fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Remarketing untuk Sukseskan Bisnis Online, Ikuti Tips Berikut ini!

Remarketing

Saat berselancar di dunia maya, kamu merasakan pengalaman e-commerce dari satu situs ke situs lain. Namun, kamu belum sadar bahwa itu merupakan bagian dari strategi produsen untuk memasarkan ulang dagangannya. Hal itu merupakan strategi remarketing.

Melansir dari Google Ads Help, pengertian remarketing adalah strategi untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan situs web, aplikasi, atau e-commerce. Dengan kata lain, hal ini adalah sebuah strategi pebisnis untuk menarik konsumen.

Strateginya ialah saat user mengunjungi halaman web lalu ia keluar dan berselancar ke situs lainnya, maka iklan yang ada di halaman web tersebut akan muncul pada hampir semua situs yang user kunjungi. Kamu juga bisa menerapkan strategi ini pada website bisnismu setelah memahami seluk-beluknya di artikel ini

Alur Strategi Remarketing

Sebelum melakukannya, kamu perlu menganalisis dan menentukan target pasar untuk membagikan iklan. Hal ini sangat penting agar strategi yang kamu jalankan lebih efektif dan efisien. Kamu juga memerlukan program yang dapat membantu untuk memperoleh dan mengolah data konsumen dengan valid dan terpercaya.

Sederhananya, pada saat pengunjung website tidak tertarik untuk melanjutkan transaksi selanjutnya, marketer dengan strategi remarketing akan membuat iklan terus hadir dan tampak di mata pengunjung website-nya tersebut. Meskipun, mereka menelusuri website lainnya, iklan dari website sebelumnya akan muncul kembali di hadapannya.

Dengan strategi tersebut, calon konsumen akan terus terdorong untuk melakukan pembelian. Atau, setidaknya hal itu akan meningkatkan brand awareness di mata mereka. Berikut ini adalah alur kerja strategi remarketing:

  1. Pengunjung masuk dan menjelajahi halaman web, kemudian meninggalkan website tanpa melakukan transaksi selanjutnya.
  2. Setelah itu ia kembali menjelajahi halaman web lainnya.
  3. Di saat itulah pengunjung akan menemui iklan dari remarketing yang kamu lakukan.
  4. Ketika pengunjung tertarik dengan informasi yang kamu sajikan dalam iklan, maka ia akan kembali masuk ke halaman web kamu untuk melanjutkan transaksi.

Jenis-Jenis Remarketing

RemarketingAda beberapa jenis pemasaran ulang berdasarkan platform dan strategi yang pebisnis gunakan. Di antaranya sebagai berikut :

  1. Search Remarketing

Merupakan sebuah strategi yang pebisnis gunakan melalui search engine seperti Google. Hal ini paling populer banyak brand untuk meningkatkan penjualan melalui Google Ads. Kamu bisa menampilkan iklan di bagian atas hasil penelusuran Google.

Dengan menggunakan data pengunjung, Google dapat melacak traffic pada halaman tertentu di website kamu. Inilah yang Google Ads biasa gunakan untuk menggunakan Remarketing List for Search Ads, atau biasa orang menyingkatnya dengan RLSA.

  1. Display Remarketing

Jenis ini memiliki strategi yang sama dengan jenis sebelumnya. Yaitu, sama-sama menggunakan data pengunjung halaman untuk melakukan remarketing. Namun, yang membedakannya adalah peletakan iklan. Bentuknya dapat berupa teks, gambar atau video. Iklan akan tampil pada website yang ada di dalam jaringan platform beriklan.

  1. Email 

Email juga dapat berguna untuk menjalankan strategi remarketing. Caranya dengan mengirimkan email kepada pengunjung yang pernah berinteraksi dengan halaman web kamu. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan pengunjung agar mencoba produk yang kamu tawarkan, serta peluang penjualan pun akan lebih besar.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Media Sosial

Peran media sosial sangat besar untuk memasarkan produk atau brand kepada user yang menggunakannya. Apalagi, saat pebisnis menggunakan fitur iklan di dalam programnya. Contohnya, Facebook, ia memiliki ‘robot’ Facebook Pixel yang berguna untuk melacak pengunjung pada halaman web kamu. Selanjutnya, pengunjung tersebut akan menjadi target remarketing dalam Facebook.

  1. Dynamic Remarketing

Saat era digital belum berkembang secara pesat seperti sekarang, pebisnis tidak dapat mencetak katalog atau brosur secara detail sesuai yang konsumen konsumen. Biaya dan waktu yang mereka keluarkan juga menjadi sangat besar.

Setelah dynamic remarketing hadir, ia menjadi solusi untuk menjalankan marketing secara otomatis. Program ini berkembang sangat pesat setelah beberapa platform menerapkannya dalam Artificial Intelligence (AI) dengan kemampuan machine learning.

Tips Menerapkannya dalam Bisnis

RemarketingSetelah mengetahui dan memilih platform yang cocok untuk digunakan, selanjutnya kamu perlu mengetahui beberapa tips menerapkan strategi ini hingga bisa berjalan efektif.

  • Mengidentifikasi Halaman Web yang Akan Digunakan

Pertama-tama, kamu harus menentukan halaman website mana yang cocok untuk dilakukan remarketing. Halaman yang bagus digunakan adalah halaman website yang paling sering dikunjungi dan dicari oleh pengguna. Selain itu, juga memiliki transaksi yang tinggi.

Kamu dapat mengetahui kriterianya melalui Google Analytics. Ia akan menampilkan data dari setiap halaman web. Data inilah yang dapat digunakan untuk membandingkan halaman mana yang memiliki kinerja terbaik.

Ketika sudah menemukan halaman mana yang ingin digunakan, langkah selanjutnya adalah menempelkan kode remarketing pada halaman tersebut. Bisa dengan Google Analytics atau Facebook Pixel.

  • Membuat Iklan yang Menarik

Saat memasang iklan, baik itu di Facebook, Twitter atau di situs-situs lainnya, kamu hanya diberi ruang sedikit untuk memasang iklan. Jadi, pastikan kamu benar-benar memanfaatkan ruang yang kecil ini untuk menarik hati calon konsumen dan mendatangkan keuntungan yang mumpuni.

Caranya dengan membuat desain iklan minimalis namun memiliki pesan yang kuat, unik, dan dapat menjadi jawaban dari pertanyaan sebagian besar orang. Pilihlah kata-kata yang menjual akan tetapi jelas dan tepat sasaran. Kamu juga bisa memberikan diskon, free trial dan beberapa keuntungan lainnya sehingga pengunjung merasa rugi bila tidak mencoba saat itu juga.

Penggunaan warna yang mencolok juga dapat menarik perhatian orang untuk mengunjungi iklan tersebut. Dan yang tak kalah pentingnya adalah sediakanlah tombol klik yang mudah terlihat yang nantinya akan membawa pengunjung ke halaman website kamu.

  • Batasi Frekuensi Iklan

Kenapa hal ini sangat penting? Karena untuk menyampaikan pesan yang bagus dan tepat kepada pengunjung, kamu harus membatasi frekuensi munculnya iklan. Apabila terlalu sering, ada kemungkinan pengguna akan menganggapnya spam.

  • Mengelompokkan Target Pasar

Ingatlah bahwa tidak semua orang menyukai iklan yang kamu tawarkan. Jadi, berhentilah untuk menawarkan iklan yang sama kepada setiap pengunjung. Oleh sebab itu, kamu perlu mengelompokkan konsumen maupun calon konsumen sesuai dengan target pasar dan tujuan digital marketingmu. Hal ini dilakukan agar kamu dapat menampilkan iklan yang berbeda sesuai dengan ketertarikan masing-masing pengunjung.

  • Mencoba Berbagai Eksperimen

Jika semua hal sudah diterapkan, jangan lupa untuk melalukan eksperimen untuk mengetahui cara mana yang paling banyak mendatangkan keuntungan. Hal itu sekaligus menjadi evaluasi agar kinerja yang kamu lakukan semakin baik dari waktu ke waktu.

Itu dia beberapa info yang dapat membantu kamu untuk lebih memahami bagaimana menerapkan strategi remarketing pada bisnismu. Semoga bermanfaat dan menjadi solusi untuk meningkatkan target penjualanmu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

Merencanakan dengan Cermat Perihal Biaya Iklan di Instagram

Instagram Ads vs Influencer, Lebih Baik Mana? Cari Tahu di Sini

Tips Digital Marketing Gunakan Instagram Ads