fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Psikologi Harga: Pentingnya Menentukan Harga untuk Citra Brand

LummoSHOP_Psikologi Harga

“Eh, harganya kok terlalu murah, ya. Jangan-jangan kualitasnya jelek!”
“Mahal amat sih harganya, wong barangnya b aja!”
“Curiga deh kalau harganya murah gitu, jangan-jangan palsu. Ada harga, ada rupa loh,”

Pernah mendengar percakapan di atas? Atau, kita sendiri mungkin pernah mengalami. Melihat harga barang tertentu murah, curiga kualitasnya jelek. Sementara, melihat harga barang tertentu mahal, bertanya-tanya juga bagaimana mungkin produknya biasa saja tapi harganya bisa overrated.

Nyatanya, menentukan harga tak semudah mengedipkan mata. Seolah, ini menjadi tantangan tersendiri dalam digital marketing. Dalam menentukan harga, selain HPP atau Harga Pokok Penjualan, ada juga istilah psikologi harga yang berpengaruh pada citra konsumen terhadap brand toko online kamu. Jika kurang tepat dalam menentukan harga, konsumen bisa beranggapan macam-macam seperti percakapan di atas.

 

Apa Itu Psikologi Harga?

Istilah psikologi harga mungkin masih sedikit asing bagi beberapa pelaku bisnis. Padahal bisa jadi, secara tidak sengaja, dalam keseharian mereka sudah “mempraktikkan” hal tersebut. Secara sederhana, psikologi harga adalah salah satu cara sukses jualan online dalam hal penetapan harga yang sekiranya bisa menarik minat konsumen untuk membeli karena sejatinya meskipun harga hampir sama tapi beda satu digit saja, hal tersebut bisa memengaruhi konsumen.

Misalnya, mana yang lebih menarik: harga 10.000 atau 9.999? Konsumen cenderung menganggap bahwa harga kedua lebih menarik atau lebih murah padahal hanya selisih 1 rupiah alias tak terlalu banyak bedanya.

Mengapa Trik Psikologi Harga Dinilai Cukup Efektif untuk Menarik Minat Pembeli?

Berikut bberapa alasan mengapa psikologi harga cukup efektif untuk menarik minat pembeli. 

  1. Ya, sebagaimana contoh di atas. Nyatanya, psikologi harga ini cukup efektif dalam digital marketing atau online marketing. Konsumen cenderung memilih produk seharga 9.999 ketimbang yang seharga 10.000. Dari sisi psikologis, konsumen merasa “menang” karena sudah berhasil membeli harga lebih murah meskipun selisih 1 rupiah saja.
  1. Konsumen cenderung menganggap bahwa harga ganjil lebih murah daripada genap. Maka, alih-alih menggenapkan harga produk di toko online kamu agar tidak repot dalam menghitung misalnya, akan lebih efektif jika menampilkan harga ganjil. Seperti contoh di atas misalnya: 10.000 vs 9.999?
  1. Konsumen tidak menyukai kerugian, lebih menyukai keuntungan sekecil apa pun itu. Tentu saja ini tidak hanya konsumen. Kita semua juga begini. Siapa sih yang mau rugi? Nah, inilah yang kemudian “dimanfaatkan” oleh para pebisnis online dalam strategi online marketing atau digital marketing mereka. Seperti contoh di atas misalnya, konsumen akan merasa rugi jika harus bayar 10.000, sebaliknya mereka akan merasa untuk dengan “hanya” membayar 9.999.
  1. Konsumen cenderung hanya melihat angka depannya ketimbang keseluruhan. Misalnya harga 10.000 vs 9.999, yang ada dalam benak konsumen adalah 10 vs 9. Pun untuk kasus harga lainnya, misalnya 8.000 vs 7.979, konsumen “hanya” akan melihat 8 vs 7 saja.

 Rasanya cukup logis ya jika psikologi harga bisa menjadi cara sukses jualan online kamu.

 

Beberapa Teknik Psikologi Harga untuk Strategi Bisnismu 

LummoSHOP_Psikologi Harga

  1. Prestige Pricing

Adalah cara jualan online dengan “sengaja” menawarkan harga tinggi untuk memberi kesan bahwa produk yang dijual memang berkualitas wah. Sebagaimana contoh di awal, konsumen cenderung berpikir bahwa ada harga ya ada “rupa”. Salah satu contoh merek yang sukses dengan strategi ini adalah Apple. Siapa pun tahu bahwa harga merek tersebut memang di atas rata-rata, tapi justru karena itulah, merek tersebut sukses di pasaran karena dianggap memiliki kualitas yang di atas rata-rata juga.

Cara sukses jualan online dengan strategi ini bisa banget kamu terapkan jika produk kamu memang benar-benar berkualitas serta menawarkan sesuatu yang jarang/tidak ditawarkan oleh produk serupa atau jika layanan yang kamu berikan juga di atas rata-rata serta image brand kamu di mata konsumen sudah sangat kuat.

  1.   Charm Pricing

 Berbeda dengan sebelumnya, strategi ini adalah dengan cara mengurangi harga sedikit saja dari harga yang sebenarnya. Seperti contoh di atas misalnya, dari 10.000 menjadi 9.999. Konsumen akan menganggap harga kedua lebih murah daripada pertama padahal sebenarnya sama saja. 

Cara jualan online atau online marketing dengan metode charm pricing ini cukup populer alias mainstream. Kamu bisa menemukannya di mana-mana. Sehingga untuk membedakan produkmu dengan yang lain meskipun secara harga mungkin serupa adalah dengan pelayanan yang harus di atas rata-rata. 

  1. Teknik Umpan atau Decoy Effect

Strategi jualan ini kerap dipakai di bioskop saat jualan minuman atau popcorn meskipun bisa juga diadopsi sebagai salah satu cara jualan online. Strategi ini didasarkan pada keinginan konsumen yang cenderung ingin mendapatkan harga semurah-murahnya dengan hasil yang sebesar-besarnya. Misalnya, ketika konsumen beli kopi di kafe dan ia harus memilih apakah beli kopi kecil seharga Rp20.000 ataukah besar seharga Rp40.000 atau katakanlah Rp35.000, mereka cenderung akan memilih harga yang lebih murah yaitu Rp20.000. Itu sebabnya, hadirlah pilihan ketiga yaitu medium seharga Rp25.000 yang diharapkan bisa mengubah keputusan konsumen untuk lebih memilihnya. Dari sisi konsumen, dia merasa mendapatkan harga lebih murah untuk hasil yang lebih banyak.

 

Saatnya Kamu Mempraktikkan Strategi Psikologi Harga

Setelah membaca keterangan di atas, kamu mungkin akan mempertimbangkan strategi psikologi harga ini untuk toko online kamu. Namun, pertama-tama, kamu harus punya website jualan sendiri. Kamu bisa menggunakan aplikasi LummoSHOP untuk mewujudkannya. Dengan memiliki website jualan sendiri yang bisa kamu buat pakai LummoSHOP, kamu bisa lebih leluasa, termasuk dalam hal menerapkan strategi psikologi harga.

LummoSHOP_Psikologi HargaAplikasi LummoSHOP cocok untuk segala jenis bisnis, dilengkapi dengan fitur-fitur yang mencakup semua kebutuhan operasional bisnis online. Kamu bisa membuat toko online gratis dengan mudah tanpa ribet. Setelah membuat website toko online pribadi gratis artinya kamu juga sudah memiliki domain gratis, kamu bisa langsung beriklan atau berpromosi produk kamu dengan strategi yang sudah dijelaskan di atas. 

Selain itu, kamu akan mendapatkan bekal untuk mempelajari cara mudah pasang iklan di media sosial seperti cara iklan di Instagram, karena di LummoSHOP memiliki sebuah komunitas yang menjadi wadah pelatihan terkait digital marketing dan berbagai topik bisnis lainnya. Jadi, bukan hanya bisnis yang berkembang, tapi pengetahuan dan keterampilan kamu sebagai pebisnis juga terasah.

 

Kesimpulan

Harga menjadi salah satu faktor penting dalam bisnis online. Dalam menentukannya, tak hanya mempertimbangkan HPP atau Harga Pokok Penjualan melainkan juga strategi lain seperti psikologi harga. Agar bisa leluasa menerapkan strategi tersebut, sebaiknya kamu memiliki website bisnis sendiri. Cara buat website jualan cukup mudah dengan aplikasi LummoSHOP. Selamat mencoba, ya!