fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Produk Seni Kriya di Tengah Pandemi Covid-19

komoditas seni produk seni kriya 01

Kerap disebut sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, para pebisnis produk seni kriya ternyata mengalami penurunan pendapatan sekitar 3-5% saat pandemi Covid-19, menurut data dari kemenparekraf.go,id.

Untunglah, di tengah banyaknya sektor yang terpuruk, muncul tren baru di masyarakat terhadap sektor produk seni kriya Indonesia. Mari kita cermati apa saja komoditas bisnis yang masih menjanjikan dan sanggup bertahan di tengah badai!

Pengertian Seni Kriya

Secara etimologi, seni kriya berasal dari akar kata krya dalam bahasa Sansekerta yang bermakna “mengerjakan”. Akar kata tersebut berkembang menjadi kata: karya, kriya, kerja, sehingga dapat disimpulkan bahwa kriya berarti suatu kegiatan kreatif untuk membuahkan benda atau objek. Selain itu, hasil benda dari kegiatan kreatifnya dapat disebut seni kriya 

Seni kriya di Indonesia menghasilkan benda-benda kerajinan (craft) yang bernilai seni dan membutuhkan keahlian tangan (craftsmanship) yang tinggi. Komoditas seni kriya tersebut dikelompokkan berdasarkan material yang digunakan, dan terbagi ke dalam lima jenis, yaitu;

  • Kayu: patung, furnitur, ukiran, topeng, wayang.
  • Tekstil: kain tenun, rajut, ikat, batik.
  • Keramik: guci, piring, gelas, vas bunga.
  • Logam: perhiasan, patung, miniatur kendaraan tradisional, uang keping.
  • Kulit: jaket, tas, dompet, wayang kulit.

Komoditas Bisnis yang Bertahan di Tengah Badai

Ketika lockdown, seluruh sistem belajar mengajar dan usaha mengalami perubahan signifikan, tak terkecuali pebisnis. Semua dilakukan secara daring, dan secara mengejutkan masyarakat mulai tertarik dengan kegiatan make over atau renovasi dan mendekorasi ruangan untuk kemudian diunggah ke media sosial. Hal ini yang kemudian membuat produk kriya menjadi satu item yang banyak dicari selama pandemi.

Peluang tersebut,membuat pebisnis melakukan inovasi besar, yaitu menggandeng pelaku industri kreatif untuk memasarkan produk kriya Indonesia secara digital. Dengan demikian, jangkauan pasar menjadi lebih luas, akibat pola pembelian masyarakat sejak pandemi beralih ke arah digital. LummoSHOP mencatat produk seni kriya yang malah naik daun tersebut!

Komoditas Bisnis Seni Kriya Logam

1. Recycle Interior

komoditas seni produk seni kriya 02Thomas Balducci dari Kakak Adik Konsep adalah salah satu yang bertahan di tengah badai. Kakak Adik Konsep bergerak di bidang usaha recycle interior berasal dari barang bekas lalu diolah kembali jadi barang berguna.

Keunikan produk Adik Kakak Konsep yang mengubah mesin tik bekas menjadi lampu tidur, sepeda motor tua menjadi meja ruang tamu, aneka pajangan dinding dari berbagai benda usang, membuat bisnis mereka menempati ruang sendiri di hati konsumen.

2. Uri-Uri Kriya Logam.

Uri-Uri Kriya Logam yang berasal dari Yogya, sebelumnya menerima pesanan ukuran logo dan nama perusahaan dari bahan kuningan dan tembaga, namun pada saat pandemi para pekerja memutar otak, menciptakan produk berupa home decor berupa hiasan dinding berbentuk wayang, hingga hiasan pot bunga yang justru booming di saat pandemi. Tak disangka, inovasi ini, membuat permintaan pasar kembali naik.

Komoditas Bisnis Seni Kriya Kayu

3. Blueberry Guitar

Untuk bertahan di masa pandemi, selain mengoptimalkan sumber daya juga bisa mengandalkan kolaborasi. Dengan kolaborasi, bisnis bisa berkembang, bahkan berpotensi go global

Hal ini dibuktikan oleh I Wayan Tuges, pendiri Blueberry Guitar. Tuges adalah seorang pengrajin ukir kayu. Saat pandemi, tak ada wisatawan yang berkunjung sehingga pendapatannya menurun drastis. Saat itulah, seorang musisi asal Kanada melihat karyanya di media sosial, dan mengajak Tuges memproduksi gitar dengan ukiran khas Bali bercita rasa tinggi. 

Tak main-main, gitar buatannya dibanderol dengan harga puluhan juta rupiah dengan segmen pasar internasional, seperti Jepang, Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat (AS).

4. Azafurnitur Akarjati

Ketika tak lagi ada yang membeli furniture, Azafurnitur Akarjati dengan cerdas memilih membanting setir menjadi produsen produk seni kriya berupa plant stand untuk pot bunga dan panjatan kucing! Tren memelihara anak bulu di saat pandemi, membuat para perajinnya bertahan hidup.

Tak hanya itu, mereka saat ini juga membuat inovasi mangkuk-mangkuk unik dari akar kayu dan potongan kayu bekas. Azafurnitur Akarjati membuktikan, kayu jati masih bertahan sebagai komoditas binis yang masih menjanjikan!

Komoditas Bisnis Seni Kriya Tekstil

komoditas seni produk seni kriya 035 . Godhong Asri

Salah seorang pebisnis yang menciptakan aneka produk seni kriya dari ecoprint, yaitu Asri Ningtyas mengatakan, ketika pandemi barang-barang kerajinannya justru dilirik oleh banyak orang. Hal ini terjadi karena ia mengusung konsep kembali ke alam, dan banyak memamerkan karya yang ia buat sendiri di rumah, melalui akun media sosial miliknya.

6. Masker Lukis Galeri Odelle

Salah seorang pebisnis tas jinjing, melirik peluang masker lukis yang lucu dengan pilihan karakter, hobi dan disertai nama. Jika sebelumnya pilihan produk yang ia buat terbatas hanya pada tas dan pesanan ilustrasi, saat ini Galeri Odelle merambah ke produk seni kriya lainnya yang terbuat dari kulit.

7. Amigurumi Emak Gaoel 

Ketika pebisnis lain bingung mencari celah pasar, seorang penulis yang banting setir menjadi crafter malah kebanjiran order boneka amigurumi, seni membuat boneka rajut yang asalnya dari Jepang. Ia mengaku bisa menyalurkan hobi sekaligus menjadi pebisnis.

Komoditas Bisnis Seni Kriya Keramik

8. KaktusQu Lucu

Menjual tanaman hias? Sudah biasa. Tapi yang tak biasa adalah jika tanaman kaktus hias itu kamu kemas dalam aneka pot-pot gerabah unik dengan cat berwarna-warni ceria. Tentu saja produk seni kriya ini banyak konsumen serbu. Karena sejak adanya pandemi, banyak masyarakat menggemari tanaman hias.

9. Kanna Keramik

Maraknya penggunaan beberapa fitur kamera telepon genggam untuk di-upload menjadi video pendek, terutama oleh para food vlogger, membuat konsumen mencari aneka keramik unik sebagai property foto. 

Kanna Keramik mengisi peluang tersebut, dengan menyajikan aneka seni kriya hand painted pottery. Menggunakan akun instagram, untuk menyajikan pemotretan behind the scene membuat konsumen merasa dekat dan ingin memiliki hasil karya mereka.

Komoditas Bisnis Seni Kriya Kulit

10. CJ Series by Chicco Jericho

Para seniman film dan musik juga ikut merasakan lesunya rumah produksi film selama pandemi. Untunglah selain terkenal sebagai aktor Indonesia yang berbakat, Chicco Jericho saat ini berkolaborasi dengan produk alas kaki sepatu asal Bandung, Brodo, dengan brand CJ Series. 

CJ Series mengedepankan desain, dan kualitas bahan dari produk kulit mereka sehingga memberikan kenyamanan pada penggunanya. Keuntungan lain, tentu saja karena nama Chicco Jericho sudah terkenal, ia bisa memamerkan produk seni kriya kerajinan kulitnya di akun media sosial miliknya.

Kesepuluh nama yang bertahan dalam membuat komoditas bisnis yang menjanjikan di tengah pandemi Covid-19, membuktikan bahwa kamu tak perlu ragu untuk terjun sebagai pebisnis lokal produk seni kriya Indonesia.