fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Penumpukan Stok Barang, Atasi dengan 15 Cara Ini!

Stok Barang

Penumpukan stok barang merupakan salah satu kekhawatiran tiap pebisnis. Hal ini banyak terjadi di saat pandemi seperti sekarang ini. Tak heran, hal ini kerap disebabkan adanya pembatasan kegiatan masyarakat guna antisipasi penyebaran virus corona. Sehingga menyebabkan “lalu lintas” keluar-masuk barang jadi tersendat. Padahal, salah satu tanda bahwa bisnis tersebut sehat adalah ketika perputaran barang aktif. Itu artinya, barang terserap di pasaran dan tidak ada istilah barang rusak karena terlalu lama menumpuk di gudang.

Permasalahan penumpukan stok barang ini kerap menjadi masalah bagi pebisnis, terutama bagi yang baru merintis. Akibat pasar yang belum terlalu luas atau kenyataan tak sesuai ekspektasi, penumpukan stok barang terus terjadi. Makin diperparah ketika kondisi eksternal juga memengaruhi, kebijakan pembatasan kegiatan saat pandemi misalnya.

Jika saat ini bisnismu terlanjur memiliki penumpukan stok barang, jangan putus asa dulu. Jangan menyesali atau meratapi kondisi. Segeralah bangkit dan mencari solusi bagaimana cara menghabiskan stok barangmu?

Berikut ini beberapa cara ini yang bisa kamu coba!

Cek & Ricek

Ya, pertama kamu perlu lakukan cek dan ricek, alias lihat dan catat apa saja stok barang yang menumpuk. Untuk nantinya bisa dipelajari dan dianalisa barang apa saja yang laku dan tidak, supaya tak terjadi lagi penumpukan stok barang.

Waktunya Diskon!

Cara ini sangat umum dilakukan untuk mengatasi penumpukan stok barang di gudang. Kamu pun bisa menggunakan trik umum ini. Meskipun sudah sangat mainstream, tapi terbukti masih efektif. Siapa sih yang tidak mau dapat diskon? Semua konsumen pasti tidak akan menolak.

Beli Satu Gratis Satu

Tawaran beli satu gratis satu atau beli satu dapat dua juga masih menarik. Cara ini bisa kamu lakukan untuk mengurangi penumpukan stok barang di gudangmu. Siapa sih yang tidak mau beli satu, tapi dapat lebih daripada itu? Banyak konsumen akan lebih mudah tergiur membeli.

Lakukan Penjualan Cepat atau Flash Sale

Dengan memberikan “deadline” pada barang-barang yang akan kamu jual secara diskon, misalnya hanya sampai nanti malam, konsumen biasanya akan “kebingungan” karena mereka takut kehilangan atau takut tak mendapatkan bagian. Flash sale ini rupanya cukup ampuh membuat konsumen lari berdatangan membeli produkmu.

Garage Sale

Kalau hanya diskon, stok barang kamu masih menumpuk cukup banyak, maka yang perlu dilakukan adalah garage sale! Jika bisnismu sudah berjalan cukup lama dan penumpukan stok barang yang ada di gudang tidak hanya satu macam, maka cara ini cukup efektif agar kualitas barang jualanmu tak lantas makin buruk dan tidak laku dijual sama sekali. Kamu akan sangat rugi, kan? Toh, cara ini kerap dilakukan swalayan atau minimarket dengan cara membuat lapak baru di halaman toko mereka.

Defect Sale

Defect sale ini sedang banyak dilakukan oleh pebisnis. Menjual produk yang tidak lolos quality control bisa jadi jalan keluar untuk mengurangi penumpukan stok barang. Pastikan kamu sudah mengecek seluruh barang yang hendak dijual. Pisahkan barang-barang yang masih bagus dan mana yang ada sedikit cacat (defect).

Jual Saat Event Hari Besar (Seasonal Sale)

Kamu pun bisa mengatasi penumpukan stok barang dengan menjual secara khusus saat event tertentu seperti hari raya, hari nasional, atau hanya sekedar hari jadi bisnismu, atau bisa saja hari ulang tahun sang owner atau kamu. Semakin unik, semakin menarik!

Jual Secara Paketan atau Bundling

Jika memungkinkan, kamu bisa juga menjual stok barangmu yang kurang laku tadi bersama dengan produk lainnya (yang laku keras + yang tidak laku). Sistem paketan atau bundling seperti ini cukup diminati konsumen juga karena mereka seolah-olah mendapatkan parsel atau bingkisan: dalam satu kotak isinya beragam.

stok barang

Menjadi Sponsor

Menjadi sponsor di acara komunitas atau organisasi yang sekiranya berhubungan dengan produk yang kamu jual bisa juga kamu lakukan. Misalnya, produkmu adalah buku. Maka, kamu bisa menjadi sponsor di acara bedah buku, open recruitment komunitas penulisan, webinar penulisan, dan semacamnya. Mungkin kamu tidak mendapatkan apa-apa yang sifatnya material (pemasukan berupa uang misalnya), tapi produkmu makin dikenal orang-orang. Tentu saja, hal tersebut tetap menguntungkan, bukan?

Buat Kuis Berhadiah Barang

Membuat kuis berhadiah barang saat ini makin marak di media sosial. Kamu pun bisa menggunakan cara ini untuk menghabiskan stok barang di gudang. Meski serupa dengan nomor sebelumnya, kamu tak mendapatkan uang, tapi setidaknya dengan menjadi sponsor, brand kamu akan makin dikenal konsumen. Bukannya tidak mungkin mereka akan membeli barangmu suatu hari nanti.

Gunakan sebagai Hadiah/Apresiasi kepada Pelanggan Setia

Jika kamu sudah memiliki pelanggan loyal atau pelanggan setia, kamu bisa memberikan mereka apresiasi dengan memberi hadiah stok barang yang ada di gudang. Tentu saja, kamu harus memastikan bahwa kualitasnya masih bagus. Jangan sampai konsumen loyal tersebut mengira kamu memberikan hadiah dengan barang yang jelek.

Gunakan sebagai Hadiah untuk Kolega

Kamu pasti punya kolega bisnis ya, entah itu pemasok atau investor. Sama seperti nomor sebelumnya, kamu bisa menyalurkan penumpukan stok barang di gudang dengan memberikannya ke kolega bisnismu.

Atur Tata Letak Barang

Kadangkala, barang tidak laku bukan karena kualitasnya jelek, melainkan karena konsumen belum tahu. Sebabnya pun kadang sederhana, kamu meletakkannya di tempat yang tak terjangkau oleh mata. Di toko buku misalnya, mana yang lebih menarik perhatianmu: buku-buku yang ada di rak depan atau yang ada di rak belakang sendiri pojok bawah? Tentu jawabannya yang pertama, ya. That’s why, kamu mungkin bisa mengubah display barangmu. Kalau tokomu fisik, coba sesekali ubah penempatan barang, yang sudah lama tak terjual letakkan di yang paling terlihat. Bersihkan dulu, ya, agar tetap terlihat menarik. Pasang banner diskon-nya juga agar makin menarik  Jika tokomu online, coba letakkan barang-barang yang kurang laku tadi di halaman depan/halaman utama.

Mengenalkan Kembali kepada Konsumen/Promosi Lagi

Sama seperti poin sebelumnya, bisa jadi konsumen belum terlalu tahu bahwa kualitas barangmu bagus. Itu sebabnya, trik yang bisa kamu lakukan adalah mempromosikannya kembali. Dengan mengenalkannya kembali kepada konsumen, kemungkinan mereka akan melirik itu pastinya ada ketimbang kamu simpan terus-menerus di gudang. Kamu bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikannya kembali.

Lakukan Content Review dengan Menggandeng Blogger Pemula

Ini adalah simbiosis mutualisme! Mereka mendapatkan portofolio karena menuliskan review produkmu di blog mereka. Sedangkan kamu bisa mendapatkan semcam “testimoni” tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang. Tapi, tentu saja, kamu harus mengapresiasi mereka dengan memberikan produkmu GRATIS yang setara dengan fee mereka saat membuat content review. Jadi, “jatuhnya” sebenarnya sama saja.

Belajar dari Pengalaman

Selanjutnya, penumpukan stok barang di gudang bisnismu sudah makin berkurang, belajarlah dari pengalaman agar kejadian serupa tak terulang kembali. Dari kegiatan pada poin-poin di atas tentunya kamu akan memiliki gambaran, untuk ke depannya, mana barang yang perlu stok cukup banyak dan mana yang tidak.

Lihat, ternyata kamu bisa mengatasi penumpukan stok barang dengan cara-cara di atas, kan? Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa cara sekaligus ketimbang satu cara saja. Jadi, jangan galau lagi ketika stok barang di gudang bisnismu belum juga berkurang. Mungkin, kamu melakukan kesalahan di awal hingga menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Atau, kamunya tidak salah, tapi kondisi eksternal seperti pandemi yang membuat penumpukan stok barang di gudang. Ibaratnya, nasi memang sudah menjadi bubur. Tapi, bukan berarti rusak, kan? Kamu masih bisa membuat bubur yang lezat, agar banyak orang menyukainya. Cara-cara di atas adalah jawabannya. Beberapa poin di atas bisa membantumu. Semangat, ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP