fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Mempertahankan Bisnis D2C di Tengah Pandemi

Sudah dua tahun lebih kita mengalami pandemi global. Tidak ada yang tahu sampai kapan Covid-19 ini akan berakhir. Akibat pandemi ini, banyak hal berubah termasuk cara berbisnis. Mereka yang tidak bisa berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan akan mengalami kerugian, bahkan bangkrut. Berdasarkan data dari KataData terdapat sekurangnya 37.000 pelaku usaha terdampak selama pandemik. Dalam survei menunjukkan hanya 5,9% pengusaha yang mampu memetik untung di tengah pandemi. Sekitar 63,9% mengalami penurunan omzet lebih dari 30%.

Sektor bisnis yang mengalami penurunan penjualan adalah: bengkel, restoran, salon, spa, properti, MICE, tour & travel, hotel, transportasi, penerbangan, mal, fashion, dan beberapa sektor lainnya. Mereka yang bisa bertahan adalah mereka yang mengganti strategi bisnis dengan D2C (direct to customer).

 

Apa itu D2C?

D2C merupakan strategi bisnis saat pandemi yang kembali marak karena dilakukan tanpa perantara seperti grosir, distributor dropshipper, reseller, maupun retailer untuk berjualan ke konsumen. Dengan bisnis D2C, kamu dapat menjual dan memasarkan produk melalui channel yang kamu miliki sendiri. Mulai dari akun sosial media, website, hingga toko fisik. 

Dalam strategi bisnis D2C, kamu memiliki wewenang untuk mengatur strategi sendiri, baik itu mengelola brand hingga melakukan promosi dan pemasaran. Ada banyak keuntungan yang akan kamu dapatkan dalam menggunakan metode ini, antara lain:

Lebih Dekat dengan Konsumen

Apabila tadinya dengan model bisnis lama kamu jarang berinteraksi dengan konsumen, berbeda dengan D2C. Kamu sangat mudah berinteraksi langsung dengan para pengunjung di website atau berbagai akun media sosial. Bahkan kamu bisa berkomunikasi dan menjalin hubungan erat dengan para konsumen. Dengan ini bisnis kamu akan menjadi lebih hidup, karena juga didukung oleh para pelanggan.

 

Lebih Banyak Keuntungan

Dengan menggunakan D2C, kamu bisa menentukan harga produk di pasaran, karena bisnis ini tanpa melalui perantara atau pihak ketiga. Berbeda apabila kamu menggunakan grosir atau retailer. Tentu ini akan mengakibatkan harga produk kamu di pasaran naik, karena harus meningkatkan harganya untuk mendapatkan keuntungan. Harga yang mahal dibandingkan yang kompetitor akan berpotensi berkurangnya konsumen kamu.

Biaya Operasional Bisnis Lebih Hemat

Biaya operasional kamu akan menjadi lebih hemat, karena kamu tidak memerlukan distrbusi ke pihak ketiga terlebih dahulu. Biaya pengiriman kamu pun jadi lebih murah dari biasanya, dan bahkan bisa memberikan diskon pengiriman hingga produk.

Segmentasi dan Demografi Pelanggan Lebih Baik

Interaksi dengan konsumen meningkat, kamu jadi tahu segmentasi dan demografi pelanggan. Seperti berapa usia konsumen kamu, tinggal di mana, pekerjaan hingga kamu tahu apa hobi dan ulang tahun mereka. Mengapa bisa begitu? Karena ketika mereka melakukan pembelian, mereka juga langsung terdaftar sebagai member atau pelanggan website kamu.

 

Setelah mengetahui apa itu D2C, kamu juga harus mengetahui usaha yang cocok saat pandemi. Karena tidak semua usaha bisa diubah seluruh model bisnisnya menjadi D2C, misal pertambangan. Adapun bisnis pandemi yang bisa disesuaikan dengan D2C antara lain:

Bisnis Makanan

Bisnis ini merupakan salah satu yang tidak akan mati, karena semua orang butuh makan apa pun kondisinya. Apabila kamu ingin berbisnis atau mengganti sektornya, bisa memulai dengan usaha makanan. Selain peluangnya menjanjikan, sektor usaha makanan telah diizinkan beroperasi asal mengikuti prosedur kesehatan.

Bisnis Desain Grafis

Sekarang jasa desain grafis banyak diminati oleh konsumen, karena banyak perusahaan yang mengganti model bisnis menjadi D2C, sehingga membutuhkan jasa desain grafis untuk membuat berbagai gambar iklan untuk kepentingan promosi. Kamu bisa masuk di bisnis ini dengan membuat website dan akun sosial media. Apalagi kamu menampilkan contoh karya-karya kamu dalam membuat konten desain untuk iklan, pastinya akan membuat pengunjung tertarik dan memesan jasa kamu.

Bisnis Sembako

Sembako masih menjadi kebutuhan masyarakat. Kamu bisa menjadikan sebagai jualan online untuk sektor ini. Apalagi di saat pandemi, kebutuhan masyarakat cukup tinggi, karena berada di rumah. Kamu juga nggak akan pernah kehabisan pembeli.

Bisnis Emas

Emas juga masih menjanjikan sebagai bisnis di saat pandemi, karena harganya terus menanjak dan bisa memberikan keuntungan berlipat di masa depan. Apalagi masyarakat yang mulai tertarik akan emas naik sekitar 40% saat pertengahan pandemi. Kamu bisa memulai emas sebagai usaha yang cocok saat pandemi dengan jualan online

Bisnis Fotografi dan Video

Fotografi dan video banyak dibutuhkan masyarakat. Sekarang ada lho yang memberikan jasa fotografi dengan cara mengambil foto secara online. Ini merupakan perubahan teknik fotografi yang biasanya harus dilakukan di sebuah tempat, ternyata juga bisa dilakukan secara online. Selain itu, fotografi dan video untuk kepentingan wisuda, pernikahan, sunatan juga masih dibutuhkan. Jadi jika kamu ingin menjadikan bisnis pandemi, fotografi dan video sangat cocok dilakukan. 

Bisnis Pakaian

Meskipun banyak toko baju tutup di pusat perbelanjaan, tapi pembelian baju tetap bisa dilakukan. Para pengusaha kini mulai mencoba berbisnis online. Dengan cara ini selain untuk mempertahankan usahanya juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli. Fakta di lapangan, meski pandemi, kebutuhan akan pakaian tetap ada. Kamu juga bisa memulai usaha ini untuk mengawali bisnis.

 

Itulah beberapa bisnis yang dirasa cocok dilakukan saat pandemi. Kamu bisa memilih usaha apa dari enam bisnis itu. Setelah memilih dan memulai menjalankan bisnis, kamu harus tahu juga strategi bisnis dengan D2C, karena dengan model ini banyak usaha yang bisa bertahan di masa pandemi, bahkan meraup untung. Adapun caranya antara lain:

Fokus pada Strategi Digital Marketing

Pandemi telah mengajarkan kita untuk bisa beralih ke teknologi digital. Dikarenakan adanya larangan untuk berinteraksi dan pembatasan sosial. Dengan adanya pembatasan ini justru tidak menjadi halangan bagi kamu untuk melakukan promosi, karena digital marketing bisa dilakukan tanpa batas. Tidak hanya biayanya yang murah, tapi kamu bisa menjangkau pasar secara luas dan tersegmen. Berbeda jika melakukan promosi secara offline, tidak hanya mahal tapi kamu tidak tahu darimana saja konsumen yang membeli produk. Kamu juga bisa melakukan promo yangmenarik seperti beli satu gratis satu, potongan harga, atau memberikan giveaway kepada pelanggan.

Luncurkan Produk atau Layanan Baru

Kamu bisa menggunakan strategi untuk meluncurkan produk atau layanan baru untuk mendekat pada konsumen. Cara ini terbilang berhasil apabila penjualan produk tiba-tiba mengalami penurunan saat pandemi. Kamu bisa mengenalkan produk baru atau layanan baru misalnya konsumen bisa membeli dengan dompet digital seperti Ovo, Gopay, dan sejenisnya.

Tetap Perhatikan Standar Kualitas Produk

Meski semuanya sudah online, kamu harus tetap perhatikan kualitas produk, termasuk agar produk kamu tetap dicari dan dibutuhkan konsumen. Kualitas produk dalam artian kondisi fisik, fungsi, dan sifat suatu produk tersebut baik barang atau jasa berdasarkan tingkat mutu yang diharapkan seperti durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, reparasi produk serta atribut produk lainnya agar dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen.

Selain itu, kualitas produk menjadi salah satu kunci kamu memenangi persaingan dengan kompetitor. Karena konsumen selalu ingin mendapatkan produk yang berkualitas sesuai dengan harga yang dibayar. Jika kamu bisa menjaga kualitas produk di masa pandemi ini, maka konsumen akan selalu membeli produk kamu, karena merasa terpuaskan, bahkan bisa menambah jumlah konsumen.

Jaga Hubungan Baik dengan Pelanggan

Menjaga hubungan baik dengan pelanggan sangat penting agar bisnis kamu bisa bertahan di masa pandemi. Ini harus dilakukan agar pelanggan kamu tidak berpindah lain hati ke kompetitor. Selain itu pelanggan dapat menjadi media promosi pemasaran dengan metode word of mouth (mulut ke mulut) sehingga kamu mendapatkan pelanggan baru. Kamu juga bisa mendapatkan masukan inovasi produk yang dapat kamu pertimbangkan terhadap perencanaan bisnis untuk masa yang akan datang atau jangka panjang.

Adapun cara menjaga hubungan baik dengan pelanggan adalah sebagai berikut:

  • Selalu berkomunikasi dua arah
  • Utamakan pelayanan untuk pelanggan
  • Tanggapi keluhan pelanggan
  • Beri hadiah kepada pelanggan

Itulah strategi D2C yang bisa kamu lakukan dalam mengelola bisnis saat pandemi. Semoga bisnis kamu berjalan lancar dan bisa mulai jualan pakai LummoSHOP.