fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Privacy Policy dalam Bisnis Turut Jaga Kepercayaan Konsumen

Privacy Policy 01

Pernah mendengar istilah privacy policy? Biasanya, kita menemukannya saat membuka aplikasi yang telah terunduh. Seringkali juga, kita menemukannya pada halaman website. Isi Tulisannya panjang lebar, berpoin-poin. Jika diperlukan persetujuan, terkadang kita langsung ceklis saja. Tanpa membaca isinya secara menyeluruh. Memang kenapa perlu ada kebijakan privasi, ya? Privacy policy apa sih? Pertanyaan seperti ini kerap kali muncul. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk kita bahas!

Pengertian 

Privacy Policy 02Mengutip dari privacypolicyonline, privacy policy atau kebijakan privasi adalah sebuah dokumen dari pemilik website atau aplikasi yang didalamnya mengungkapkan data apa yang dikumpulkan dari pengguna (konsumen), bagaimana data itu dikumpulkan, dan apa yang dilakukan pemilik dengan data tersebut.

Singkatnya, privacy policy atau kebijakan privasi adalah dokumen kesepakatan antar pemilik bisnis dan konsumen terkait data milik konsumen. Dengan begitu, jika pada prosesnya terjadi sengketa. Maka, adanya privacy policy ini dapat menjadi sarana untuk meminta bantuan hukum bagi pihak yang dirugikan.

Mau tahu cara membuatnya? berikut ada 5 tips menarik buat kamu simak. 

5 Tips Membuat Privacy Policy atau Kebijakan Privasi

1. Pahami Ruang Lingkup Bisnis

Sebelum membuat rincian pada dokumen, hal terpenting adalah memahami ruang lingkup bisnis kamu. Hal ini juga dapat menjadi gambaran dasar untuk kamu, misalnya apa saja data pribadi konsumen yang biasa diperlukan. Dengan begitu, akan memudahkan kamu membuat draft dokumennya. Jangan lupa, sesuaikan dengan visi misi bisnis kamu, ya. Kesesuaian ini menjadi nilai tambah kepercayaan konsumen terhadap kebijakan privasi yang kamu buat.  

2. Membuat Isi Poin yang Mudah Dipahami Konsumen

Secara umum memang dokumen privacy policy atau kebijakan privasi berisi banyak hal. Tulisannya dalam bentuk penjelasan panjang. Sehingga, tidak jarang konsumen enggan membacanya sampai selesai. Oleh karena itu, sangat disarankan dalam membuat dokumen ini kamu memilih kata yang mudah dipahami. Mengunakan kalimat yang singkat namun jelas. Sajikan dalam bentuk per poin, bukan narasi Panjang. Selain itu, sesuaikan dengan gaya bahasa yang kamu miliki. Misalnya, dalam penggunaan istilah atau sapaan untuk konsumen kamu, sebagai pihak kedua. Konsisten dalam memilih kata juga menjadi hal penting. Tujuannya, agar tidak terjadi ambigu atau makna ganda bagi konsumen.

3. Mencari Referensi

Kamu dapat mencarinya dari pelaku bisnis sejenis. Misalnya, melihatnya dari pesaing bisnismu. Bisa juga pada perusahaan yang sudah besar, namun masih sejenis. Pada bisnis sejenis, umumnya ruang lingkup yang dimiliki serupa. Walaupun tetap saja, setiap pemilik bisnis harus memiliki keunikan yang khas tersendiri. Setidaknya kamu memerlukan tiga atau empat referensi dari situs lain. Nantinya, untuk kamu pelajari dan mungkin dapat menjadi panduan atau pembanding.

4. Memilih Metode

Metode atau langkah yang kamu bisa pilih diantara lain;

  • Menggunakan Generator

Generator artinya alat untuk menghasilkan sesuatu. Disini maksudnya adalah website penyedia layanan untuk menghasilkan dokumen, yaitu privacy policy. Maka, disebut privacy policy generator. Dalam menggunakan metode ini sangat mudah dan cepat. Kamu hanya tinggal klik saja, dan gratis. Umumnya, hanya perlu mengisi data pada kolom yang diminta. Seperti, nama perusahaan, alamat web dan alamat email. Sayangnya, sejauh ini privacy policy generator yang tersedia hanya berbahasa inggris. Jika jangkauan bisnis kamu internasional, maka ini hal yang baik. Tetapi, jika masih skala nasional dan segmentasinya lokal, maka perlu pertimbangan lanjutan, yaitu menerjemahkannya. Untuk mencari website tersebut, kamu bisa mencari di halaman pencarian internetmu. Menggunakan kata kunciprivacy policy generator”.

  • Membuat Sendiri

Artinya, kamu benar-benar menulis atau membuat secara manual. Tanpa bantuan website generator. Setelah kamu memahami tips sebelumnya, kamu akan merasa lebih mudah. Pada tahap ini, kamu hanya tinggal menguraikan dari poin-poin yang sudah kamu rumuskan.

5. Evaluasi

Setelah dokumen selesai, pastikan semua poin tepat sasaran dan transparan. Informasi yang tertera haruslah terbuka tidak tersembunyi. Penjelasannya dapat menjawab keraguan atau kekhawatiran konsumen. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah hal klausul yaitu ketentuan khusus. Membahas suatu kemungkinan lain yang terjadi, baik itu bentuknya memperluas atau membatasi hak dan tanggung jawab. 

Jika kamu menggunakan pihak ketiga maka perlu lebih luas, dan tegas lagi batasannya. 

Nilai Penting dan Penerapannya dalam Kelangsungan Bisnis

Privacy Policy 04Kamu sebagai pemilik bisnis sudah pasti ingin memiliki bisnis yang berlangsung awet, panjang umur. Tentu juga, ingin memiliki konsumen yang loyal. Rasa nyaman dan aman bagi konsumen dalam bertransaksi, menyumbang peran penting dalam kelangsungan bisnis. Ketika konsumen telah menaruh kepercayaan terhadap bisnis kamu. Maka, kemungkinan menjadi loyal sangat berpeluang besar.  

Mari kita lihat 7 poin yang harus ada dalam privacy policy atau kebijakan privasi; (sumber niaga hoster, , domainesia)

  • Jenis-jenis informasi atau data yang dikumpulkan
  • Cara mengumpulkan informasi atau data
  • Cara penggunaan dan penyimpanan data
  • Cookies (teks yang tersimpan komputer, oleh situs website yang dikunjungi)
  • Hak hukum atau persetujuan
  • Kontak
  • Kebijakan lainnya 

Melihat poin diatas, kita menyadari bahwa penerapan ini sangat bernilai penting. Bukan hanya bagi konsumen tetapi juga untuk kamu, pemilik bisnis. Dalam era digital data atau informasi sangatlah berharga hampir sama seperti uang.

3 fungsi penting privacy policy atau kebijakan privasi : (sumber wikihowpponline dan kominfo)

1. Syarat dan Kepatuhan Hukum

Privacy policy atau kebijakan privasi sekarang menjadi syarat kepatuhan hukum bagi banyak negara di dunia. Seperti negara Eropa ada hukum General Data Protectiont Regulation-GDPR, Amerika Serikat dengan undang-undang CCPA dan CalOPPA, Indonesia ada Peraturan Menteri (Permen) No 20 Tahun 2016 dan banyak negara lainnya

Selain itu, bagi kamu ingin menggunakan pihak ketiga dokumen ini menjadi syarat wajib. Maksudnya, pihak ketiga adalah penyedia layanan lain. Misalnya, kamu ingin menggukan google adsense, google adwords dan google analytics. 

2. Nilai Transparansi dan Kepercayaan

Adanya dokumen ini, memberi keterbukaan bagi kedua pihak. Selain itu, mengikat persetujuan hukum. Sehingga,  meningkatkan nilai kepercayaan komsumen pada aplikasi atau website yang kamu miliki. 

3. Pencegahan Resiko

Kemungkinan adanya masalah hukum di kemudian hari dapat kamu cegah atau kamu minimalisir. Adanya ketentuan yang jelas mampu melindungi dari tuntutan hukum dan biaya denda.

Gambaran atas Kaitan Privacy Policy dengan Kepercayaan dan Loyalitas Konsumen akan Produk Barang atau Jasa

Berdasarakan jurnal penelitian researchgate.net,  digambarkan model konseptual seperti dibawah ini :

 

 

Privacy Policy 04
Sumber: researchgate.net

Dari model konseptual tersebut, arah panah adalah menunjukan pengaruh atau hubungan. Menurut, Ting et al. (2016) menyatakan bahwa adanya hubungan positif antara privasi dan loyalitas konsumen. 

Apa yang menjadi risiko bagi pebisnis saat menyampingkan, atau kurang memerhatikan privacy policy

Mengingat 3 fungsi penting diatas, maka sangat berisiko bagi kamu sebagai pebisnis online, jika menyampingkan, atau kurang memerhatikan privacy policy. Risiko yang mungkin yang kamu hadapi antara lain lemahnya bisnis kamu dari sisi hukum. Sehingga mudah saja kalah jika terjadi sebuah tuntutan. Selain itu, nilai kepuasan dan kepercayaan konsumen rendah. Dalam kondisi seperti ini, sulit mendapatkan konsumen yang loyal. Risiko lain, akan menjadi tidak efisiensi waktu dan biaya karena tidak adanya dokumen baku sebagai acuan, ketika terjadi sebuah masalah terkait data.

Dapat disimpulkan bahwa penerapan privacy policy turut jaga kepercayaan dan loyalitas konsumen. Dan juga, menguatkan keberlangsungan bisnis.