fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Saatnya Membangun Bisnis yang Mandiri ala D2C

LummoSHOP Bisnis yang Mandiri D2C

Memulai jualan online memang tidak mudah, tapi bukan mustahil bagi yang ingin membangun bisnis yang mandiri, tidak menjadi pekerja atau karyawan perusahaan lagi. Namun, sebelum itu kamu perlu tanyakan kepada diri kamu sendiri, apakah sudah siap untuk menerima penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya? Apakah sudah siap untuk bekerja 24 jam? Sudah siap untuk diprotes karyawan? Jika ya, selamat kamu sudah bisa melangkah menjadi seorang pebisnis.

Setelah kamu merasa sudah siap untuk menjadi pebisnis, ada yang harus kamu perhatikan saat memulai jualan online antara lain:

 

Jual produk yang dibutuhkan pasar

Jika ingin berjualan online, kamu pastinya harus memutuskan produk apa yang akan dijual. Maka salah satu cara menentukan produk yang akan dijual adalah menemukan masalah. Dengan produk yang sesuai kebutuhan pasar, kamu bisa menganalisis seberapa besar peluang kamu bisa berjualan di sana. Apakah ada kompetitor atau tidak dan berapa persen. Namun, berbeda apabila kamu menyediakan produk yang tidak dibutuhkan pasar. Kemungkinan besar gagal!

Pernyataan di atas bukan tanpa bukti. Menurut penelitian CBS Insight, 42% perusahaan rintisan bangkrut karena gagal mengidentifikasi kebutuhan pasar. Mereka gagal, karena produk mereka tidak dibutuhkan pasar, dan tidak berhasil menyelesaikan masalah konsumen. Ingat, dengan membeli produk kamu, hal pertama yang ada di pikiran konsumen adalah masalah mereka terselesaikan.

Jadi ketika memulai bisnis, apa pun jenisnya, yang pertama kali harus kamu pikirkan adalah apakah produk dibutuhkan pasar? Apakah produk kamu bisa menyelesaikan masalah konsumen? Jika tidak, maka bisnis kamu tidak akan bertahan lama.

LummoSHOP Bisnis yang Mandiri D2C

Setelah mengetahui dan mengidentifikasi kebutuhan pasar. Pertanyaan selanjutnya bagaimana melakukan riset pasar? Ada berbagai macam cara untuk melakukan riset pasar, yaitu: 

  • Riset Keyword

Cara yang paling mudah tanpa mengeluarkan uang untuk melakukan riset adalah melakukan riset keyword atau kata kunci di mesin pencari. Kamu bisa mencari apa yang dicari orang ketika mencari masalah tersebut di mesin pencari. Dari hasil pencarian, kamu bisa menemukan solusi seperti apa yang mereka butuhkan.

Selain itu, kamu juga perlu mengecek tren pencariannya, kata kunci apa saja yang terkait, berapa besar volume pencariannya, sampai lokasi asal pencariannya. Kamu bisa menjalankan riset kata kunci ini menggunakan keyword tool, misalnya Google Trends, Ubersuggest, Semrush, hingga Ahrefs.

Misalnya, di Kota Bekasi berdasarkan data bahwa konsumsi minum kopi kekinian rata-rata adalah yang berusia di antara 22—35 tahun. Kamu bisa membandingkan berdasarkan statistik penduduk, misal mereka yang berusia di antara itu berjumlah 350.000 orang. Artinya ada potensi pasar dengan jumlah tersebut yang bisa kamu tawarkan produk.

  •  Tren Media Sosial

Selain dengan Google Trend, kamu bisa mengeceknya dengan melihat tren di media sosial. Karena, biasanya orang berkeluh kesah di sana, termasuk mengulas sebuah produk atau layanan. Kamu bisa mengecek menggunakan kata hashtag misal #minumankekinian atau di kolom pencarian di sana. Memang dalam melakukan riset di media sosial perlu ketelitian dan kesabaran, karena kamu harus melihat dan membaca tiap postingan orang-orang.

  • Bergabung ke Forum

Kamu bisa bergabung ke forum-forum terkait produk yang akan kamu jual, misalnya forum kecantikan, forum otomotif dengan cara ini sebetulnya juga kamu telah melakukan riset dengan model bisnis D2C (direct to customer). Pastinya nanti kamu menemukan keluhan di sana. Apakah dalam forum tersebut belum ada perusahaan yang menjual misalnya produk kecantikan yang dapat menghilangkan jerawat hanya dalam waktu satu jam, misalnya.

  • Survei Pasar

Survei pasar juga bisa menjadi sumber informasi kamu untuk menentukan produk yang akan kamu jual saat jualan online. Jika kamu adalah seorang selegram atau influencer yang mempunyai banyak follower, survei ini layak dicoba. Dengan melakukan ini, kamu bisa menanyakan hal-hal yang tidak ditemukan saat melakukan riset melalui mesin pencari maupun media sosial. Dengan survei, kamu juga bisa meminta saran dan masukan dari calon konsumen secara langsung.

  • Kenali Siapa Kompetitor Kamu

Selain meriset produk, kamu juga perlu mengetahui siapa kompetitior produk kamu yang akan kamu jual. Misal, kamu akan menjual produk kecantikan untuk menghilangkan jerawat. Berapa banyak sih kompetitor yang menjual produk penghilang jerawat, berapa harganya, adakah kompetitor yang merupakan pemain besar ataukah hanya ada kamu? Itu perlu dilakukan sehingga ketika hendak menjual produk kamu di pasar, kamu sudah tahu demografi dan potensi produk kamu bisa dijual ke mana.

 

Buat Website

Setelah melakukan riset, kamu perlu membuat website untuk menjual produk. Memang sekarang ada banyak marketplace sehingga orang mudah untuk menjual di sana. Namun, di marketplace kamu tidak bisa mandiri menjual. Ada banyak persyaratan yang harus kamu penuhi untuk menjual di sana dan tiap toko online di marketplace ada tingkatannya. Jika kamu ingin mendapatkan fasilitas menjual yang banyak, kamu harus memenuhi persyaratan. Misalnya, total penjualan harus mencapai seribu selama satu tahun. 

LummoSHOP Bisnis yang Mandiri D2CDi samping itu, berjualan di marketplace tidaklah menguntungkan seperti dugaan sebelumnya. Ada banyak potongan biaya dan tidak bisa bergantung pada satu marketplace sehingga harus berulangkali mengunggah produk dan detailnya ke marketplace yang berlainan.

Namun, berbeda jika kamu mempunyai situs web sendiri. Semuanya bebas dan kamu yang menentukan. Kamu mungkin berpikir bahwa membuat bisnis yang mandiri tanpa bergantung dengan marketplace itu rumit dan menghabiskan banyak waktu dan uang. Jika menyewa jasa profesional untuk membuat situs web dan menunggu pekerjaan tersebut selesai, belum tentu situs web tersebut sesuai keinginan kamu, pastinya akan banyak revisi. Kendala seperti ini justru bisa membuat keinginan untuk jualan online meredup. Masalah ini bisa diatasi dengan jualan pakai LummoSHOP.

Dengan berjualan online melalui LummoSHOP ada banyak keuntungan yang akan didapatkan:

  • Tidak Ada Potongan Tinggi

Berbeda ketika berjualan online di marketplace yang banyak potongannya. Salah satunya untuk biaya admin di setiap transaksi yang bisa mencapai 2%. Hal ini tentu saja bisa membuat kamu harus menaikkan harga produk yang dijual ke pelanggan atau mengecilkan margin keuntungan.

  • Mudah Mengelolanya

Jika kita berjualan online di marketplace, pastinya kita harus mendaftar ke berbagai situs tersebut agar penjualan berkali-kali lipat. Namun, untuk mengelola tiap marketplace tentu memiliki trik yang berbeda. Dan itu tentu saja menghabiskan banyak waktu. Belum lagi memasukkan berbagai produk di setiap marketplace yang kamu daftar, membuat desain produk untuk tiap marketplace, hingga desain iklan dan kupon diskon yang berbeda pula. Namun, kondisi ini tidak akan terjadi apabila kamu mempunyai situs web jualan online sendiri. 

  • Mudah Menemukan Toko Online Kamu di Mesin Pencari

Dengan mempunyai nama domain sendiri, tentu saja nama merek atau brand kamu bisa ditemukan oleh pelanggan dan menjadi bisnis yang mandiri. Berbeda dengan mendaftarkan di marketplace, bukan hal aneh jika ada nama toko yang sama dengan nama jualan online kamu. Sementara itu, dengan mempunyai situs web jualan online sendiri, pelanggan langsung mendatangi toko online yang kamu buat. 

Inilah yang dinamakan direct to consumer, juga dikenal sebagai D2C. Dengan cara ini artinya kamu telah mengeliminasi berbagai pihak perantara seperti grosir dan distributor. Sebagai gantinya, memanfatkan situs web dan sosial media yang kita gunakan untuk menjual produk langsung ke konsumen. 

  • Keamanan Terjamin

Tren teknologi sering berubah-ubah, bukan tidak mungkin marketplace tempat kamu berjualan online akan sepi pembeli atau bahkan tutup karena tergilas kompetitor yang lebih baru. Jika itu terjadi, tentu akan sangat merugikan. Apalagi jika jualan online kita sudah dikenal oleh pelanggan. Sementara itu, memiliki situs web toko online sendiri tentunya akan lebih aman, karena kamu sendiri yang mengelola dan bertanggung jawab.

  • Terlihat Profesional

Memiliki situs web toko online sendiri akan menciptakan kesan profesional pada bisnis kamu, sehingga akan menumbuhkan kepercayaan konsumen. Berbeda apabila memiliki banyak akun di beberapa marketplace, justru tidak akan mendongkrak brand bisnis yang kamu punya. Namun, dengan mengelola situs web sendiri, kamu bisa maksimal dalam menjalankan jualan online, bahkan lebih dekat dengan konsumen.

  • Menjangkau Lebih Banyak Konsumen

Selain menjadi bisnis yang mandiri, melalui situs web, kamu bisa melakukan model D2C dengan lebih terarah dan luas. Kamu bisa menjangkau D2C ke lingkup wilayah yang luas, sehingga konsumen kamu tidak terbatas di daerah itu saja melainkan dari wilayah lain bahkan negara lain. Jadi, kamu bisa mempromosikan produk tanpa ada batasan jarak.

  • Bisa Membuat Diskon Sesering Mungkin

Di marketplace ada syarat dalam membuat diskon, seperti dalam seminggu berjualan online di sana dilarang menaikkan harga. Beda halnya jika kamu mengelola bisnis online di situs web sendiri. Kamu bisa membuat diskon sebanyak mungkin, tanpa terpengaruh syarat apa pun. Dengan cara ini kamu bisa membuat pelanggan kamu balik lagi, terus-menerus. 

  • Laporan Keuangan yang Akurat

Jika selama ini kamu bingung mengetahui berapa penghasilan bersih, maka dengan website online kamu bisa mengetahui keuntungan dan kerugian secara akurat karena mengelola dalam satu tempat. Berbeda apabila kamu mendaftarkan ke berbagai marketplace. Kamu harus menghitung satu persatu penjualan online di setiap marketplace. Dan terkadang, ada perhitungan yang keliru. Seperti lupa menghitung diskon, menghitung seberapa banyak potongan yang dilakukan tiap marketplace. Pastinya itu rumit sekali dan membuat kamu pusing.

Namun, dengan mempunyai website jualan online sendiri, kamu bisa membuat laporan keuangan secara akurat, karena hanya perlu merangkum dari satu tempat.

  • Menjangkau Target Market yang Lebih Luas 

Tahukah kamu bahwa dengan website online, maka kamu bisa menjangkau target market lebih luas. Kamu bisa mendapatkan pelanggan dari wilayah manapun apakah itu di Indonesia maupun di luar negeri. Mereka akan mengunjungi toko kamu dan belanja di dalamnya. Apalagi jika kamu mempunyai pengetahuan mengenai Google Ads dan Facebook Ads, maka jangkauan pelanggan kamu akan lebih luas lagi. 

  • Biaya Sewa Toko Online Jauh Lebih Murah

Jika selama ini kamu menggunakan fasilitas marketplace, biaya administasinya jika dihitung sangat mahal, karena memotong tiap 2% dari tiap transaksi penjualan kamu. Itu belum termasuk biaya iklan dan dipotong pajak. Namun, apabila mempunyai website sendiri, kamu hanya mengeluarkan biaya untuk membayar domain dan hosting per tahun. Tentu saja total biayanya jauh lebih murah jika dibanding dengan biaya sewa toko fisik per bulan.

Itulah beberapa poin mengapa situs web jualan online penting untuk toko kamu. Tujuh poin itu bisa menjadi pertimbangan kamu untuk membangun bisnis online secara mandiri, tanpa bergantung dengan marketplace

Tidak hanya itu, kamu bisa mengelola semua penjualan offline bersamaan dengan jualan online di toko online kamu. Sebab kamu tinggal mengurusnya hanya dalam satu sistem.

Kini membangun bisnis yang mandiri sangat mungkin untuk dilakukan, kesampingkan segala hambatan dalam berbisnis online. Dan ini saatnya untuk memulai bisnismu dengan menggunakan LummoSHOP!