fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ragam, Manfaat dan tips Mengoptimalkan Iklan untuk Branding Bisnis

iklan adalah mengoptimalkan iklan untuk branding 01

Secara definitif iklan adalah cara menyampaikan pesan ke publik dengan tujuan memengaruhi keputusan khalayak untuk membeli suatu produk atau menggunakan jasa tertentu. Media penyampaian iklan tentu saja beragam, mulai dari televisi, radio, surat kabar, majalah, baliho, spanduk, sampai media online dan media sosial. 

Memproduksi iklan yang informatif dan komunikatif serta fokus pada komunikasi informasi tentang produk atau jasa, dan keunikan iklan,  menjadi langkah awal mengoptimalkan iklan untuk branding. Biasanya, khalayak akan lebih mudah menerima dan cepat mengingat iklan yang unik tapi tetap informatif. 

Salah satu iklan yang viral dan rasanya masih kita ingat ialah iklan sebuah produk es krim yang muncul tahun 1997. Iklan tersebut bergaya sinetron kolosal yang kala itu menjadi ciri khas tayangan salah satu stasiun televisi.

Iklan berjudul Kisah Legenda Nusantara ini nyeleneh, konyol, tapi juga menghibur. Adegan berkelahi sampai penggunaan elang sebagai kendaraan sungguh menggelitik. Lucunya lagi, setting dan properti kekinian seperti ponsel dengan casing ukiran emas, suara GPS, dan freezer berisi es krim yang kontras dengan suasana kolosal zaman kerajaan justru terasa menghibur. 

Efek visual yang sama sekali nggak keren, dialog agak lebay, membuat iklan ini mudah diingat. Sampai-sampai kita nggak percaya, kalau iklan yang cenderung norak itu besutan sutradara Dimas Djayadiningrat yang memang sudah kawakan di dunia film. Artinya, butuh kreativitas yang kadang melampaui batas untuk mengoptimalkan iklan untuk branding

Apa itu iklan?

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. 

Sementara menurut economictimes.indiatimes.com, iklan adalah sarana komunikasi dengan pengguna produk atau layanan. Iklan merupakan pesan yang dibayar oleh mereka yang mengirimnya dengan tujuan untuk menginformasikan atau memengaruhi penerimanya. 

Senada dengan kedua pengertian di atas, oberlo.com menuliskan bahwa iklan adalah kegiatan promosi yang bertujuan untuk menjual produk atau jasa kepada khalayak yang menjadi sasaran. Iklan merupakan bentuk pemasaran tertua. Hebatnya, iklan bisa menjadi niche atau menargetkan audiens kecil atau umum atau menargetkan audiens yang lebih besar. 

Jenis-jenis iklan

Sesuai kemajuan dan perkembangan zaman, kita bisa membagi jenis-jenis iklan ke dalam dua kategori, yakni iklan tradisional dan iklan digital. 

Iklan tradisional adalah iklan offline yang melibatkan saluran seperti majalah, Koran, radio, televisi, surat langsung, atau papan iklan. Sedangkan iklan digital tentu saja memanfaatkan saluran online seperti website, platform media sosial, atau mesin pencari. 

Iklan tradisional

 iklan adalah mengoptimalkan iklan untuk branding 021. Iklan cetak

Iklan yang menggunakan media seperti majalah, koran, pamflet, leaflet, dan semacamnya. 

2. Billboard

Nah ini yang bisa kamu temukan menjulang di sisi-sisi jalan, atau area yang lalu lintas pengunjungnya ramai. 

3. Iklan televisi

Bagi kamu yang besar di era 90-an, di mana stasiun televisi mulai ramai bermunculan, kamu pasti merasakan betapa menonton iklan pada masa itu terasa menyenangkan dan justru menghibur. Karena ketika itu, rumah-rumah produksi sangat serius dan kaya ide dalam memproduksi iklan. 

Sampai saat ini, media televisi masih menarik bagi pengiklan, hanya saja karena perhitungan harga iklan biasanya berdasarkan durasi dan jam tayang, maka banyak pengiklan memilih beralih ke media digital yang lebih terjangkau. 

4. Iklan radio

Berbeda dengan iklan cetak dan televisi, iklan di radio sangat mengandalkan audio dan narasi yang membawa pendengarnya berimajinasi tentang isi tawaran iklan. Biasanya, pendengar radio lebih senang iklan yang singkat, to the point, dengan tagline-tagline unik yang mengajak pendengar membeli atau mencoba produk atau jasa tertentu. 

Iklan digital

1. Media sosial

Kita sepakat ya bahwa media sosial dengan jumlah pengguna yang besar dan terus bertambah menjadi sangat potensial sebagai media beriklan. Media sosial juga menjadi sarana mengoptimalkan iklan untuk branding bagi para pebisnis yang anggarannya terbatas. 

Asyiknya lagi, beriklan di media sosial memungkinkan kamu menargetkan audiens sesuai karakter jualanmu. Selain itu, beriklan di media sosial memberimu ruang kreativitas yang luas. Entah ingin menampilkan iklan display, video, menggunakan influencer, dan lainnya. Kelebihannya lagi, kamu bisa langsung mendapat umpan balik dari iklan yang kamu tampilkan. 

2. Mesin pencari

Beriklan di mesin pencari terbilang efektif. Karena kamu bisa menyesuaikan iklan dengan pencarian kata kunci terpopuler. 

3. Iklan display

Iklan ini merupakan bentuk paling dasar dari iklan digital. Biasanya terdiri dan gambar dan teks, lalu muncul dalam bentuk banner atau iklan popup di situs website atau blog. Iklan jenis ini sebenarnya tidak menargetkan segmen tertentu, tapi supaya banyak orang melihatnya. 

4. Iklan video

Biasanya iklan ini muncul sebelum kamu menyaksikan konten di YouTube atau bisa pula tayang di Facebook. Tentu saja, karena dalam bentuk video, produksi kontennya agak lebih menantang. 

Kamu harus membuat konsep videonya, pengambilan gambar, editing, dan komponen lain yang membuat pesan tersampaikan dan memikat pemirsanya. Meskipun visualisinya penting, tapi jangan sampai mengabaikan pesan dan tujuan dari iklan. 

Harga iklan tradisional vs digital

Faktanya memang harga iklan tradisional lebih mahal ketimbang iklan digital. Tak heran kalau banyak pebisnis atau pengiklan kini beralih ke iklan digital. Selain lebih ramah di kantong, jangkauan iklan digital juga lebih luas, lebih tepat sasaran, dan realtime

Meski beriklan di media digital jauh lebih menarik, namun berdasarkan laporan tahunan Nielsen, belanja iklan televisi masih cukup tinggi. Nielsen melaporkan, belanja iklan televisi, channel digital, media cetak, dan radio mencapai Rp259 triliun.

Dari angka tersebut, para pemilik brand atau pengiklan masih menggemari televisi sebagai saluran iklan. Nielsen mencatat, porsi belanja iklan televisi mencapai 78,2%, diikuti saluran digital sebesar 15,9%, media cetak sebesar 5,5%, dan radio di urutan terakhir sebanyak 0,4%. 

Lalu berapa tarif pasang iklan di televisi? Yang perlu kamu ketahui, jam tayang ikut menentukan harga iklan. Di dunia televisi jam tayang terbagi atas daytime dan primetime. Daytime ialah jam tayang siang hari, sedangkan primetime mulai dari jam 18.00 sampai 23.00. 

Nah, biasanya penonton jumlah penonton primetime lebih banyak ketimbang siang hari, jadi jangan kaget kalau harga iklan pada jam ini lebih tinggi. Sebagai gambaran, harga iklan adalah Rp14 juta sampai Rp100 juta dengan durasi 30 detik. 

Sementara itu, di media cetak harga iklan adalah beragam, tergantung di media mana kamu ingin beriklan. Selain itu, iklan media cetak juga banyak bentuknya, mulai dari iklan baris, display, sampai advertorial.  

Tapi kalau bujetmu terbatas, iklan digital bisa jadi solusinya. Iklan digital jauh lebih fleksibel soal harga. Iklan di Facebook harganya berkisar dari 5 dolar AS sampai Rp50.000 per satu iklan. Sedangkan di Youtube berkisar Rp300.000 sampai Rp1.500.000 untuk durasi tayang dua minggu. 

Dengan harga yang fleksibel dan jangkauan pasar yang lebih luas dan tepat sasaran, wajar saja kalau banyak pebisnis atau pemilik brand melirik iklan digital sebagai saluran pemasaran produk atau jasa mereka. 

Manfaat iklan untuk branding bisnis

 iklan adalah mengoptimalkan iklan untuk branding 031. Meningkatkan visibilitas brand di pasar

Ingat, jumlah pebisnis makin banyak jumlahnya, artinya kompetisi semakin ketat. Beriklan bisa menjadi cara untuk membuat bisnismu menonjol di tengah pasar yang ramai. Setidaknya, kalau iklanmu menarik, komunikatif, dan unik, kamu bisa menarik perhatian audiens atau konsumen. 

2. Menambah basis pelanggan

Iklan adalah efektif salah satunya jika bisa membantu meningkatkan jumlah pelanggan. Jangan keburu gentar dengan adanya kompetitor. Bisa jadi, kalau iklanmu menarik, konsumen akan lebih tertarik berkenalan dengan produk jualanmu ketimbang milik kompetitor. 

3. Meningkatkan reputasi

Konon, bisnis yang beriklan lebih sering bisa mendapat lebih banyak kepercayaan dari konsumen. Wajar sih, karena dengan semakin sering beriklan, semakin banyak pula audiens yang mengenal produk atau jasanya, lalu terdorong untuk membeli atau mencoba layanannya. 

Dari situ konsumen akan memberikan umpan balik atas produk atau layanan yang mereka rasakan. Nah, ini menjadi catatanmu sebagai pebisnis. Jangan cuma gencar beriklan. Tapi juga jaga kualitas produk dan layanan. 

Trik mengoptimalkan iklan untuk branding 

Efektivitas iklan adalah yang mampu membuat audiens mengingat iklan tersebut, selain tentu saja informatif dan komunikatif sehingga audiens mudah memahami maksud dari iklan. Berikut ini sejumlah trik untuk mengoptimalkan iklan untuk branding

1. Sederhana dan tidak bertele-tele

Tujuan iklan adalah membujuk atau mendorong seseorang membeli produk atau jasa tertentu. Untuk menghasilkan iklan yang tidak bertele-tele dan simpel, setidaknya ada lima prinsip dasar yang harus kamu penuhi:

  • Judul: buat judul yang menarik perhatian. Tak perlu panjang-panjang yang penting menarik perhatian.
  • Sub judul: penjelasan singkat yang berkaitan dengan judul.
  • Isi: ini bagian utama dari iklan. Pastikan dalam isi iklan, fitur, manfaat, dan keunggulan produk atau jasa tercantum. 
  • Gambar: gunakan gambar yang bagus baik dari komposisi dan resolusi. Pastikan produkmu terlihat, kecuali kalau kamu beriklan di radio kamu tentu tidak memerlukan gambar. 
  • Call to action: tutup iklan dengan ajakan bertindak. Entah dengan mengajak audiens mengunjungi website, masuk ke toko online milikmu, menelepon call center dan lainnya. 

2. Menyentuh emosi audiens

Kamu mungkin sering menyaksikan, iklan-iklan asuransi asal Thailand yang begitu menyentuh perasaan. Pengemasan cerita membuat kita tidak menyadari kalau kita sedang menyaksikan iklan. 

Yup, mengoptimalkan iklan untuk branding sebaiknya bisa menyentuh emosi audiens. Karena emosi menciptakan ingatan yang kuat dan membuat audiens merasa relate dengan produk atau jasa yang diiklankan. 

3. Sejalan dengan value merek milikmu

Iklan harus sesuai dengan nilai-nilai merek yang kamu tawarkan. Selain itu, juga harus sesuai dengan dimana kamu menempatkan brand bisnismu. Misalnya, kalau kamu menawarkan produk berbasis ramah lingkungan, kamu bisa menonjolkan kelebihan itu di iklan produkmu. 

4. Bisa dipercaya

Ya memang tujuan beriklan untuk menarik minat orang membeli, tapi jangan jualan janji. Kalau kamu mengatakan produkmu terbaik dan berkualitas, maka demikian konsumen menerima produk atau jasamu. Umpan balik yang negatif dari konsumen bakal membuat iklanmu sia-sia. 

5. Iklan terlihat profesional

Trik mengoptimalkan iklan untuk branding terakhir ialah memastikan iklan buatanmu nampak profesional. Kalau bujetmu lebih, kamu bisa merekrut tenaga profesional untuk mengerjakan iklanmu.

Tapi kalau kamu mengerjakannya sendiri, jangan berkecil hati, saat ini sudah banyak perangkat lunak yang bisa membantumu dalam mendesain iklan. Atau sudah banyak konten YouTube yang bisa jadi panduanmu memproduksi video iklan dengan bagus walau bermodal peralatan seadanya. 

Entah kamu memproduksi sendiri atau menggunakan tenaga profesional untuk membuat iklan, sebaiknya kamu banyak mencari referensi iklan yang memorable dan kuat dalam menyampaikan pesan. Kalau iklanmu saja sudah mencuri perhatian, maka produk atau jasa yang kamu tawarkan tentu mampu bersaing di pasaran.