fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pentingnya Meningkatkan Performa Loading Website Jualanmu

Loading website

Mungkin pernah mendengar pepatah bahwa waktu itu adalah uang. Begitu juga dalam berbisnis online. Semakin cepat loading website bisnis online kamu, maka semakin banyak yang membeli. Tidak percaya?

Pernahkah kamu ke restoran? Ketika kamu masuk ke restoran dan memesan makanan. Pastinya kamu tidak ingin menunggu lama, makanan datang ke meja ke tempat kamu duduk. Apabila pelayanannya membuatmu menunggu lama, kira-kira apa yang akan kamu lakukan? Membatalkan pesanan? Keluar dari restoran? Begitu juga kecepatan loading website, semakin lama pengunjung kamu menunggu, maka ia akan mencari toko lain, meski produk kamu lebih murah atau berkualitas.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Apa Itu Kecepatan Loading Halaman?

Kecepatan loading halaman adalah waktu yang diperlukan untuk menampilkan semua konten pada halaman website. Setiap halaman website itu terdapat kode HTML, CSS berbagai file JavaScript, gambar, video, dan multimedia. Semuanya itu mempengaruhi kecepatan halaman. 

Kecepatan loading halaman berbeda-beda pada desktop dan perangkat seluler. Hal ini karena perbedaan teknologi antara keduanya, sehingga menghasilkan pengalaman yang berbeda bagi pengguna desktop dan seluler.

Seberapa Cepat Seharusnya Sebuah Situs Web?

Mungkin ini menjadi pertanyaan tidak biasa bagi banyak orang. Begitu juga bagi kamu yang baru pertama menjual melalui website sendiri. Kamu mungkin berpikir setiap website mempunyai loading berbeda, karena tergantung dari kualitas gambar, koding dan sebagainya. Namun, bagi calon pelanggan kamu, mereka tidak peduli seberapa bagus website kamu, mereka hanya tidak ingin menunggu.

Secara ideal, bagi situs jualan online, lama loading website adalah dua detik, karena pada kenyataannya 40% konsumen akan menunggu tidak lebih dari tiga detik sebelum meninggalkan situs. Ini berdasarkan survei Forrester Consulting atas nama Akamai pada tahun 2009.

Sedangkan penelitian dilakukan ahli SEO Geoff Kenyon, menyatakan bahwa:

Jika loading dalam 5 detik, website kamu lebih cepat dibandingkan 25% website lainnya.

Jika loading dalam 2,9 detik, website kamu lebih cepat dibandingkan 50% website lainnya.

Jika loading dalam 1,7 detik, website kamu lebih cepat dibandingkan 75% website lainnya.

Jika loading dalam 0,8 detik, website kamu lebih cepat dibandingkan 94% website lainnya.

Jadi, kecepatan loading lima detik cukup menyatakan bahwa website kamu cepat. Namun, bagaimana jika digunakan untuk bisnis?

Kecepatan Website adalah Kunci

Dalam riset dengan 1.048 pembeli online juga menemukan pemuatan halaman yang cepat menjadi faktor kunci loyalitas konsumen terhadap situs jualan kamu. Apabila lambat, berdasarkan riset itu 79% pengunjung yang datang ke website jualan yang lambat cenderung tidak akan membeli dan datang lagi. Ini menunjukkan bahwa dampak kecepatan loading website sangat berpengaruh terhadap datangnya pengunjung dan pembelian.

Riset yang sama juga diadakan oleh Skilled bahwa 79% pelanggan yang berhadapan dengan lamanya loading website, tidak akan membeli di toko kamu. Perlambatan juga mengurangi konversi penjualan kamu sebanyak 7% per detiknya. Artinya apabila di website kamu dapat menghasilkan satu juta setiap hari, tapi karena perlambatan satu detik, kamu rugi Rp70 ribu per harinya.

Apalagi bisnis online termasuk dalam model D2C (direct to customer). Meski kamu mengetahui cara pasang iklan di internet, cara pasang iklan di sosial media, maupun iklan di Instagram, itu tidak akan mempengaruhi efektivitas pasang iklan di media sosial. Berapapun biaya iklan online yang kamu habiskan, justru akan membuat kamu rugi. Karena dalam dunia pemasaran digital, kecepatan website adalah kunci.

Loading website

Sejumlah perusahaan yang menggunakan website sebagai rumah untuk menjual produknya juga telah melakukan riset. Seperti Mobify sebuah perusahaan yang bertempat di Kanada menemukan bahwa dengan mempercepat loading website sebesar 100 milidetik menghasilkan peningkatan 1,11% dalam konversi penjualan mereka. Walmart juga menemukan bahwa meningkatkan waktu buka halaman satu detik meningkatkan konversi sebesar 2%.

Selain berdampak negatif pada pendapatan kamu, juga dalam mesin penelusuran. Seperti website kamu tidak bisa masuk rangking halaman pertama google. Ini berdasarkan pengumuman Google yang mengumumkan bahwa halaman dimasukkan sebagai salah satu faktor peringkat untuk indeks pencarian mereka.

Meski demikian, sebetulnya setiap negara mempunyai rata-rata loading website berbeda. Indonesia saja berdasarkan riset Google rata-rata loading website adalah 7,9 detik. Ini sangat jauh apabila dibandingkan dengan Jepang mencapai rata-rata loading website mereka bisa mencapai 3 detik.  

 

Apa yang Menjadi Faktor Website itu Lambat?

  • Berat Halaman

Yang dimaksud berat halaman ini adalah seberapa besar isi file situs online kamu. Semakin besar, maka semakin lambat loading-nya. Membuat situs web ringan dengan file ukuran kecil memang tidak mudah. Perlu seorang profesional yang terbiasa membuat website untuk eCommerce. Apalagi website sekarang semakin komplek, seperti adanya laman pop up, laman diskon, hingga membuat laman anggota. 

Berat halaman file kamu juga mempengaruhi berapa lama browser memuat situs kamu dan ini juga berdampak pada pengguna seluler. Semakin lama loading-nya, maka semakin mahal juga biaya data internet yang mereka bayar. 

  • Kondisi Jaringan

Jaringan internet di setiap negara juga mempengaruhi kecepatan loading website. Apalagi konektivitas tiap daerah berbeda-beda. Ada yang masih menggunakan layanan 3G, bahkan masih ada yang 2G. Padahal, sekarang sudah masuk 5G. Sehingga semakin lamannya berat, semakin lama pula terbukanya. Terutama jika ada daerah yang jaringan internetnya masih menggunakan layanan 2G. 

  • Lokasi Hosting

Hosting atau server website kamu juga sangat mempengaruhi waktu loading kecepatan website-nya. Jika hosting kamu di New York misalnya, pastinya membutuhkan waktu kode website memanggil file yang berada di sana untuk dapat membuka laman website kamu. Jadi saat memilih lokasi hosting, apabila kamu menargetkan pelanggan kamu di Indonesia, pilihlah hosting yang server-nya ada di Indonesia. Jangan di luar negeri.

Lalu bagaimana jika ingin seperti Jepang kecepatan loading website online kamu? Sebetulnya ada beberapa cara agar website online kamu menjadi cepat. 

Sebelum mempercepat website kamu agar memberikan dampak konversi penjualan yang baik, kamu perlu mengetes kecepatan loading website kamu terlebih dahulu. Caranya kamu bisa menggunakan speed tes google yaitu https://pagespeed.web.dev/.

Loading websiteAtau bisa menggunakan GT Metrix

loading websiteKamu tinggal memasukkan url website kamu. Situs tersebut akan mendeteksi dan menganalisis seberapa cepat website jualan yang kamu punya.

loading website

Jika website kamu masuk ke Grade C, D, bahkan E atau F berarti website kamu memang lambat dan perlu untuk dilakukan perombakan atau edit koding, menghapus plugin agar loading-nya tidak lambat.

Berikut beberapa cara meningkatkan kecepatan halaman website kamu:

  1. Pilihlah Hosting yang Tepat

Hosting website kamu sangat mempengaruhi kecepatan situs. Pilihlah hosting yang terpercaya dan kalau bisa gunakan vps (virtual private server) atau cloud hosting jika website kamu memang untuk bisnis.

  1. Optimasi Gambar

Kamu mungkin ingin sekali menggunakan kualitas gambar yang baik untuk website jualan. Namun, gambar yang mempunyai kapasitas besar sangat mempengaruhi kecepatan loading website. Kamu bisa melakukan optimasi dulu sebelum memasukkan gambar dengan format JPEG. Apabila masih besar gunakan tools kompres gambar seperti TinyJPG. 

  1. Aktifkan Gzip Compression

Gzip compression adalah cara untuk mengkompres ukuran file-file website Anda, termasuk CSS, HTML, JavaScript, dan XML. Dengan aktifnya ini, resource server yang digunakan website Anda otomatis berkurang. Cara ini agak rumit, karena kamu harus mengakses cPanel pada website kamu. Setelah masuk ke Dashboard cPanel, cari dan klik File Manager. Kemudian, buka folder public_html dan cari file .htaccess. Biasanya file ini tersembunyi, jadi kamu harus mengklik tombol settings dan pilih Show Hidden Files. Jika sudah muncul file .htacces, klik kanan dan kemudian edit, lalu tambahkan kode ini

 

<IfModule mod_filter.c>

<IfModule mod_deflate.c>

 AddOutputFilterByType DEFLATE “application/atom+xml” \

 “application/javascript” \

 “application/json” \

 “application/ld+json” \

 “application/manifest+json” \

 “application/rdf+xml” \

 “application/rss+xml” \

 “application/schema+json” \

 “application/vnd.geo+json” \

 “application/vnd.ms-fontobject” \

 “application/x-font-ttf” \

 “application/x-javascript” \

 “application/x-web-appmanifest+json” \

 “application/xhtml+xml” \

 “application/xml” \

 “font/eot” \

 “font/opentype” \

 “image/bmp” \

 “image/svg+xml” \

 “image/vnd.microsoft.icon” \

 “image/x-icon” \

 “text/cache-manifest” \

 “text/css” \

 “text/html” \

 “text/javascript” \

 “text/plain” \

 “text/vcard” \

 “text/vnd.rim.location.xloc” \

 “text/vtt” \

 “text/x-component” \

 “text/x-cross-domain-policy” \

 “text/xml”

</IfModule>

</IfModule>

Jika sudah, simpan filenya.

  1. Gunakan CDN: Apa itu CDN? CDN atau content delivery network adalah jaringan server yang terletak di berbagai negara. Fungsinya untuk mengirimkan konten-konten di website ke browser pengunjung dari server terdekat. Dengan cara ini, website kamu akan lebih cepat dari sebelumnya. Cara menggunakan CDN adalah mendaftar di situs-situs yang menyediakan jasa tersebut. Misalnya Cloudflare, Incapsula, Jetpack Photon, dan MaxCDN.Kamu tidak perlu kemampuan koding untuk menggunakan CDN. Cukup ikuti langkah-langkah yang diberikan penyedia jasa layanan.
  2. Hapus Plugin yang Tidak Digunakan: Plugin yang tidak digunakan akan mempengaruhi kinerja website kamu. Karena ia tetap harus me-loading koding plugin yang tidak digunakan tersebut saat menampilkan halaman utama. Memang dengan adanya plugin website kamu menjadi optimal tapi pertimbangkan untuk menggunakannya.
  3. Gunakan Google Tag: Selain plugin, kamu bisa menggunakan Google Tag untuk atur pelacakan kamu dengan Google Pengelola Tag untuk melacak dan mendapatkan data pelanggan. Dengan Google Tag, kecepatan loading website kamu menjadi cepat karena hanya menaruh kode Google Tag di website kamu, tanpa harus menginstal plugin yang kapasitas filenya bisa mempengaruhi loading website
  4. Gunakan Embed untuk Video: Bila kamu ingin menaruh video di dalam website, gunakanlah embed. Dengan embed kamu tidak perlu memasukkan file ke dalam website, tapi cukup kode embed-nya. Yang perlu kamu lakukan adalah mengunggahnya terlebih dahulu di YouTube perusahaan kamu, lalu ambil kode dan masukkan ke website. Dibandingkan dengan menyimpan video di server website, cara ini lebih baik.

Setelah semuanya kamu lakukan sekarang coba tes kembali dengan page speed dan GT Metrix, apabila sudah Grade A atau B maka sudah cukup. Setelah itu, cobalah tes website kamu dengan https://search.google.com/test/mobile-friendly tes ini untuk melihat apakah website kamu mobile friendly untuk seluler atau tidak

loading websiteKamu tinggal memasukkan url-nya ke dalam website tersebut dan tunggu hasilnya.

Loading website

Apabila hasilnya adalah page is not mobile friendly artinya, kamu perlu memperbaiki tampilan website kamu agar bisa di-browsing melalui ponsel. Cara ini adalah opsi tambahan agar tampilan website jadi optimal.

  1. Gunakan template website yang responsif
  2. Sebaiknya hindari menu pop-up
  3. Manfaatkan plugin AMP, plugin ini tinggal instal tanpa perlu koding.

Itulah cara agar meningkatkan performa website jualan kamu. Memang rumit. Namun, kamu bisa mempunyai website dengan konversi yang sangat cepat dengan memulai berjualan di LummoSHOP!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP