fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Seluk-beluk Click Through Rate (CTR) yang Pebisnis Online Wajib Tahu! 

CTR

Di ranah digital advertising, CTR atau click trough rate bicara banyak hal. CTR yang rendah mungkin merupakan sinyal dari sebuah kondisi yang memprihatinkan, penargetan yang tidak tepat, atau tentang perlunya optimasi iklan.

Sementara itu, CTR atau rasio klik tayang (RKT) yang tinggi, seakan menjadi pemberitahuan bahwa iklan digital milikmu berhasil mendapatkan engagement tinggi dengan audiens dan mendorong mereka mengambil tindakan.  Pendek kata, CTR adalah salah satu tolak ukur bagi keberhasilan iklan digitalmu.

Kamu pasti bertanya-tanya, apa itu click through rate , dan mengapa metric tersebut penting untuk kamu ukur. Lebih dari itu, bagaimana cara memperbaikinya untuk menaikkan kinerja bisnis online-mu? Untuk kamu yang berencana menempuh strategi pemasaran melalui promosi online berbayar, informasi di bawah sangat penting kamu ikuti.

Apa Itu Click Through Rate (CTR)?

Jelasnya, click through rate atau rasio klik tayang adalah rasio antara jumlah pengunjung yang mengeklik iklan digitalmu dengan berapa kali iklan itu tayang di situs tersebut. Melalui CTR, kamu dapat mengetahui seberapa besar pengaruh impressions iklan tersebut berdasarkan hasil kliknya.

Impression adalah total penayangan iklanmu, sedangkan clicks adalah jumlah pengunjung yang meng-klik iklanmu. Jadi, kalau misalnya kamu memasang iklan adWords untuk 2000 kali penayangan, tapi pengunjung yang mengeklik iklanmu itu hanya 25 orang, maka level CTR-nya adalah 25:2.000=1,25%.

Semakin tinggi persentase RKT yang kamu peroleh, tentu akan semakin baik. Kalau impression penayangan iklan online-mu tinggi, tapi klik yang kamu dapatkan sedikit, kamu harus melakukan evaluasi. Bisa jadi caramu beriklan kurang optimal.

Sebagai sebuah metrik, kalau RKT yang kamu dapatkan itu tinggi, maka berarti user menganggap iklan kamu relevan dengan informasi yang mereka inginkan. Tapi, kalau hasil yang kamu dapat rendah, berarti sebaliknya.

Baca Juga: 9 Cara Menambah Viewer YouTube Video Brand Milikmu

Manfaat CTR

CTR

Secara umum, rasio klik tayang adalah indikator keberhasilan dari kampanye/iklan digital kamu. Dengan menghitung berapa banyak orang yang mengeklik iklan yang kamu pasang setelah melihatnya, kamu bisa tahu kekuatan/kelemahan. Serta, kualitas isi iklan, citra, posisi dan efektivitas keyword yang kamu pakai. 

Rasio klik tayang juga merupakan salah satu indikator untuk mengukur seberapa baik performa iklan digitalmu. Terutama jika CTR itu memicu konversi penjualan karena tingkat konversi biasanya meningkat seiring dengan kenaikan rasio klik tayang. 

Kepentingan lain adalah indikator relevansi iklan dengan audiens. Kamu harus paham, Google Ads dan platform search marketing lain biasanya akan memberikan harga lebih murah pada iklan yang mereka anggap paling relevan.

Tak hanya mengukur relevansi iklan, click through rate juga akan mempengaruhi quality score iklan. Lebih luas lagi, CTR juga bisa berguna untuk mengukur keberhasilan pay per click (PPC) dan call to action (CTA) dari sebuah landing page, hasil unggahan blog dan email campaign.

Berapa CTR yang Baik?

Tentang seberapa tinggi ukuran rasio klik tayang yang menjadi indikator kesuksesan sebuah iklan digital, masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan para expert digital marketing. Namun, sebagai pendekatan, kita bisa melihat tren CTR 2021 berdasarkan analisis data yang dikumpulkan oleh Localiq ini. 

Dalam situsnya, Localiq mengungkapkan rata-rata CTR Google Ads untuk seluruh industri adalah sebesar 3,17%. Dari titik-titik data yang berasal dari ribuan kampanye di Google dan Microsoft Ads untuk 20 industri terbesar, mereka menemukan bahwa industri seni dan hiburan ternyata memiliki rata-rata RKT yang sangat tinggi. Tepatnya, lebih dari 10%. Lalu, di nomor dua ada industri travel dengan angka rata-rata sebesar 9%. 

Setiap industri yang terdaftar memang melampaui angka rata-rata keseluruhan dengan kisaran 6-7%. Namun, di sini juga harus kamu catat, bahwa data tersebut mencakup Google Ads dan Bing Ads (adwords-nya Microsoft). Cakupan inilah yang menjelaskan mengapa angka RKT menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Trik Beriklan di Google Ads untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

RKT untuk Industri

Sementara itu, menurut data Search Engine Journal, dari Trytada, RKT rata-rata keseluruhan untuk industri adalah 1,9%. Namun, angka ini kurang memberikan gambaran yang jelas karena industri memiliki banyak ceruk yang tingkat RKT-nya sangat variatif.

Secara statistik, indikator angka rasio klik tayang yang baik berbeda-beda untuk setiap industri. Selain itu juga tergantung pada berbagai faktor seperti tipe campaign-nya dan keyword. Semakin tinggi RKT, maka semakin besar pula dana yang perlu kamu keluarkan untuk membayar iklan.

Kalau bicara per ceruk industri (niche market), rata-rata CTR display network berkisar dari angka 0.39% (untuk kategori industri IT) sampai 1,08% (bisnis real estate). Demikian juga, tren click through rate untuk jaringan pencarian (search network) berkisar dari 2,09% untuk kategori IT hingga 6,05% di dating & personal app, beserta produk-produknya.

CTR Tinggi Tidak Menjamin

Pada akhirnya, menurut trytada, kalau CTR yang kamu dapatkan berada pada kisaran itu berarti posisimu sudah aman. Namun begitu, ada kalanya click through rate yang tinggi tidak selalu bisa menjadi jaminan bahwa promosi atau iklan digital kamu bisa menghasilkan konversi penjualan yang tinggi. Karena, bisa saja pengunjung mengeklik iklanmu hanya karena penasaran, bukan karena niat untuk membeli. 

Kalau itu yang terjadi, kamu harus melakukan evaluasi. Rata-rata persentase CTR tinggi yang tidak menghasilkan konversi penjualan terjadi karena beberapa sebab. Salah satunya, bisa jadi karena landing page-mu membosankan.

Atau, konten yang kamu sajikan mereka anggap tidak berkualitas. Bisa saja karena copywriting-mu kurang tajam. Tapi, ada kemungkinan juga karena teks yang kamu sajikan dianggap terlalu banyak. Jadi ada baiknya kamu menambahkan gambar iklan. Coba lihat juga bagaimana penempatan iklanmu. Kalau sembarangan dan menutupi konten utama, pengunjung yang mengeklik iklan digitalmu bisa langsung keluar.

Baca Juga: Ragam, Manfaat dan Tips Mengoptimalkan Iklan untuk Branding Bisnis

Cara Menaikkan Rasio Klik Tayang

CTR

Setelah mengetahui seluk beluk rasio klik tayang, kamu tentu penasaran bagaimana cara menaikkan rate-nya. Sebagai panduan, berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan RKT secara organik.

  1. Gunakan long tail keywords

Coba rasakan perbedaannya, mana user yang lebih berpeluang membeli dari dua jenis keywords berikut ini. Apakah yang menelusuri Google dengan keyword “laptop terbaik di bawah lima juta rupiah” atau yang hanya mengetikkan keyword “laptop”? 

Itu gunanya kamu menggunakan long tail keyword. Kamu akan mendapatkan CTR berkualitas yang lebih potensial membeli, ketimbang keyword pendek yang sangat umum. Untuk mencari long tail keyword yang sesuai, kamu bisa memanfaatkan beberapa keyword researcher seperti Ahrefs, SEMrush, Google Search Console, dan lainnya.

  1. Bermain di judul 

Judul memberi petunjuk tentang topik dari halaman terkait. Kalau kamu ingin pengunjung mengeklik halaman iklan atau websitemu, kamu harus bermain cantik di sini. Jangan lupa sisipkan target keyword pada judul untuk memperbesar peluang halaman iklanmu naik ke peringkat teratas mesin pencarian. 

Selain keyword yang ditargetkan, kamu bisa memancing klik melalui judul yang mengandung angka atau tanda kurung. Penelitian oleh Conductor menemukan bahwa suatu angka pada judul bisa menaikkan CTR sampai 36%. Sementara itu, studi dari HubSpot menemukan, tanda kurung di judul juga meningkatkan klik sebesar 40%.

  1. Meta deskripsi efektif

Tag metadesc, begitu orang-orang sering menyebutnya. Hal itu memuat sebagian besar entri SERP (search engine result page). Penjelasan singkat yang kamu tuliskan secara menarik pada metadesc akan memancing pengunjung untuk mengeklik link tersebut, dan pada gilirannya efektif untuk menaikkan CTR. Tuliskan metadesc dalam 160 karakter dengan penjelasan yang singkat, jelas dan to the point. Jangan lupa juga masukkan long tail keyword-nya.  

  1. URL deskriptif

Sudah banyak studi dan pendapat SEO Expert yang mengatakan bahwa URL deskriptif berkaitan dengan tingkat click through rate yang diterima. Pastikan kamu mengoptimalkan URL saat membuat halaman baru dengan cara SEO Friendly.

  1. Optimalkan gambar

Terutama di media sosial, gambar yang menarik dan sesuai konteks sangat efektif untuk meningkatkan engagement. Menggunakan gambar, grafik, tangkapan layar, atau video yang relevan di laman dapat memberi informasi tambahan tentang topik yang ditulis.

Selain meningkatkan kualitas CTR, adanya gambar  juga membuat pengalaman membaca menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Namun, menambahkan gambar yang relevan saja tidak cukup, kamu juga harus tetap mengoptimasinya.

Demikianlah penjelasan yang cukup lengkap mengenai CTR untuk pebisnis seperti kamu. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk bisnismu dan bisa menambah keuntunganmu berlipat ganda.

 

Baca juga artikel terkait lainnya