fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ragam Bahan Baku Seni Kriya Berikut Keunggulan dan Kekurangannya

bahan baku seni kriya

Seni kriya atau seni yang berasal dari sentuhan tangan dengan ragam bahan baku terus mengalami perkembangan yang positif di Tanah Air. Bahkan, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sudah mengakui seni kriya dari Indonesia dengan memberikan beberapa kali penghargaan sebagaimana kompas.com melansir. Sebut saja wayang kulit yang mendapat pengakuan UNESCO tahun 2003. Menyusul kemudian keris pada 2005, dan batik di 2009. Ada banyak budaya di Tanah Air, artinya ada beragam pula bahan baku seni kriya. Seni tersebut termasuk simbol kekayaan bangsa.

Apa saja ragam bahan baku seni kriya serta apa keunggulan & kekurangannya? Simak pada artikel ini. Siapa tahu, kamu tertarik menjadi pebisnis seni ini.

(Baca juga: Produk Kerajinan Tangan yang Berharga Jual Tinggi)

  1. Kriya Kayu

bahan baku seni kriya

Sebagaimana namanya, bahan baku seni kriya kayu ini adalah kayu. Seni kriya ini menggabungkan dua hal sekaligus, yakni unsur fungsi atau kegunaan dan estetika atau keindahan. Sebut saja patung kayu, ukiran kayu, furnitur dari kayu, dan topeng kayu adalah beberapa contoh di antaranya. Kalau melihat sekitar, kamu mungkin sepakat bahwa kriya kayu ini populer. Namun, di balik kepopulerannya, ada keunggulan dan kekurangannya yang harus kamu tahu.

Keunggulan:

Meskipun ragam bahan baku kriya yang terbuat dari kayu ini masih bisa dibagi berdasarkan jenis-jenis kayu yang ada yang notabene memiliki ciri khas masing-masing, namun secara umum, inilah keunggulan bahan baku seni kriya kayu.

  • Kuat.
  • Tahan lama apalagi jika rutin kamu rawat.
  • Fleksibel atau mudah kamu bentuk sesuai keinginan.
  • Tahan terhadap listrik atau isolator sehingga kamu tak perlu khawatir kesetrum.
  • Menimbulkan nuansa dingin dan damai sehingga cocok untuk daerah tropis seperti di Tanah Air.

Kekurangan:

Selain keunggulannya, bahan baku seni kriya kayu juga memiliki kekurangan yaitu sebagai berikut.

  • Rentan terhadap api.
  • Rawan akan serangan rayap.
  • Jumlahnya semakin langka bahkan lama-lama bisa habis kalau tak ada tindakan tegas seperti reboisasi.
  • Kadang tidak tahan terhadap lembap.
  1. Kriya Tekstil

Ragam bahan baku kriya berikutnya adalah terbuat dari tekstil seperti kain, benang, dan yang berhubungan dengannya. Adapun contoh dari kriya tekstil, yakni batik, songket, tenun, makrame, dan tapestri. Sama seperti kayu, bahan baku seni kriya tekstil ini juga memiliki keunggulan dan kekurangan.

Keunggulan:

  • Untuk menunjang kegiatan sehari-hari maupun sebagai kebutuhan akan sandang, misalnya sarung.
  • Memiliki nilai keindahan, misalnya sarung bantal, taplak meja, gorden, dan lain-lain.
  • Memiliki nilai filosofi, misalnya batik.
  • Memuat ciri khas sesuai daerahnya, misalnya tenun dari Bali, Lombok, Sumbawa, Flores pastinya memiliki corak serta model yang berbeda dengan kekhasan masing-masing.

(Baca juga: Tips Menjual Produk Kebutuhan Sehari-Hari Secara Online)

Kekurangan:

  • Ada yang proses produksinya lama, butuh kesabaran luar biasa.
  • Mengingat prosesnya lama, harganya pun terbilang mahal. Artinya, tak semua kalangan bisa menjadi target pasarnya.
  1. Kriya Keramik

Ragam bahan baku kriya berikutnya adalah keramik. Adapun contoh produk kriya keramik ini adalah vas bunga, piring atau gelas hias, dan masih banyak lagi. Sebagaimana dua poin sebelumnya, bahan baku seni kriya keramik ini memiliki keunggulan dan kekurangan sebagaimana berikut.

Keunggulan:

  • Fleksibel, bisa menjadi beragam bentuk.
  • Mudah dibersihkan, bahkan hanya tinggal mengelapnya dengan air saja bisa.
  • Tidak memerlukan perawatan khusus.
  • Tahan terhadap lembap.
  • Harganya cenderung terjangkau.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Relatif mudah didapatkan.

Kekurangan:

  • Terlalu keras.
  • Jika sudah pecah, sulit untuk diperbaiki.
  • Tak tahan terhadap tekanan, bisa retak.
  1. Kriya Logam

Ragam bahan baku kriya selanjutnya adalah berasal dari logam (aluminium, besi, baja, emas, kuningan, dan jenis logam lainnya). Contoh kriya logam yang bisa kamu temui dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya pisau, miniatur benda seperti kendaraan, patung dari logam, peralatan rumah tangga, plakat, kubah masjid, dan masih banyak lagi.

Keunggulan:

  • Kuat, tak mudah hancur atau pecah.
  • Karena kuat, maka ia cenderung awet.
  • Bebas rayap.

Kekurangan:

  • Bisa berkarat sehingga perlu perawatan khusus.
  • Merupakan konduktor atau penghantar listrik yang baik, sehingga harus berhati-hati menggunakan.
  • Penghantar panas. Bisa membuat suhu di sekitarnya panas.

(Baca juga: Apa yang Dipersiapkan dalam Menjual Barang Kebutuhan Sehari-hari)

  1. Kriya Kulit

Kriya kulit adalah kerajinan tangan dengan kulit sebagai bahan bakunya. Adapun kulit yang kerap pengrajin gunakan adalah kulit sapi, buaya, ular, kerbau, dan masih banyak lagi. Contoh produk kriya kulit ini adalah tas, dompet, gesper, jaket, wayang, dan segala sesuatu yang berasal dari kulit. Sama seperti sebelumnya, dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti sudah tak asing lagi dengan beragam benda dari kulit tersebut. Begitu, bukan?

Keunggulan:

  • Kuat, sebut saja tas kulit asli yang digadang-gadang memiliki kekuatan cukup baik (tidak mudah putus), walaupun pilihan penggunaan kulit hewannya juga berpengaruh.
  • Tahan air dan tahan gores.
  • Fleksibel jika dibandingkan dengan kain, walaupun jenis kulit hewan yang digunakan juga berpengaruh.
  • Punya corak yang unik sesuai dengan jenis kulit hewan apa yang digunakan.
  • Mudah dibersihkan, cukup dilap pun bisa.

Kekurangan:

  • Jumlah kulit semakin langka, bahkan hewan-hewan tersebut terancam punah karena diambil kulitnya saja.
  • Harganya mahal, semua juga tahu bahwa harga produk berbahan kulit asli lebih mahal sehingga tak semua konsumen bisa menjadi target pasarnya.
  • Warnanya bisa pudar jika terlalu lama kena sinar matahari langsung.
  • Tak boleh juga diletakkan di tempat yang terlalu lembap.

(Baca juga: Kiat Menarik Minat Investor untuk Bisnis Fashion-mu)

  1. Kriya Batu

Ragam bahan baku seni kriya yang terakhir adalah terbuat dari batu. Contoh kriya batu adalah ragam benda atau peralatan rumah tangga yang berasal dari batu hingga hiasan. Adapun keunggulan dan kekurangannya adalah sebagai berikut.

Keunggulan:

  • Kuat alias tahan banting, tidak mudah pecah.
  • Bahan baku seni kriya dari batu ragamnya banyak: ada yang dari batu granit, batu gamping, batu pualam, batu sabun, batu marmer, dll.
  • Memiliki nilai estetika yang tinggi.
  • Terhindar dari jamur dan rayap.

Kekurangan:

  • Lama-lama bisa lapuk juga kalau terpapar panas dan hujan dalam jangka waktu lama.
  • Jumlahnya semakin langka.

https://www.lummoshop.co.id/blog/dukungan-pemerintah-untuk-bisnis-modal-kecil-ini-yang-perlu-kamu-tahu/

Ragam bahan baku seni kriya ada beragam mulai dari yang mudah kamu dapat hingga yang susah. Fungsi seni kriya pun tak hanya untuk hiasan, juga untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui situsnya, mengatakan bahwa sektor kriya merupakan sektor yang tangguh saat pandemi. Masih menurut sumber yang sama, pada 2019, produk kriya bahkan menyumbang Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 14,9%.

(Baca juga: Dukungan Pemerintah untuk Bisnis Modal Kecil, Ini yang Perlu Kamu Tahu)

Mengingat prospeknya yang bagus serta ragamnya yang banyak, kamu bisa, lho, menjadikan seni kriya sebagai bisnis. Kamu tinggal memilih saja di antara sekian banyak ragam bahan baku seni kriya di atas. Manakah yang paling kamu minati atau dekat denganmu? Masalah pemasaran pun semakin mudah dengan adanya media online. Bagaimana? Tertarik untuk menjadi salah satu pelaku bisnisnya? Selamat mencoba, ya! Berbisnis seni kriya secara tidak langsung juga melestarikan budaya bangsa.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP