fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ingin Bisnis Fashion? Simak Dulu Seluk-beluk Dunianya

Bisnis fashion

Bisnis fashion adalah Salah satu bisnis yang tidak ada matinya. Banyak sekali peluang usaha terkait industri fashion yang bisa dijadikan sebagai bisnis. Baik untuk pemula maupun yang berpengalaman. Industri fashion akan terus berkembang dan menyediakan peluang besar bagi pengusaha dibidang ini. LummoSHOP rangkum semua seluk beluk terkait industri fashion yang bisa menjadi jalan bagi kamu untuk mendapatkan uang dan membantu bisnis fashion kamu cemerlang.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Persiapan Memulai Bisnis Fashion

Bisnis fashion yang selalu mengalami perubahan tren bisa menjadi tantangan dan juga masa depan yang gemilang. Tantangan bagi pebisnis untuk dapat selalu memenuhi permintaan atau kebutuhan konsumennya. Banyak brand local fashion yang menyasar pangsa pasar yang sama, seperti Cotton Ink dan dan Shop at Velvet, yang sama-sama menyasar pasar millenial. Tetapi mereka membuat diferensiasi dalam bentuk produk, strategi pemasaran, dll, agar masing-masing bisa berjaya di tengah persaingan merebut target pasar yang sama. 

Nah, hal ini yang membuat banyak pebisnis muda merasa cocok untuk menekuni bisnis fashion di tahun 2022. Persaingan yang ketat tidak menghentikan semangat pebisnis muda untuk tetap berjuang. Namun seringkali semangat yang membara tadi tidak diimbangi dengan bekal ilmu yang menunjang. 

Sangat dianjurkan untuk semangat dalam melakukan segala hal. Tapi bukan berarti melupakan prose belajar menggali ilmu sebelum memulainya. Kamu perlu mempelajari tips dan triknya dulu supaya tidak salah langkah, dimulai dengan persiapan yang matang. 

Jangan berhenti untuk berinovasi. Bisnis fashion akan membuat kamu berpikir secara kritis untuk mengamati kondisi sekitar. Pastikan kamu mengamati dengan cermat tren apa yang sedang diikuti konsumen. 

Boleh saja kamu menciptakan tren sendiri alias membentuk pasar. Tapi pastikan jika produk kamu umik dan memiliki nilai jual. Sedangkan jika kamu mau membuat produk yang selalu mengikuti perkembangan tren, jangan membuatnya dalam jumlah banyak. Karena stok yang menumpuk akan berbahaya apalagi jika tren sudah berlalu. 

  • Riset Produk 

Setelah mengamati tren yang ada, kamu bisa melakukan langkah selanjutnya yaitu riset produk. Jangan asal menjual. Kamu harus paham kondisi pasar yang ada. Akan sangat menguntungkan jika tren produk ini, melibatkan konsumen secara langsung. Lakukanlah mini survei.

Selain itu, kamu bisa mengelompokkan hasil riset produk kamu ke beberapa bagian seperti harga jual, biaya produksi, kualitas, dan bagaimana persaingan dalam menjual produk tersebut nantinya. 

Target pasar adalah sekelompok orang yang akan menjadi target penjualan produk kamu. Biasanya target pasar memiliki kesamaan ciri, misalnya demografi dan kebiasaan. Ketika kamu sudah dapat mengenali target pasar mu dengan baik, kamu akan mampu membuat strategi pemasaran produk yang tepat. 

Mengenali kompetitor bisa menjadi media belajar bagi kamu sebelum menjalankan bisnis sendiri. Lakukan analisis sederhana terhadap beberapa kompetitor bisnis kamu. Biasanya analisis SWOT akan sangat membuat dalam tahap ini. 

Setelah sudah mengetahui target pasar dan produk yang akan kamu jual. Kamu seharusnya sudah dapat menghitung modal yang kamu butuhkan. Peran modal sangatlah penting, akan tetapi jangan sampai hal ini membuat kamu stres. 

Ada sistem bagi hasil yang bisa kamu tawarkan ke sesama rekan bisnis jika memang modal kamu masih terbatas. Atau bisa juga kamu memulai bisnis fashion menjadi reseller terlebih dahulu. Jadi jangan menganggap modal ini suatu hal yang rumit ya. 

Selain itu, namanya juga era bisnis online, jadi kamu juga harus membuat rincian biaya khusus untuk promosi dan iklan. Jangan sampai melupakan kedua biaya ini. 

Bisnis fashion

Fokus ke produk adalah hal yang utama dalam bisnis fashion. Produk orisinil dan kaya akan ide adalah nilai jual yang terpenting. Selain itu juga harus didukung dengan pemilihan bahan yang berkualitas. Pastikan juga produk kamu sesuai dengan citra brand yang ingin kamu buat. 

Karena produk dan brand harus berjalan selaras untuk menciptakan suatu keunikan pembeda dari kompetitor di pasar. Brand yang memiliki ciri khas akan mudah konsumen ingat. 

Dengan mengetahui produk apa yang akan kamu jual, dan apa bahan bakunya, berapa biaya memproduksinya. Kamu sudah dapat menentukan harga jual produk. Jangan pernah merasa harus menjual produk kamu lebih murah daripada kompetitor. Perang harga bukanlah strategi yang tepat. 

Kini kamu sudah siap melangkah lebih matang! Kumpulkan semua hasil riset kamu dari langkah pertama sampai ketujuh tadi. Jadikan sebuah konsep atau rencana bisnis secara profesional. Rencana bisnis yang terstruktur akan memudahkan kamu dalam melangkah. Komponen yang wajib ada di rencana bisnis kamu adalah: 

    • Ringkasan rencana bisnis
    • Deskripsi brand 
    • Analisis pasar dan kompetitor 
    • Rincian produk 
    • Strategi pemasaran 
    • Perencanaan keuangan

Sebelum siap menghadapi persaingan bisnis online di medna perang digital, kamu harus memiliki alat tempur yang dapat diandalkan. Apa lagi kalau bukan foto produk. Pastikan kamu mempersiapkannya sedetail mungkin. Karena foto produk yang ada nantinya akan dilihat konsumen. Kesan pertama sangat dibutuhkan untuk dapat menarik minat konsumen ketika melihatnya. 

Gunakan media sosial yang sesuai dengan target pasar bisnis fashion kamu. Maksimalkan fitur iklan yang ada di dalamnya agar lebih banyak lagi konsumen yang dapat dijangkau bisnismu. Jadikan foto produk tadi sebagai katalog sekaligus konten menarik untuk mengisi tampilan media sosial bisnismu. 

Industri fashion terkenal sangat kompetitif dan harus beradaptasi dengan tren yang terus berkemabng dari waktu ke waktu. Karena itulah bisnis fashion memiliki peluang yang besar dan terus dibutuhkan kehadirannya. Mau jadi pebisnis dengan modal berapapun, buat nama brand sendiri, atau menjual milik brand orang lain, semuanya butuh konsep yang matang. Dari hal sekecil apapun, seperti misalnya packaging.

Kenapa Packaging Penting?

Packaging memiliki pesan khusus yaitu sebagai representasi brand image bisnis kamu. Tidak hanya produk atau pakaiannya yang dapat menarik konsumen, Packaging juga bisa. Dan ini adalah tren yang memang tengah terjadi di dunia bisnis fashion. Kamu harus mampu beradaptasi agar dapat memenangkan hati konsumen. 

Tampilan kemasan harus sesuai dengan brand image bisnis kamu. Kalau produknya pakaian dalam wanita premium tentunya kemasan yang diberikan harus premium juga. Packaging sendiri bisa dijadikan pembeda dengan kompetitor. Kalau kamu tahu brand Uniqlo dan H&M, apa yang terlintas di pikiranmu? Meskipun keduanya sama-sama memiliki warna logo merah dan warna packaging dominan putih. Namun desain packaging keduanya berbeda. Kamu dapat dengan mudah mengetahuinya meskipun logo mereka dihilangkan. 

Tidak hanya merepresentasikan brand image, packaging dapat memperkuat branding. Tujuan utama branding adalah untuk membangun citra positif dan reputasi perusahaan agar selalu bagus di mata konsumen. Lalu  packaging seperti apa yang baik? 

  • Aman
  • Reusable 
  • Unik
  • Ramah lingkungan

bisnis fashion

Jadikan Bisnismu Naik Kelas dengan Ide Packaging yang Unik

  • Packaging dari Kertas 

Ingin tetap unik, modal kecil dan ramah lingkungan? Ide packaging dari kertas dapat menjadi pilihan kamu. Kertas yang digunakan pun bisa beraneka macam. Ada kertas manila berwarna-warni diikat tali atau pita. Bisa juga pakai kertas koran bekas yang ditali. Hemat tapi tetap unik kan?

  • Kemasan dari Box/Kardus

Banyak pebisnis yang beralih dari plastik ke box atau kardus. Kreasinya pun beragam. Keunggulan packaging ini dibanding lainnya adalah mudahnya proses pengemasan. Karena box atau kardus itu sendiri bahannya keras dan sudah terbentuk. 

  • Plastik Biodegradable

Plastik identik dengan murah tetapi tidak ramah lingkungan karena membutuhkan waktu sekitar 50-100 tahun untuk terurai. Sedangkan plastik biodegradable berbahan dasar tepung seperti tepung singkong, beras, dan kentang. Bahan tersebut membuat plastik jenis ini mudah diurai oleh alam menjadi CO2 dan biomassa lainnya dengan bantuan mikroorganisme. 

Strategi Pemasaran Digital Bisnis Fashion

Jika sudah mempunyai persiapan dan rencana bisnis yang matang, kini saatnya kamu mempersiapkan dan mempelajari strategi marketing secara digital untuk membawa bisnismu terbang. Jangan anggap sepele, digital marketing bisnis fashion-mu berperan besar dalam menentukan awareness dan penjualan produk brand fashion-mu. Berikut ini 6 strategi pemasaran yang bisa kamu coba: 

Gandeng Blogger, Vlogger, atau Influencer 

Kekuatan media sosial serta semua yang terlibat didalamnya tak perlu kamu ragukan. Kamu bisa undang blogger untuk personal blog, vlogger untuk konten YouTube atau influencer di Instagram. Percaya deh, konsumen masa kini lebih percaya review dari influencer atau YouTuber ketimbang kalimat iklan yang berbunga-bunga. Promosi lewat platform media sosial ini juga membuat jualan online kamu lebih menarik secara visual dan interaktif.

bisnis fashion

Upgrade Website 

Sediakan anggaran untuk meng-upgrade website kamu. Bisa jadi tidak murah, tapi wajar, kan pepatah bilang ada harga ada rupa. Ya namanya saja kamu jualan online, kok website-nya biasa-biasa aja. 

Tidak harus canggih dan wah sih. Mulai saja dari tampilan yang menarik dan interaktif, serta bisa dipersonalisasi supaya konsumen kamu rela meluangkan waktu berselancar di website jualan online kamu. Hadirkan foto-foto produk yang mendetail, agar calon pembeli bisa lebih puas dan merasa lebih yakin untuk berbelanja.

Atau kalau mau praktis, kamu bisa jualan online pakai LummoSHOP. Mengelola katalog produk mulai dari foto, deskripsi, sampai ketersediaan barang bisa kamu lakukan dengan mudah. LummoSHOP juga memudahkan kamu membuka akses ke lebih banyak konsumen, sehingga jumlah pelanggan bisa meningkat lebih cepat. 

bisnis fashion

Aktifkan Channel YouTube

Tahu nggak kalau jumlah pengguna YouTube di seluruh dunia mencapai lebih dari 1,9 miliar orang. Karenanya kamu harus memanfaatkan platform media sosial ini. Walau memang ketenaran brand tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pengikutnya di YouTube.

Kuncinya, YouTube itu menampilkan keaslian, dan kamu harus benar-benar genuine untuk berhasil. Selain dengan mengundang vlogger, kamu juga mesti menghasilkan kualitas video yang bagus.

 Jangan Lupakan Instagram

Saat ini, Instagram masih menjadi salah satu media sosial paling populer. Penggunanya mulai dari generasi X hingga Z. Tak heran, karena sampai saat ini konten yang ada di Instagram dapat menjadi sumber inspirasi banyak orang, termasuk inspirasi soal fashion.

Luncurkan Promo Liburan

Untuk mendongkrak penjualan, kamu bisa menawarkan berbagai promo berupa diskon atau giveaway lewat media sosial.

Target Ulang Audiens lewat Iklan Facebook

Jangankan belanja online, belanja offline saja konsumen pasti hati-hati dalam memilih, kalau perlu bandingkan harga dan kualitas dulu dengan toko lain.

Begitu pula belanja online, biasanya konsumen tidak akan langsung membeli saat pertama kali melihat iklan atau mengunjungi situs web. Inilah gunanya iklan lewat Facebook untuk meyakinkan mereka yang sedang mempertimbangkan sebelum membeli.

 

bisnis fashion

Kiat Menarik Minat Investor untuk Bisnis Fashion-mu

Mungkin benar bahwa fashion adalah kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan). Namun. untuk mengembangkan bisnis fashion, kamu tak bisa “berjalan” sendiri karena dunia luar terlalu ganas untuk dihadapi sendiri. Selain kompetitor, kamu juga akan menghadapi hal-hal di luar prediksi, pandemi misalnya. 

Sebelum bangkit dan memberikan kontribusi yang cukup berarti di dunia ekonomi kreatif, bisnis fashion sempat terpuruk di awal 2021. Penjualan bahkan sempat merosot hingga 70% kata Menteri Ketenagakerjaan sebagaimana yang melansir dari Sindonews.

Jika saat ini bisnis D2C (Direct-to-Consumer) kamu di bidang pakaian dan ingin berjaya di segala macam “cuaca” dan suasana, tak ada salahnya kalau sedari sekarang kamu mulai mencari investor mana yang bisa digandeng. Tidak susah, asalkan tahu caranya. Kamu hanya perlu menerapkan beberapa resep berikut ini.

Di Mana Mencari Investor?

Mungkin kamu bertanya di mana ya mencari investor, terlebih jika bisnis kamu masih baru. Apa iya ada pihak yang rela “membuang” uangnya. Tapi, daripada tidak yakin pada diri sendiri, alangkah baiknya jika mulai mendaftar siapa saja yang bisa digandeng untuk jadi investor. Masa iya sih dari 100 daftar calon investor yang kamu catat, tak ada satu pun yang tertarik. Lebih baik optimis daripada pesimis, bukan?

Adapun daftar calon investor itu bisa kamu dapat dari golongan-golongan berikut:

  • Pasangan
  • Sahabat
  • Teman: sekomunitas, seprofesi, teman sekolah, dll
  • Ikut pameran yang berkaitan dengan bisnis
  • Ikut seminar yang berkaitan dengan bisnismu

 Kenalkan Bisnis/Jualan Online Secara Personal

Jangan langsung nembak ketika baru pertama kali bertemu atau kenal. Lakukan pendekatan dulu secara personal. Jangan salah artikan. Ini bukan berarti kamu modus, tapi justru kesempatan untuk menilai dan merasakan apakah kamu dan calon investor tersebut ada chemistry atau tidak. Kerjasama seringkali terjadi karena sudah sama-sama nyaman, tidak hanya karena melihat potensi keuntungan.

Lakukan Pitching

Pitching adalah presentasi yang dilakukan pemilik bisnis kepada pihak-pihak yang berkepentingan (investor, klien, konsumen, dll) dengan tujuan mendapatkan dukungan berupa kerjasama. Di tahap ini, suasana sudah lebih formal ketimbang poin sebelumnya. Jadi, kamu harus terlihat profesional. 

Tantangan saat pitching biasanya adalah dalam waktu yang terbatas, kamu harus bisa membuat calon investor yakin bahwa menanamkan modal mereka di bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) itu tidak sia-sia. Kamu bisa melakukan beberapa langkah seperti di bawah ini saat presentasi:

  • Tak kenal maka tak terkesan

Itu sebabnya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenalkan bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) kamu di bidang fashion kepada mereka, mulai dari visi, misi, filosofi, berapa lama berdiri, tim yang kamu miliki, apa saja yang sudah diraih, bagaimana perjalanan selama ini, dan semacamnya. Intinya, buatlah mereka mengenal bisnismu “luar dalam” meski baru pertama kali bertemu. Lakukan secara singkat dan padat, jangan bertele-tele.

  • Jelaskan rencanamu ke depan plus kendala yang kamu hadapi

Harapannya, setelah kamu mempresentasikan semuanya sebagaimana yang sudah ditulis di poin sebelumnya, calon investor sudah memiliki gambaran seperti apa kondisi bisnismu.

Setelah itu, tahap selanjutnya adalah jelaskan rencanamu atau inovasimu ke depan disertai kendala yang kamu hadapi saat ini. Misalnya, bisnis fashion-mu ingin merambah ke produksi pakaian daur ulang, tetapi masih terkendala modal.

Jangan lupa untuk menjelaskan juga bahwa bisnis kamu ini ingin mengatasi permasalahan yang ada. Hal tersebut bisa jadi nilai plus di mata investor. Misalnya, selain memproduksi pakaian dari bahan baku kain, kamu juga berencana membuat pakaian baru dari bahan baku pakaian bekas dengan harga yang nantinya bisa lebih murah dan ditujukan untuk pangsa pasar menengah ke bawah. Di sini, kamu memberikan solusi bahwa siapa pun bisa trendi, tak ada diskriminasi.

  • Yang akan investor dapatkan ketika bekerja sama denganmu

Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan strategi atau cara jual pakaian secara online ke depannya seperti apa. Jangan lupa juga untuk menjelaskan apa saja yang akan investor dapatkan ketika nantinya bisa menjadi partner bisnismu dan target tercapainya.

  • Jangan lupakan risiko

Lebay dalam presentasi atau menceritakan yang manis-manisnya saja kepada investor seolah memberi harapan palsu karena pada kenyataannya tidak ada bisnis yang tak berisiko. Di bagian ini, kamu menjelaskan risiko yang akan ditanggung, misal jika ada kejadian luar biasa yang tak bisa diprediksi seperti pandemi, apa yang kira-kira akan dilakukan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Bisnis online di bidang fashion merupakan salah satu bisnis yang pangsa pasarnya sudah jelas. Namun demikian jangan lupa juga jika pemainnya juga sangat banyak. Agar bisa sukses bisnis pakaian, kamu tak bisa hanya mengandalkanmu sendiri. Kamu perlu investor. Menggaet mereka sejatinya tidaklah susah selama tahu caranya, tetapi juga bukan berarti menggampang. Kamu harus tahu apa yang investor fashion inginkan. Salah satunya mengenai cara jual pakaian secara online yang ternyata tidak susah sehingga keuntungan pun cepat.

Jangan terlampau pesimis hanya karena bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) kamu di bidang fashion belum memiliki nama besar. Yakin deh dengan kerja keras dan kerja cerdas, salah satunya tahu bagaimana cara jual pakaian secara online yang tepat plus memiliki partner bisnis atau investor yang suportif, maka sukses bisnis pakaian bukanlah hal yang mustahil bagimu. Selamat mencoba dan semoga sukses! 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP