fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengusaha Perempuan, Ini 7 Pelajaran yang Bisa Kita Ambil dari Kartini

pengusaha perempuan

Setiap tanggal 21 April, rakyat Indonesia memperingati hari kelahiran seorang pahlawan Nasional yang telah memperjuangkan jiwa raganya untuk bangsa dan negara, terutama perjuangannya untuk kaum perempuan, yaitu Raden Adjeng Kartini. Pemikiran RA Kartini yang menjadi tonggak perjuangannya, merupakan manifestasi dari diskriminasi yang ia alami selama hidupnya sebagai seorang perempuan. Menurutnya, perempuan juga punya hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan juga berperan di berbagai bidang kehidupan, sebagaimana laki-laki. Berkat RA Kartini, Kini perempuan bisa bekerja sebagai apapun dan di manapun. Semakin banyak pengusaha perempuan yang terjun di dunia bisnis dan telah membuktikan bahwa pengusaha perempuan juga bisa meraih kesuksesan. 

RA Kartini memperjuangan emansipasi perempuan. Ia menyuarakan pemikirannya agar setiap perempuan memiliki wawasan yang luas dan terbuka, ia juga menyuarakan kesetaraan bagi kaum perempuan. Di masa itu, hanya kaum bangsawan dan laki-laki yang lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan, sementara perempuan lebih banyak di rumah dan mengurusi seluruh urusan rumah tangga sehingga nyaris tak punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Perjuangan Kartini telah memberikan dampak dan perubahan terhadap emansipasi perempuan masa kini. Kini perempuan memiliki hak pendidikan yang sama dengan laki-laki, serta posisinya tak lagi terlalu timpang dengan laki-laki. 

Sebagai pengusaha perempuan, kita bisa memetik banyak pelajaran berharga dari kisah hidup RA Kartini. Sikapnya, pemikirannya, hingga kebiasaannya, menyiratkan hal-hal positif yang bermanfaat dan dapat kita jadikan panutan, bahkan dapat kita terapkan ke dalam hidup kita sendiri. Apa saja pelajaran untuk pengusaha perempuan yang bisa kita ambil dari Kartini? Simak penuturannya berikut ini.

Membuka Wawasan dengan Banyak Membaca

Membaca adalah salah satu kegemaran Kartini, dari buku hingga surat kabar, semua ia baca. Tiada hari baginya tanpa membaca, bahkan dalam kondisi sedang dipingit saat menunggu waktunya ia dinikahkan, membaca menjadi pelipur laranya. Buku ibarat jendela dunia bagi Kartini yang sangat ingin belajar banyak hal. 

Di masa sekarang ini, buku tetap menjadi jendela dunia meski gempuran teknologi informasi memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan beragam informasi. Sebagai pengusaha perempuan, tak ada salahnya menyempatkan waktu untuk membaca buku dan mendapatkan berbagai wawasan serta perspektif baru terhadap dunia. Selain itu, membaca buku juga akan memberikan manfaat lain bagi kamu, di antaranya: meningkatkan kemampuan analisis, mengubah pola pikir, melatih konsentrasi, dan meningkatkan daya pikir. 

Mampu Mengutarakan Pemikiran Melalui Tulisan

Selain gemar membaca, Kartini juga terbiasa mengutarakan segala pemikirannya melalui tulisan. Ia menuliskan pandangannya, keresahannya, cita-cita dan harapannya, hingga akhirnya semua tulisannya dibukukan dan menjadi buah inspiratif bagi rakyat Indonesia, khususnya kaum perempuan. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan sekumpulan tulisan Kartini yang mencerminkan kecerdasannya dalam mengemukakan gagasan-gagasan seputar masalah sosial, pendidikan, dan gender, yang pada masanya bukanlah gagasan yang lazim.  

pengusaha perempuanMenulis adalah cara menuangkan isi pikiran dan mendorong kemampuan berpikir secara keseluruhan. Dengan menulis, pikiran terlatih untuk lebih terorganisir, sehingga dalam kehidupan sehari-hari pun kamu bisa menerapkan keteraturan tersebut. Menulis juga dapat menjadi sarana untuk melatih kecerdasan emosionalmu, membuatmu mampu mengakui emosi yang sedang kamu rasakan, dan menyadari apa saja yang membuatmu cemas. Jika kamu pengusaha perempuan, cobalah untuk mulai menulis dan lihat dampaknya terhadapmu.

Melihat Sekitar dengan Perspektif Berbeda

RA Kartini memiliki kemampuan melihat suatu hal dari perspektif yang berbeda. Di saat perempuan-perempuan lain seusianya tak berkutik dengan tradisi, ia justru bisa melihatnya sebagai kungkungan yang merugikan bagi perempuan. RA Kartini melihat betapa tertinggalnya perempuan Indonesia dibandingkan perempuan di Eropa. Ia yakin peradaban bangsa ini akan lebih maju jika pendidikan tinggi dapat diraih oleh siapa saja, termasuk perempuan. 

Perempuan dinilai memiliki perasaan dan instinct yang kuat sehingga ia mampu melihat dengan perspektif yang berbeda. Dalam penerapannya di dunia bisnis, hal ini akan sangat membantu para pengusaha perempuan untuk mendapatkan kesempatan, menciptakan peluang, dan menyelesaikan masalah. 

Berani dan Tangguh

Pada zaman perjuangan kemerdekaan, apa yang RA Kartini lakukan tentulah merupakan wujud keberanian dan ketangguhan. Apalagi lagi pada masa itu perempuan masih dipandang sebelah mata. Ia tak hanya berani mendobrak tradisi dan lantang menyuarakan hak-haknya kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya, tetapi juga kepada pemerintah Belanda yang kala itu masih berkuasa. 

Keberanian dan ketangguhan RA Kartini patut menjadi panutan bagi pengusaha perempuan seperti kamu. Menjadi seorang perempuan saja butuh kekuatan dan keberanian, apalagi menjadi pengusaha perempuan. Perempuan begitu rentan terhadap penilaian orang, penolakan, tuntutan yang tidak adil, dan ketiadaan dukungan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu sebagai pengusaha perempuan, kamu tak lagi punya alasan lain selain harus berani menghadapi apapun bentuk tantangan dalam menjalankan usahamu. 

Gigih dan Pantang menyerah

Ketika Kartini sedang menjalani proses pingitan dan akan segera dinikahkan dengan pria yang telah dijodohkannya (meskipun ia tidak pernah mengenalnya sebelumnya), ia tak begitu saja memadamkan api semangatnya untuk melanjutkan pendidikannya. Kartini dapat mewujudkan cita-citanya untuk memajukan dirinya dan kaum perempuan melalui caranya sendiri. Ia mengumpulkan kawan-kawannya, perempuan-perempuan muda yang mau belajar, dan mengajari mereka membaca dan menulis, serta berbagi ilmu pengetahuan dan ketrampilan lain. Kegigihannya dalam mengutarakan keresahan dan harapannya dalam tulisan-tulisannya juga akhirnya berbuah manis, menjadi buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang menjadi inspirasi rakyat Indonesia khususnya perempuan. 

Bagi pengusaha perempuan, kegigihan RA Kartini tentunya patut dicontoh. Dalam mewujudkan impian dan cita-cita, kegagalan adalah keniscayaan. Namun dengan kegigihan yang tinggi, kamu bisa mencapai kesuksesan yang kamu impikan. 

Menjalin Relasi dengan Banyak Teman

Selama hidupnya RA Kartini memiliki banyak teman. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan sekumpulan tulisan RA Kartini, termasuk di dalamnya adalah korespondensinya dengan teman-temannya. Teman-temannya tak hanya orang Indonesia, tetapi ia juga memiliki teman-teman yang berasal dari Belanda. Ia menjalin relasi yang cukup baik dengan teman-temannya dan dari situlah ia mendapatkan informasi bagaimana kemajuan berpikir perempuan di Eropa karena akses pendidikan yang tersedia, dan kebebasan yang mereka miliki. Kepada teman-temannya pula, RA Kartini mencurahkan isi hati dan pemikirannya, mengutarakan harapan dan cita-citanya atas persamaan hak bagi kaum perempuan. 

pengusaha perempuanDalam dunia bisnis, relasi menjadi hal yang sangat penting. Dengan memiliki relasi yang kuat, kamu sebagai pengusaha perempuan akan mendapatkan beragam kemudahan dalam mengembangkan usaha.  

Tetap Hormat Kepada Orang Tua

Betapapun kuatnya keinginan RA Kartini untuk melanjutkan pendidikannya, mendobrak adat istiadat yang berlaku saat itu, serta mengakhiri diskriminasi terhadap kaum perempuan, namun ia memilih untuk bersikap hormat, patuh dan taat kepada orang tuanya. 

Sikap hormat kepada orang tua merupakan sikap yang luhur dan patut diterapkan oleh siapapun termasuk pengusaha perempuan.

Itu dia pelajaran yang dapat kita ambil dari sosok RA Kartini. Sangat menginspirasi, bukan? Terima kasih RA Kartini, engkau telah membawa cahaya bagi masa depan perempuan Indonesia.