fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Persiapkan Ini sebelum Mulai Berbisnis Produk Kesehatan Online

produk kesehatan

Tak hanya kamu, tapi semua orang pasti berharap kapan pandemi ini usai dan kapan tidak ada lagi varian baru. Wajar kok kalau sesekali kamu burn out. Kondisi ini memang telah mengubah banyak hal. Meski demikian, kamu mungkin juga sadar bahwa pandemi membuka banyak peluang. Tentu saja bukan bermaksud tak empati atau bahagia di atas penderitaan orang. TIDAK. Tapi, pada dasarnya semua manusia punya kemampuan beradaptasi tanpa disadari. Ya, pandemi membuat kita beradaptasi, dan adaptasi itulah yang menciptakan peluang. Salah satunya adalah jualan online produk kesehatan dan produk obat seperti yang akan dibahas pada tulisan ini.

Kamu pasti sudah menyangka bahwa produk kesehatan dan produk obat sedang menjadi favorit, naik drastis mungkin jika dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu. Seperti yang ada pada laman pom.go.id misalnya yang menyebutkan bahwa hingga tahun 2021 ada 75 produk kesehatan mengandung probiotik yang diajukan untuk registrasi, 67 di antaranya sudah disetujui. Sedangkan kompas.com menjelaskan bahwa ada tiga produk kesehatan yang menjadi favorit atau paling banyak dibeli dan dicari masyarakat. Mereka adalah masker, sabun cair, dan hand sanitizer.

Jika dijabarkan lebih jauh, inilah beberapa alasan mengapa produk kesehatan atau produk obat laris manis di masa pandemi, lebih-lebih yang dijual online.

  1. Kesehatan adalah kebutuhan primer

Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat akan arti pentingnya kesehatan yang selama ini mungkin luput dari jangkauan atau banyak yang meremehkan. Kebersihan makin dijaga dan daya tahan tubuh makin ditingkatkan adalah dua hal yang umum dilakukan di masa seperti ini. Banyak yang makin sadar bahwa ternyata kesehatan bukanlah kebutuhan sekunder apalagi tersier, melainkan primer. Percuma juga kan pastinya sandang, pangan, papan lengkap tapi sakit-sakitan.

  1. Konsumen bisa membeli hanya dengan bermodalkan gadget mereka masing-masing

Ya, jika dulu membeli obat harus datang langsung. Tak jarang harus mengalami keliling kota tengah malam untuk keperluan obat yang mendadak. Kalaupun ada yang bisa secara online, tapi jumlahnya tidaklah sebanyak sekarang. Maka saat ini hampir tiap apotek terutama yang sudah punya nama besar memiliki aplikasi sendiri untuk mempermudah konsumen beli obat atau produk kesehatan tanpa harus datang langsung.

Jangan hanya galau karena pandemi tak juga pergi karena kamu pun bisa ikut berkontribusi menjadi penolong untuk banyak orang. Salah satunya adalah dengan menjalankan bisnis online yang langsung menyasar pembeli tanpa perantara atau D2C (Direct to Consumer) jual produk kesehatan atau produk obat.

 

Ragu dan sedikit takut karena jual obat tidak sama dengan jual produk lain yang notabene lebih “bebas”? Wajar. Itu sebabnya, sebelum melangkah lebih jauh dengan jual produk kesehatan atau produk obat secara online, perhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Apa yang ingin kamu jual: produk kesehatan atau produk obat atau keduanya

Bisnis online kamu fokus ke jualan apa? Produk kesehatan atau produk obat atau keduanya. Apa yang kamu pilih pastinya memengaruhi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.

  1. Jika kamu memilih jualan online produk kesehatan

Jika bisnis online kamu adalah jual produk kesehatan, maka selanjutnya adalah kamu harus menentukan lagi produk apa saja yang akan kamu jual? Kamu juga harus menyadari bahwa meskipun permintaan di beberapa produk kesehatan seperti masker dan hand sanitizer melesat, tapi “pemain” atau kompetitor mu juga banyak. Di awal pandemi saja, setidaknya hingga menjelang akhir 2020, produsen masker meningkat sebesar 700% sedangkan hand sanitizer 955 sebagaimana yang dilaporkan pada laman liputan6.com. Bisa dibayangkan, jika baru “masuk” atau baru ikutan, kamu jelas butuh strategi khusus untuk mendapatkan konsumen.

Hal-hal yang tidak boleh kamu lupakan atau harus kamu perhatikan dalam menjual produk kesehatan adalah sebagai berikut:

    • Keamanan

Dibuktikan dengan jaminan SNI atau Standar Nasional Indonesia. Ya, produk kesehatan seperti masker alangkah baiknya harus ber-SNI apalagi makin ke sini varian Corona makin beragam.

    • Ada izin edar dari Kementerian Kesehatan untuk produk kesehatan seperti hand sanitizer.

 Meski terbilang menggiurkan, nyatanya kamu tak bisa sembarangan, ya. Pastikan bisnis online produk kesehatan milikmu sudah memenuhi syarat di atas.

  1. Jika kamu memilih jualan online produk obat

Jika bisnis jual produk kesehatan seperti poin sebelumnya mungkin tidak terlalu complicated sekalipun tetap ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan, maka bisnis jualan produk obat ini sebaliknya. Ya, sedikit lebih kompleks. Kamu tak bisa sembarangan jual obat karena berhubungan dengan nyawa manusia.

Cara jualan obat online yang harus kamu pertimbangkan adalah poin-poin berikut:

–       Tak semua obat bisa diperjualbelikan bebas

Kamu tentu sudah tahu ya bahwa tak semua obat bisa dijual bebas tanpa resep dokter. Dari laman pom.go.id, obat digolongkan menjadi beberapa kelompok:

Obat bebas tanpa resep dokter yang notabene bisa dijual di pasaran

Obat bebas terbatas adalah obat yang dapat dibeli konsumen tanpa resep dokter, tapi disertai peringatan. Biasanya, peringatan-peringatan tersebut berupa kalimat seperti ini:

–  Awas! Obat keras! Baca aturan pakainya!

–  Hanya untuk kumur! Jangan ditelan!

–  Hanya untuk pemakaian luar!

Obat keras, sebagaimana namanya obat ini tak bisa sembarangan diedarkan. Konsumen harus mendapat resep dokter dulu untuk mendapatkannya.

–       Ada izin usaha

Sekalipun bisnis jualan obat milikmu sifatnya online, tapi tetap harus berizin. Menjual obat tak seperti jualan mainan atau semacamnya, bukan. Sedikit lebih kompleks memang.

produk kesehatan
Masih ragu dengan bisnis jualan produk kesehatan atau jualan obat, tapi di sisi lain penasaran ingin mencobanya? Kamu bisa menggandeng teman atau rekan-mu yang memiliki latar belakang farmasi sebagai tim ahli di bisnis online D2C (
direct to consumer) ini. Apalagi jika kamu sama sekali belum ada basic atau minim pengetahuan tentang kesehatan, keberadaan tim yang lebih paham akan semakin menguatkan bisnismu kelak.

Selain poin-poin di atas, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memikirkan pangsa pasar. Kepada siapa nantinya produk kesehatan atau produk obatmu ini kamu pasarkan. Cara jualan obat online sebaiknya mulai kamu pikirkan sembari menyiapkan hal-hal seperti yang sudah ditulis di atas. Namun, jangan pesimis, setidaknya kamu sudah punya poin plus. Cara jualan obat online di bisnis D2C (direct to consumer) punya kamu mungkin akan lebih mudah karena kamu memperhatikan keamanan plus memiliki tim yang memang berlatarbelakang yang sangat berhubungan dengan bidang bisnis-mu.

Pandemi membuat bisnis obat dan produk kesehatan melesat. Kalau kamu ingin menjadi bagian di dalamnya, pahami dulu apa saja hal yang harus kamu siapkan serta pertimbangkan. Apalagi, jika model bisnis kamu langsung menyasar konsumen tanpa penghubung atau perantara (direct to consumer). Bisnis kesehatan sedikit berbeda dengan bisnis lain karena ini kaitannya langsung dengan nyawa manusia. Tapi, bukan berarti kamu takut duluan dan tidak jadi melangkah. Dengan prinsip kehati-hatian, kecermatan, serta tim yang ahli di bidangnya, percaya bahwa bisnis obat atau produk kesehatan punyamu akan meraih tempat di hati mereka. Selamat mencoba!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP