fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Jualan Thai Tea ala Nyem Nyem Pengasih

Thai tea

Bisnis food and beverage (F&B, makanan dan minuman) menjadi salah satu usaha yang ikut terpukul keras sejak ‘serangan’ COVID-19. Dari yang kecil hingga besar. Apalagi pada masa pandemi awal, ketika pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tetap di rumah saja. Ini membuat para pebisnis kehilangan konsumen dan pelanggannya dalam jumlah yang cukup besar. Sementara di sisi lain, biaya operasional, karyawan, hingga sewa masih terus berjalan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sebagian restoran atau warung memilih untuk memindahkan usahanya ke rumah atau kios yang lebih kecil karena tak mampu menyewa tempat. Kebanyakan dari mereka mengandalkan pesanan online dan food delivery. Banyak pula yang terpaksa menutup bisnisnya. Bangkrut. Namun, beberapa pebisnis justru menjadikan situasi yang sulit ini sebagai peluang baru untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah Agung Nurherwin, pemilik Thai Tea Nyem Nyem Pengasih, yang terkenal dengan produk minumannya. 

Agung mengaku mengalami penurunan omzet karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan peraturan pemerintah lainnya di masa pandemi, tapi ia tak menyerah. Agung berbagi suka dan dukanya, serta beragam strategi yang ia lakukan untuk terus mengembangkan bisnisnya. Mulai dari menyiapkan menu makanan hingga tongkrongan lesehan. 

Thai tea

Strategi Bisnis Thai Tea Nyem-Nyem

Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai strategi bisnis Agung! Siapa tahu bisa kamu contek. 

  • Mengakomodasi Kebutuhan Konsumen

Jennifer Coy dalam artikelnya di Forbes berjudul ‘Seven Ways To Save Or Improve Your Small Business During The Pandemic’, mengungkapkan 7 cara bagi bisnis kecil untuk menyelamatkan usahanya. Satu di antaranya adalah dengan mengakomodasi kebutuhan konsumen. Inilah strategi awal yang dipilih oleh Agung. Pebisnis berusia 36 tahun ini mendirikan Thai Tea Nyem Nyem Pengasih di tahun 2018. Berawal dari booth kecil di depan warnet, ia menawarkan minuman Thai Tea. 

“Kemudian kita terus mencari tahu apa kebutuhan konsumen. Pelan-pelan (kita tahu), konsumen butuh tempat untuk duduk, untuk nongkrong. Kemudian, akhir tahun 2019, kita punya tempat yang lebih besar,” ceritanya pada tim LummoSHOP. Sayangnya, beberapa bulan kemudian, COVID-19 menyerang Indonesia. Jangankan untuk menambah karyawan, bertahan saja sulit pada waktu itu. 

Padahal, menurut cerita Agung, di awal bisnisnya, ia berhasil mendapat tujuh kemitraan. “Tapi, ketika semakin parahnya pandemi, semakin banyak strategi (bisnis) saya yang tidak berhasil. Karena memang waktu itu juga tidak memungkinkan sekali untuk buka sampai malam dengan adanya berbagai peraturan yang diterapkan oleh daerah. Sangat menyulitkan,” ungkap Agung. Kerennya, Agung tak menyerah bahkan ia terus berusaha mengakomodasi kebutuhan konsumen. “Akhirnya, saya tahu bagaimana agar konsumen itu bisa memesan makanan tanpa harus keluar rumah,” ucapnya.

  • Melihat Peluang Pasar 

Contoh nyata strategi bertahan para pebisnis F&B dapat dilihat dari Agung. Ia mampu melihat peluang pasar bahwa konsumen tak hanya ingin minum ketika sedang hangout di restorannya, dan ia pun menyiapkan menu makanan. Bahkan, menunya terus berinovasi. Agung juga melihat peluang pasar untuk menawarkan restorannya yang memiliki ruang yang asri dan nyaman sebagai tempat mengadakan acara. Mulai dari ulang tahun, nonton bareng, work space, kumpul-kumpul, dan sebagainya.

  • Terus Menciptakan Produk dan Mengevaluasi Produk Lama

Agung tak berhenti dalam menciptakan produk baru dan mengevaluasi produk lama. “Menu makanan kami tiap dua bulan sekali mengalami perubahan. Ada menu baru, tapi ada juga menu lama yang tidak kita teruskan lagi. Kita juga lakukan photo session untuk menu juga. Lalu, foto kita meng-uploadnya satu per satu di akun LummoSHOP kita dan media sosial.”

Hingga saat ini, ada beragam menu makanan dan minuman yang Nyem Nyem Pengasih sediakan. Mulai dari hidangan nusantara hingga kuliner internasional, seperti Nasi Goreng Nyem Nyem, Chicken Steak, Beef Burger, Seblak Sosis, Tempe Mendoan, Steak Geprek, dan masih banyak lagi. Untuk produk minumannya, tak kalah banyak pula. Ada berbagai varian Fresh Milk (Chocolate, Coffee, Bubble Gum, Hazelnut, dll) dan ada pilihan teh dengan bermacam rasa. Kalau mau yang segar, bisa pilih Yakult Punch dengan beragam varian.

Kreativitas Agung dalam menciptakan produk tak berhenti sampai situ. Ia juga menciptakan paket makanan khusus untuk acara di restoran Nyem Nyem Pengasih. Contohnya, paket 10 Ayam Geprek yang tersaji bersama 10 nasi dan gratis 10 Es Teh.

  • Memanfaatkan Teknologi

Mengutip data Statista, banyak masyarakat di negara-negara maju beralih memakai layanan pembelian online selama masa pandemi, termasuk di Indonesia. Dilansir dari laman resmi Kominfo, pada April 2020, konfigurasi penggunaan internet bergeser ke perumahan, tempat tinggal, dan pemukiman. Tidak seperti sebelumnya, di mana pemanfaatan internet berada di kantor, kampus, sekolah, dan tempat publik. Bagi para pelaku bisnis, kondisi tersebut bisa menjadi dasar strategi pemasaran. 

Seperti yang dilakukan oleh Agung. Ia pun memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membuka penjualan online dan food delivery produk Thai Tea nya. LummoSHOP merupakan salah satu channel penjualan online yang dipilih oleh Agung. Menurutnya, LummoSHOP merupakan salah satu platform berjualan online yang mudah digunakan, tidak berat, tidak ada potongan harga, dan gratis. Fiturnya lengkap pula. Konsumennya juga mudah dalam mengakses LummoSHOP. “Kecepatan dalam melihat menu itu lebih cepat pakai LummoSHOP. Fiturnya juga di-upgrade terus. Jadi, memang lebih enak LummoSHOP dibandingkan yang lain,” jelasnya. 

Agung mengatakan, keunggulan LummoSHOP lainnya bagi bisnisnya adalah kemudahan dalam meng-upgrade menu. Ini sangat mengakomodasi strateginya untuk terus menciptakan produk. “Di desa saya itu, kita jualan ayam geprek selama sebulan itu mungkin orang sudah bosan, harus ganti. Kalau nge-print menu terlalu sering juga tidak mungkin, jadi lebih enak pakai aplikasi seperti LummoSHOP. Tinggal foto saja, terus di-posting.” 

Selain itu, strategi pemasaran yang ampuh dalam meningkatkan penjualan Nyem Nyem Pengasih dan juga branding adalah strategi pada akun media sosial. “Misalnya, kalau (konsumen) mau dapat promo, perlu ‘tag’ tiga akun teman di Instagram. Terus, follow akun Instagram Nyem Nyem. Ini biasanya ampuh dalam menarik konsumen baru. Insight-nya juga naik,” kata Agung.

Thai tea

  • Berinovasi dan Giat Berpromosi

Di masa pandemi, ketika pemerintah menganjurkan warganya untuk di rumah saja, Agung pun membuat inovasi baru dari bisnis Thai Tea nya agar dapat terus bertahan. Ia tak hanya menjual produk secara online, tapi juga menyediakan jasa kurir untuk mengantar pesanan makanan dan minuman. 

Agung mengatakan, “Biasanya konsumen langsung (menuliskan) pesanannya melalui WA (WhatsApp), lalu share location (tujuan pengantaran). Tarifnya Rp1.000 per 1 km. Kurirnya pakai pegawai kami, dan kami menghitung tarifnya sendiri berdasarkan lokasi (tujuan pengantaran) konsumen. Karena kami pakai kurir sendiri, jadi lebih murah buat konsumen.”

Selain memberikan jasa kurir, Nyem Nyem Pengasih juga menghadirkan menu promo dengan penawaran menarik yang telah ia sesuaikan dengan kebutuhan konsumen serta melibatkan akun media sosial mereka. “Tipe target market kami, senang dengan promo. Kalau ada promo, mereka akan melihatnya lebih dari 2 detik. Kalau nggak ada tulisan promo, langsung di-skip. Untungnya, di LummoSHOP sudah ada fitur membuat banner promo, jadi lebih menarik promonya. 

Nyem Nyem Pengasih juga kerap ‘numpang’ branding pada acara-acara di daerah sekitarnya. “Saya sekarang ada side job, sebagai fotografer sepak bola. Nah, kalau ada event sepak bola kami menyebarkan link foto-foto event sekalian link akun bisnis saya di LummoSHOP. Otomatis ini membuat mereka jadi penasaran juga (untuk mencoba produk Nyem Nyem Pengasih),” cerita Agung.

Cara lainnya dengan memberikan voucher yang menampilkan barcode link LummoSHOP. “Jadi kita buat semacam kartu nama, di bagian belakangnya kita berikan voucher Rp50.000 untuk membeli produk di Nyem Nyem dan dibagikannya saat ada event-event.” Selain itu, Nyem Nyem Pengasih juga kerap membuat flash sale yang dapat dipesan melalui LummoSHOP.

Nah, itulah 5 strategi berjualan produk makanan dan minuman ala Nyem Nyem Pengasih. Apakah kamu tertarik mencobanya?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP