fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pentingnya Mengenal Pelanggan dengan Fitur Analisa Pelanggan

Pelanggan

Bagi kamu pecinta kopi, pasti pernah setidaknya mencicip cita rasa kopi terkenal asal Negeri Paman Sam yang kedai kopinya sudah sangat mendunia. Ya, sebut saja Starbucks. Kedainya bisa dengan mudah ditemukan di hampir setiap keramaian kota. Pernahkah terpikir, apa ya yang membuat brand kopi ini begitu digemari? 

Untuk saat ini, kualitas brand kopi lokal tidak kalah ok dari kopi yang dijajakan di kedai Starbucks. Apalagi bila dibandingkan dengan kedai-kedai kopi lokal legendaris yang terkenal di beberapa kota di Indonesia. Namun Starbucks berhasil membentuk tren gaya hidup kekinian dan menciptakan kebudayaannya sendiri. 

Setiap kali kita menyambangi Starbucks, pasti mendapat sambutan hangat dari karyawan atau baristanya. Ketika kita bingung ingin memesan kopi apa, si barista begitu luwes menanyakan apakah kita ingin menikmati kopi yang strong, biasa saja, atau malah sedang tidak ingin minum kopi. Dari situ ia akan merekomendasikan menu apa yang pas buat kita. 

Saat pesanan selesai, barista akan memanggil nama kita, dan kadang di gelas minuman ada sisipan pesan-pesan yang cukup berhasil bikin senyum-senyum sendiri.

Di lain kesempatan, kalau kita datang sendirian, si barista sesekali menjadi teman ngobrol walau sebentar. Topik perbincangan biasanya dimulai dari soal kopi. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Akhirnya, sebagai konsumen kita merasa mendapat sambutan hangat, dan besok-besok kalau ingin sekadar ingin nongkrong atau meeting, atau numpang kerja, Starbucks yang jadi tempat tujuan. 

Memperlakukan konsumen dengan sentuhan personal seperti yang Starbucks lakukan memang ampuh mengubah konsumen menjadi pelanggan. Secara psikologis, menuliskan nama di setiap gelas pesanan ternyata membuat pelanggan merasa lebih dekat. 

Karena konsumen biasanya sangat fokus dengan informasi atau hal yang relevan dengan mereka, termasuk ketika namanya dipanggil saat pesanan sudah siap. Upaya Starbucks mempersonalisasi semacam ini ternyata membuat pengalaman berbeda bagi pelanggan. Cara ini juga lantas diikuti merchant brand-brand kopi lainnya

Menariknya, Starbucks tetap memperhatikan detail personalisasi semacam ini, padahal dalam seminggu gerai Starbucks bisa melayani sampai lebih dari 100 juta pelanggan. 

Personalisasi layanan untuk pelanggan ini ternyata tidak hanya ditemukan secara offline, tetapi juga online. Aplikasi Starbucks memberi pelanggan rekomendasi menu yang dipersonalisasi. Starbucks punya algoritmanya sendiri untuk mengetahui preferensi konsumennya dan perilaku konsumennya. 

Dalam bisnis apa pun, termasuk bisnis online, mengenali siapa konsumen kita dan bagaimana karakteristiknya sangatlah penting. Kamu harus tahu lebih dari sekadar nama, usia, atau pendapatan. Tapi juga mengetahui apa yang jadi hobi, selera, minat pelanggan, apa yang mereka tonton, dengar, dan baca. 

Sebagai pengusaha bisnis online kamu mesti banyak kepo. Soal alasan mengapa konsumen membeli produk atau layananmu. Lalu untuk siapa mereka membeli? Di mana kemungkinan besar mereka akan membeli? Sampai seberapa sering mereka perlu membeli produk atau memanfaatkan layanan tersebut?

Ada beberapa cara untuk mengetahui siapa konsumen jualan online kamu. 

Pelanggan

  • Menggunakan sistem

Untuk mengetahui perilaku pelanggan secara real-time, beberapa menyarankan untuk berinvestasi pada sistem bernama Customer Relationship Management (CRM)

Sistem ini bisa melacak kinerja kampanye pemasaran mulai dari berapa banyak kampanye terkirim, berapa banyak dilihat atau dibuka, berapa kali di-klik, dan sebagainya. 

Hanya saja kendalanya, butuh sumber daya manusia yang “melek” digital dan memahami seluk beluk sistem ini. Selain itu, ada kendala waktu dan biaya. Tentu untuk beradaptasi dengan sistem baru perlu ada perencanaan dan perpindahan data. Di samping itu, tentu ada biaya tambahan untuk pembelian software CRM

  • Membagi konsumen dalam beberapa kategori

Toko online kamu pasti punya pelanggan setia, atau konsumen yang hanya datang sesekali membeli, juga konsumen-konsumen baru. Nah, kamu mesti bisa memetakan siapa saja mereka, supaya bisa meramu cara jualan online yang pas bagi masing-masing kategori. 

  • Pantau interaksi konsumen di media sosial

Tidak ada yang meragukan kekuatan media sosial. Banyak konten yang dalam sekejap menjadi viral berkat kekuatan media sosial. 

Menurut laporan perusahaan media asal Inggris, We Are Social, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 14 menit dalam sehari untuk mengakses media sosial.

Selain itu, dari total populasi Indonesia yang mencapai 247,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosial mencapai 170 juta atau 61,8 persen dari total populasi pada Januari 2021. 

Meski begitu, beriklan di media sosial juga tak bisa sembarangan. Konten di media sosial selain harus informatif, tapi juga menarik dan otentik. 

Lalu kamu juga perlu mengukur feedback dari kampanye atau konten yang kamu tampilkan di media sosial untuk tahu sebenarnya bagaimana sih karakter konsumen dan calon konsumenmu.  Lagi-lagi kamu butuh bantuan sistem dan sumber daya manusia yang paham urusan teknis begini.

  • Interaksi dengan pelanggan

Misalnya lewat survei atau chat secara pribadi dengan konsumen untuk mengetahui masukan dan ulasan dari mereka. 

  • Fokus pada selera konsumen

Setelah kamu mengetahui siapa konsumenmu dan apa yang mereka sukai, kamu bisa meluncurkan produk atau membuat iklan dan promosi yang menyesuaikan dengan selera mereka. 

Manfaatkan Fitur Analisa Pelanggan LummoSHOP

“Duh, pengen laris jualan online kok repot amat.” Apakah demikian gumam mu dalam hati? Kalau melihat kebutuhan di atas wajar kalau terasa berat dan merepotkan. Tapi kalau toko online kamu sudah berjualan pakai LummoSHOP tak perlu lagi khawatir. LummoSHOP menyediakan fitur yang akan mengakomodir kebutuhan di atas. 

Website jualan di LummoSHOP memang gratis, atau berbayar jika ingin berlangganan dan mendapatkan pelayanan premium. Tapi meski gratis dan berbayar dengan harga ramah di kocek, LummoSHOP tetap menyediakan fitur yang memudahkan jualan online kamu, salah satunya fitur Access to Customer List and Analytics atau fitur Daftar Pembeli

Dengan fitur ini, kamu bisa mengetahui mana saja pembeli kamu yang baru memesan sekali, sudah menjadi pembeli setia, atau pembeli yang tidak melakukan pemesanan lagi. Bermodal data ini, harapannya kamu bisa menerapkan strategi promosi yang tepat. Misalnya memberi promo pada pembeli yang kurang aktif atau mengirimkan bonus pada pembeli yang setia. 

Pada fitur Access to Customer List and Analytics ini, pembeli toko online kamu akan dikategorikan sebagai berikut:

  • Pembeli Baru yakni pelanggan yang baru berbelanja pertama kali dalam 7 hari terakhir.
  • Pembeli Setia yakni pelanggan yang telah berbelanja 3 kali atau lebih dalam 3 bulan terakhir.
  • Pembeli Reguler yakni pelanggan yang telah berbelanja  1 sampai 3 kali atau lebih dalam 3 bulan terakhir. 
  • Pembeli Tidak Aktif yakni pelanggan yang tidak berbelanja dalam  bulan terakhir. 

Fitur ini juga memudahkan kamu untuk mengetahui performa iklan yang kamu buat, interaksi pelanggan, statistik komentar audiens, mulai dari sentimen positif, negatif, dan netral, serta memantau performa toko dengan mudah, cepat, dan otomatis. 

Kamu tidak perlu berinvestasi pada software tertentu atau merekrut sumber daya manusia yang ahli khusus untuk melakukan analisa toko online milikmu. Selain menambah anggaran, toh pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh LummoSHOP. 

Selain itu, LummoSHOP juga bisa membantu jualan online kamu agar lebih optimal. Fitur ini juga akan memudahkan kamu untuk mengetahui:

  • Jumlah penjualan

Ini adalah matriks paling umum dan sederhana untuk mengukur performa suatu produk. Hanya saja, seringkali jumlah penjualan menjadi satu-satunya faktor penentu, padahal banyak faktor lain yang perlu diukur, karena penjualan hanya menunjukkan seberapa ketertarikan pasar pada suatu produk. 

  • Tingkat Kepuasan

Cara paling sederhana mengukur kepuasaan ialah melakukan survei. Tingkat kepuasan juga dapat dilihat dari ulasan dan penilaian yang diberikan pada halaman toko online atau pada akun media sosial pribadi pelanggan. 

Cara ini terbilang mudah untuk mengukur performa produk jualan online kamu baik atau tidak. Karena sebatas penjualan tidak cukup untuk menentukan apakah pembelimu puas atau tidak. Kalau kamu bisa mengetahui kepuasan pembeli, kemungkinan besar mereka akan berbelanja di toko online kamu kembali. 

  • Jumlah Pemesanan Kembali

Pemesanan kembali terjadi karena dua hal. Pertama, karena pelanggan merasa puas. Kedua, karena kualitas produk tidak baik sehingga mudah rusak dan membuat pelanggan harus memesan kembali produk yang sama. 

Dengan LummoSHOP, kebutuhan data seperti di atas bisa kamu ketahui dengan mudah. Selain itu, data penjualan sudah tercatat dengan apik dan tersimpan di dalam aplikasi yang bisa diakses kapanpun. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

LummoSHOP membantu cara jualan online dan toko online kamu naik kelas. Bukan sekadar jualan, tapi kamu juga menjadi terampil mengenali siapa dan bagaimana karakter konsumen toko online kamu. Dengan begitu, kamu bisa jadi pebisnis online profesional, yang tak hanya jago mengejar keuntungan tapi juga tahu bagaimana prosesnya. Isn’t that awesome, right?!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP