fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Komunikasi yang Memikat Hati Pelanggan Untuk Transaksi

Pelanggan Jatuh Hati

Hati adalah masalah krusial, bukan melulu tentang cinta semata. Tapi bagi pelaku bisnis apapun jenis usahanya perlu strategi penjualan yang matang. Agar produknya punya daya tarik tersendiri untuk calon pelanggan sehingga hati pelanggan pun terpikat untuk membeli. Komunikasi yang baik ke calon pembeli atau pelanggan akan menjadi poin penting dalam proses memasarkan jualan. 

Dalam sesi webinar yang Lummo Shop selenggarakan beberapa waktu lalu bersama dengan Bisri Kembar, seorang public speaking mentor sekaligus professional trainer yang bertahun-tahun malang melintang di industri digital marketing, ada beberapa insight yang perlu para pebisnis muda ketahui tentang bagaimana memikat hati pelanggan.

Sebelum memulai sesi webinar, Bisri mengutarakan beberapa aturan main kepada para peserta webinar. Tiga hal penting seperti: jangan takut salah, fokus pada pengembangan diri sendiri, dan selalu niatkan untuk naik kelas dalam tingkatan apa pun. 

Bisri mengungkapkan kalau yang namanya komunikasi mau tidak mau akan selalu ada dalam semua tahapan kehidupan manusia. “Komunikasi itu penting banget untuk bisa deal dengan transaksi, penjualan, dan lain-lain. Kalau komunikasinya mandek, maka tidak akan ada pelanggan yang jatuh hati, itu sudah menjadi prinsip komunikasi“, buka Bisri.

Baca juga: Strategi Bisnis Cuan Tanpa Perang Harga

Mengapa Komunikasi Penting Untuk Bisnis?

Pelanggan Jatuh Hati2Bisri mengutip kalimat dari seorang pakar ekonomi Dale Carneige. Yang mengatakan bahwa Kepemimpinan adalah kolaborasi dari kepercayaan diri ditambah hubungan sesama manusia dan keahlian berkomunikasi. 

Kita tentu paham banget kalau reseller akan kabur, distributor nggak mau kerjasama lagi, partner bisnis kapok kerjasama kalau dari pihak kitanya jelek dalam berkomunikasi“, papar Bisri. “Hampir semua aktivitas bisnis itu memerlukan yang namanya komunikasi. Komunikasi itu bukan tentang dunia penjualan saja tapi juga melingkupi bidang lain di sekitar bisnis. Seperti misalnya copywriting penjualan, desain grafis dalam berbisnis, hingga menawarkan promo juga perlu skill komunikasi yang bagus dan tepat sasaran“, jelas Bisri lagi.

Bisri mengingatkan komunikasi yang tidak terjadlin dengan baik akan membuat pengguna kabur dan lari ke toko sebelah. Penjualan tidak mencapai target tentu akan membuat sulit sebuah bisnis. “Meskipun katakanlah pelanggan atau calon pembeli ingin sekali membeli barang itu dan memerlukannya, tapi kalau dari pihak pebisnis atau pedagang tidak melayani dengan komunikasi yang baik maka pembeli itu akan kabur“, tegas Bisri.

Mengutip kalimat seorang pakar ekonomi Everett M.Rogers, Bisri mengungkapkan kalau berkomunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. “Jadi seperti hubungan serius dengan pasangan, membuat pelanggan jatuh hati dan lalu memikat hati pelanggan adalah cara yang baik menjaga bisnis agak berkesinambungan“, ujar Bisri.

Baca juga: Wajib Tahu! 5 Strategi Bisnis Sukses yang Bisa Kamu Tiru

Dengan durasi mencapai satu jam lebih, sesi webinar yang dilakukan oleh Bisri dan Lummo Shop juga memberikan pandangan tentang komunikasi di dunia bisnis kepada para peserta yang memang ingin bisnisnya bisa memikat hati pelanggan. 

Point of view komunikasi bisnis antara lain ada ide dan sumber ke penerima. Contohnya produk yang bisa memberikan solusi bagi masalah pelanggan lalu pada akhirnya pelanggan suka dan melakukan repeat order dengan solusi yang ditawarkan“, ujar Bisri. Contoh yang dipaparkan Bisri adalah jasa ojek online yang marak dalam beberapa tahun belakangan di berbagai belahan dunia bisa hadir karena ada permintaan dan dikomunikasikan dengan baik.  

5 Esensi atau Hukum Komunikasi yang Perlu Pebisnis Perhatikan

Pelanggan Jatuh Hati3Dalam sesi webinar, tidak lupa Bisri memaparkan bahwa dalam ilmu komunikasi ada 5 esensi atau hukum komunikasi agar terjadi transaksi yang harus para pebisnis perhatikan. Apa saja?

  1. Respect (Hormat) 

Sebagai pebisnis atau penjual, pastikan brand atau produk yang kamu jual bisa mendapatkan “ikatan” atau engage berdasarkan prinsip saling hormat. Misalnya produk atau produsen menghargai keinginan konsumen atau pelanggan untuk mendapatkan produk yang bagus.

  1. Empati

Rasakan sedalamnya masalah yang konsumen atau pelanggan alami, agar timbul kesadaran bahwa lewat cara itu, masalah yang kemudian datang lewat produk yang pelaku usaha jual dapat diobservasi.

  1. Audible 

Prose menyampaikan pesan antara pebisnis atau pengusaha harus terdengar dengan baik, memiliki intonasi clear, tempo suara yang tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Pembeli dan konsumen sehingga bisa merasakan diksi, tempo suara dalam berkomunikasi yang baik. Pesan pun tersampaikan dengan baik.

  1. Clarity (Jelas) 

Komunikasi yang jelas, tidak mutar-mutar dan ada “jembatan” antara penjual dan pembeli memungkinkan ada repeat order.

  1. Humble (Rendah Hati) 

Sebagai market sentris, kita sebagai pebisnis atau pedagang harus bisa melayani. Cara ini akan membuat konsumen atau pelanggan bisa paham apa yang kita tawarkan.

Menjelang sesi penutupan webinar, tidak lupa Bisri mengungkapkan kalau dari 5 hukum komunikasi yang  Stephen Covey garap, ada beberapa hal yang biasanya terlewat oleh pengusaha atau pebisnis.

Sebagai contoh adalah saat seorang pengusaha tidak mencari tahu tentang konsumen yang ingin mereka tuju dan garap, tidak tahu usia, menyasar persona seperti apa, dan lain sebagainya. Dengan hal itu maka konsumen insight pun tidak bisa pengusaha dapatkan. Hal ini termasuk tidak tahunya cara panggilan untuk calon konsumen karena tidak memiliki latar belakang pembeli. “Kita harus tahu konsumen kita seperti apa, apakah bro, sis, bapak, ibu, tante, atau om?” beber Bisri.

Ketika saya presentasi ke sebuah komunitas agama, saya pun berpakaian seperti mereka. Mulai dari kultur hinggga berbahasa, termasuk apakah perlu memakai diksi Jaksel atau mahasiswa umum. Seperti menggunakan bahasa milenial kekinian. Ini saya lakukan agar transaksi atau presentasi dari produk yang saya jual bisa berjalan jauh lebih cepat karena ada unsur “kecocokan” di situ”, ungkap Bisri.

Baca juga: Strategi Promosi, Kenali Jenis-Jenisnya untuk Bisnismu

Komunikasi akan membuka jalan para pengusaha dan penjual dengan pembeli. Karena dari komunikasi maka persona seseorang (dalam hal ini pembeli) akan terungkap. “Akan semakin menarik kalau komunikasi awal lancar. Berlanjut dengan mengenal lebih lagi dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang berhubungan dengan produk misalnya masalah ukuran, penyajian hingga tren“, tambah Bisri.

Setelah mengetahui semua lewat komunikasi dasar. Bisri mengatakan bahwa ia bisa mengelompokkan konsumen dan mereka bisa menjadi daftar calon konsumen yang difollow up atau dibuat jatuh hati untuk melakukan transaksi. 

Kita bisa masukkan cara follow up berikutnya dengan whats app, beriklan di media sosial atau email blast“, lanjut Bisri. “Interaksi dengan channel lebih pribadi lewat pesan singkat. Hal itu biasanya akan menimbulkan empati dari pembeli bahwa penjual benar-benar tahu dan mengerti apa yang konsumen atau pelanggan cari. Sehingga mereka tidak ragu untuk membeli”, tukas Bisri. Sebelum menutup sesi hari itu Bisri memberikan konklusi. Bahwa komunikasi adalah keahlian yang wajib semua orang miliki baik itu pengusaha atau pedagang yang ingin memikat hati pelanggan.

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP