fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Perhatikan Hal-Hal Ini Saat Merekrut Karyawan Bisnis UMKM

Karyawan bisnis UMKM

Proses perekrutan karyawan bisnis UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah memang penuh tantangan. Terlebih lagi masih banyak pelaku UMKM yang belum paham betul sistem perekrutan yang tepat. Padahal, kebutuhan karyawan makin mendesak karena pergerakan bisnis UMKM terus berkembang.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Digerakkan UMKM

Sebuah fakta mengejutkan dari KemenkopUKM (Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah) bahwa kontribusi pelaku UMKM terhadap PDB atau perekonomian nasional sebesar 61,1%. Ditambah lagi, terjadi pula daya serap tenaga kerja sebanyak 117 juta orang atau mencapai 97% daya serap tenaga kerja dunia usaha.

Siapa sangka, UMKM menjadi penggerak hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang belum menyadari betapa besar potensi yang mereka miliki. Termasuk dalam hal pembenahan karyawan bisnis UMKM agar punya sumber daya manusia yang unggul.

Makin Berkembang Bisnis Makin Perlu Banyak Tenaga Kerja

Makin berkembang suatu bisnis, memang makin membutuhkan banyak tenaga kerja. Namun, bukan hanya kuantitas yang ingin kamu capai, kualitas tentu hal yang lebih utama di antara segalanya.

Lantas, bagaimana mungkin bisnis UMKM dapat tetap berkembang jika dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten? Padahal, ada banyak sumber daya manusia berpotensi yang siap berkontribusi secara nyata untuk memajukan bisnis UMKM. Kamu sebagai pebisnis hanya perlu menemukan bibit-bibit unggul tersebut. Tetapi bagaimana caranya, ya?

Kualifikasi yang Tepat untuk Merekrut Karyawan Bisnis UMKM

Sebagai gambaran sederhana, tim LummoSHOP akan memberitahumu kualifikasi apa saja yang kamu butuhkan dalam merekrut karyawan bisnis UMKM, di antaranya:

  • Jujur

Siapa sih yang enggak mau punya karyawan jujur? Tidak perlu diragukan lagi jika kejujuran layak menempati kualifikasi posisi pertama. Sebab jika sampai karyawan tidak jujur, tentu akan sangat merugikan bisnismu.

  • Tanggung Jawab

Jujur saja nyatanya tidak cukup tanpa adanya sikap tanggung jawab. Karena hal tersebut bukan jaminan setiap tugas dapat mereka sesuai deadline dengan hasil yang optimal. Karyawan bisnismu harus memiliki sikap tanggung jawab jika kamu tidak mau setiap tugas  tertunda dan itu sangat tidak baik bagi kegiatan operasional bisnismu.

  • Empati

Tidak banyak pebisnis yang menempatkan empati sebagai salah satu kualifikasi untuk merekrut karyawan. Padahal, adanya karyawan yang memiliki empati, sikap kritis akan terbentuk dengan baik. Bahkan, ide-ide bisnis bisa lahir dari gairah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan di sekitar.

  • Antusias

Merupakan keinginan untuk keluar dari zona nyaman karena haus untuk selalu belajar. Hal ini akan melahirkan ekosistem kompetitif yang sehat di antara sesama karyawan bisnis UMKM.

  • Memiliki kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional akan memudahkan setiap pengambilan keputusan ataupun dalam menyelesaikan konflik yang ada. Tentu, setiap pekerjaan yang sifatnya rutinitas sekalipun pasti akan menemui masalah, bukan? Jika karyawan bisnis UMKM milikmu pandai mengelola emosinya, maka itu adalah sebuah nilai tambah.

  • Mampu bekerja secara tim

Apapun posisi karyawan bisnis UMKM yang hendak kamu rekrut, tentu mereka akan bergabung dengan suatu tim di divisi yang sama. Tidak hanya itu, mereka juga akan bekerja sama dengan tim lainnya. Sudah hal yang sangat wajar jika mampu bekerja secara tim menjadi salah satu kualifikasi yang harus terpenuhi.

karyawan bisnis UMKM
Kenapa UMKM Sulit Merekrut Karyawan?

Jika kamu mampu mengetahui kekurangan bisnismu, maka kamu akan mampu mencari solusinya. Sama halnya dengan kesulitan yang biasa ditemui dalam merekrut UMKM. Harus digali sedalam mungkin untuk dapat menemukan solusinya. Harapannya, kesulitan tadi bisa kamu atasi di kemudian hari. Jadi, kenapa ya, UMKM sulit merekrut karyawan?

  1. Kesulitan menyusun job description. Bahkan, masih saja ada UMKM yang belum paham apa saja job description dari masing-masing tim. Budaya kerja satu orang harus bisa mengerjakan semua hal, yang membuat UMKM kesulitan membedakan dan menyusun job description secara tepat. Padahal, dengan menyusun job description yang tepat akan membuat pekerjaan menjadi efisien dan efektif.
  2. Tak pandai membaca potensi pelamar.
  3. Tak bisa membedakan antara kualifikasi dasar dan kualifikasi yang dapat dilatih serta dikembangkan.
  4. Kalah bersaing dengan perusahaan besar.

 

Cara Merekrut Karyawan Bisnis UMKM yang Tepat

Mencari kandidat yang tepat bukanlah perkara mudah dan terkadang penuh tantangan tersendiri. Apalagi untuk pelaku usaha kecil dan menengah yang minim pengalaman dalam mengelola sumber daya manusia. Dengan menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga untuk proses rekrutmen, diharapakan bisa menghilangkan potensi risiko merekrut karyawan yang salah atau seseorang yang berpotensi menyebabkan gangguan pada bisnismu.

  1. Rekrut karyawan baru setelah ada kebutuhan pasti

    Saat bisnis yang kamu jalankan mulai berkembang dan memerlukan lebih banyak karyawan, inilah saatnya kamu memulai merekrut karyawan baru. Jangan sampai kamu merekrut secara asal-asalan. Perlu adanya alasan yang mendasar sesuai kebutuhan.

  2. Tentukan anggaran dan lakukan survei untuk menentukan gaji karyawan bisnis UMKM

    Sebelum membuat lowongan kerja yang akan disebarluaskan, kamu perlu menentukan anggaran untuk perekrutan nantinya. Tidak hanya itu, kamu juga perlu melakukan survei untuk bisa menentukan besaran gaji yang akan diterima karyawan bisnis UMKM milikmu.

  3. Membuat lowongan kerja untuk karyawan bisnis UMKM

    Kini sudah saatnya kamu tidak lagi mengandalkan relasi. Rekrutlah karyawan dengan terbuka agar mendapatkan peluang bibit unggul sesuai kompetensi yang kamu butuhkan. Pastikan kamu menulis info lowongan kerja secara jelas sehingga calon karyawan lebih mudah memahami.

  4. Memilih platform perekrutan terbaik untuk calon karyawan bisnis UMKM

    Di zaman serba digitalisasi, kamu dapat memanfaatkan berbagai platform untuk mengunggah lowongan kerjamu. Jangan merasa kecil hati untuk bersaing dengan perusahaan besar dalam memperebutkan hati calon pelamar.

  5. Pilih berkas dokumen sesuai kompetensi yang dibutuhkan bisnismu

    Hanya karena pelamar memiliki profess pekerjaan dan prestasi yang bagus, bukan berarti mereka adalah orang yang tepat untuk kompetensi pekerjaan yang sedang dibutuhkan bisnismu. Pastikan kamu lebih cermat lagi untuk memilih setiap berkas lamaran yang ada.

    karyawan bisnis UMKM

  6. Lakukan tahap wawancara secara professional

    Jangan sampai calon karyawan bisnis UMKM milikmu merasa bisnismu tidak berjalan secara profesional, pada kesan pertamanya. Tidak hanya mereka yang harus meyakinkan kamu agar direkrut, tapi juga bisnismu harus dapat menunjukkan sikap profesional agar dipercaya.

  7. Mulai membicarakan segala hal secara detail

    Ajak pelamar berdiskusi tentang visi dan misi UMKM-mu. Beritahu mereka budaya kerja bisnismu. Jangan lupa juga mengingatkan setiap risiko yang nanti akan mereka hadapi di dunia kerja. Tutuplah dengan menunjukkan segala benefit selama bekerja. Kamu akan mengetahui karakter calon karyawanmu lebih dalam di tahap ini.

  8. Beri masa percobaan untuk karyawan bisnis UMKM kamu

    Melalui kinerja karyawan yang terampil, kamu dapat menciptakan lingkungan kerja yang fungsional dan efisien. Namun, untuk mengetahui kinerja karyawan baru memang tidak semudah itu. Untuk itu, berilah masa percobaan sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk memperpanjang kontrak yang ada. Saat ini, masa percobaan adalah hal yang sudah biasa dilakukan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Selamat! Kamu sudah melalui semua penjelasan di atas dengan baik. Kini saatnya kamu mengubah kebiasaan lama dalam merekrut karyawan bisnis UMKM-mu menjadi lebih profesional. Sebab, bisnis UMKM-mu sedang bersaing untuk mengejar kesuksesan sesegera mungkin.