fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Personal Branding di TikTok, Simak 5 Kiat Membangunnya di Sini

personal branding tiktok 01

Personal branding di TikTok kini tak kalah pentingnya bagi bisnismu. Terlebih bila melihat bahwa platform yang satu ini penggunanya banyak. Sebagaimana melansir dari Tirto.id, TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store.

Melansir allstars.id, personal branding adalah cara kamu membangun karakter, kemampuan, kredibilitas, nilai-nilai, dan bagaimana stimulus-stimulus ini menimbulkan persepsi positif dari orang lain atau masyarakat, yang pada akhirnya bermanfaat sebagai alat pemasaran.

Mungkin, kamu berpikir memerlukan personal branding hanya jika seseorang ingin menjadi influencer. Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat. Personal branding bukan hanya untuk influencer saja, lho. Dalam era digital sekarang ini, makin banyak individu yang memiliki keahlian sama. Oleh karena itu, perlu membangun personal branding agar keahlian itu lebih menonjol daripada keahlian orang lainnya. 

Baca juga: Jenis-Jenis Influencer yang Perlu Kamu Tahu

Pembentukan personal branding tersebut dapat meningkatkan nilai jual seseorang atas keahlian yang dimiliki. Hal itu dapat terjadi karena standar diri seseorang menjadi acuan dalam pengembangan dirinya. Mengembangkan diri seperti itu tentu tidak terbangun dalam waktu yang singkat. Tapi, seseorang membutuhkan ketekunan serta strategi yang tepat.

Mengapa Membangun Personal Branding di TikTok?

TikTok adalah platform media sosial yang memiliki perkembangan cukup dahsyat. Mungkin tak ada yang menyangka, media sosial yang awalnya terkenal dengan konten joget, kini penggunanya sudah lintas usia dan profesi. Kontennya pun menjadi begitu beragam.

Sebenarnya, masyarakat Indonesia sudah ramai menggunakan TikTok sejak tahun 2018, tetapi masih kurang populer. Bahkan, pada tahun 2018, pemerintah sempat memblokir media sosial yang satu ini. Namun mulai tahun 2020, terlebih sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, pengguna TikTok mulai ramai. Banyak pembuat konten menjadikan TikTok tempat berkreasi, baik itu menari, belajar, melukis, media marketing, edukasi, dan lainnya. 

Baca juga: Affiliate Marketing : Pengertian, Manfaat dan Cara Jitu Menggunakannya

Popularitas TikTok pun melesat. Sehingga tidak heran bila banyak yang memanfaatkannya untuk membangun personal branding. Para pejabat negara juga termasuk di dalamnya lho! Masih ingat, kan, tiga  gubernur yang dalam suatu acara menunjukkan keahlian mereka berjoget?

Kiat Membangun Personal Branding di TikTok 

Setelah mengetahui keunggulan TikTok sebagai media sosial, tentunya kamu juga ingin membangun personal branding di TikTok. Mungkin, kamu juga dapat memanfaatkan hal-hal “receh” dan apa adanya yang banyak kini banyak tampil di TikTok. Berikut ini LummoSHOP rangkumkan kiat-kiat membangun personal branding di TikTok.

Baca juga: Mengenal Personal Branding untuk Bisnis D2C

personal branding tiktok 02

     1. Tentukan niche dan konsisten dengan niche tersebut

Kebanyakan TikTokers yang sukses adalah mereka yang memilih topik atau keahlian yang spesifik dan menonjolkan topik/keahlian tersebut. Dibanding melakukan hal yang aneh atau membuat video yang tidak relate dengan niche, mereka selalu memproduksi video dengan satu atau dua topik, sehingga audiens mereka tahu apa yang mereka harapkan dari si TikToker. 

Jadi, kamu bisa tiru mereka untuk membangun personal branding di TikTok. Kamu tidak harus membuat video joget atau hal lain yang aneh agar sukses. Cukup konsisten dengan niche yang kamu pilih, maka audiens yang menyukai kontenmu akan selalu mendukung kamu, sehingga perlahan personal branding di TikTok akan terbentuk.

Sebagai contoh adalah Es Teh Indonesia. Konten pertamanya yang viral bertajuk “Jangan Anggap Remeh Bisnis yang Receh!”. Kala itu Haidhar Wurjanto, salah satu pendiri Es Teh Indonesia, membuat video ringan tentang awal mula dia memulai bisnis es teh. Ternyata video recehnya viral hingga penontonnya mencapai jutaan. Sejak itu, Es Teh Indonesia berusaha menjaga dan konsisten dengan niche yang dipilih, yakni konten-konten receh dan apa adanya. Menurut Haidhar, karakteristik TikTok berbeda dari media sosial lain, misalnya, jika membandingkan dengan Instagram yang lebih mengedepankan estetika. TikTok hadir dengan karakteristik yang lebih sederhana dan apa adanya.

    2. Tentukan persona yang ingin kamu bangun

Setiap orang pasti memiliki suatu keahlian atau sangat menyukai sesuatu hal, termasuk kamu tentunya. Nah, untuk membangun personal branding di TikTok, kamu dapat memulai dengan cara mencari tahu hal-hal yang paling kamu sukai atau sering kamu lakukan dan menjadi keahlianmu.

Baca juga: Pentingnya Sebuah Hashtag untuk Branding

Melansir allstars.id, contoh TikTokers yang sukses terkait hal ini adalah Bella Tobing. Kegemaran Bella menata dan merapikan kamar, kemudian membuat konten video dan diunggah di TikTok, ternyata membuatnya dikenal oleh audiens. Bella berhasil membangun persona sebagai TikToker yang memiliki keahlian khusus dan konten-kontennya ditunggu oleh audiens.

Kamu mungkin tahu TikTokers Sisca Kohl. Dia juga dapat menjadi contoh Tiktokers yang sukses membangun persona. Sisca dan adiknya, Aaliyah, rajin mengunggah konten memasak makanan di rumah atau memperlihatkan barang yang harganya mahal. Meskipun mungkin tak semua audiens setuju dengan kontennya, tapi melihat jumlah follower dan likes pada konten-kontennya yang jutaan, rasanya lebih banyak audiens yang menyukainya.

     3. Buat konten secara reguler 

Setelah menentukan niche dan persona, kiat membangun personal branding di TikTok berikutnya adalah membuat konten dan mengunggahnya secara reguler. Rata-rata TikTokers mengunggah minimal satu video per hari. Tentu saja, kamu tidak harus langsung melakukan itu saat kamu memulai eksis di TikTok. Namun, jika kamu melakukan strategi ini sejak awal, kesempatan kamu untuk viral dan meraih audiens lebih luas, akan lebih terbuka.

Mengutip idntimes.com, orang lain akan mengenal dan mengetahui keahlianmu, jika kamu sudah eksis dan membuat banyak konten. Kamu tidak bisa mengharap banyak orang akan mengenal kamu dan personal branding kamu terbangun, dengan hanya mengunggah konten semau kamu, bahkan tidak melakukannya secara rutin.

Contoh TikTokers yang konsisten dalam membuat konten dan sukses membangun personal branding di TikTok adalah Kohcun. Nama Kohcun sudah banyak dikenal dengan tagline “Kalau Kohcun lagi Live, Semua HP Semua Gadget Jadi Murah!’. Kohcun memang kerap memberikan review menarik tentang gadget dan produk teknologi terbaru. Ia konsisten dan rutin membuat video, lalu mengunggahnya di TikTok. Bahkan, konten reviewnya yang menarik dan informatif, membuat banyak brand ingin berkolaborasi dengan Kohcun. Ia juga berhasil menjadi salah satu kontributor GMV utama di program TikTok Shopping.

personal branding tiktok 03

     4. Gunakan warna, jenis font, dan filter yang sama/senada

Mengapa hal teknis ini penting? Mengutip Better Marketing, dengan menggunakan warna, jenis font, dan filter yang sama pada konten kamu, audiens akan dengan cepat mengenali gaya dan konten kamu, lalu akan tertanam dalam ingatan mereka. Personal branding kamu pun akan terbentuk. 

Selain itu, dengan menetapkan warna, jenis font, dan filter yang sama, akan memudahkan kamu berkreasi membuat video. Kamu tidak perlu lagi memikirkan pola kreatif yang baru, tiap akan membuat konten. Ini juga akan menarik dan membuka peluang peningkatan jumlah follower kamu, karena profil TikTok kamu yang terlihat konsisten.

Baca juga: Cara Memilih Influencer yang Tepat Agar Bisnis Semakin Melesat 

     5. Berjejaring dengan kreator lain

Kiat terakhir dalam membangun personal branding di TikTok adalah membangun koneksi dan berjejaring dengan para kreator lain. Salah satu yang dapat kamu lakukan adalah bergabung dengan sebuah komunitas. Akan lebih baik jika para kreator atau komunitas tersebut memiliki jenis konten yang serupa dengan konten TikTok kamu. Mengutip allstars.id, dengan melakukan hal ini, akan menguntungkan kedua belah pihak, karena membuka peluang untuk menjangkau audiens baru dari masing-masing kreator. Misalnya, kamu dapat mengajak kreator lain untuk berkolaborasi dalam pembuatan konten.

Bagaimana? Sudah makin paham membangun personal branding di TikTok? Biar lebih paham, tentu saja kamu harus mencobanya. Bila sudah cocok, jangan lupa menjaga semangat untuk terus konsisten memproduksi konten-kontennya ya!

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP