fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Product Knowledge dan Manfaatnya untuk Bisnis, Ikuti Tips Berikut!

product knowledge

Penguasaan product knowledge berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Apalagi, jika produk yang pebisnis tawarkan merupakan produk baru, sehingga belum banyak orang mengetahuinya. Maka dari itu, pebisnis perlu memaparkan wawasan tentang produk kepada pelanggan.

Buletin Bisnis dan Manajemen, menyampaikan hasil penelitian Suprapto dan Susanti (2016). Yakni, semakin banyaknya pengetahuan konsumen terhadap suatu produk yang ia lihat dari fungsi dan manfaatnya, maka akan berdampak pada sikap konsumen yang loyal dan setia terhadap produk.

Namun, pengetahuan mengenai produk juga memerlukan penyampaian yang baik kepada konsumen. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang product knowledge, simak pada ulasan di bawah ini.

Pengertian Product Knowledge

Product knowledge adalah semua pengetahuan terkait karakter produk. Baik dari segi harga, cara penggunaan, cara penyimpanan, perbedaan dengan produk lain yang sejenis, bahan penyusun, dan lainnya. 

Pembeli akan lebih mudah tertarik untuk membeli produk tertentu karena penjelasan yang ia dapatkan. Apalagi, jika salesman memiliki kemampuan untuk menjelaskannya dengan baik dan membangun hubungan dengan pelanggan. Maka, bukan tidak mungkin hal itu mengubah konsumen dari yang awalnya hanya mengenal produk beralih menjadi konsumen loyal.

Baca Juga: Loyalitas Pelanggan, Ini Manfaatnya untuk Bisnismu

Manfaat Product Knowledge untuk Bisnis

product knowledge

Dengan memahami product knowledge, maka salesman akan mampu menjelaskan suatu produk dengan lebih detail kepada konsumen. Sehingga, target keuntungan bisnis akan lebih mudah tercapai. Berikut beberapa manfaat product knowledge bagi bisnis:

  • Meningkatkan kepercayaan diri salesman

Jika salesman memiliki pengetahuan produk yang baik, maka dia akan lebih percaya diri saat menjelaskan produk. Tidak ada kekhawatiran akan salah bicara, sehingga mengganggu brand image produk. Selain itu, kepercayaan ini juga akan menular.

  • Meyakinkan pelanggan

Penjelasan detail yang tersampaikan dengan cara yang tepat akan menarik minat calon konsumen. Jika ia sudah tertarik untuk mendengarkan penjelasan, maka ia akan menyadari bahwa produk tersebut ia butuhkan. Kemudian, transaksi akan lebih mudah terjadi.

  • Mendongkrak penjualan

Target penjualan akan lebih mudah tercapai jika salesman memiliki pengetahuan produk yang baik. Karena penjelasannya yang detail, maka bukan tidak mungkin prinsip word of mouth akan berjalan dengan sendirinya. Konsumen pertama yang sudah yakin dan percaya, dengan mudah akan mempromosikan produk tersebut kepada yang lainnya. Jika ini terus berlanjut, maka penjualan akan meningkat pesat.

  • Upaya pengembangan bisnis

Seperti yang kita ketahui, bahwa marketing tidak hanya menyasar pada konsumen akhir. Namun, ada klien, investor, dan reseller. Jika kamu memiliki pengetahuan produk yang baik, maka upaya untuk melebarkan sayap akan lebih mudah tercapai.

Klien lebih mudah untuk bekerja sama, sehingga produksi dalam skala besar dapat terwujud. Investor juga bisa tertarik untuk menanamkan modalnya dan reseller akan berdatangan karena menganggap produkmu memiliki kualitas untuk mereka jual kembali.

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi

Seseorang yang memiliki pengetahuan produk yang baik akan lebih mudah menjalin komunikasi dengan calon konsumen. Topik pembicaraan seputar produk akan lebih beragam sehingga salesman tidak akan takut kekurangan bahan obrolan.

Berbeda hanya jika salesman kurang paham. Maka, ia akan cenderung membatasi obrolan karena takut dengan pertanyaan-pertanyaan dadakan yang muncul di luar ekspektasinya. Karena itu, ia lebih memilih diam dan menjelaskan terkait topik yang aman untuknya saja.

Baca Juga: Strategi Komunikasi yang Memikat Hati Pelanggan untuk Transaksi

Siapa Saja Subjek yang Harus Menguasai?

product knowledge

Kemampuan itu seharusnya menjadi kewajiban bagi mereka yang langsung berhubungan dengan konsumen dan produk. Mulai dari bagian penelitian dan pengembangan, sales representative, dan customer service (CS) akan jadi subjek yang harus menguasai product knowledge.

Sebagai seorang salesman, pengetahuan produk berguna untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk yang ia tawarkan. Semakin paham, maka salesman semakin percaya diri saat mempromosikannya.

Sementara bagi konsumen, semakin banyak pengetahuan produk yang peroleh, maka semakin meningkatkan kesadaran akan nilai suatu produk. Lalu, akhirnya akan memengaruhi keputusannya untuk melakukan pembelian.

CS juga harus menguasai pengetahuan produk karena ia adalah penghubung antara perusahaan dengan konsumennya. Semua informasi ataupun komplain akan konsumen sampaikan kepada CS. Jika CS memahami produknya, maka konsumen akan semakin loyal karena merasa puas terhadap pelayanan yang perusahaan berikan.

Akibat Salesman Tidak Menguasai Product Knowledge

Calon pelanggan tidak akan peduli dengan posisimu di perusahaan. Asal kamu terlihat menggunakan atribut perusahaan, maka ia akan mencari informasi apa pun terkait produk kepadamu. Karena itu, jangan menggampangkan product knowledge ini dengan menyerahkannya pada staf ahli.

Misal, ada seorang salesman yang bekerja di bagian marketing perumahan. Maka, pengetahuan yang harus ia kuasai tidak hanya mengenai harga, luas bangunan, lokasi, dan cara pembayarannya saja. Bisa jadi, calon konsumen akan bertanya terkait kualitas bahan bangunan atau pembayaran secara syariah, misalnya.

Jika salesman kurang memahami product knowledge ini, maka sudah tentu motivasi calon pembeli menurun untuk membeli bahkan menghapus perumahan tersebut dari daftar pilihannya. Tentu saja hal ini akan merugikan perusahaan. Belum lagi, jika calon konsumen ini mengulas kisahnya di media sosial, maka reputasi perusahaan terancam akan hancur.

Baca Juga: Sempurnakan Customer Service dengan Pahami Karakter Konsumen Ini

Tips Memaksimalkan Product Knowledge untuk Bisnis

Ulasan di atas tentu sudah mencapai kesimpulan bahwa product knowledge sangat penting bagi seorang salesman atau marketer. Agar upaya untuk meningkatkan penjualan dan menarik minat pelanggan lebih mudah kamu lakukan, maka kamu sebaiknya mengikuti tips berikut ini:

Sosialisasi Berkelanjutan

Sebelum terjun ke calon konsumen, maka perusahaan perlu memberikan sosialisasi kepada seluruh karyawan terkait produknya. Apalagi, jika perusahaan membuat suatu inovasi dan meluncurkan produk baru. Maka, perusahaan harus menginformasikan tentang hal ini. 

Pelatihan atau training rutin ini mungkin akan memakan waktu dan biaya. Namun, lihatlah hasilnya pada segi penjualan nanti, grafiknya pasti akan terus meningkat. Apalagi, jika perusahaan mau menambahkan pelatihan public speaking kepada salesman untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Kolaborasi antara pengetahuan produk dan public speaking akan menjadi kekuatan bagi tim marketing.

Memahami Jenis-Jenis Product Knowledge

Ada tiga jenis pengetahuan produk yang harus tim marketing kuasai, yakni:

  • Manfaat produk

Misalkan, pada produk skincare, salesman dituntut memahami semua jenis dan tipe sehingga dapat memberikan solusi pada permasalahan yang dialami pembeli.

  • Karakteristik atau spesifikasi produk

Pembeli di era sekarang adalah pembeli yang cerdas. Mereka bisa mendapatkan informasi terkait manfaat suatu bahan dengan sekali klik di internet.

Karena itu, banyak pembeli yang menanyakan terlebih dulu tentang karakteristik suatu produk sebelum membelinya. Misalnya, pada pembeli mobil maka menjadi hal yang wajar saat dia bertanya tentang tipe, tahun produksi, CC, beban muatan, dan lainnya. Tim marketing harus siap dengan pertanyaan ini.

  • Kepuasan yang ditawarkan produk

Kepuasan terhadap produk memang hanya dapat dirasakan oleh pengguna. Karena itu, tim marketing harus memberikan edukasi terkait cara penggunaan dan cara penyimpanan untuk meminimalkan penggunaan yang salah dan kerusakan produk karena penyimpanan. Dengan begitu, kepuasan konsumen terhadap produk dapat tercapai dengan mudah.

  • Berpikir kreatif untuk jangka panjang

Inovasi tidak hanya berguna untuk meluncurkan produk baru. Namun, juga diperlukan untuk menumbuhkan ide-ide kreatif tentang pengetahuan produk. Seperti tren pasar tentang produk atau bahan yang dikandungnya, aktivitas kompetitor hingga isu relevan yang tengah beredar.

Hal ini akan membuat suatu produk tetap memiliki pelanggan tetap bahkan terus bertambah. Karena, meskipun produknya tidak berubah, cara promosi yang kekinian akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Product knowledge yang dimiliki tim marketing selalu menjadi acuan apakah produk dapat diterima masyarakat. Tidak hanya produk baru, bahkan produk yang sudah dikenal masyarakat pun mengalami hal yang sama. Karena itu, tim marketing harus terus berupaya meningkatkan pengetahuan produknya agar lebih mudah mencapai target penjualan.

 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: