fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Sistem Konsinyasi, 5+ Kekurangan, Kelebihan, Contoh dan Pajaknya

konsinyasi adalah

Konsinyasi masih menjadi idaman pebisnis muda bermodal kecil saat ini. Apakah kamu salah satunya? Hal yang wajar jika kamu menyukai bisnis dengan sistem kerja sama ini. Sebab, sistem bisnis ini memiliki kelebihan dengan tidak perlu mengeluarkan modal dan menanggung risiko barang gagal terjual. Tapi, masa sih, sistem bisnis ini nggak punya kekurangan satu pun?

Pengertian Konsinyasi

Konsinyasi adalah perjanjian antara dua pihak, yakni pemilik barang atau consignor dan penjual atau consignee. Nantinya, consignee akan menjual barang milik consignor dan mendapat komisi tertentu. Ada juga yang mengartikannya dengan sistem titip barang untuk penjualan dengan sistem pembayaran di akhir. Semua sama benarnya.

Syarat-Syarat

Melihat dari pengertian di atas, kamu pasti berpikir kalau sistem ini tidak perlu menggunakan syarat kerja sama yang rumit. Sebab, sistem bisnis ini tampak menghasilkan win-win solution antara consignee dengan consignor. Namun, bukan bisnis namanya jika tidak ada syarat yang mengikat di antara kedua belah pihak terlibat.

Sama seperti kesepakatan lainnya, tentu konsinyasi juga membutuhkan perjanjian resmi hitam di atas putih. Tujuannya untuk melindungi hak consignee dan consignor. Adapun syarat yang dapat kamu penuhi baik sebagai consignee maupun consignor adalah:

  • Sebelum perjanjian mencapai kesepakatan, mesti ada keputusan pasti terkait pembagian keuntungan atau komisi
  • Perjanjian ini sifatnya terbuka untuk menghindari kecurangan
  • Tertulis secara jelas hak dan kewajiban consignee dan consignor beserta sanksi yang mengikuti apabila terjadi pelanggaran
  • Perjanjian harus secara tertulis dengan tanda tangan di atas materai, mengingat terdapat untung dan rugi secara materi

Tips Ampuh

Bagaimana? Kamu semakin penasaran dengan sistem bisnis konsinyasi? Jika jawabanmu iya, kamu bisa simak tips dari LummoSHOP berikut ini untuk membantu proses bisnis konsinyasi milikmu berjalan lancar di masa mendatang.

Bagi Kedua Pihak

konsinyasi adalah

  1. Pilih rekan bisnis yang terpercaya

Sebagai consignor dan consignee, kamu mesti memastikan rekan bisnis yang akan bekerja sama nantinya orang yang terpercaya. Cara memilihnya, yakni dengan mencari tahu rekam jejak kedua pihak. Sebab,  menjalin bisnis dengan rekan yang tidak jujur atau amanah akan menyebabkan risiko kerugian materiel.

  1. Pastikan isi perjanjian saling menguntungkan

Setelah yakin dengan rekan pilihanmu, saatnya kamu menyusun syarat bisnis berupa perjanjian. Seperti penjelasan yang sudah ada sebelumnya. Kamu memerlukan perjanjian bisnis agar pembagian keuntungannya dapat berjalan adil dan jelas.

  1. Perjanjian kerja sama dengan sistem kontrak jangka pendek dan panjang

Jika kamu bisa menemukan rekan bisnis yang mau bekerja sama dalam jangka pendek terlebih dulu, maka itu merupakan suatu keuntungan. Sama halnya saat memberi masa percobaan ke karyawan baru, kamu punya pilihan untuk melakukan hal serupa saat bekerja sama dengan rekan yang baru. Sambil bisnis berjalan, kamu dapat memahami karakter, sistem kerja, dan kecocokan masing-masing.

Kata orang, nih, mencari rekan bisnis itu seperti menemukan jodoh. Jadi kamu akan butuh perjanjian bisnis jangka pendek ini, yang setelah cocok dapat kamu lanjutkan lagi menjadi jangka panjang. Jangan terburu-buru tapi juga harus jeli melihat peluang yang ada.

  1. Pastikan tampilan barang tertata rapi

Dalam bisnis online maupun offline, keduanya sama-sama memiliki etalase untuk menampilkan barang untuk keperluan penjualan. Consignor dan consignee perlu menyamakan persepsi terlebih dulu sebelum memulai perjanjian kerja sama. Bagaimana barang akan tampil di toko online dan atau offline, bagaimana konsepnya, dan sebagainya. Sebab, tampilan toko yang baik akan memengaruhi citra bisnis dan juga minat konsumen.

Bagi Consignor (Pemilik)

  1. Pilih rekan bisnis yang segmentasi pasarnya sama dengan bisnismu

Kamu harus memastikan barangmu sampai ke tangan consignee yang tepat. Jika segmentasi pasar dari barang yang kamu miliki itu menengah ke atas, sedangkan segmentasi pasar dari consignee menengah ke bawah, tentu akan terjadi ketidakselarasan di sini. Pastikan antara kamu dan consignee memiliki segmentasi pasar yang serupa.

Bagi Consignee (Penjual)

  1. Kenali barang dengan baik

konsinyasi adalah

Sebagai consignee, kamu harus mengenali barang jualanmu dengan baik. Bagaimana caranya menarik perhatian konsumen jika kamu tidak mengenali barang jualanmu? Pastikan barang yang kamu jual memiliki keunggulan dan ciri khas agar mudah dibedakan dengan kompetitor. Jangan lupa juga untuk selalu memeriksa kualitasnya.

Kelebihan Konsinyasi

Ada banyak kelebihan yang harus kamu tahu, yaitu:

Bagi Consignor (Pemilik)

  1. Memperkenalkan merek barang dengan lebih cepat
  2. Memperluas jangkauan pasar bisnismu
  3. Meningkatkan pendapatan
  4. Menghemat biaya promosi
  5. Bisa memproduksi banyak barang tanpa memusingkan ukuran gudang karena bisa menghemat space penyimpanan atau tidak perlu membayar penyimpanan
  6. Menghemat sumber daya untuk biaya pelayanan
  7. Menjadi lebih fokus di bagian produksi
  8. Memiliki kesempatan untuk mengetahui minat konsumen secara luas
  9. Membangun hubungan bisnis jangka panjang yang menguntungkan dengan consignee

Bagi Consignee (Penjual)

  1. Dapat meretur barang yang tidak laku
  2. Terhindari dari kehabisan stok barang
  3. Mendapat keuntungan tanpa mengeluarkan modal
  4. Risiko kerugian kecil
  5. Menambah ragam produk di toko online dan offline sehingga menjadi lebih menarik
  6. Menjadi lebih fokus untuk peningkatan pemasaran

Kekurangan Konsinyasi

Setiap sistem bisnis tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tidak terkecuali konsinyasi. Adapun kekurangannya adalah:

Bagi Consignor (Pemilik)

  1. Menerima pendapatan di akhir
  2. Menghambat perputaran modal
  3. Risiko kerugian saat barang tidak terjual
  4. Risiko kerugian saat consignee tidak bekerja sama secara optimal
  5. Tidak semua barang bisa dijual dengan sistem penjualan titip barang

Bagi Consignee (Penjual)

  1. Risiko kerusakan barang
  2. Memastikan ruang selalu tersedia dengan cukup
  3. Besarnya biaya pemeliharaan barang
  4. Jenis barang titipan yang sama antara dua consignor berbeda memiliki peluang untuk menimbulkan konflik
  5. Perlu hati-hati dalam menjaga barang consignor

Tidak heran jika sistem bisnis ini masih menjadi pilihan pebisnis saat ini, terutama yang memiliki modal kecil. Sebab, kelebihan yang sistem bisnis ini tawarkan memang jauh lebih banyak.

Pajak Konsinyasi

Ternyata ada, lho, pajak yang mengatur tentang sistem bisnis ini. Sebut saja PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Sebelum melangkah lebih jauh, kamu perlu paham dulu jika awal mula hak milik barang yang dititipkan adalah milik consignor. Lantaran demikian, itu dianggap sebagai penyerahan terutang PPN, karena hal berikut ini:

  • Sudah terjadi transfer barang dari consignee ke consignor
  • Penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan bisnis

Dalam Pasal 1A UU Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai mengatakan bahwa consigner wajib memungut PPN atas seluruh transaksi penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) yang dilakukan secara konsinyasi. Pada penjelasan Pasal 1A huruf g juga dijelaskan:

“Dalam hal penyerahan secara konsinyasi, Pajak Pertambahan Nilai yang sudah dibayar pada waktu Barang Kena Pajak yang bersangkutan diserahkan untuk dititipkan dapat dikreditkan dengan Pajak Keluaran pada Masa Pajak terjadinya penyerahan Barang Kena Pajak yang dititipkan tersebut. Sebaliknya, jika Barang Kena Pajak titipan tersebut tidak laku dijual dan diputuskan untuk dikembalikan kepada pemilik Barang Kena Pajak, Pengusaha yang menerima titipan tersebut dapat menggunakan ketentuan mengenai pengembalian Barang Kena Pajak (retur) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5A Undang-Undang ini.”

Bersamaan dengan adanya perjanjian kerja sama yang mengikat dan undang-undang yang berlaku, kamu semakin tidak ragu untuk mencoba bisnis konsinyasi sebagai bisnis pertamamu, kan? Apalagi dengan segala kelebihan yang ada, sangat sayang untuk kamu lewatkan begitu saja. Yuk, segera ambil peluangnya!

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Atur & Jalani Bisnis Toko Online Bersama Rekan, Makin Mudah dengan Fitur Kelola Tim

Mau Bisnis Tapi Bingung Sama Modal? Pakai Sistem Pre-order Aja!

Inspirasi Bisnis: 15 Pebisnis Sukses dengan Modal Kecil

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP