fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Serba-serbi Bisnis Online Mainan Anak

Bisnis Mainan Anak

Siapa sangka bisnis mainan anak ternyata cukup menjanjikan. Meskipun sempat terpuruk karena pandemi, penjualan mainan anak mengalami peningkatan di 2021, sebagaimana dilansir oleh ekbis.sindonews.com dari pernyataan Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI). Masih dari sumber yang sama, jenis mainan yang menjadi favorit konsumen selama pandemi adalah mainan edukasi dan mainan keluarga. Hal tersebut disinyalir pengaruh dari adanya pembatasan fisik plus pemberlakuan sekolah dari rumah. 

Selain fakta tersebut, kisah sukses pelaku bisnis mainan anak pun mungkin akan membuatmu tergoda menekuni bidang serupa. Sebut saja kisah sukses tujuh wanita dengan bisnis mainan anak bernama “Little Zam”. Fahma, salah satu Founder, bersama keenam rekannya menjadikan mainan anak edukasi sebagai salah satu jalan untuk memberdayakan ibu-ibu perajin mainan di sekitarnya plus sarana edukasi anak-anak Indonesia. Dilansir dari beritasatu.com, bisnis mainan anak ini melejit hanya dalam kurun waktu dua tahun, pandemi seolah tak menjadi halangan yang cukup berarti.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Ada lagi kisah sukses bisnis mainan anak yang membuatmu makin ingin mengikuti jejaknya. Kali ini, kisah tersebut datang dari gadis muda berusia 13 tahun bernama Almeyda Nayara atau yang kerap dipanggil Naya. Ketertarikan Naya menggeluti bisnis slime didapat secara tak sengaja ketika ia melihat kakak kelasnya membawa mainan tersebut yang kala itu masih belum populer. Alih-alih menganggap aneh, Naya justru tertantang untuk membuatnya sendiri. Berbekal uang jajan dari ibunya Rp50.000,00 plus tutorial gratis di Youtube, dia mulai bereksperimen. Siapa sangka, dari hal sederhana plus eksperimen yang pastinya tidak langsung berhasil, Naya kemudian sukses berbisnis slime hingga mengantongi untung puluhan juta.

Dilansir dari mediaindonesia.com, Naya sempat meraih penghargaan beberapa kali karena bisnisnya tersebut, di antaranya Anak Hebat 2016 MNC TV Award dan Golden Play Button Youtube 2018.

Kamu tak perlu merasa insecure dengan kesuksesan dua pebisnis mainan anak sebagaimana yang ditulis di atas karena kamu sendiri bisa juga meraihnya.

Mungkin kamu kerap berpikir bagaimana mungkin bisnis yang terlihat sepele “hanya mainan” yang notabene bukan kebutuhan pokok bisa begitu berprospek. Nah, untuk itu, kamu harus mengetahui beberapa fakta berikut:

  1. Jumlah anak di Indonesia terus bertambah

Di tahun 2020 saja, dari hasil sensus penduduk, sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com, jumlah anak-anak usia 0 – 4 tahun sekitar 15 juta terdiri dari 8 juta anak laki-laki dan sisanya anak perempuan. Sedangkan jumlah anak-anak usia 5 – 9 tahun total ada sekitar 23 juta terdiri dari 12 juta anak laki-laki dan sisanya anak perempuan. Mungkin kamu akan bergumam W O W. Jadi, pasar mainan anak-anak jelas terpampang nyata, ya.

  1. Siapa di dunia ini yang tidak suka mainan?

Siapa sih di dunia ini yang tidak suka mainan, tak suka bermain? Rasa-rasanya kok tidak ada, ya, kecuali yang bersangkutan pernah mengalami kejadian tertentu dengan mainan. Normalnya, kita semua, tidak hanya anak-anak, pasti suka dengan mainan karena ada efek menghibur.

  1. Mainan adalah sarana edukasi dan komunikasi

Ya, mainan nyatanya bukan hanya sarana untuk melepas lelah atau hahahihi saja, tapi juga sarana edukasi dan komunikasi. Dirangkum dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud yang dilansir kompas.com, setidaknya ada beberapa manfaat mainan anak yaitu sarana meningkatkan kreativitas & perkembangan anak, melatih kemampuan motorik, melatih konsentrasi, menumbuhkan rasa percaya diri, mengenalkan konsep logika sederhana, sarana sosialisasi, sarana belajar menyenangkan, dll.

Dari hal-hal tersebut, maka bisa disimpulkan kalau mainan adalah produk menggiurkan untuk dijadikan bisnis. Selanjutnya, mungkin kamu yang saat ini tertarik untuk bisnis online untuk menjual mainan anak dengan model bisnis Direct-to-Consumer (D2C) akan bertanya lagi bagaimana cara memulainya agar jualan online kamu menarik minat konsumen.

Jangan galau, hal-hal berikut ini bisa kamu coba, kok. Yuk!

    1. Tentukan produk mainan anak kamu ini untuk siapa

Untuk batita, balita, atau anak SD-kah? Selain mengkategorikan berdasarkan usia, kamu juga bisa mengelompokkannya lagi berdasarkan gender: untuk balita perempuan atau balita laki-lakikah? Atau, bisa juga berdasarkan tujuan:  untuk yang baru baca atau yang belum bisa baca sama sekali?

    1. Awali dengan niat yang tulus.

Tidak sekadar berbisnis jualan mainan, misalnya jual mainan anak untuk:

      • Alternatif agar anak tak kecanduan gadget
      • Sarana edukasi
      • Agar anak tak bosan di rumah di masa pandemi

Membaca beberapa kisah sukses bisnis online jual mainan anak, dua di antaranya ditulis di artikel ini, kamu bisa menyimpulkan ya bahwa tujuan utama mereka tidak semata-mata untuk meraup keuntungan yang tinggi.

  1. Bikin mainan apa atau jenis mainan anak-anak seperti apa yang akan kamu produksi

Jenis mainan anak-anak ini ada baanyaakk, kamu mau memproduksi yang seperti apa? Sebagai bahan pertimbangan, kamu bisa memikirkan beberapa hal berikut:

    1. Apa saja jenis-jenis mainan dan hobi yang bahan bakunya ramah lingkungan atau bila perlu dari bahan daur ulang
    2. Apa saja jenis mainan anak-anak yang berhubungan dengan edukasi
    3. Apa saja jenis-jenis mainan dan hobi yang bisa dimainkan bersama keluarga mengingat pandemi ini membuat anak-anak banyak menghabiskan waktu di rumah bersama ayah dan bunda mereka.
  1. Manfaatkan perajin atau pemulung

Setelah memutuskan mainan anak-anak apa yang akan kamu buat untuk jualan online kamu, maka selanjutnya adalah memproduksinya. Tidak harus menjadi ahli dulu sebenarnya atau jika kamu memang punya waktu bisa belajar gratis lewat YouTube seperti yang dilakukan Naya pengusaha slime. Kamu pun bisa memberdayakan orang-orang sekitar seperti yang dilakukan Founder Little Zam.

Coba gali lagi, kira-kira dengan produk mainan yang akan kamu buat, perajin seperti apa yang bisa kamu ajak kerjasama. Jika bahan baku jualan online mainanmu terbuat dari sampah yang masih bagus, misalnya botol bekas, kamu bahkan bisa memberdayakan pemulung.

  1. Tes Ombak

Sebelum meluncurkan produk mainan ke pasaran, kamu bisa melakukan “tes ombak” untuk melihat seberapa besar minat serta antusias konsumen terhadap bisnis online mainanmu.

Kamu bisa memulainya dengan mengenalkan produkmu di komunitas/grup yang kamu ikuti, saudara atau teman-teman dekat yang memiliki anak, dan kenalan-kenalanmu di media sosial.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sebenarnya, hal ini juga bisa kamu lakukan sebelum memproduksi mainan. Kamu bisa survei terlebih dahulu kecil-kecilan jenis-jenis mainan dan hobi seperti apa yang kira-kira mereka inginkan. Namun, melakukan hal ini untuk mengenalkan produk barumu pun tak masalah karena kamu bisa melanjutkan dengan statement, “Kalau ada produk seperti ini tertarik nggak?” kalaupun mereka menjawab tidak tertarik, janganlah langsung berkecil hati karena kamu bisa mengedukasi mereka bahwa produkmu itu bermanfaat, tidak sekadar mainan.

Bisnis Mainan Anak
Saat ini, ada begitu banyak ide bisnis
online model D2C (Direct-to-Consumer) yang bisa kamu pilih. Salah satunya, yang cukup berprospek dengan salah satu alasan jumlah anak-anak terus naik adalah bisnis D2C (Direct-to-Consumer) jualan mainan anak. Kisah-kisah sukses para pebisnis mainan bisa menjadi bukti bahwa jualan online mainan ini kalau diseriusi bisa sangat menghasilkan. Bagaimana? Tertarik juga? Selamat mencoba, ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP