fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Jualan Online di Media Sosial

Strategi Jualan Online

Strategi jualan online dengan memanfaatkan media sosial, memang kerap dijadikan sebagai “jalan ninja”. Apakah kamu salah satu yang melakukannya? Jika ya, yuk sama-sama kita kulik strategi jualan online yang tepat di media sosial, agar jualanmu bisa jadi bisnis yang senantiasa berkembang.

Fungsi media sosial seperti Facebook, Instagram, atau TikTok terus berkembang. Bukan lagi sekadar sarana untuk berbagi cerita, foto, atau video keluwesan berjoget, tapi telah berkembang menjadi sarana pemasaran bisnis, termasuk para pengusaha bisnis online

Apa yang kamu lakukan persis setelah membuka mata di pagi hari? Pasti langsung meraih ponsel pintar, dan membuka pesan yang masuk lewat aplikasi WhatsApp. Setelah mengakses WhatsApp, biasanya lanjut berselancar cari tahu update-update status kawan dan kerabat di Facebook

Selesai memantau Facebook, langsung meluncur ke Instagram cek feed dan stories, jaga-jaga kalau ada informasi terbaru yang mendadak viral. Belum puas sampai Instagram, aktivitas berlanjut ke TikTok,  hitung-hitung penyegaran mata di pagi hari.  

Aktivitas pagi berkeliling di media sosial ini seringkali bikin lupa waktu. Tapi mau bagaimana lagi,  memantau media sosial sudah jadi ‘sarapan’ pagi di era digital ini. Rasanya ada yang kurang kalau belum membuka media sosial di pagi hari. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Platform media sosial memang banyak. Mulai dari Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, dan banyak lagi. Tapi mungkin banyak di antara kita yang hanya menggunakan platform media sosial. 

Pengguna Facebook mungkin enggan bermain TikTok karena merasa usianya terlalu tua buat bermain TikTok. Begitu juga sebaliknya, pengguna TikTok bisa jadi merasa Facebook terlalu tua buatnya, atau malah banyak ‘pensiunan’ pengguna Facebook yang mencari keseruan baru di TikTok

Tapi faktanya memang demikian. Pengguna media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok datang dari rentang usia yang berbeda. 

Menurut data Statista, perusahaan asal Jerman yang fokus pada pengolahan data konsumen, secara global pengguna Facebook terbanyak berada pada rentang usia 18-34 tahun untuk perempuan dan 25-34 tahun untuk laki-laki. 

Di Indonesia sendiri, pengguna Facebook masih didominasi kalangan muda tepatnya generasi Z dan generasi milienial. Statista mencatat, pada April 2021, sebanyak 33,6 persen pengguna Facebook di Tanah Air berada di rentang usia 25-34 tahun, kemudian 30,2 persen berada di rentang 18-24 tahun.

Sisanya, 14,3 persen berada di rentang usia 35-44 tahun, 11,2 persen 13-17 tahun, 5,8 persen 45-54 tahun, 25 persen di atas 64 tahun, dan yang paling sedikit berada di rentang usia 55-64 tahun dengan persentase 1,7 persen.

Bagaimana dengan demografi usia pengguna Instagram? Menurut data Napoleon Cat, pada Desember 2020 terdapat 83.770 juta pengguna Instagram di Indonesia atau sekitar 30,5 persen dari seluruh penduduk Indonesia. 

Kelompok usia terbesar dari pengguna Instagram di Indonesia berusia 18 sampai 24 tahun yakni sebesar 35,8 persen atau sekitar 30 juta pengguna. 

Paling fenomenal tentu saja TikTok. Jumlah pengguna TikTok selama 2021 meningkat sebanyak tiga kali lipat. TikTok melaporkan, jumlah penggunanya di Indonesia mencapai 92,2 juta pengguna per Juli 2021. Sebelumnya, per April 2020, jumlah pengguna TikTok baru mencapai 37 juta pengguna. 

Jumlah pengguna TikTok di Indonesia didominasi remaja dengan rentang usia 14 sampai 24 tahun dan kebanyakan berasal dari kota-kota besar. 

Media sosial memang menjadi saluran yang cukup efektif untuk memasarkan toko online atau jualan kamu di masa kini. Dan hampir semua media sosial bisa kamu gunakan untuk jualan atau promosi, tapi tidak semuanya cocok dengan target pasar toko online milikmu. Diperlukan strategi jualan yang tepat, yang sesuai dengan masing-masing platform media sosial.

Itu kenapa, mempelajari demografi masing-masing media sosial penting sebelum kamu memutuskan media sosial untuk jualan mana yang paling cocok dengan karakter toko online kamu. Ya, memahami demografi masing-masing media sosial adalah salah satu strategi jualan online paling dasar yang perlu kamu kuasai. Yuk, bahas satu per satu media sosial yang hits saat ini. 

TikTok

Kalau target pasarmu di usia 15 sampai 25 tahun alias Gen Z, kamu bisa maksimalkan TikTok sebagai media sosial untuk jualan. Di TikTok kamu bisa berbagi video pendek tentang produk atau cara pakai produkmu, atau membuat video gimmick kreatif lainnya. Strategi jualan online di platform satu ini diperlukan kepiawaian khusus, seperti jeli melihat topik yang sedang trending, agar konten jualanmu relate ke situasi saat itu.

Belum lama ini, TikTok memberi ruang untuk beriklan dengan meluncurkan TikTok Ads. Memang belum sepopuler Facebook Ads atau Instagram Ads, tapi dengan jumlah pengguna yang terus tumbuh, TikTok bisa kamu pertimbangkan sebagai media sosial untuk jualan. 

Ada 5 jenis iklan di TikTok yang bisa kamu manfaatkan:

  1. In-Feed Ads

Berbentuk video, iklan ini muncul saat pengguna melakukan scroll feed. Kurang lebih kemunculan iklan ini sama ketika kita melihat-lihat Instagram Stories. 

  1. Brand Takeover

Jenis iklan ini berbentuk video layar penuh berdurasi 3 hingga 5 detik. Iklan akan muncul ketika pengguna membuka aplikasi TikTok dan muncul di halaman For You dalam bentuk gambar, GIF, atau video. Kamu bisa menyisipkan tagar atau link yang bisa langsung di klik oleh pengguna TikTok

  1. TopView

Serupa dengan iklan Brand Takeover, TopView juga ditampilkan dalam bentuk video layar penuh. Bedanya pada durasi video yang lebih panjang sampai 60 detik. Iklan TopView tidak langsung tampil saat pengguna membuka aplikasi. Iklan akan muncul di feed pertama setelah 3 detik. 

  1. Branded Hashtag Challenge

Iklan ini cukup unik, brand akan meminta pengguna TikTok merekam dirinya sedang menarikan sebuah koreografi lalu meminta pengguna mengunggah dengan tagar tertentu. Ketika tagar di klik, pengguna akan diarahkan ke landing page TikTok yang berisi logo brand, link website, sampai deskripsi tentang Challenge tersebut. 

Jenis iklan ini memang menuntut keterlibatan penggunanya. Tapi cukup efektif membangun kesadaran akan brand. Tugas kamu memikirkan konsep tantangan apa yang sekiranya bisa jadi tren di TikTok

  1. Branded Effects

Kamu bisa membuat stiker, filter, atau efek yang bisa dibagikan di TikTok. Semacam filter di Snapchat atau Instagram, tapi bedanya ini menampilkan brand. Jenis iklan ini memungkinkan kamu memasarkan produk secara organik yakni meminta follower menggunakan filter yang kamu buat dengan imbalan reward untuk follower tersebut.

Instagram

Media sosial ini cenderung lebih banyak disukai banyak orang. Aktivitas yang bisa dilakukan pun banyak, mulai dari berbagi foto sampai video reels dengan durasi yang lebih panjang. Kalau target marketmu kebanyakan usia di bawah 30, Instagram bisa jadi media sosial yang pas. 

Berbeda dengan media sosial lainnya, Instagram sangat fokus pada konten-konten visual mulai dari foto sampai video. Kelebihan ini membuat kamu leluasa untuk menghasilkan konten-konten promosi yang lebih menarik dan menggugah konsumen untuk lebih jauh mengenal produk jualan kamu, sebagai strategi jualanmu agar bisa dikenal konsumen yang kamu targetkan.

Kamu juga bisa memanfaatkan fitur Live IG untuk promosi. Entah mengadakan meet and greet virtual dengan mengundang endorser yang kamu rekrut, atau sekadar bagi-bagi giveaway. Yap

Facebook

Memang banyak yang menganggap Facebook media sosialnya generasi tua, apalagi bagi anak-anak zaman sekarang. Walau nyatanya, Facebook masih menjadi media sosial yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. 

Namun kalau dilihat dari demografi usia pengguna Facebook, maka media sosial ini paling cocok bagi kamu yang target pasarnya di atas usia 30 tahun. 

Keunggulan menggunakan Facebook sebagai media sosial untuk jualan ialah karena Facebook menyediakan fitur Facebook Ads alias beriklan di Facebook. Beriklan di Facebook memungkinkan kamu menjangkau pasar baru, iklan yang kamu buat pun bisa dikelola agar sesuai dengan target pasar. 

Untuk memasang iklan di Facebook kamu tinggal mengikuti panduan yang ada. Mulai dari jenis iklan, penentuan audiens, anggaran, format iklan, dan jangka waktu sudah disiapkan oleh Facebook.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kalau pertanyaannya ialah, media sosial mana yang paling cocok dan efektif buat jualan, ya tentu saja tidak ada jawaban mutlak. Menjalankan bisnis online atau toko online bukankah harus fleksibel dan adaptif dengan banyak perubahan? Artinya, kalau hanya terpaku dengan satu media sosial ya justru membatasi ruang gerakmu.

Intinya, kenali siapa pasar dan karakter bisnis online kamu, lalu sesuaikan dengan demografi pengguna media sosial yang ada. Atau kalau ada anggaran dan waktu, kamu bisa mencoba beriklan di dua media sosial sekaligus misalnya, dari situ kamu bisa membandingkan mana yang lebih efektif dan tidak. 

Terpenting, konten yang kamu hasilkan jangan asal-asalan. Gali kreativitasmu, buat semenarik mungkin tapi tetap informatif dan tidak bertele-tele. Pun mengonsep konten bukan keahlianmu, banyak kok konten kreator atau perencana konten yang bisa membantumu. Atau paling mudah, sering-seringlah berselancar di media sosial supaya ide-ide segar menghampirimu.