fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Bersaing Sehat dalam Bisnis D2C

bersaing sehat

Indonesia menjadi pasar besar untuk dunia penjualan online. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, jumlah pengguna internet di Indonesia dilaporkan capai 202,6 juta orang hingga Januari 2021. Angka ini tumbuh 15,5% dari tahun sebelumnya dengan kenaikan 27 juta orang. Sekitar 93% dari angka tersebut pernah memanfaatkan untuk membeli barang dan jasa melalui online

Meskipun pasarnya besar, tapi tahukah kamu jumlah yang berjualan atau mereka yang berbisnis di marketplace juga tak kalah banyak. Belum lagi mereka yang menjual di toko online sendiri dan di media sosial. Artinya banyak kompetitor yang berjualan online dan memerlukan cara bersaing sehat dalam berbisnis. 

Sebetulnya bersaing dalam bisnis itu baik. Karena dengan begitu, kamu akan terpacu memikirkan bagaimana bisnis online yang dibuat dapat berkembang dan berinovasi.  Persaingan memang bisa membuat kamu stres dan berhadapan dengan berbagai masalah, seperti terjadi persaingan harga, konsumen kamu berpindah ke kompetitor dan masih banyak lagi.

Itulah bisnis, setiap pebisnis cepat atau lambat akan berhadapan dengan masalah ini. Masalahnya apakah kamu dan pebisnis lainnya mampu berinovasi dan beradaptasi dengan adanya kompetitor. Jika kamu mampu mengatasinya, maka bisnis kamu akan semakin berkembang, baik dalam pencitraan merek maupun bertambahnya pelanggan. 

 

Apa Penyebab Terjadinya Persaingan?

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya persaingan. Seperti produk yang sama, lokasinya berdekatan atau line bisnisnya sama. Dalam situasi tersebut tidak menutup kemungkinan kamu kedatangan kompetitor.

Biasanya kompetitor masuk ke lini atau sektor bisnis kamu, karena melihat celah atau masih ada ceruk pasar yang belum kamu masuki. Misalnya, kalau kamu adalah seorang pebisnis kopi kekinian di Kota Bekasi. Namun, dalam penguasaan pasar kopi kekinian, kamu baru memenuhi 20%. Sehingga wajar jika muncul bisnis kopi kekinian yang bersaing dengan kamu.

Selain masih ada celah bisnis, munculnya kompetitor dalam bisnis online juga terjadi karena lemahnya strategi yang kamu punya sehingga pesaing dapat melihat kekurangan dan menjadikan peluang untuk mencuri konsumen.

Apa Itu Persaingan Sehat?

Dalam dunia bisnis terdapat dua strategi bersaing, yaitu secara sehat dan tidak sehat. Persaingan sehat dalam dunia bisnis yaitu kamu tidak menjatuhkan dan juga merugikan kompetitor, tetapi bersaing dengan cara meningkatkan kualitas ataupun kemampuan masing-masing. 

Berikut ini beberapa ciri ciri persaingan sehat:

  • Tidak Bersaing Harga

Sebetulnya sah-sah saja bersaing harga, karena ini sering kita temui. Namun, jangan sampai bersaing harga menjadi cara melawan kompetitor. Kalau kamu dan kompetitor saling menurunkan harga untuk melakukan persaingan. Artinya, kamu telah melakukan persaingan secara tidak sehat. Pada akhirnya, cara menurunkan harga juga akan berimbas buruk pada margin bisnis dan tidak akan pernah usai, karena akan selalu ada saja produk sejenis yang dijual dengan harga yang lebih murah. Lihatlah Indomaret dan Alfamart, meski berdampingan tapi tidak saling menjatuhkan. 

  • Bersaing dengan Kualitas

Bersaing dalam kualitas sebetulnya tidak hanya produk, tapi juga termasuk pelayanan. Harga saja tidak akan menjamin kamu menang kompetisi. Kamu bisa menciptakan keunikan sendiri produk yang akan dijual. Dan cari tahu apa yang bisa dikembangkan atau dimodifikasi. Semakin kreatif dalam mengembangkan produk juga termasuk cara melawan kompetitor. Ketahuilah, ada tipe konsumen yang lebih tertarik pada kualitas, alih-alih harga murah semata. 

Begitu juga dalam pelayanan, apa yang bisa kamu tambah. Terlebih jika kamu menggunakan model bisnis D2C atau direct to consumer yang jelas-jelas berhadapan langsung dengan pelanggan. Pelayanan terbaik harus selalu diterapkan.

Misalnya ada pelayanan antar barang sampai di tempat pelanggan secara gratis. Pelanggan juga tidak akan membeli produk kamu bila pelayanannya kurang sopan, kurang cepat dan kurang baik. Ketahuilah, setiap pelanggan ingin diperlakukan seperti raja. Maka pelajarilah cara beretika dan berinteraksi dengan konsumen. Misalnya menjawab dengan ramah dan cepat, serta mendengar saran dan kritik mereka. 

Itulah ciri-ciri persaingan yang sehat. Lalu bagaimana dengan ciri-ciri persaingan tidak sehat? Nah, ini juga harus kamu ketahui sebelum mengetahui strategi bersaing sehat. 

 

Apa Itu Persaingan Tidak Sehat?

Persaingan tidak sehat adalah cara melawan kompetitor yang saling menjatuhkan satu sama lain dengan menggunakan berbagai cara. Biasanya dalam persaingan ini, antarpelaku berbuat curang, tidak jujur, bahkan melanggar hukum untuk menghambat dan membuat rugi kompetitornya.

Akibat persaingan usaha, harga di pasaran bisa tidak stabil. Misal, pernahkah kamu mendengar harga cabe yang bisa mencapai Rp100.000 per kilogram? Itu biasanya bukan karena kelangkaan cabe saja, tapi terjadi persaingan usaha antar tengkulak atau pebisnis cabe. Atau bisa juga menurunkan harga dengan sangat rendah, sehingga harga kompetitornya jadi rugi. 

Pada Undang-undang RI No.5 tahun 1999 terdapat contoh praktik persaingan yang dilarang seperti penetapan harga, pembagian wilayah, pemboikotan, kartel, dan persekongkolan yang menyebabkan persaingan tidak sehat. 

Berikut contoh-contohnya:

  • Monopoli

Dalam undang-undang sangat melarang pebisnis yang melakukan monopoli produksi. Misalnya monopoli dalam penguasaan produksi atau pemasaran usaha seperti cabe, beras dan sebagainya. Monopoli di Indonesia hanya diperbolehkan bagi perusahaan milik negara. Misalnya, monopoli minyak oleh Pertamina, listrik oleh PLN. Namun, jika kamu ingin melakukan monopoli kopi kekinian di Indonesia, itu sangat dilarang. 

  • Monopsoni

Monopsoni terjadi apabila hanya ada satu pebisnis yang menjadi pembeli tunggal dalam sebuah pasar. Biasanya monopsoni terjadi di daerah-daerah di mana lebih banyak penjualnya dari pada pembeli. Misalnya, di sebuah desa, ratusan petani panen dan menjual pada satu tengkulak. 

  • Penguasaan pasar

Penguasaan pasar sangat dilarang, karena menyebabkan pebisnis lain tidak bisa berusaha. Cirinya adalah menolak pebisnis lain untuk melakukan kegiatan usaha yang sama pada pasar yang berkaitan. Bahkan dalam penguasaan pasar juga menghalangi konsumen untuk tidak membeli di pesaing, serta melakukan diskriminasi. 

  • Persekongkolan

Mungkin kamu jarang melihat persekongkolan antar pebisnis. Biasanya ini terjadi dalam bisnis skala besar. Dengan cara ini, mereka dapat menguasai pasar dengan mudah. 

Itulah beberapa ciri-ciri cara persaingan tidak sehat dalam bisnis. Apabila dilakukan maka tidak hanya berdampak pada harga, tapi juga semakin terbatasnya pilihan produk di pasar karena terjadinya monopoli atau penguasaan pasar oleh pebisnis. 

bersaing sehat
Lalu bagaimanakah cara melawan kompetitor agar bersaing sehat? Kamu bisa menggunakan beberapa strategi ini:

  • Manfaatkan Teknologi

Sekarang adalah era digital, maka kamu wajib memanfaatkan teknologi dalam strategi bisnis.  Karena kamu tahu, dunia digital dan teknologi tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Kamu bisa menggunakan berbagai peralatan digital seperti iklan menggunakan Facebook dan google ads untuk melakukan promosi usaha. Kamu juga bisa melakukan riset produk dengan Google Trend untuk melihat potensi pasar.

  • Gunakan Media Sosial

Media sosial adalah kunci. Berdasarkan data We Are Social, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 170 juta jiwa. Kamu bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan produk kamu. Selain murah, cara penggunaannya pun mudah. Kamu tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk menggunakannya, cukup memasarkan produk atau jasa. Dan manfaatkan fitur-fitur yang disediakan untuk membuat konten yang menarik. 

  • Kenali Pelanggan Kamu

Berdasarkan penelitian, sebanyak 80% pelaku usaha tidak memiliki cukup data pelanggan untuk membuat promosi yang efektif. Untuk itu belajarlah mengenal pelanggan kamu baik dengan menggunakan interaksi media sosial, melakukan promosi dan diskon atau membuat kegiatan temu dengan pelanggan. Intinya ciptakan hubungan baik dengan pelanggan kamu lebih dari sekadar urusan jual beli. 

  • Pahami Kompetisi

Ketika kamu tahu ada kompetitor, maka kamu harus pahami dulu apa yang kompetitor lakukan. Apa strategi mereka, apakah mereka melakukan inovasi produk, menambahkan fasilitas dan sebagainya. Setelah tahu, maka cobalah cari tahu apa yang tidak dilakukan pesaing kamu dan coba isi bagian pasar mereka. 

Kamu juga bisa pelajari apa yang menjadi kekurangan usaha kamu sehingga kompetitor bisa masuk. Bandingkanlah apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan kamu dengan pesaing. Amatilah mengapa produknya bisa diterima dan disukai pasar.

  • Ekspansi Pasar

Kalau kamu menilai pasar kamu perlu ekspansi saat ada kompetitor, maka mulailah. Tapi ingat, pastikan bisnis kamu sudah siap sebelum ekspansi ke pasar yang baru. Oh ya, jangan pernah lupakan pelanggan setia kamu di pasar yang lama. Kamu juga bisa mengenalkan pasar yang baru kamu masuki ke pelanggan setia. 

Kalau perlu, carilah mitra usaha untuk melakukan ekspansi pasar. Dengan adanya mitra, kamu dapat melakukan ekspansi dengan bantuan modal dari mereka, sehingga kamu mengeluarkan biaya yang sedikit. 

  • Jujur dalam Berusaha

Hadapi persaingan dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran. Tidak perlu melakukan hal-hal yang melanggar hukum sebagai cara bersaing sehat dalam berbisnis. Jangan juga melakukan manipulasi produk yang dapat merugikan konsumen. Dengan jujur, bisnis kamu akan mendapatkan kepercayaan dan menarik konsumen sehingga mudah diterima pasar.

Semoga dengan cara ini bisnis kamu lancar dan bisa bersaing sehat dengan para kompetitor.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP