduan memberikan dan menghitung THR karyawan yang sebentar lagi akan kita bahas. Cermati baik-baik, ya!

Kapan THR Diberikan?

Indonesia mengakui enam agama secara resmi yang mencakup Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Karena itu, waktu pembagian THR disesuaikan dengan agama yang diyakini oleh masing-masing karyawan. Misalnya, karyawan Islam yang mendapat THR jelang Idulfitri. Lain lagi dengan karyawan Kristen yang mendapat THR mendekati Natal.

Menurut Permenaker No. 6 Tahun 2016, pemberian THR harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Jika terlambat, kamu bisa terkena denda sebesar 5% dari total THR yang harus dibayar serta sanksi administratif. Akan tetapi, dengan membayar denda bukan berarti kewajibanmu memberi THR juga ikut hilang, ya. Kamu tetap harus memenuhi kewajiban tersebut karena itu termasuk dari hak karyawan.

Masuknya pandemi membuat sebagian besar pengusaha menghadapi kesulitan keuangan. Oleh karenanya, Kemenaker merilis peraturan baru pada 2021 tentang ketentuan batas waktu pemberian THR melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV2021. Surat Edaran tersebut mengizinkan pengusaha untuk memberi THR dengan tenggat waktu yang lebih lama, maksimal H-1 hari raya keagamaan. Namun, sebelumnya kamu mesti memenuhi persyaratan berikut ini:

  • Melampirkan laporan keuangan selama beberapa bulan terakhir.
  • Melakukan diskusi dengan karyawan sampai mencapai kesepakatan bersama yang terwujud dalam perjanjian tertulis.
  • Mengirimkan hasil kesepakatan tadi kepada Dinas Ketenagakerjaan terdekat maksimal H-7 hari raya keagamaan.

Besaran THR yang Berhak Diterima Karyawan

Perlu diketahui kalau belum tentu semua karyawan bisa mendapatkan THR. Setidaknya, karyawan tersebut harus sudah bekerja selama minimal 1 bulan, barulah ia berhak menerima THR. Sementara itu, karyawan yang masa kerjanya kurang dari sebulan tentu saja tidak akan mendapat THR. Detail mengenai jumlah THR tercantum juga dalam Permenaker No. 6 Tahun 2016, di antaranya:

  • Karyawan yang telah bekerja selama setahun atau 12 bulan berhak untuk mendapatkan THR sebesar satu bulan gajinya.
  • Karyawan yang bekerja kurang dari 12 bulan akan mendapat THR sesuai masa kerjanya. Semakin lama masa kerjanya, semakin besar pula jumlah THR yang diterima.

Selanjutnya, penentuan jumlah THR karyawan itu berdasarkan apa sih? Nah, jumlah THR tergantung dari total gaji bulanan yang sudah kamu tetapkan buat karyawan. Misalnya, jika kamu memberikan gaji bulanan sebesar Rp 4.000.000, maka angka itulah yang jadi patokan untuk menentukan jumlah THR. Sebagai tambahan, besaran THR karyawan yang bekerja di bawah 12 bulan akan berbeda dengan karyawan yang bekerja selama setahun lebih. Simak tabel dan ilustrasi di bawah ini agar kamu punya gambaran.

Panduan Memberikan dan Menghitung THR Karyawan
Contoh kasus karyawan dengan masa kerja 12 bulan atau lebih:

Siwon adalah seorang karyawan LummoSHOP yang sudah bekerja selama 2 tahun. Gaji yang didapatkan Siwon sebesar Rp5.000.000 per bulannya. Maka, Siwon berhak mendapatkan THR sejumlah Rp5.000.000 alias sama dengan gaji bulanannya.

Contoh kasus karyawan dengan masa kerja kurang dari 12 bulan:
Kang Tae Moo adalah seorang karyawan PT Mencari Cinta Sejati yang baru bekerja selama 5 bulan. Ia mendapat gaji sebesar Rp7.000.000 per bulannya. Maka, Kang Tae Moo berhak mendapatkan THR:
5 bulan x Rp 7.000.000 : 12 bulan = Rp 2,9 juta

Panduan Memberikan dan Menghitung THR Karyawan Harian

Panduan memberikan dan menghitung THR karyawan tetap dan kontrak agak berbeda dengan karyawan harian karena jumlah gaji yang diterima oleh karyawan harian tidak tentu. Gaji yang mereka terima tergantung dari jumlah kehadiran dalam sebulan. Kemudian, apakah mereka berhak mendapatkan THR? Tentu saja, selama karyawan tersebut sudah bekerja denganmu selama satu bulan berturut-turut. Makanya, ada rumus tersendiri untuk menghitung THR karyawan harian. Dalam hal ini, THR dihitung berdasarkan gaji rata-rata dalam 12 bulan terakhir. Perhatikan contoh di bawah ini.

Ryujin adalah seorang karyawan harian di LummoSHOP. Karena itu, gajinya mengalami naik turun tiap bulannya seperti berikut ini.

 

Bulan

Gaji

Januari

Rp 4.000.000

Februari

Rp 3.100.000

Maret

Rp 2.000.000

April

Rp 1.500.000

Mei

Rp 3.500.000

Juni

Rp 2.700.000

Juli

Rp 1.800.000

Agustus

Rp 4.200.000

September

Rp 3.800.000

Oktober

Rp 3.400.000

November

Rp 2.000.000

Desember

Rp 1.700.000

Jika Ryujin bekerja selama 12 bulan, maka ia berhak mendapatkan THR sebesar:
Total gaji 12 bulan : 12 = Rp 2.808.333

Namun, jika Ryujin hanya bekerja selama 6 bulan, maka THR yang dia dapatkan sebesar:
Total gaji 12 bulan : 6 = Rp 2.800.000

Panduan Memberikan dan Menghitung THR Karyawan

Bolehkah Mencicil Pembayaran THR?

Jawabannya adalah tidak boleh. Pada 2020, kamu mungkin diperbolehkan untuk mencicil pembayaran THR karyawan karena lesunya ekonomi akibat pandemi. Tapi kini, kamu wajib membayar THR karyawan secara penuh karena perekonomian Indonesia sudah mulai pulih. Data yang disunting dari Bisnis.com menurut Kementerian Keuangan, ekonomi Indonesia dapat naik sebesar 5,0% sampai 5,5% selama tahun 2022.

Lagi pula dengan membayar THR secara penuh dan tepat waktu, kamu ikut berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia, lho. Sederhananya begini, bila kamu membayarkan THR secara penuh dan tidak molor, maka daya beli masyarakat dapat meningkat. Kalau sudah begitu, dapat dipastikan tingkat konsumsi juga naik.

Ketentuan Pemotongan THR Karyawan

Sebagai tambahan informasi, ada situasi tertentu di mana kamu boleh memotong THR karyawan sebanyak maksimal 50%. Dilansir dari Hukum Online, hal ini tercantum dalam Pasal 24 Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah. Semisal ada karyawan yang berutang kepadamu, maka kamu boleh memotong jumlah THR-nya. Selain itu, utang karyawan harus ada dalam bentuk tertulis supaya bisa jadi bukti. Eits, jangan asal potong, ya. Jika kamu berniat begitu, ada baiknya diskusikan terlebih dahulu dengan mereka. Ingatlah, keputusan ini harus disetujui oleh kedua pihak yang diperkuat dengan adanya surat perjanjian tertulis.

Itu dia panduan memberikan dan menghitung THR karyawan. Tidak serumit yang kamu bayangkan, bukan? Perhitungan jumlah THR dibedakan berdasarkan jenis karyawan dan lamanya ia bekerja. Alhasil, bisa saja setiap karyawan mendapat THR dengan jumlah yang berbeda. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu paham dan bisa mengalokasikan pendapatan bisnismu dengan bijak buat THR karyawan. Mereka sudah bekerja keras untuk bisnismu, jangan sampai kamu tidak memenuhi hak mereka, ya!

Untuk mendukung jualan online dan bersilaturahmi dengan pelanggan kamu semakin bermakna di bulan Ramadan ini, LummoSHOP menghadirkan Stiker Ciptakan Pelanggan di mana kamu bisa bikin stiker WhatsApp online shop-mu sendiri. Tersedia beragam template stiker WhatsApp kekinian yang bisa kamu modifikasi dengan menambahkan logo online shop dan kata-katamu sendiri.

Panduan memberikan dan menghitung THR karyawan 04Kamu bisa pakai Stiker Ciptakan Pelanggan ini agar chat dengan pelanggan semakin seru. Bikin brand-mu semakin dikenal dengan adanya logo online shop kamu di setiap stiker, pembeli jadi repeat order, dan nambah pelanggan baru. Langsung aja klik website Stiker Ciptakan Pelanggan dan ciptakan pelanggan barumu. Stiker ini GRATIS, lho!