fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Perbandingan Produk Ecoprint dengan Teknik Print Lainnya

produk ecoprint

Pada satu dekade terakhir, produk ecoprint kembali menjadi populer. Mengutip dari laman wanaswara.com, teknik ini merupakan hasil perkembangan dari teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dari alam. Indiana Flint mengembangkannya menjadi teknik ecoprint pada 2006. Ketika itu, Flint menempelkan tanaman yang mempunyai pigmen warna pada kain yang berserat alami.

Warga dunia memperingati Hari Bumi setiap 22 April, salah satu agenda tahunan. Banyak orang berlomba-lomba untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan bumi. Salah satu bentuknya, manusia kembali pada penggunaan bahan pewarna alami sebagai bahan pewarna di kain yang merupakan penerapan ecoprint.

(Baca juga: 7 Strategi Marketing Bertema Hari Bumi untuk Pengusaha)

Apakah hal ini akan menjadi tren yang berkelanjutan? Apa saja kelebihan dan kelemahan produk ecoprint daripada dengan teknik printing menggunakan mesin? Yuk kita simak pada artikel kali ini.

Ecoprint, Si Penghasil Motif Unik dan Autentik

Ecoprinting merupakan sebuah teknik cetak dengan pewarna kain alami yang bahan-bahannya bisa kita dapatkan dari alam. Meski tak dapat seratus persen terhindar dari bahan kimia, namun paling tidak dapat meminimalisasi dengan memaksimalkan bahan-bahan alam.

Di Indonesia, kita mengenal nama Ria Miranda, seorang desainer busana muslim yang beralih menggunakan teknik ecoprint untuk mempertahankan orisinalitas karyanya.

(Baca juga: 7 Ide Usaha Fashion dan Kecantikan di Bulan Ramadan 2022)

Menukil dari najalah femina.co.id, Ria Miranda memulai proses ini dengan menjelajahi Pasar Bunga Rawa Belong di Jakarta. Ria tak menggunakan bunga-bunga yang segar, tapi memungut bunga-bunga tak terpakai atau terbuang. Setelah itu, Ria memanfaatkan bunga-bunga tersebut untuk membuat pola-pola unik di kain.

produk ecoprint

Ria Miranda banyak menggunakan bunga hydrangea, lili, bunga matahari, mawar, dan anggrek. Tak hanya itu, penggunaan material busananya juga yang terbuat dari bahan alami, seperti serat eucalyptus maupun kayu putih. Berkat kontribusinya untuk menjaga bumi dan lingkungan itu, Ria Miranda berhasil menciptakan desain yang ramah lingkungan sekaligus unik, autentik, dan sustainable.

Kecintaan pada alam juga membuat pemilik brand Qthink Craft dan Godhong Asri, yaitu Asri Ningtyas menciptakan aneka produk ecoprint. Berbeda dengan Ria Miranda, Asri lebih banyak menciptakan produk ecoprint dengan bahan dasar dedaunan.

Produk Ecoprint, Pengembangan Teknik Ecodyeing

Saat ini, belum banyak tersedia produk ecoprint di pasar, padahal teknik itu cukup sederhana. Kamu dapat mempraktikkannya di rumah. Prinsip dasar ecoprint, yaitu media (bisa berupa kain, kayu atau kulit) harus terkena paparan langsung dengan bahan dasar yang menjadi pewarna. Dengan cara begitu, pigmen warna akan terserap ke media.

(Baca juga: 15 Ide Usaha Sampingan di Rumah, Bentuk Lawas Sampai yang Kekinian)

Biasanya, individu atau pelaku usaha kecil menengah dengan target market tertentu yang menerapkan ecoprint guna menghasilkan produk ramah lingkungan. Sementara itu, perusahaan konfeksi atau tekstil besar tampak belum menggunakan teknik ini. Bisa jadi itu karena proses dan hasil akhirnya yang sulit terprediksi.

Awalnya, teknik pewarnaan ini bernama teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dari alam. Sebagaimana bahasan di atas, India Flint mengembangkannya menjadi teknik ecoprint pada 2006. Ketika itu, Flint menempelkan tanaman yang mempunyai pigmen warna dan menempelkannya pada kain yang berserat alami. Selanjutnya, Flint membuat beraneka produk ecoprint, yang dapat menggaet minat konsumen.

Perbandingan Produk Ecoprint dengan Digital Printing

Teknik pewarnaan ecoprint jelas jauh berbeda dengan teknik digital printing atau pencetakan di pabrik dengan penunjang alat digital. Namun, ecoprint dengan digital printing memiliki segmen pasar masing-masing. Apa saja perbedaannya, dan apa saja kelebihan serta kekurangannya? Baca sampai habis, ya.

(Baca juga: Tajamkan Segmentasi Pasar agar Jualan Online-mu Efektif)

  1. Kelebihan dan Kekurangan Teknik Digital Printing di Percetakan

Teknologi printing kain menggunakan digital printing berkembang sangat pesat, seiring dengan permintaan pasar akan produk tekstil. Produk tekstil menjadi bervariasi baik dari desain, bahan, motif,  dan  penggunaan medianya. Kelebihan menggunakan teknik printing pada industri tekstil adalah sebagai berikut.

  • Hasil cetak beresolusi tinggi

Digital printing tekstil memiliki kombinasi warna tak terbatas, bisa mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu warna dan gradasi.

  • Hasil cetak pola dan motif yang detail

Menggunakan digital printing, sama artinya memberi keleluasaan dalam desain motif dan pola. Mesin digital printing bisa mencetak pola dan motif yang paling rumit sekali pun bisa terwujud.

  • Mencetak kain lebih efisien

Jika teknik sablon gaya lama menggunakan film terlebih dahulu sebelum mencetak pada kain, printing kain digital tidak membutuhkan proses pra-cetak. Proses memulainya hanya memasukkan desain ke dalam komputer dan mencetaknya. Jika hasil cetak atau warna yang muncul belum sesuai dengan keinginan, upaya revisinya relatif mudah dan lebih murah.

  • Production cost yang rendah

Efisiensi tanpa proses pra-cetak ini membuat proses print kain digital menjadi lebih efisien, hemat waktu sehingga membuat biaya produksi jadi lebih rendah.

  • Hasil cetak lebih konsisten

Mengingat data dan process plan tersimpan dengan mudah, hasil cetakan akan konsisten dan sama persis. Selain itu, data bisa digunakan kembali berulang-ulang kali.

  • Risiko cacat produksi lebih rendah

Kelebihan digital printing yang tak terjumpa di proses cetak tradisional, yakni akurasi cetak. Motif tercetak dengan akurat, sesuai dengan input data desain. Dengan akurasi ini, digital printing mampu meminimalisir cacat produksi.

  • Lebih hemat energi dan air

Print kain digital juga menggunakan sumber daya air dan energi listrik yang relatif kecil ketimbang dengan sablon atau cetak tradisional, sehingga hemat biaya produksi.

(Baca juga: Apa yang Dimaksud Harga Pokok Penjualan (HPP)? Simak Pengertian dan 7 Tips Pentingnya)

  1. Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Ecoprint

produk ecoprint

Hasil tanya jawab langsung dengan pebisnis produk ecoprint, yaitu Asri Ningtyas memberikan beberapa insight dan alasan menggunakan teknik ecoprint. Hal itu, di antaranya:

  1. Untuk mempertahankan orisinalitas dan karya senantiasa autentik.
  2. Terbukti, produk handmade mampu menghilangkan kesan mass product.
  3. Memunculkan image rancangan produk ecoprint sangat ramah lingkungan.
  4. Penggunaan berbagai jenis daun dan bunga dari berbagai daerah tropis sekaligus bisa mengangkat khazanah kekayaan alam Indonesia.

Pencetakan pada beberapa media juga membuktikan, bahwa produk ecoprint sudah memiliki penggemar tersendiri. Pebisnis berupaya menerapkan teknik ecoprint pada berbagai media. Bukan hanya kain dan kulit, juga pada keramik dan material yang terlihat mustahil, misalnya tumbler.

Berikut ini kekurangan dan kelebihan teknik ecoprinting yang bisa menjadi pertimbangan pebisnis sebelum memulai usaha tersebut.

Kelebihan menggunakan teknik ecoprinting:

  • Sangat aman dan eco friendly.
  • Hasilnya selalu unik atau lain daripada yang lain.
  • Bisa dibuat sendiri di rumah.
  • Cara pembuatan mudah.
  • Populer di kalangan vegan dan mereka yang peduli lingkungan, sehingga memiliki pasar tersendiri.
  • Cocok dijual di daerah pariwisata seperti Toba, Bali, hingga Lombok.

Kekurangan menggunakan teknik ecoprinting:

  • Hasilnya kemungkinan besar tidak seragam.
  • Belum terstandar.
  • Meski pasarnya ada, namun tidak banyak.
  • Daftar daun dan bunga untuk ecoprint belum diteliti.
  • Hasilnya kadang tidak bisa terprediksi sama sekali.

Nah, di atas adalah perbandingan produk ecoprint dengan teknik digital printing dan penggunaan bahan pewarna lain. Semoga bisa menjadi alternatif bisnismu, ya!

 

Baca juga artikel terkait lainnya:

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP