fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Perlu untuk Dipelajari, Ini Cara Mengasah Insting Bisnismu!

insting bisnis

Pernahkah kamu melihat betapa jelinya para pebisnis dalam melihat peluang? Itu artinya mereka memiliki insting bisnis yang kuat. Kemampuan ini biasanya sudah dimiliki pengusaha yang berhasil, namun tak semua pebisnis memilikinya. Mereka yang merasa memiliki kemampuan ini harus membuktikan dirinya terlebih dahulu, bahwa apa yang mereka yakini benar dan berhasil. Jika berhasil, maka tidak ada yang meragukan kualitas insting bisnisnya. 

Begitu pentingnya insting bisnis, sehingga setiap pengusaha perlu melatih dan mengasahnya sampai tajam.

Apa Itu Insting Bisnis?

Insting bisnis adalah kemampuan seorang pebisnis dalam membaca pasar, melakukan negoisasi, dan tahu kapan bisnisnya akan mendapat keuntungan. Pada umumnya didasari oleh perasaan khusus seorang pebisnis untuk melihat prospek ke depan bisnisnya. Tanpa data dan riset, pebisnis yang mempunyai kemampuan ini berani mengambil risiko dibanding pengusaha lain. Bahkan, berani menaruh modal besar untuk bisnis yang ia jalani. 

Kemampuan ini ternyata masih dilakukan oleh para pengusaha dan pemimpin bisnis dunia. Berdasarkan riset Survei CEO Global KPMG LLP, hanya 35% pemimpin perusahaan yang sangat percaya dengan data organisasi mereka. Dua pertiga CEO tidak peduli dengan informasi yang bersumber dari data analitik atau model komputer dalam tiga tahun terakhir, hanya karena bertentangan dengan insting bisnis mereka.

Secara umum insting atau naluri bisnis meliputi:

  • Kepekaan melihat peluang bisnis.
  • Kemampuan untuk menganalisa untung dan rugi, tanpa menganalisis data.
  • Kemampuan menilai karakter individu, baik karyawan, rekan, dan konsumen dalam bekerja sama dan melakukan negoisasi.

Bagaimana Melatih Insting Bisnis?

Untuk melatih insting bisnis, kamu perlu melakukan beberapa hal ini:

  1. Mulai berbisnis

    Memulai bisnis dapat melatih instuitisi kamu dalam membaca pasar dan peluang yang ada. Kamu akan mendapatkan banyak pengalaman dalam menghadapi masalah, hambatan, serta rintangan dalam berbisnis. Dalam proses tersebut, naluri kamu akan terasah dengan sendirinya.

    Pengalaman semacam ini tidak pernah diajarkan di bangku kuliah atau kursus bisnis mana pun. Sebab untuk melatih instuitisi kamu harus terjun langsung, bukan belajar dari buku. Untuk mendapatkan pengalaman ini, tentu saja setiap pengusaha mempunyai cara berbeda menyerapnya. Ada yang cepat, ada pula yang lambat.

  2. Berguru dengan pebisnis lain

    Salah satu cara tercepat mengasah insting bisnis adalah memiliki mentor atau guru berbisnis. Seorang mentor biasanya sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis. Dengan adanya mentor, kamu akan tahu pengalaman, kemampuan, maupun metode problem-solving mereka dalam berbisnis.

    Jika kamu ingin sukses dalam berbisnis, maka carilah mentor yang tepat. Sebab belakangan ini banyak pengusaha bermunculan, tetapi gagal karena tidak sanggup menghadapi tantangan. Berbeda jika kamu memiliki mentor, mereka akan memberikan masukan berdasarkan insting maupun data yang kamu berikan. Dengan mentor yang berpengalaman, kamu juga bisa terhindar dari kegagalan saat menjalani bisnis. Mereka akan menjadi kawan diskusi dalam menemukan solusi terbaik. Jika perlu, mereka juga akan memberikan jaringan dan rekan bisnisnya kepadamu, sehingga usaha yang kamu jalani dapat berkembang. 

  3. Banyak bergaul dengan komunitas bisnis dan pebisnis

    Layaknya mentor, komunitas bisnis dapat menjadi support system kamu dalam melatih insting bisnis. Jadikan komunitas bisnis sebagai tempat untuk saling berbagi pengalaman dan pemikiran terkait dunia bisnis.

    Komunitas akan memberikan pengaruh padamu, misalnya dalam melatih instingmu membaca situasi pasar. Komunitas juga menjadi ajang bertukar informasi dan berdikusi. Jaringanmu menjadi luas, begitu juga intuisi kamu. Bahkan, kamu bisa mengajak salah satu atau beberapa dari mereka untuk bekerja sama atau menjadi rekan bisnis.

    insting bisnis

  4. Latih insting bisnis dengan mengikuti minat dan keyakinan 

    Setelah kamu mempunyai mentor, mengikuti komunitas, dan terjun langsung dalam bisnis, cara keempat adalah mengikuti minat dan keyakinan. Semisal kamu kehabisan ide, namun insting berkata lain, maka ikutilah insting kamu.

    Bebaskanlah dan ikuti apa yang kamu yakini. Insting akan memberikan energi pada apa yang kamu lakukan. Yakinlah, ketika kamu bekerja didorong oleh hasrat atau insting, maka kamu akan sukses. Mungkin kamu akan mendapat banyak kritikan ketika mengikuti insting seperti “kamu gila”, tapi hiraukan saja hal itu.

    Hal ini dibenarkan konsultan intuitif Sonia Choquette juga penulis buku laris Trust Your Vibes at Work, yang mengatakan, “ketika mengikuti insting, maka kamu akan menempatkan sesuatu yang sangat alami untuk bekerja. Intuisi akan membawamu melampaui ambang batas.”

    Ketika kamu bertindak berdasarkan intuisi, maka kamu akan berani melakukan berbagai hal yang tidak pasti. Berbeda apabila kamu bertindak berdasarkan penelitian dan laporan. Itulah mengapa insting harus dilatih. 

    Sejumlah pebisnis sukses telah membuktikan dampak positif dari insting bisnis. Contohnya Adam Werbach, presiden Sierra Club. Saat ia memutuskan menjadi konsultan Walmart, banyak rekan-rekannya mencemoohnya. Namun, Adam membuktikan ia dapat membawa perubahan bagi Walmart, setelah bergabung dengan perusahaan itu.

    Lain lagi dengan Henry Ford. Nama yang mungkin tak asing bagimu ini, pada  tahun 1914 melakukan sesuatu yang berlawanan arah saat terjadi penurunan penjualan mobil. Henry justru menggandakan upah karyawannya. Instingnya berhasil membawa omzet Ford meningkat. 

    Kamu tahu Bill Allen? Ia adalah CEO Boeing pada tahun 1950-an. Di saat perusahaan berencana mengembangkan industri pertahanan, Allen malah mengembangkan jet komersial. Ia berhasil meyakinkan dewan direksi dengan mempertaruhkan $16 juta untuk sebuah pesawat komersial. Langkah Boeing ini kemudian mengubah peta industri pesawat terbang. 

    Begitu juga yang dilakukan Nadiem Makarim, pendiri Gojek. Di saat orang-orang meremehkan ojek online yang ia dirikan, justru Nadiem yakin kalau ojek online akan menjadi kebutuhan masyarakat. 

  5. Pelajari setiap situasi yang berbeda

    Ketika kamu percaya pada insting, pelajari juga segala jenis situasi. Jangan anggap sepele hal yang mungkin terjadi di masa depan. Misalnya, situasi pandemi Covid-19 yang membuat segalanya berubah, bahkan pada tingkat ekstrem. Nah, kamu harus memikirkan cara agar bisnismu tetap bisa berjalan meski di tengah pandemi. Situasi pandemi bisa saja mengubah operasional bisnismu ke depannya. Ingatlah kamu akan menghadapi lebih banyak situasi sulit di masa depan. Hadapi dengan berani sesuai yang instingmu katakan.

  6. Pantang menyerah bisa mengasah insting bisnis

    Pantang menyerah bisa jadi salah satu cara untuk melatih instingmu. Jika gagal, maka jadikan itu pelajaran dan kembali bangkit. Terbiasa pantang menyerah akan menjadi kebiasaan positif yang menjadikan instingmu lebih baik.

  7. Fokus dengan bisnis yang dijalankan

    Selama kamu bisa fokus dengan bisnismu, maka kamu dapat mengidenitifikasi faktor-faktor yang memengaruhi bisnismu. Sehingga saat menghadapi kondisi tertentu, kamu dapat mengambil langkah terbaik. 

    Jika kamu seorang pengusaha pakaian, misalnya, momen lebaran biasanya permintaan akan meningkat tajam. Melihat hal itu, kamu pasti akan menyiapkan stok yang banyak untuk memenuhi demand. Ini merupakan insting yang umumnya ada di benak para pebisnis.

Itulah berbagai cara untuk mengasah insting bisnismu. Jika kamu tertarik berbisnis, kamu bisa memulainya dengan LummoSHOP!