fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Segmentasi Pelanggan untuk Mengembangkan Bisnis

LummoSHOP_Pelanggan

Pasar memiliki karakteristik yang sangat beragam. Kamu yang sudah terjun di dunia bisnis, pasti paham. Pelanggan yang kamu temui memiliki kebutuhan, kebiasaan, budaya dan karakter sendiri-sendiri yang tidak mungkin kamu perlakukan sama untuk semua.

Agar kerja pemasaran toko online-mu lebih mudah dan efisien, perbedaan yang bercampur aduk itu perlu dikelompokkan menurut karakter dan kebutuhannya masing-masing. Saat melakukan pengelompokan inilah kamu sedang melakukan segmentasi pelanggan.

Pada prinsipnya, segmentasi pelanggan adalah pengelompokan konsumen dari karakteristik heterogen menjadi kelompok-kelompok yang homogen berdasarkan kualitas dan personal pelanggan secara umum. Setiap pelanggan yang terkumpul pada satu kelompok mencerminkan kesamaan karakteristik umum, seperti usia, jenis kelamin, loyalitas, frekuensi pembelian dll. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dengan pengelompokan tersebut kamu akan lebih mudah memahami kebutuhan khas setiap segmen, sehingga pengelolaannya pun lebih mudah ketimbang menggunakan satu strategi untuk semua pelanggan yang menjadi target. 

Tujuan dan Manfaat Segmentasi Pelanggan

Seperti sudah disinggung di atas, pengelompokan konsumen merupakan langkah awal dari strategi pemasaran. Brand yang ingin pemasarannya berhasil harus paham segmentasi pelanggannya. 

Melansir data dari  Business2Community, 65%-75% produk baru gagal mencapai target penjualannya  karena pemasar gagal memahami apa yang benar-benar pelanggan inginkan. Alih-alih melakukan personalisasi, brand owner produk baru yang gagal itu justru melakukan pendekatan one-size-fits-all.

Padahal, saat ini personalisasi dinilai sebagai salah satu cara paling efektif untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama. Faktanya, 59% pelanggan yang sudah merasakan sebuah produk mengungkapkan bahwa, personalisasi memiliki dampak besar terhadap keputusan pembelian mereka.

Dan kenyataannya, fakta itu tidak terbatas pada persepsi konsumen. 88% pemasar mengakui, dengan melakukan strategi personalisasi, bisnis mereka mengalami perubahan signifikan. Sementara, 53% dari pemasar melaporkan bahwa mereka memperoleh pertumbuhan hingga 10%.

Seluruh data statistik tersebut menunjukkan bahwa saat ini kamu benar-benar harus mengenal pelanggan dengan sangat baik. Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhan, kepentingan, kebiasaan, dan preferensi mereka adalah kunci menciptakan pengalaman belanja (shopping experience) yang sempurna bagi mereka.

Yup, segmentasi pelanggan adalah dasar untuk membina hubungan lebih baik dengan pelanggan. Melalui segmentasi yang lebih terarah kamu juga bisa menciptakan layanan pelanggan lebih baik. Semakin banyak kamu belajar memahami karakteristik  mereka, semakin baik pula dapat melayani mereka. 

Data tersebut memberi gambaran bahwa, pemahaman atas setiap segmen pelanggan sangat dibutuhkan. Kalau kamu mampu memahami dan mengidentifikasi kebutuhan setiap segmen pelanggan, dan kemudian mampu memberikan pelayanan yang bisa memuaskan pelanggan, niscaya tidak pernah ada ancaman seperti yang dilayangkan 54% responden di atas. Ke depannya, kamu bahkan bisa mengembangkan hubungan yang lebih baik sehingga tidak mustahil mereka beralih menjadi konsumen loyal.

Segmentasi Pelanggan
Jelaslah bahwa segmentasi pelanggan adalah dasar untuk membina hubungan lebih baik dengan pelanggan. Melalui segmentasi yang lebih terarah kamu juga bisa menciptakan layanan pelanggan lebih baik. Semakin banyak kamu belajar memahami karakteristik mereka, semakin baik pula dapat melayani mereka dan menciptakan pengalaman belanja (
shopping experience) yang sempurna.

Dengan strategi yang fokus dan terarah sesuai kebutuhan setiap segmen yang sesuai, kamu tidak perlu buang-buang waktu dan uang untuk campaign yang tidak efektif, karena semua diupayakan berdasarkan data pelanggan. Cara populer yang bisa dilakukan untuk memanifestasikan segmentasi pasar adalah dengan pemasaran via internet misalnya melalui website jualan LummoSHOP yang menyediakan domain gratis. Atau bisa juga menggunakan Online Advertising seperti Facebook Ads atau Google AdWords.

Jadi kita tegaskan lagi ya, bahwa salah satu manfaat melakukan segmentasi pelanggan adalah memudahkan dalam pengaturan keuangan atau budget marketing. Alih-alih menggunakan satu strategi pemasaran untuk semua jenis pelanggan, segmentasi dapat membantu kamu melayani upaya pemasaran untuk kelompok pelanggan yang tersegmentasi. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Segmentasi pasar pelanggan memungkinkan kamu untuk mengembangkan produk dengan biaya lebih rendah. Karena dengan segmentasi yang tepat, kamu dapat langsung mengimprovisasi produk sesuai dengan kelompok konsumen tertentu yang diinginkan. Bukankah ini jauh lebih efektif ketimbang mencoba menyediakan banyak produk ke banyak kelompok? 

Namun di sisi lain, berbekal data dari hasil segmentasi pelanggan, kamu bisa mengidentifikasi peluang untuk cross-selling dan up-selling. Ini artinya, kamu sangat berpeluang untuk menghasilkan volume penjualan yang lebih tinggi lagi. Pendek kata, dengan strategi pemasaran yang efektif di setiap segmen, kamu lebih banyak peluang untuk meningkatkan provitabilitas bisnismu. 

Tak hanya itu, dengan menguasai segmentasi pelanggan secara tepat, kamu bisa meningkatkan daya saing dengan kompetitor dan membuka peluang posisi yang menguntungkan. 

Begitulah, segmentasi pelanggan akan sangat berguna sebagai panduan bisnis untuk menentukan strategi pemasaran, yang tujuan akhirnya tentu saja profit. Kalau kamu sudah menemukan pola yang tepat untuk membuat segmentasi pelangganmu, tim pemasaran hanya perlu melancarkan usahanya untuk menjalankan strategi pasar.

4 Kategori Segmentasi Pasar

Para pemasar biasanya melakukan segmentasi pelanggan berdasarkan variabel. Kategori yang paling umum adalah: geografis, demografis, behaviour, dan juga psikografis. Berikut penjelasan dari keempat kategori utama dari segmentasi pelanggan. 

  1. Segmentasi Geografis 

Pengelompokan pelanggan berdasarkan aspek geografis yang meliputi lokasi atau daerah, wilayah, iklim, kepadatan penduduk, dan lainnya. Kalau skala bisnis kamu sampai ke ranah internasional, segmentasi geografis ini bisa dikelompokkan antarbenua atau negara. 

Dalam skala lokal, kamu juga bisa melakukan segmentasi pelanggan menurut wilayah, provinsi, kota bahkan lingkungan atau area di dalam kota. Misalnya Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara untuk pelanggan online yang berdomisili di DKI Jakarta.

  1. Segmentasi Demografis

Jenis segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan ciri generik, seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, penghasilan, pekerjaan, agama, ras, dan lain-lain. Tipe ini paling popular dijadikan rujukan karena relatif gampang dilakukan lantaran jumlah konsumen. Namun di sisi lain, juga mengandung kesulitan lantaran pangsa pasarnya sangat luas. 

  1. Segmentasi Psikografis

Adalah pengelompokan pelanggan berdasarkan ciri-ciri kepribadian, yang meliputi keyakinan, nilai, kelas sosial, dan gaya hidup. Konsumen dibagi berdasarkan apa yang diminati, aktivitas yang dilakukan, dan opini mereka. Semua sifat itu dapat mempengaruhi keputusan belanja. 

Sebagai contoh, kamu mungkin menemukan fakta bahwa pelanggan yang lahir antara tahun 1981—1999 lebih cenderung membeli healthy product. Maka dalam segmen ini, kamu masih bisa mengaitkan promosi dengan kategori konsumen yang punya ketertarikan dengan diet atau olahraga.

Kelompok psikografis bisa saja merupakan campuran dari jenis segmentasi lainnya seperti usia atau agama (demografi) atau lokasi mereka (geografis). 

  1. Behavioral atau Perilaku

Segmen ini membagi konsumen berdasarkan perilaku atau sifat pelanggan, dan lebih khusus lagi bisa dikerucutkan berdasarkan awareness, loyalitas, manfaat, respons, dan penggunaan produk kamu. 

Misalnya, pengelompokan berdasarkan perilaku mereka saat mengunjungi situs web jualanmu. Misalnya, halaman mana yang mereka kunjungi, tautan mana yang mereka klik, jam berapa mereka berbelanja, kapan terakhir kali mereka berbelanja, dan lain sebagainya. 

(Data analitik seperti ini akan mudah kamu dapatkan kalau bergabung dengan LummoSHOP yang menyediakan toko online gratis untuk para merchant. Tentang cara buat website jualan, jangan khawatir, tim LummoSHOP akan memandumu secara live untuk mewujudkan sebuah situs jualan yang elegan. Selain itu kamu juga akan mendapat manfaat tambahan berupa mentoring tentang cara sukses jualan online). 

Data lain yang bisa kamu dapatkan adalah, bagaimana mereka menggunakan produk kamu. Seperti apakah mereka sering kembali untuk mengisi ulang suplai mereka atau mendapatkan lebih banyak? Bagaimana mereka membuat keputusan pembelian, apakah impulsif atau slow respons ketika berbelanja? Dan sebagainya.

Jadi kalau misalnya kamu menjual facial wash, cobalah untuk memperluas ke segmen pelanggan yang butuh skincare. Hal ini berarti kamu telah membuka peluang penjualan lebih besar.

Segmentasi Pelanggan

Memanfaatkan Segmentasi Pelanggan

Sudah sepakat kan, bahwa penentuan segmentasi pelanggan sangat penting dalam menyusun rencana bisnis? Yang jelas, tanpa mengetahui target segmentasi yang tepat untuk bisnis onlinemu, akan sulit mendapatkan penjualan yang menguntungkan. Bagaimana praktiknya? Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan saat menggunakannya.

  1. Tentukan target pasar yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Jenis konsumen yang perlu kamu perhatikan dalam menentukan target pasar adalah pelanggan baru, fokus pelanggan, dan supported consumer. Dari tiga jenis konsumen tersebut, kamu bisa memilih metode segmentasi pelanggan berdasarkan demografis, geografis, psikologis atau lainnya.
  2. Pahami kebutuhan pelanggan. Kamu bisa mendapatkan informasi tersebut dengan bertanya langsung atau melakukan serangkaian tes produk. Setelah mengetahui informasi konsumen, analisis dan identifikasi keinginan atau kebutuhan konsumen. Informasi ini akan berguna untuk membuat road map strategi bisnis dan juga evaluasi produk.
  3. Pelajari perilaku pelanggan saat berinteraksi dengan bisnismu. Misalnya bagaimana mereka menggunakan produk, keadaan sebelum dan sesudah menggunakan produk, dan juga tren yang berkaitan dengan produk tersebut.
  4. Analisis data yang sudah kamu miliki. Dari sana kamu bisa mendapatkan peluang jualan online produkmu pada setiap segmentasi yang telah dilakukan. Analisis data ini juga berfungsi sebagai acuan dalam menentukan strategi produk maupun pemasaran.
  5. Menyusun strategi pemasaran. Agar efektif, sesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan pelanggan. Karena itu, buatlah strategi yang sesuai dengan masing-masing segmen pasarmu.
  6. Evaluasi respons pasar. Setelah menjalankan strategi pemasaran, kumpulkan respons pelanggan, analisis opini mereka mengenai kelebihan atau kekurangan yang produkmu. Catat informasi tersebut, dan manfaatkan sebagai bahan perbaikan.

Selamat mengenal pelanggan!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP