fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Membuat Kursus Online yang Menjual

Kursus online

Jika kamu bertanya-tanya bagaimana cara menjual kursus online yang menjual. Kamu datang ke tempat yang tepat. Sebagai informasi, bisnis kursus online sedang bertumbuh pesat. Berdasarkan riset dari Research and Market, bisnis kursus online global diproyeksikan mencapai USD390,6 miliar pada tahun 2026, tumbuh sebesar 11,7% setiap tahun. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dalam penelitian lain, pasar e-learning global akan mencapai USD325 miliar pada tahun 2025, dan ini terbukti melalui Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,5% yang menunjukkan peningkatan permintaan dan minat terhadap konten online dan digitalisasi. Bahkan, tidak hanya dalam industri ini, berbagai sektor lain juga mengadopsi pelatihan secara online

Seberapa Layak Bisnis ini

Tren bisnis online meningkat bersamaan dengan banyaknya orang lebih memilih belajar online di rumah, karena lebih nyaman dan fleksibel. Ini dikarenakan untuk menghindari rumitnya bepergian untuk datang ke sekolah dan dari pandemi orang ingin menjadi belajar cara-cara baru untuk mengembangkan keterampilan mereka secara online. Hanya dengan laptop dan akses ke internet, kursus online dapat menerima siswa di seluruh dunia, membantu mereka menguasai keterampilan penting dengan biaya yang jauh lebih murah daripada pendidikan konvensional.

Meskipun kedengarannya menjanjikan, tapi bisnis ini juga menjadi sangat kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Karena hampir setiap orang yang mempunyai keahlian dapat membuat platform kursus online dengan biaya rendah. Kalau di Indonesia, sebut saja Revou, Coursera, Hacktiv8, Ruang Guru, Udemy, dan masih banyak lagi.

Kebayang kan pasar kursus online di lima sampai sepuluh tahun ke depan seperti apa?

Dulu, mungkin agak aneh kalau menawarkan kursus online, bagaimana cara belajarnya?

Tapi sekarang justru orang semakin tertarik dan begitu banyak pilihan, sehingga calon pembeli justru kebingungan harus pilih mana yang sesuai minat mereka.

Dengan semakin besarnya pasar, ini artinya juga ada persaingan harga. Berdasarkan prinsip ekonomi meningkatnya penawaran maka harga turun. 

Alasan Terbaik untuk Membuka Kursus Online

Jadi sebelum kamu terjun ke dalam bisnis ini, bahkan membuat website jualan kursus. Coba tanyakan pada diri sendiri, “Kira-kira masih layak kah untuk membuat kursus online? Seberapa besar peluangnya?

Jika kamu menjawab “ya”, memang benar masih ada peluang meski bisnis ini sangat kompetitif. Karena pasar yang tersedia juga luas. Namun, jika kamu masih ragu, ada beberapa alasan mengapa kamu harus membuat kursus online.

  • Meningkatkan Prestise 

Dengan membuat kursus online, ini akan membentuk sebuah prestise tersendiri. Itu artinya kamu telah membantu pelanggan atau pengunjung untuk mempunyai keahlian. Bila ini berhasil, maka penilaian mereka terhadap kamu akan tinggi dan lebih menghormati kamu. Mereka merasa terbantu untuk maju mendapatkan manfaat yang kamu tawarkan. 

  • Meluaskan Jangkauan Pasar

Sebesar apa pun bisnis kursus kamu, apabila masih dilakukan pertemuan tatap muka secara fisik, kamu tidak akan menjangkau pasar yang lebih luas. Berbeda bila kamu membuat kursus online, kamu akan mendapatkan peserta dari seluruh dunia. 

  • Aset Bisnis

Salah satu kelemahan potensial dari bisnis berbasis keahlian atau profesi adalah sebagian besar nilainya melekat pada pakar tertentu – terutama pemiliknya – dan itu dapat membuat mereka sangat sulit untuk dijual. Sedangkan kursus online itu dinamis, kamu bisa mencari dan menemukan berbagai profesional untuk menjadi pemateri. Bahkan, memberikan penghasilan berulang setelah kursus dibuat. Tidak terlalu bergantung pada ahli materi pelajaran tertentu. Ini akan menjadi aset bisnis kamu, karena menghasilkan pendapatan berulang dan terukur.

Kursus online

Seberapa Menguntungkan? 

Jika ditanya seberapa menguntungkan? Maka jawabannya tergantung keseriusan kamu dalam berbisnis kursus online kamu. Misalnya bagaimana persiapan kamu dalam membuat ‘toko online’ karena yang dijual adalah kursus atau produk digital, bukan barang fisik. Jadi ini tergantung juga cara jualan online kamu dalam menawarkan ke pelanggan. Selain itu, sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat kursus online ini menguntungkan.

Pertama adalah kepercayaan, semakin orang percaya terhadap bisnis kamu ini, maka akan semakin menguntungkan. Untuk itu, di awal kamu harus berusaha cukup keras untuk meningkatkan kepercayaan dan menarik pelanggan. 

Kedua, adalah dari sisi harga. Banyak pebisnis kursus online tidak yakin dengan harga yang mereka tawarkan. Apakah ini sudah sesuai dengan anggaran konsumen? Harusnya sudah bisa menilai harga kursus yang akan ditawarkan, siapa target pasarnya. Jika target pasar jelas, maka harga akan mengikuti. 

Ketiga, biaya murah. Salah satu keuntungan utama dari menjual kursus online, kamu tidak perlu pusing memikirkan cara kelola stok barang, bagaimana manajemen stok barang, apalagi mencari cara agar tidak salah atur stok barang. Itu tidak penting. Yang harus dipikirkan justru adalah bagaimana mengelola stok pemateri.

Karena yang kamu jual adalah kursus, jadi membutuhkan stok pemateri atau profesional yang bisa diajak kerja sama. Sementara itu kamu bisa membuat kelas tanpa batas, tanpa memikirkan tempat dan perlengkapan fisik lainnya.

Kursus online

Bagaimana Cara agar Kursus Online Sukses?

Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan, yaitu: 

  • Pilih Materi atau Keahlian yang Tepat 

Salah satu cara sukses jualan online kursus kamu adalah memilih materi yang tepat untuk dibuat. Jika tidak, maka akan sangat susah untuk mempromosikannya. Untuk itu, kamu bisa melakukan riset pasar terlebih dahulu, seperti keahlian apa yang sedang dicari oleh konsumen. Kamu bisa mencari dan menemukan melalui permintaan pasar, seminar online, media sosial, dan sebagainya. Apakah jenis kursus ini sudah tepat atau belum. Selain itu, kamu juga bisa membuat tingkat kursus, misal pemula, menengah dan lanjutan. 

  • Siapa Target Pasarnya

Setelah melakukan riset kursus terkait kursus apa yang hendak kamu buat, tentukan juga target pasarnya. Apakah untuk masyarakat menengah, kaya, atau di antara keduanya. Memposisikan itu penting, untuk menentukan harga, anggaran dan materinya.

  • Bangun Audiens

Jika sudah tahu target pasar, langkah selanjutnya adalah membangun audiens kamu. Kamu bisa melakukannya dengan mengoptimalkan media sosial, iklan dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga pendidikan, seperti sekolah atau perguruan tinggi.

Kamu bisa membuat berbagai funneling untuk menarik konsumen agar tertarik mengikuti kursus. Seperti toko online gratis – menyediakan gratis kursus untuk periode tertentu, adanya halaman penjualan kursus atau arahan, alat pembayarannya apakah juga menyediakan untuk pembayaran digital, dan perangkat komunikasi yang digunakan, apakah menggunakan email, slack, dan sebagainya. 

Dalam halaman penjualan juga kamu bisa menceritakan kepada audiens kamu betapa menariknya kursus yang akan mereka pilih. Buat poin-poin menyentuh dan kebutuhan keahlian ke depan. Kamu juga bisa menunjukkan apa yang akan dibahas di dalam kursus. Berikan poin-poin penting dan manfaat yang didapatkan. 

  • Bangun secara Bertahap

Agar kursus kamu dinamis dan tidak membosankan. Buatlah secara bertahap. Oleh sebab itu, kamu memerlukan desain bisnis ke depan. Seperti apa kira-kira kursus online kamu, apa saja yang akan kamu tawarkan. Ini dikarenakan persaingan pasar kursus online meningkat. 

Selain itu, jangan meluncurkan kursus materi baru sebelum kamu melakukan uji coba terlebih dahulu di pasar. Kamu bisa membuat webinar terlebih dahulu dengan mengundang peserta secara gratis. Agar tidak terjadi kegagalan saat kamu meluncurkan materi baru untuk dikursuskan.

  • Jual untuk Pebisnis

Selain untuk masyarakat umum, kamu juga bisa menjual kursus online secara khusus untuk para pebisnis atau perusahaan. Mengapa? Karena ini merupakan peluang dan menguntungkan dibandingkan kamu menjual kursus satu per satu kepada individu, akan memakan waktu lama. Berbeda jika kursus kamu diambil oleh satu perusahaan.

  • Sertakan Ulasan Pelanggan 

Kamu bisa menyertakan ulasan pelanggan sebagai bukti, bahwa kursus yang didapat akan membantu peserta dan ahli di bidangnya. Karena ketika orang melihat ulasan yang baik, mereka cenderung berinvestasi dalam produk atau layanan. Kamu bisa memanfaatkan testimonial seperti ini, setidaknya tiga orang yang bertestimoni dengan pernyataan yang berbeda-beda.

  • Sertakan Harga

Sebagian pengusaha terkadang tidak percaya diri untuk menyertakan harga langsung di situs mereka. Sayangnya, ini malah menutup prospek konsumen untuk membeli produk kamu. Sertakan harga sesuai dengan nilai kursus kamu. Percayalah setiap bisnis akan pelanggan masing-masing.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Itulah strategi membuat kursus online yang menjual. Apabila kamu sudah siap untuk menjual kursus online, kamu bisa memulainya dengan LummoSHOP. Tidak hanya mendapatkan toko online gratis untuk kursus kamu, tapi juga domain gratis dan tips cara buat website jualan yang menghasilkan.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP