fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Red Ocean Strategy, Ini yang Perlu Pebisnis Perhatikan Biar Cuan

Red ocean strategy

Setiap bisnis memiliki persaingan antar sesama pebisnis di bidang yang sama. Apalagi, banyak produk memiliki kesamaan satu sama lain di dalam pasar. Hal tersebut berkaitan dengan satu konsep dalam dunia marketing bernama red ocean strategy.

Red ocean strategy mengandalkan permintaan konsumen yang sudah ada guna meraih profit maksimal. Konsekuensinya, pelaku bisnis harus bekerja ekstra keras guna mempertahankan pangsa pasar karena terdapat banyak pebisnis lain di industri yang sama.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Mengenal Red Ocean Strategy

Strategi samudra merah merujuk pada kondisi di mana permintaan pasar sudah terbentuk. Sehingga, untuk memulai bisnis pada pasar tersebut, para pebisnis harus bersaing dengan banyak kompetitor lama. Untuk mempertahankan atau meraih pangsa pasar, kamu harus melakukan analisis kompetitor. Tujuannya adalah memprediksi strategi apa yang akan mereka terapkan agar kamu tidak ketinggalan. 

Jika melihat dari permintaan pasar yang besar, kamu dapat mencuri pangsa pasar kompetitor lain dengan cara memberikan atau memuaskan apa yang konsumen cari. Namun, produk atau layanan yang kamu sediakan itu tidak tersedia di kompetitor lain.

Sayangnya, dalam banyak kasus terdapat konsekuensi dari permintaan pasar yang sudah solid. Salah satunya, kamu harus membuat produk yang memiliki kemiripan dengan kompetitor dalam rangka menggaet konsumen.

Butuh Inovasi

Dalam red ocean market, pebisnis harus bersaing ketat sehingga inovasi pemasaran menjadi hal yang sangat menguntungkan. Dengan memiliki kepekaan tinggi terhadap konsumen dan seleranya, kamu bisa untung jika merumuskan terobosan terbaru.

Menjadi pelopor terobosan baru dalam pasar samudra merah tentu sangat menguntungkan karena pebisnis bisa mendapatkan sorotan utama dari konsumen. Namun, keuntungan itu harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya mengingat kompetitor juga akan membuat produk atau inovasi lain dalam waktu singkat.

Selain itu, ketatnya persaingan dalam pasar samudra merah menyebabkan konsumen sangat peka terhadap perbedaan harga. Hal ini menyebabkan pebisnis harus memutar otak ekstra keras guna memastikan produk-produknya tetap relevan di dalam pasar tetapi mempertahankan harga yang rendah. 

Karakter Red Ocean Strategy

Red ocean strategy

Setelah mengetahui red ocean strategy di dalam pasarnya yang sangat kompetitif, kamu perlu mengetahui karakternya. Berikut adalah beberapa karakter utama strategi samudra biru yang melansir dari Harappa Education

  • Pelaku bisnis bersaing dalam pasar dengan permintaan yang sudah ada sebelumnya, sehingga pebisnis tersebut tidak menciptakan pasar baru untuk dimasuki.
  • Pebisnis memanfaatkan permintaan yang sudah ada tersebut guna meraup laba usaha.
  • Kegiatan bisnis selalu diperbarui agar tetap relevan dengan konsumen.
  • Persaingan bisnis berkutat seputar trade off antara biaya atau nilai produk. Akibatnya, pebisnis harus memutuskan harus menambah nilai produk dengan konsekuensi biaya lebih tinggi atau tidak.

Perkembangan Teorinya

Red ocean strategy adalah sebuah gagasan yang diperkenalkan oleh Michael Porter melalui bukunya yaitu Competitive Strategy terbit pada tahun 1980-an. Porter sendiri adalah seorang profesor dari Harvard Business School yang banyak mempublikasikan buku dan artikel. Publikasi tersebut akhirnya banyak menjadi rujukan yang mana salah satunya adalah Competitive Strategy

Pada Competitive Strategy, ia mengemukakan Five Forces Model yang membahas mengenai aspek yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis untuk memperbesar pangsa pasar melalui persaingan yang telah ada. Baru pada tahun 2005, W. Chan Kim dan Renee Mauborgne menggagas istilah red ocean strategy dan blue ocean strategy sebagai dua strategi yang berbeda guna memperluas pangsa pasar.

Blue Ocean Strategy

Blue ocean strategy adalah strategi di mana pebisnis menciptakan pasar dari permintaan yang sebelumnya tidak ada. Salah satu contohnya adalah merek air minum Aqua. Pada awalnya, ide untuk menjual air minum di dalam kemasan adalah hal yang sangat asing di Indonesia.

Saat itu, permintaan adalah nol dan tidak ada kompetitor lain. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Aqua mendapatkan popularitasnya dan menjadi merek pertama yang muncul di benak konsumen ketika mencari produk air mineral.

Jika kamu memulai bisnis penjualan air mineral sekarang, maka kamu akan memasuki pasar samudra merah karena sudah ada banyak kompetitor di dalam pasar tersebut. Namun, jangan khawatir, dengan Five Forces Models yang dikembangkan oleh Michael Porter, kamu dapat menerapkannya pada bisnismu.

Prinsip Five Forces Models

Ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi saat akan melakukan red ocean strategy, antara lain:

  1. Substitute Products (Barang Substitusi)

Pasar dengan permintaan konsumen yang besar tentu berimbas pada banyaknya barang substitusi di dalamnya. Konsekuensinya, pebisnis harus selalu mempertimbangkan hal tersebut saat membuat keputusan bisnis karena adanya barang pengganti yang bernilai sama dengan produk terkait. 

  1. Industry Competitors (Pesaing Bisnis)

Pesaing bisnis atau kompetitor juga merupakan konsekuensi dari banyaknya permintaan konsumen dalam satu pasar. Para kompetitor menggunakan berbagai strategi seperti iklan, pemotongan harga dan strategi lainnya dalam rangka meningkatkan pangsa pasar mereka. 

Oleh sebab itu, di dalam pasar samudra merah, pebisnis harus adaptif dan selalu melakukan analisis kompetitor agar tetap mengikuti perkembangan pasar. 

  1. Bargaining Power of Buyers (Daya Tawar Konsumen)

Salah satu hal yang patut dipertimbangkan dalam Five Forces Model adalah adanya daya tawar konsumen. Secara umum, konsumen dapat menuntut kualitas produk agar lebih tinggi, menekan harga agar turun yang kemudian menyebabkan laba usaha berkurang.

Hal tersebut terutama dapat terjadi bila konsumen berada dalam jumlah besar sehingga posisi tawar meningkat serta apabila produk bukanlah barang esensial bagi mereka. 

  1. Potential Entrants (Pendatang yang Berpotensi Masuk ke Pasar)

Potential entrants adalah faktor yang tidak dapat diabaikan karena adanya kemudahan bagi siapa saja memasuki pasar. Meskipun begitu, biasanya barrier to entry atau hambatan masuk pasar bisa menjadi pertimbangan bagi pelaku bisnis mana pun. Pendatang yang berpotensi masuk biasanya memenuhi indikator berikut ini.

    • Diferensiasi produk yang menciptakan loyalitas konsumen.
    • Modal sebagai syarat untuk memasuki pasar.
    • Switching cost atau biaya peralihan jika berganti supplier.
    • Skala ekonomi yang berhubungan dengan biaya per unit yang dapat turun apabila skala bisnis mencapai tingkat tertentu.
    • Akses ke saluran pemasaran di mana pendatang baru harus membangunnya pada awal pendirian bisnis.
    • Cost disadvantages independent of scale yang merupakan keuntungan pelaku bisnis lama berupa akses ke barang mentah, teknologi yang sudah mumpuni dan lain-lain.
  1. Bargaining Power of Suppliers (Daya Tawar Supplier/Pemasok)

Dari sisi supplier atau pemasok barang mentah, pebisnis harus mempertimbangkannya sebagai aspek yang dapat mempengaruhi harga terlebih bila supplier memiliki daya tawar tinggi karena berjumlah sedikit.  Tingginya daya tawar supplier bisa memicu peningkatan harga yang selanjutnya dapat menyebabkan penurunan laba pada bisnismu.

Keuntungan Red Ocean Strategy

Red ocean strategy

Meskipun berdasarkan ulasan di atas, kompetisi pasar bersifat sangat ketat, tetapi ada beberapa manfaat atau keuntungan jika seorang pebisnis memasuki pasar samudra merah dan menerapkan strategi samudra merah. Berikut adalah penjelasannya.

  • Minim Risiko

Red ocean strategy adalah strategi pemasaran produk di mana sudah terdapat permintaan konsumen terhadap suatu barang/jasa. Jika dilihat dari sisi persaingan pasar, produk yang sudah ada tentu berarti telah ada banyak kompetitor lain pada pasar tersebut. 

Namun, pebisnis bisa meminimalkan risiko bisnis jika masuk ke dalam red ocean market sebab permintaan pasar sudah ada dan ia tidak harus menciptakannya mulai dari nol. Risiko tersebut tentu tidak bisa diminimalkan bila kamu masuk ke dalam blue ocean market di mana permintaan pasar belum terbentuk sama sekali. 

  • Prospek Bisnis di Masa Depan

Dengan melihat kontinuitas pada pasar, kamu dapat menganalisis prospek bisnisnya terlebih dulu. Melalui hal tersebut, keberlangsungan usaha bisa kamu ketahui bahkan sebelum kamu memulai bisnis tersebut.

Lagi-lagi aspek ini tidak bisa kamu dapatkan apabila kamu memulai bisnis dengan menjual barang/jasa yang belum pernah orang jual sebelumnya. Meskipun tidak ada kompetitor, tetapi hal tersebut bukan jaminan bahwa bisnismu akan bertahan dalam jangka waktu lama. 

  • Membutuhkan Lebih Sedikit Sumber Daya

Pebisnis yang memutuskan untuk terjun ke dalam pasar dengan red ocean strategy dapat menghemat sumber daya. Selain itu, biaya operasional jauh lebih banyak daripada mereka yang memutuskan untuk membuat produknya sendiri.

Alasannya, biaya riset & pengembangan dan biaya pemasaran untuk produk yang sudah ada tidak lebih tinggi daripada produk yang benar-benar baru. Sejalan dengan hal itu, red ocean market memang mengharuskan pebisnis melakukan strategi branding untuk menarik minat konsumen tetapi pebisnis tidak perlu memperkenalkan produk tersebut dari nol.

Itu tadi ulasan mengenai red ocean strategy dan bagaimana cara kerjanya. Selain itu, kamu dapat menerapkan Five Forces Models guna mengembangkan bisnismu pada pasar samudra merah. Selamat mencoba!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya