fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Retur: Pengertian, Jenis dan Cara Mengelolanya pada Bisnismu

Retur

Retur atau pengembalian pada bisnis adalah hal yang wajar. Adapun retur yang biasa terjadi, yaitu retur penjualan dan retur pembelian. Keduanya sama-sama berupa tindakan pengembalian produk, namun dengan alur yang berbeda. Sebagai pebisnis, kamu perlu mengetahui bagaimana cara mengelola pengembalian agar tidak mengganggu proses bisnismu.

Mengelola retur bisa kamu terapkan untuk skala bisnis apa pun. Karena sistem pengembalian dan kebijakannya sama. Kamu bisa menyimak artikel yang sudah kami rangkum ini agar menjadi semakin paham tentang seluk beluk retur pada bisnis.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sebelum menuju ke pembahasan tentang pengembalian, kamu harus mengasumsikan dirimu sebagai pemilik bisnis, yakni seseorang yang berada dalam posisi sebagai penjual. Ini agar nantinya tidak terjadi salah pengertian dalam memaknai siapa yang menjadi penjual dan konsumen.

Apa itu Retur Penjualan?

Retur penjualan adalah penerimaan pengembalian produk dari konsumen selaku pembeli kepada kamu sebagai penjual. Penyebab pengembaliannya bisa beragam. Beberapa contohnya berupa:

  • Salah kirim jenis produk
  • Kelebihan pengiriman jumlah produk
  • Produk tidak sesuai perjanjian
  • Terjadi kerusakan atau cacat produk

Lantas, apa dampak dari terjadinya retur penjualan? Tentu akan mengurangi laba bisnismu. Namun tidak hanya itu saja, kamu dapat membedakan retur penjualan berdasarkan jenis transaksinya, yaitu:

  • Penjualan secara kredit

Saat terjadi retur penjualan, maka otomatis piutang konsumen menjadi berkurang. Ada juga kejadian yang mengharuskan kamu mengirim produk penggantinya tanpa mengurangi piutang konsumen.

  • Penjualan secara tunai

Saat terjadi retur penjualan, maka kamu akan mengembalikan kas pihak konsumen dan bertanggung jawab untuk mengganti kerugian harga produk sekaligus biaya kirim dari dan kepada konsumen.

  • Penjualan secara kredit atau tunai disertai kerusakan produk

Saat terjadi retur penjualan, maka kamu harus mengganti produk yang rusak dengan mengirimkannya kembali ke konsumen, jangan lupa juga untuk mengganti biaya kirimnya.

Apa itu Retur Pembelian?

Retur pembelian adalah pengembalian produk dari kamu (selaku pembeli pada kondisi ini) kepada pemasok. Penyebab terjadinya sama dengan retur penjualan, yaitu mulai dari salah kirim jenis produk hingga terjadi kerusakan atau cacat produk. Lantas, apa dampak dari terjadinya retur pembelian ke bisnismu? Tentu akan mengurangi utang dari sisimu.

Retur pada bisnis yang satu ini biasanya terjadi karena tiga jenis transaksi yang juga terjadi pada pengembalian penjualan. Hanya saja bukan posisi piutang yang berubah, namun utang bisnismu. Maka terjadinya pengembalian pembelian akan memengaruhi pencatatan laporan arus kas.

ReturMengapa Harus Ada Retur Pada Bisnis?

Retur pada bisnis itu bersifat melekat. Pasti akan terjadi pada setiap jenis bisnis yang ada. Namun demikian, kamu perlu memahami semua aturan yang berlaku agar tidak terjadi kerugian pada masa mendatang. Sebab sudah terdapat aturan mengikat berupa undang-undang, yaitu UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk mengatur retur pada bisnis. Pebisnis perlu mengetahuinya agar tidak terjadi kerugian karena lalai menjalankan aturan yang berlaku ini.

Kamu juga perlu memiliki perjanjian pengembalian sebelum melakukan transaksi dengan konsumen dan pemasok. Sebagai penjual, kamu harus dapat menunjukkan sikap tanggung jawab kepada konsumen. Sebagai konsumen, kamu harus memiliki hak untuk mendapat kejelasan produk dari pemasok. Ini adalah prosedur yang kamu butuhkan sebelum memulai transaksi.

Retur pada bisnis bersifat untuk melindungi pihak konsumen dan membuatnya merasa aman untuk bertransaksi dengan siapa pun. Salah satu pasal yang terdapat di UU No. 8 Tahun 1999 berbunyi jika ternyata sejak awal diketahui ada kesengajaan untuk mengirimkan produk yang rusak atau salah, maka penjual dapat terkena sanksi hukum. Jadi, memang sebagai penjual atau pebisnis, kamu perlu mempelajari tentang pengembalian dan menerapkannya ke bisnismu. Dengan demikian, kamu bisa mendapat kepercayaan dari konsumen dan terhindari dari sanksi yang berlaku.

Retur6 Cara Mengelola Retur pada Bisnis

Ada berbagai cara yang dapat kamu coba dalam mengelola retur pada bisnis, diantaranya:

  1. Atasi komplain dengan baik

Konsumen akan melakukan komplain saat mendapati produk pemesanannya tidak sesuai dengan harapan. Sebagai pebisnis, kamu harus siap menghadapinya. Kamu bisa memberikan solusi terbaik secara cepat dan efektif bagi konsumen. Jangan lupa juga untuk menyediakan ruang komunikasi yang mudah konsumen jangkau setiap saat. Sebab pelayanan yang baik terbukti ampuh meredakan kekecewaan konsumen. 

  1. Jual kembali produk retur dengan harga khusus

Jika kamu menemukan pengembalian produk karena rusak atau cacat dan tidak bisa diperbaiki lagi, maka jalan pintas terbaik adalah menjual produk tersebut dengan harga khusus. Konsumen biasa mengenalnya sebagai produk grade B atau BS (barang sortiran). Harga jualnya pun beragam, yang jelas tentu jauh lebih murah daripada harga jual produk aslinya.

  1. Bebankan biaya retur tanpa melibatkan konsumen

Kamu harus menjaga kepuasan konsumenmu, terlebih setelah adanya retur pada bisnismu. Salah satu bentuk tanggung jawab yang harus kamu penuhi adalah dengan tidak membebankan biaya pengembalian kepada konsumen. Kamu harus menanggungnya secara penuh, baik itu pengiriman kembali produk dari konsumen ke kamu dan sebaliknya.

  1. Tetapkan batas waktu pengembalian

Saat membuat kebijakan pengembalian, jangan lupa juga menetapkan batas waktu dari masing-masing kondisi agar kebijakan tersebut lebih mengikat. Batas waktu juga harus kamu gunakan saat bertanggung jawab menangani retur konsumenmu. Lakukan proses pengembalian dengan cepat. Konsumen bisa saja merasakan pengalaman tidak menyenangkan dan akhirnya kabur dari produkmu jika kamu memprosesnya terlalu lama.

  1. Buatlah kebijakan secara jelas dan bijaksana

Pebisnis harus mampu menetapkan kebijakan pengembalian secara jelas dan bijaksana. Penetapan kebijakan seperti ini maksudnya supaya tidak ada konsumen yang melakukan pengembalian sesuka hati. Dalam menyusun kebijakan, jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Kebijakan ini juga harus kamu sertai dengan upaya untuk tetap bertanggung jawab kepada konsumen. Itulah yang akan membuat konsumen tetap percaya kepada bisnismu. Beberapa kebijakan pengembalian yang umum terjadi di bisnis adalah:

    • Pengembalian bisa terpenuhi dengan menyertai bukti kuitansi atau nota pembelian
    • Pengembalian memungkinkan jika ada perjanjian pada awal transaksi
    • Produk yang bisa mendapat produk pengganti adalah produk yang belum terpakai. Bisa juga produk yang belum tercuci jika produk bisnismu adalah pakaian. Bila produk bisnismu adalah makanan dan minuman, maka produknya belum termakan atau terminum.
    • Produk yang mengalami kerusakan tanpa ada video unboxing, maka klaim pengembalian tidak berlaku.
  1. Lakukan pengecekan ulang dan perbaiki kualitas

Kalau tadi kamu sudah mengetahui bagaimana cara mengelola pengembalian yang sudah terjadi. Sekarang saatnya kamu juga perlu tahu bagaimana caranya mencegah agar pengembalian tidak terjadi. Cara terbaik sebagai upaya pencegahan dari meminimalisir tingkat pengembalian yang terjadi dapat kamu lakukan dengan meningkatkan kinerja tim Quality Control (QC) dalam melakukan pengecekan ulang dan memperbaiki kualitas dari proses produksi bisnismu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sukses Mengelola Retur Membuka Pintu Kesuksesan Bisnismu

Retur pada bisnis memang selalu terjadi, tapi setidaknya tingkat kejadiannya dapat kamu minimalisir dengan pengelolaan pengembalian yang tepat dan strategi pencegahan yang baik. Kepuasan konsumen karena proses pengembalian yang selesai dengan cepat juga jangan sampai kamu abaikan. Bukankah kamu harus menjalankan bisnis secara profesional sekaligus membuat konsumen merasa puas? Sebab dua hal tersebut yang dapat membantu perjalanan bisnismu menuju pintu kesuksesan nantinya.

Yuk, mulai kelola pengembalian pada bisnismu dengan baik!

Baca juga artikel lain yang terkait :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP