fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Apa Itu Reseller? Begini Cara Kerja, Keuntungan, dan Cara Jadi Reseller

Reseller

Memulai bisnis online dengan karir reseller kini menjadi pilihan banyak orang. Menjadi reseller bisa jadi pilihan tepat mengawali bisnis sambil mempelajari seluk beluk dunia perdagangan. Kamu bisa memakai  media sosial dan berbagai aplikasi untuk menunjang bisnis sebagai reseller.  

Memahami Arti Reseller

Dari kosa katanya yang berasal dari Bahasa Inggris, reseller terdiri dari dua kata dasar, yakni “re” dan “seller”. Kata “re” berarti “kembali” atau bisa juga “ulang”. Sementara “seller” artinya menjual. Gabungan dua kosakata tersebut memberi pengertian mengenai reseller dalam konteks bisnis sebagai seseorang yang menjual barang dagangan yang sumber penyediaannya dari pemilik barang. Para pemilik barang yang berhubungan dengan reseller itu kerap disebut supplier 

Modal untuk menjadi reseller tidak terlalu besar. Karena itu, kegiatan “menjualkan kembali” ini menjadi relatif mudah. Bahkan bisa menjadi kegiatan sampingan di kala kamu memiliki pekerjaan lain.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Cara Kerja Reseller

Kamu sudah paham apa itu reseller, sekarang berarti kamu sudah bisa menangkap bagaimana model bisnis reseller bekerja. Model bisnis ini sangat cocok  banget buat kamu yang ingin merintis usaha sendiri karena bisa mengambil barang dari berbagai produsen, atau bahkan dari reseller lain.

Setelah memiliki barangnya, kamu bisa mulai mempromosikannya dengan cara dipotret kemudian dibagikan dengan keterangan barang di kanal jualan kamu seperti media sosial, website marketplace ataupun website jualan kamu sendiri. Kamu bisa mematok harga yang lebih tinggi dari harga awal ketika membelinya, untuk mendapatkan keuntungan. Tapi, jangan memasang harga yang terlalu tinggi dari harga awal lho.

Keuntungan Menjadi Reseller

Selain bisa menentukan harga sendiri untuk mendapatkan keuntungan, terkadang produsen atau supplier juga akan memberikan potongan harga saat reseller menyetok barang. Dengan begitu, keuntungan yang didapat juga bisa semakin besar.

Berikut adalah 5 keuntungan yang bisa didapatkan dengan berjualan dengan model reseller:

  • Menjual banyak produk : Jika Anda menjadi reseller, kamu dapat menjual berbagai macam produk. Contoh ketika kamu menjual pakaian, kamu juga bisa mengembangkan bisnis dengan menjual sepatu, aksesori, tas tangan, atau produk lainnya.
  • Tidak menghabiskan banyak waktu : Seorang reseller dapat menjalankan bisnisnya tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk usahanya tersebut. Ini karena sebagian besar prosesnya dapat berjalan secara otomatis, sehingga kamu dapat mengelola bisnis dengan mudah dan memiliki waktu untuk melakukan hal lain.
  • Meluncurkan bisnis lebih cepat : Tidak perlu menyewa toko, memproduksi barang, atau pun merekrut karyawan. Kamu hanya perlu tahu tren apa yang sedang diminati oleh masyarakat, kemudian mencari produk yang tepat. Dan di saat itu juga kamu telah mendirikan unit bisnis kamu sendiri.
  • Mudah memperluas ke vertikal lain : Saat kamu memutuskan untuk menjadi reseller, kamu tidak akan dibatasi oleh kategori produk. Seorang reseller juga dapat menguji ceruk lain tanpa harus membeli inventaris tambahan. Kamu dapat mengembangkan pilihan produk kamu hanya dengan mengklik tombol.
  • Risiko keuangan lebih rendah : Reseller adalah model bisnis yang sempurna untuk pengusaha baru yang sadar anggaran atau yang berusaha menghindari risiko. Kamu tidak perlu membeli inventaris massal. Biaya pengiriman juga tidak terlalu tinggi dalam bisnis reseller. Kamu hanya membayar barang setelah pelanggan memesan melalui toko online. Jadi, biaya finansialnya tergolong rendah.

Cara Menjadi reseller

Ada 7 Langkah untuk memulai bisnis sebagai reseller. Ketujuh langkah itu, yakni:

  1. Memahami produk dengan baik

    Pilihlah satu produk yang kamu sukai. Pahami detail produk tersebut. Contohnya, jika kamu suka produk kecantikan, maka kamu harus tahu tentang produk yang ingin kamu jual. Apa nama mereknya, bahan atau kandungannya seperti apa, bagaimana cara menggunakannya dan juga apa manfaat produk untuk konsumen

    Awal menjadi reseller kamu membutuhkan media sosial untuk memperkenalkan produk. Jika kamu terbiasa menggunakan WhatsApp dan Instagram, kamu bisa memanfaatkannya untuk mengedukasi pasar. 

    Tambahlah daftar target konsumen yang membutuhkan produk yang kamu jual. Sebagai contoh, ketika kamu menjual kaos untuk anak muda, maka carilah database nomor WhatsApp dari anak muda untuk mempermudah memulai bisnis kamu sebagai reseller.

  2. Mengenal supplier

    Produk yang kamu jual adalah barang yang kamu beli dari supplier. Pastikan supplier kamu adalah orang yang tepercaya, punya stok sendiri dan bukan dropshiper. Dengan mengenal supplier, maka kamu bisa menghitung modal yang harus tersedia, karena akan ada ongkos kirim dari supplier. Contohnya harga barang ditambah ongkos kirim dari supplier ke tempat kamu. Semakin detail kamu memahami siapa supplier kamu, maka akan mempermudah bisnis dan meminimalisir kesulitan mendapatkan barang. Bayangkan jika produkmu sudah banyak yang pesan, tetapi kamu sulit mendapatkannya. Tentunya kamu tidak ingin hal seperti itu terjadi kan?

  3. Memahami alur pengiriman

    Carilah ekspedisi yang memungkinkan untuk mempermudah pengiriman barang. Kamu bisa mengantarkan sendiri ke ekspedisi terdekat atau mulai mencari nomor kurir yang bisa menjemput barang. 

    Kamu wajib mengetahui cara pengiriman dan cara menghitung ongkos kirim. Jangan lupa menimbang berat paketan. Ketetapan harga ongkos kirim di eskpedisi adalah 1.300 gram terhitung per 1 kilo di tarif pengiriman. 

    Jika produk kamu ringan, tetapi mempunyai volume yang besar, maka akan terkena tarif volume. Misal berat barang 700 gram, tetapi kemasan menggunakan bungkus berbahan kardus yang besar. Biasanya itu akan dihitung 3 kg. Ketelitian dalam menghitung ataupun cek ongkir akan memudahkan bisnis kamu sebagai reseller. 

    Ketika kamu mengecek ongkos kirim, maka kamu membutuhkan data berat barang dan keterangan nama kecamatan tujuan. Kamu bisa mempelajari di website untuk menghitung ongkos kirim produk ke konsumen.

  4. Percantik kemasan dan rapikan

    ResellerWalaupun pengemasan produk adalah hal terakhir yang kamu lakukan sebelum mengirimkan paket penjualan ke konsumen, tetapi tampilan kemasan adalah hal pertama yang menarik mata konsumen. Kepuasan pertama yang terlihat oleh konsumen adalah bagaimana kemasan produk itu terlihat rapih, cantik, dan aman. Dengan mempelajari cara packing yang rapi, maka kualitas kinerja kamu sebagai reseller produk akan meningkat. Harapannya konsumen akan puas dan repeat order ketika dia membutuhkan barang yang sama.

  5. Mempunyai sedikit stok

    Menjadi reseller membutuhkan sedikit modal untuk stok barang. Ketika awal memulai bisnis, kamu bisa posting gambar-gambar yang diberikan oleh supplier. Ketika konsumen sudah mulai kepo bahkan menjadi hot market, maka lakukan penawaran produk dengan teknik marketing. 

  6. Menggunakan Storytelling untuk edukasi pasar

    Storytelling sangat efektif untuk menarik orang karena pada dasarnya manusia suka membaca cerita dan tidak suka iklan. Rajinlah menceritakan aktivitas kamu. Misalnya, ceritakan jika kamu sedang menunggu stok dari supplier. Kamu bisa memasang foto sedang mengemas produk. Jangan lupa menambah status jika ada orderan. 

    Posting dan tulis caption “terimakasih kurir sudah mengantarkan paketan. Stok aman”. Kombinasikan dengan aktivitas menjemput bola. Salah satunya dengan teknik kanvasing produk ke database yang sesuai dengan produk yang kamu jual. 

    Canvassing adalah menawarkan produk door-to-door. Jika kamu menggunakan WhatsApp, maka kamu bisa mulai dengan me-reply status target market mu. Tanyakan kabar menyapa untuk mengakrabkan diri, lalu tawarkan produk yang kamu punya.

  7. Rapikan Database konsumen

    Seorang reseller harus mempunyai buku khusus untuk mencatat Database dari target market atau konsumen loyal. Penjualan yang baik berasal dari kombinasi penjualan repeat order konsumen setia dan closingan dari konsumen baru. 

    Dengan memiliki Database konsumen, maka akan memudahkan promosi kamu secara berkala. Fokuskan penjualan dengan presentase 60% konsumen lama dan 40% konsumen baru. Merawat hubungan baik dengan konsumen lama lebih mudah karena pelanggan itu sudah tahu dan pernah mencoba produk yang kamu jual.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pelajari Teknik Penawaran

Sebelumnya kamu telah mengetahui cara-cara memulai bisnis sebagai reseller. Namun demikian, ujung tombak bisnis ada di penjualan, karenanya kamu harus mempelajari teknik penjualan dengan berbagai cara. Berikut ini tips melakukan penawaran:

  • Perhatikan psikologi konsumen

Sebagai reseller, kamu bisa lakukan teknik banyak bertanya, kemudian catatlah jawaban calon konsumenmu tentang masalah yang dihadapi, produk yang dibutuhkan atau apa yang menjadi keinginannya. Teknik ini akan membantu konsumen merasa nyaman karena banyak didengarkan. Konsumen sering closing karena nyaman dengan pelayanan, dan reseller itu detail dalam menjelaskan produk.

  • Arahkan konsumen untuk menjawab iya

Siapkan pertanyaan yang mengarahkan konsumen untuk menjawab iya. Contohnya bila kamu berjualan produk kecantikan, maka bisa mulai dengan mengajukan kepada konsumen pertanyaan-pertanyaan, seperti inginkah punya kulit glowing? Apakah konsumen tersebut suka produk yang aman, terdaftar di BPOM dan berkualitas? Menghadapi jawaban tersebut, maka konsumen cenderung menjawab “iya”. Semakin sering konsumen menjawab “iya”, maka kemungkinan closing semakin besar. 

  • Lakukan penawaran Up-Selling dan Cross-Selling

Up-Selling adalah menawarkan produk sejenis yang dibeli konsumen, misal produk gamis, konsumen memilih warna biru, kamu bisa menawarkan warna lain dengan harga bundling. Sementara Cross-Selling adalah menawarkan produk lain secara umum. Contoh ketika konsumen sudah memilih lipstik, maka kamu bisa menawarkan tas dari stok kamu. Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan omzet penjualan.

Jika kamu nyaman dengan aktivitas yang dilakukan di bisnis online sebagai reseller, maka bisa mulai  menambah stok produk yang laris. Namun demikian, bisnis yang sukses tentu dimulai dari penjualan pertama. Semangat berproses menjadi reseller hebat.

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP