fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pentingnya Personal Branding untuk Popularitas Usaha

Personal branding tentu bukan hal asing, terutama pada era media sosial saat ini. Sebab, media sosial menjadi platform yang biasa orang gunakan untuk membangun personal branding. Terutama, buat kamu yang memiliki usaha dan owner sebuah bisnis, memiliki personal branding yang baik merupakan hal krusial.

Apa Itu Personal Branding?

Kamu mungkin pernah mengingat suatu brand dengan sangat baik. Misalnya, saat mengingat top of mind untuk air mineral, maka kamu akan langsung mengingat Aqua. Jika ibarat seseorang, Aqua berhasil membentuk dirinya sehingga memiliki personal branding yang kuat.

Begitu juga dengan tokoh seperti Najwa Shihab, Agnez Mo, Nadiem Makarim, Sandiaga Uno. Pastinya citra diri dari masing-masing public figure itu bisa kamu ungkapkan dengan jelas. Itu juga merupakan keberhasilan personal branding.  

Personal branding adalah citra diri yang kamu bentuk terhadap dirimu sendiri, sehingga orang memiliki persepsi kuat tentangmu. Secara mendasar, personal branding sebaiknya memang secara menyeluruh baik di dunia nyata maupun maya. Penampilan, sikap, konten di media sosial seharusnya memang selaras. 

Karenanya, meskipun kamu membangun personal branding di era digital seperti sekarang, kamu tetap perlu memiliki prinsip dasar untuk menjadi versi original dari dirimu. Jangan lupa juga untuk menonjolkan ciri khas yang berbeda dengan figur lain yang mungkin berprofesi sejenis atau menjalani bidang yang sama.

Baca Juga: Personal Branding di TikTok, Simak 5 Kiat Membangunnya di Sini

Fungsi Penting Personal Branding bagi Pebisnis

personal branding adalahBagi pebisnis sepertimu, penting untuk terus memperkenalkan ke publik tentang bisnis yang sedang kamu jalankan. Terutama bagi yang baru merintis. Tentu, mindset yang terbangun tak sama seperti saat kamu masih bekerja untuk perusahaan orang lain, di mana kamu tidak terlalu urgent untuk membangun personal branding. Berikut ini adalah fungsi pentingnya.

  • Meyakinkan publik bahwa kamu berkompeten dengan bisnismu

Biasanya, bidang bisnis yang kamu pilih adalah hal yang menjadi passion kamu. Setidaknya kamu memiliki pengalaman di bidang tersebut dengan jejak rekam sebelumnya. Istilahnya, ada benang merah dengan apa yang melekat dalam kehidupanmu.

Kamu perlu menuangkan jejak rekam pengalaman serta skill yang kamu miliki untuk mendukung bisnismu. Sehingga, publik semakin percaya bahwa kamu adalah seorang owner yang berkompeten dengan bidang bisnis yang sedang kamu jalani.

Menurut seorang creativepreneur Yoris Sebastian dalam bukunya 5W 1H, seorang owner sebaiknya menjalankan bisnis yang menjadi DNA-nya. Artinya, ia sudah menyatu dengan bisnisnya dan menjadi ibarat aliran yang mengalir dalam tubuhnya.

  • Menambah rasa percaya publik yang berpotensi menjadi konsumen

Banyak orang yang membangun citra diri melalui media sosial dan platform digital lainnya seperti blog pribadi, kanal Youtube atau Podcast. Maka, untuk membuat calon konsumen potensialmu percaya, konten yang kamu unggah adalah kuncinya.

Tak cukup dengan itu, kamu pun bisa meningkatkan rasa percaya publik dengan membangun komunikasi yang baik. Seperti, two way communication dengan menjawab pesan penting di kolom komentar maupun pesan pribadi.

Sehingga, saat kamu mengarahkan audiensmu tentang produk atau jasamu, maka mereka akan langsung terpengaruh. Sebab, mereka sudah mengikutimu sejak awal dan sudah cukup percaya dengan upaya personal branding yang kamu lakukan.

  • Memperluas jejaring

Salah satu modal sosial dalam berbisnis adalah membangun jejaring yang berarti memperbanyak relasi. Relasi ini akan sangat berguna untuk mendukung sustainable dari usaha atau bisnis yang kamu jalani.  Dengan strategi personal branding yang baik, kamu bisa secara tak terduga menerima kerja sama atau kolaborasi maupun tawaran lainnya. Bisa saja dari investor, supplier, pebisnis lain yang menjadi komplemen produk atau jasamu, atau lainnya.  

  • Membangun brand awareness antara pribadi owner dan bisnisnya

Brand awareness adalah manfaat pasti dari sebuah citra diri yang terbangun. Seorang owner yang membangun personal branding dengan baik, pasti akan selalu orang lain ingat dan selalu dikaitkan dengan bisnisnya. Artinya, peranmu sebagai business owner akan mendongkrak pula popularitas usaha atau brand-mu di mata calon konsumen ataupun konsumen potensial.

  • Menambah kredibilitas produk atau jasamu

Dunia maya saat ini marak terjadi penipuan, salah satunya juga oknum-oknum yang memanfaatkan maraknya pertumbuhan bisnis online. Dengan personal branding yang tepat dari owner, kredibilitas produknya juga meningkat. Sehingga, orang lain tidak ragu untuk mencoba bertanya, berdiskusi, atau melakukan transaksi.

Namun, popularitas saja tidak cukup. Lebih dari itu, kamu juga bisa melihat pribadimu bertumbuh seiring dengan pertumbuhan bisnismu. Biasanya hal itu berdasarkan banyaknya respons organik dari audiensmu tentang yang sedang kamu tekuni, permintaan tips, tawaran kerja sama yang membludak, atau undangan yang makin sering memintamu untuk berbagi di berbagai kesempatan. 

Popularitas memang penting, namun lebih penting bila popularitasmu seiring dengan integritas. Sehingga, antara apa yang kamu tampilkan, ucapkan, dan sampaikan bisa sesuai dengan action yang sebenarnya.

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Branding untuk UMKM dari Founder Agensi Kreatif

Belajar Personal Branding dari Pebisnis Lainnya

personal branding adalahTak asing lagi jika awalnya personal branding ini memang melekat pada diri public figure, terutama yang berprofesi di dunia hiburan. Namun, dengan keterbukaan media digital saat ini, akhirnya siapa pun punya kesempatan yang sama. Tak ada salahnya jika kamu belajar dari mereka, berikut beberapa dari berbagai referensi.

Atta Halilintar (AHHA Music, AHHA Production, AHHA Gadget)

Siapa yang tak kenal Atta Halilintar yang lebih dulu berprofesi sebagai youtuber ini. Kehidupan ala sultan yang ia nikmati saat ini bukan karena faktor instan. Sebelum membangun personal branding sebagai konten kreator digital, Atta memang sudah lama membangun bisnisnya. 

Dengan citra diri yang ia bentuk saat ini, hampir semua masyarakat percaya dengan brand yang kini ia naungi. Apa yang menjadi passion-nya, ia tuangkan dalam beberapa lini bisnisnya. Atta membangun citra dirinya terutama untuk segmen pasar anak muda.  

Raffi Ahmad (RA Jeans)

Raffi Ahmad juga tak kalah populer, memakai brand yang berasal dari namanya, RA Jeans, saat ini RA Jeans sudah memiliki 70 gerai di berbagai kota. Suami dari Nagita Slavina ini mengakui RA Jeans terinspirasi dari para fans.

Raffi kerap tampil dengan pembawaan easy going, santai namun punya goals dalam hidup. Hal itu terbukti dengan kesuksesan yang ia raih saat ini juga berhasil membangun citra diri positifnya meskipun sempat beberapa kali menuai pro-kontra.

Baca Juga: Crazy Rich! Ini Dia Rahasia Banyak Uang dari YouTube

Shandy Aulia (SAC)

Shandy Aulia Collection atau SAC merupakan brand yang artis cantik ini bangun. Clothing line-nya memproduksi mulai dari dress, baju tidur hingga celana. Citra diri Shandy yang feminim memang sesuai dengan branding yang ia bangun di bisnis bidang fashion-nya. 

Zaskia Adya Mecca (Meccanism)

Gerai dan butik fashion milik istri dari Hanung Bramantyo ini sudah tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar. Meccanism menjual berbagai jenis pakaian muslim, hijab bergo, syal, hijab syar’i, mukena, aksesoris, dan sebagainya. 

Citra diri yang Zaskia Adya Mecca bangun adalah fashionable. Meskipun, ia sudah menjadi ibu yang sehari-hari mengasuh anak-anaknya. Model pakaiannya yang casual tapi tetap terkesan mewakili jiwa muslimah muda ini menjadi banyak inspirasi gaya bagi pebisnis yang lain.   

Zaskia Sungkar (Zaskia Sungkar)

Pasca hijrah, saudara dari Fitri Sungkar ini konsisten berhijab syar’i dan akhirnya merancang busana fashion syar’i nya sendiri. Konsistensi yang tercermin dalam citra diri yang Zaskia Sungkar bangun itu semakin mendongkrak bisnis fashion yang ia rintis.   

Mulai Bangun Personal Branding-mu Sekarang

Akhirnya, personal branding memang membantu seseorang untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan membuatnya dikenal sebagai apa. Namun, tetap ingat, masyarakat sekarang sudah semakin cerdas untuk menilai seseorang benar-benar membangun citra dirinya secara alami atau terlalu over. Fenomena flexing yang juga tren belakangan ini juga perlu kamu waspadai supaya menghindari membangun citra diri secara palsu. 

Fokuslah pada apa yang sedang kamu jalani. Promosikan lewat konten yang bermanfaat dan dibutuhkan. Niscaya, usaha atau bisnis yang sedang kamu jalani akan terkena dampak positifnya, semakin populer. Sebaliknya, jika kamu membangun citra diri berlebihan dan berlawanan dengan kenyataan, itu dapat menjadi pemicu usaha atau bisnismu menjadi kian surut.

 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

Kiat Sukses Branding Jualan di Instagram

Bikin Konten Branding di YouTube: Cara Tingkatkan Popularitas Bisnismu

Pentingnya Sebuah Hashtag untuk Branding