fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Mendapatkan Investor untuk Kembangkan Bisnis F&B

Cara Mencari Investor

Sebelum membahas bagaimana cara mencari investor, perlu kamu ketahui bahwa mendapatkan investor agar usaha F&B yang dijalani bisa senantiasa berkembang adalah perlu. Usaha di bidang makanan dan minuman masih menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Tak heran kalau jumlah pengusaha yang terjun ke bisnis Food & Beverages (F&B) terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, di tengah pandemi Covid-19 industri F&B mampu mencatat pertumbuhan positif. Angkanya bergerak pada titik 2,95% selama kuartal II-2021 dan memberikan kontribusi sebesar 6,66% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

Data Informa Markets menyebutkan, pendapatan dari industri F&B diproyeksikan mencapai USD2,884 juta pada 2021 ini. Laporan lain memberi taksiran adanya peningkatan jumlah konsumsi produk F&B yang diperkirakan mencapai 74,8 juta pada 2025 dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 13%. 

Melirik fakta di balik jumlah pengguna internet yang tumbuh begitu cepat di Indonesia, industri F&B dan perhotelan (hospitality) dapat meraup peluang untuk melakukan ekspansi bisnis online untuk menggaet pasar yang lebih luas. Karena itu tidak heran bahwa bisnis ini juga semakin disukai pemodal untuk menanamkan investasinya. Pendanaan yang muncul tidak hanya berasal dari industri keuangan, tetapi juga berasal dari Angel Investor yang sedang marak.  

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Investasi di bisnis online untuk kategori F&B juga semakin seksi karena ditolong jasa transportasi daring yang terbukti telah memberikan harapan baru untuk bertahan di tengah pandemi. Terlebih tren makanan kekinian seperti kopi susu, makanan ala Korea Selatan, ataupun makanan modern lainnya yang ala Barat, sekarang semakin naik daun di kalangan anak muda dan abege sebagai pasar masa depan.

Rencana Bisnis Tepat, Investor Terpikat

Kamu yang saat ini tengah menekuni industri F&B dengan model bisnis Direct-to-Consumer (D2C), mungkin termasuk yang sedang berburu cara mencari investor untuk mengembangkan bisnismu. Tren pertumbuhan sales yang bertumbuh cepat, mau tak mau membuatmu berpikir untuk meningkatkan skala bisnismu. 

Dibandingkan dengan meminjam modal dari bank, mendapatkan investor memang bisa memberikan keuntungan lebih bagi bisnis F&B. Selain bisa mendapatkan modal dalam jumlah yang cukup besar sesuai kebutuhanmu, pengembalian investasi juga bisa diatur lebih fleksibel. Imbalannya, bagi hasil usaha sesuai kesepakatan.

Namun cara mencari investor di bisnis F&B juga bukan perkara mudah. Bagi kamu yang sedang lirik sana-sini mencari jodoh investor potensial, berikut 7 kata kunci yang harus dicermati agar mereka mau menyuntikkan dananya dengan senang hati.

Cara Mencari Investor

  1. Konsep Usaha Matang dan Jelas

Sebuah bisnis tidak akan berjalan tanpa konsep yang matang. Investor sangat paham itu. Oleh karenanya, mereka akan mencari pengusaha yang benar-benar bisa meyakinkan bahwa usaha F&B yang ditawarkan terkonsep dengan baik, dan memiliki peluang sukses besar.

Lakukan analisa dan perencanaan secara detail karena para investor butuh bukti dari analisa.yang telah kamu lakukan. Kamu harus mampu meyakinkan mereka atas setiap langkah yang kamu rencanakan. 

  1. Prototipe dan Daya Tarik Produk

Kerahkan kreativitas, inovasi, dan kemampuanmu untuk membuat produk yang benar-benar terlihat beda dengan pemain yang sudah lebih dulu terjun. Inovasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tidak harus berupa produk dan jenis usaha yang benar-benar baru, tapi investor harus bisa menemukan sesuatu yang berbeda dan bisa menarik perhatian. 

Buatlah Prototipe produk yang menarik dari sisi tampilan dan berikan penjelasan yang bisa menarik perhatian investor maupun konsumen. Prototipe yang disajikan dengan informasi dan cerita yang jelas akan mempengaruhi keputusan investor untuk menerima ide bisnis kamu. 

Untuk produk makanan dan minuman, prototipe sudah tentu harus tentu mengutamakan citarasa dan penampilan/penyajian bahkan cara pengemasan untuk dibawa pulang (take away). Bahkan kalau jualanmu juga melayani pengunjung dine-in, kamu harus mengonsep penampilan outlet agar nyaman dan estetik. 

Satu hal yang sering dilupakan pebisnis F&B ketika mempresentasikan ide bisnisnya di depan investor adalah tes produk untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Tanpa tes produk, sulit bagi kamu untuk meyakinkan bahwa investasi yang akan mereka tanamkan tidak sia-sia. 

Kamu bisa melakukan tes produk dalam jumlah tertentu — misalnya 300 atau 500 konsumen yang datang ke tempatmu. Tes produk ini merupakan bentuk dukungan dari prototipe yang sudah kamu buat untuk meyakinkan investor bahwa produk kamu layak dipasarkan.

  1. Supporting Prototype

Supporting bisnis merupakan sarana agar bisnis F&B milikmu berjalan dengan baik. Fitur ini akan mendukung jalannya prototipe yang sudah kamu buat.

Sebagai contoh, untuk pemasaran produk F&B-mu ini, kamu bisa membuat supporting bisnisnya berupa toko online. Cara berjualan makanan online-mu itu bisa kau format dalam bentuk website, WordPress, atau bentuk lain seperti toko online di marketplace.

Buktikan kepada investor bahwa jualan online kamu sudah berjalan dan punya pelanggan. Ingat, investor lebih suka usaha yang sudah running ketimbang masih dalam bentuk ide. Lagipula, siapa sih yang mau membiayai wacana? 

  1. Stand Out

Dalam bisnis apa pun, terlebih bisnis F&B, jika produknya tidak mampu memberikan daya tarik, bisa menjadi sumber kebangkrutan. Pahamilah jalan pikiran investor tersebut. 

Jadi sebelum bicara panjang lebar di depan investor, kamu harus sudah yakin bahwa produkmu memang benar-benar memiliki daya tarik. Perkuat daya tarik produk F&B-mu dengan cara membuat iklan, bisa iklan gratis atau berbayar. Maksimalkan berbagai media online gratis untuk menyebarkannya. Jika kamu sudah yakin bahwa produk jualanmu stand out dan layak mendapatkan investor, langsung go-ahead siapkan langkah lainnya biar makin mantap!

  1. Monetisasi Bisnis

Salah satu prinsip dalam menjalankan bisnis agar mampu menarik dan bisa mendapatkan investor adalah monetisasi. Artinya, kamu harus mampu membuktikan bahwa produkmu sudah laku, dan kamu sudah memiliki income. Investor akan melihat bagaimana kamu mengelola dan mengembangkan bisnis tersebut, sehingga mereka akan mudah menanamkan dananya.

Kamu harus mampu menunjukkan keuntungan menggiurkan yang bisa didapatkan investor jika bergabung dalam bisnis F&B-mu. Sajikan dalam bentuk perhitungan Return-On-Investment (ROI) yang menarik, karena inti dari investasi adalah mencari keuntungan.

  1. Growing

Bisnis yang potensial untuk terus bertumbuh adalah salah satu faktor daya tarik bagi investor. Sebaliknya, bukankah motivasimu mencari investor dipicu ambisimu untuk terus berkembang?

Satu tahap setelah produkmu stand-out, bisnis berjalan lancar, dan kamu sudah mampu mendapatkan penghasilan dari penjualan produk, maka tugas selanjutnya untuk meyakinkan investor adalah pengembangan bisnis. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pengembangan bisnis bisa dimaknai dengan penambahan varian produk, peningkatan kapasitas produksi, pembelian peralatan, sampai dengan perluasan dan penambahan cabang (jumlah) outlet penjualan. 

Pikirkan dengan matang alasan apa yang paling tepat untuk ‘memaksa’ investor agar mau mendanai ambisi pengembangan bisnis F&B-mu.

  1. Pitching

Setelah siap dengan kelengkapan senjata perang, sampailah kamu pada proses pitching. Presentasikan materi dengan gaya yang membuat kamu terlihat ahli mengelola dan memiliki tanggung jawab penuh atas kelangsungan bisnismu.

Pupuk dan tampilkan kepercayaan diri yang tinggi saat mempresentasikan usahamu. Gunakan gaya bahasa yang elegan untuk meyakinkan, bahwa produk kamu memang layak dipasarkan dan dikembangkan dengan caramu (sendiri). 

Jadi jelas ya, sebelum berharap dilirik investor, kamu memang harus sudah menjalankan bisnis yang ‘provent’. Persiapan yang baik dan matang sangat dibutuhkan untuk melakukan presentasi di hadapan investor.

Terlepas dari faktor teknis di atas, pandai-pandailah memilih pemodal yang kredibel dan bisa dipercaya.  Tetap berhati-hati, dan jangan buru-buru menjatuhkan pilihan agar bisnismu tidak terseret masalah yang tidak menyenangkan di masa mendatang. Mendapatkan investor memang diperlukan untuk dapat mengembangkan bisnismu. Tapi, pastikan kamu sudah mempersiapkan langkah-langkah yang tepat dan memilih dengan cermat calon nvestor yang kamu dan bisnismu juga benar-benar butuhkan.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP