fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Bisnis Cuan tanpa Perang Harga

Strategi Bisnis

Perang harga tak ubahnya seperti perang sungguhan: menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalaupun semua konsumen “lari” ke arahmu, maka kamunya yang gantian akan “babak belur” karena tak kuat “dihajar” harga jual yang jauh di bawah harga pasar. Sedangkan saat kamu tak kuat lagi menurunkan harga dibanding kompetitormu, maka ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga: konsumen pergi, modal pun habis tak bersisa lagi. Itu sebabnya, sejak awal berbisnis, perang harga sudah seharusnya menjadi hal yang paling kamu hindari.

Perang harga diartikan sebagai kondisi “banting-bantingan” harga dengan kompetitor. Ketika kamu menetapkan harga Rp10.000,- mereka menurunkan harga jadi Rp9.000,-. Ketika kamu ikut menurunkan harga jadi Rp8.500,-, mereka menurunkan lagi jadi Rp7.000,-. Begitu seterusnya. Hingga pada akhirnya, bisnismu hanya tinggal nama. Tentu bukan kondisi itu yang kamu inginkan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Perang harga kerap muncul pada barang yang tengah jadi sorotan masyarakat. Di situasi seperti itu, biasanya banyak pebisnis baru atau pebisnis lama yang berubah haluan ingin ikut “mencicipi” keuntungan. Cara yang mereka lakukan agar bisa menarik perhatian konsumen adalah dengan menawarkan harga murah.

Di sisi lain, kalau dipikir lebih jauh, perang harga juga tak manusiawi. Bagaimana tidak, keberadaannya bisa “mematikan” pebisnis lain. Padahal, bisa jadi bagi pebisnis tersebut itulah satu-satunya usahanya. Ketika bisnisnya kemudian mati, bagaimana ia bisa menjalani hidupnya sehari-hari.

Strategi BisnisLalu, bagaimana cara kamu memenangkan persaingan tanpa harus menjatuhkan dan membuat malu lawan/kompetitormu atau tanpa membuatmu sakit sendiri karena rugi? Beberapa strategi bisnis tanpa perang harga di bawah ini dapat kamu lakukan.

Tampillah Beda

Perhatian orang-orang biasanya akan langsung tertuju ke hal atau sesuatu yang dianggap beda. Hal ini juga berlaku untuk konsumen. Mereka biasanya suka mencoba yang “aneh-aneh”. Misal beberapa waktu yang lalu, konsumen rela mengantre hanya untuk mendapatkan minuman bernama BOBA yang saat itu belumlah sepopuler sekarang. Padahal kalau boleh dibilang, minuman tersebut serupa dengan minuman manis lain, hanya “isinya” yang ditambah dengan sesuatu yang baru. Kamu pun bisa seperti itu. Coba, apa yang bisa membuat produkmu unik atau tampil beda. Apakah dari segi rasanya kalau memang bisnismu kuliner ataukah dari segi pelayanannya kalau bisnismu jasa?

Jangan Terpancing untuk Melayani Perang Harga Kompetitormu

Saat bisnismu sudah running dan kompetitor mulai bermunculan adalah wajar jika di antara mereka ada yang ingin “memancingmu” untuk perang harga. Sarannya, tentu saja jangan sampai terjebak karena yang rugi nantinya kamu sendiri. Biarkan mereka menurunkan harga, kamu tetap fokus saja dengan kualitas. Percaya deh dalam jangka panjang, tetap kualitas yang akan menang. Tak ada artinya harga murah meriah jika zonk.

Evaluasi, Perbaiki 

Evaluasi setiap hari kemudian perbaiki juga merupakan langkah sederhana dan konkret untuk menghindarkan bisnismu dari perang harga. Percaya deh yang namanya kualitas akan selalu menang. Dan hal tersebut bisa ditingkatkan dengan mau mengoreksi dan evaluasi untuk memperbaiki sebagaimana strategi perang ala Tsun Zu tokoh Jepang yang terkenal, Kaizen, atau disebut juga perbaikan terus-menerus.

Cari Variabel Alternatif yang Biayanya Lebih Rendah Tapi Kualitasnya Masih Sama

Jika memungkinkan, kamu bisa juga hunting variabel biaya yang lebih rendah daripada sekarang sehingga kalaupun kamu terpaksa harus “menuruti” sesekali adanya perang harga, margin alias keuntungan yang kamu dapatkan masih ada. Misalnya, bisnismu di bidang kuliner, maka kamu bisa mencari bahan baku yang lebih murah tetapi kualitasnya sama atau mencari biaya kirim yang lebih murah daripada sebelumnya

Cari Pasar Baru yang Masih Minim Kompetitor

Jika “bertarung” di Red Ocean atau tempat yang sudah banyak pelaku bisnisnya memang kerap terjadi perang harga, tidak demikian dengan tempat yang masih sepi kompetitor. Misalnya, jualan bakso di Malang (Jawa) dengan di luar Jawa bisa berbeda. Jika di Jawa, penjual bakso begitu melimpah, tidak demikian dengan di luar Jawa (misalnya).

Ajak Kompetitor Berkolaborasi daripada Berkompetisi

Ada pepatah yang mengatakan bahwa jadikan musuhmu teman baikmu untuk memenangi peperangan. Kamu pun bisa menggunakan strategi ini. Alih-alih mengajak kompetitormu terus berkompetisi tiada henti, alangkah baiknya jika coba kamu tawarkan kolaborasi. Misalnya, kamu dan kompetitormu sama-sama bisnis aneka souvenir. Nah, daripada sibuk saling menjatuhkan kenapa tak sibuk saling menguntungkan saja. Kamu dan kompetitormu bisa “janjian”. Kamu fokus jualan apa, dia fokus jualan apa, yang keduanya sama-sama souvenir. Kalian bisa membuat paket souvenir yang isinya produkmu dan produk kompetitormu. Bagaimana? Ide bagus, bukan?

Membangun Kepercayaan Konsumen

Hal yang tak boleh kamu lupakan dalam berbisnis adalah memenangkan hati konsumen. Jika hati mereka sudah kamu “genggam” biasanya sih akan susah lepas. Pun sebaliknya. Itu sebabnya, penting bagi kamu untuk membina hubungan baik dengan konsumen sejak awal terjun ke dunia bisnis. Hubungan baik bisa dibentuk dengan cara peka terhadap kebutuhan mereka, mau mendengarkan komplain, tidak marah jika mereka hanya ingin bertanya, memberikan pelayanan terbaik, dan semacamnya.

Belajar dari Kompetitor

Sebagai pebisnis, kamu harus open minded. Tidak ada salahnya jika kamu belajar dari kompetitor bahkan mengakui keunggulannya. Bukan berarti kamu harus mendatanginya kemudian duduk dan mendengarkan ceritanya selayaknya murid dan guru di sekolah, tentu saja tidak demikian. Namun, kamu bisa mengamati atau bahkan mencari informasi mengenai kompetitormu di mesin pencarian. Dari sana, kamu bisa belajar bagaimana perjalanan bisnis kompetitormu, hal apa yang kira-kira bisa kamu pelajari dari mereka, dan apa yang ada di mereka tapi tidak ada di kamu, serta tentu saja tentang kekurangan mereka yang tidak ada di kamu.

Membuat “Mata” Konsumen Hanya Tertuju Padamu dan Melihat Semua Keunggulanmu

Tidak mustahil kok kamu bisa membuat perhatian konsumen hanya tertuju padamu tanpa membandingkan harga di tempat lain. Caranya adalah dengan memiliki website sendiri yang notabene di sana hanya ada produkmu, produkmu, dan produkmu. Kemungkinan mereka untuk berlama-lama mempelajari bisnismu akan semakin besar ketimbang mereka datang di marketplace. Bagaimana cara membuat website sendiri? Tak perlu khawatir karena ada LummoSHOP yang siap menjadi “partner” terbaik untuk menjalankan bisnismu. Dengannya, kamu bisa membuat website gratis atau toko online untuk menunjang bisnismu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Perang harga adalah sesuatu yang ada sejak dulu, sejak hanya ada bisnis konvensional hingga saat ini bisnis online atau bisnis di dunia maya. Keberadaannya seolah “mengancam” para pebisnis baru, terutama yang modalnya minim. Alih-alih ingin mendapatkan untung, yang ada malah buntung karena tak kuat dengan tekanan “banting membanting” harga. Jika kamu adalah pebisnis, cara-cara di atas bisa kamu lakukan agar terhindar dari perang harga sehingga bisnismu bisa berlansung lama. Selamat mencoba, ya!