fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Strategi Sukses Bisnis Halal Food ala Eatwell Balikpapan

bisnis halal food

Meski banyak dampak negatifnya, pandemi Covid-19 ternyata juga melahirkan banyak dampak positif. Salah satunya adalah lahirnya bisnis halal food yang mendorong perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Seperti yang sukses dijalankan Regina Sulistya, pemilik bisnis makanan sunah dan halal Eatwell dari kota Balikpapan. Ingin belajar bagaimana penjualan Eatwell maju pesat selama pandemi? Simak terus, ya.

Mengenal Halal Food

Sebelum terjun ke bisnis halal food, kamu harus paham dulu apa artinya. Kata ‘halal’ berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘diperbolehkan’. Dalam konteks makanan, halal berarti makanan yang boleh atau sah untuk dikonsumsi menurut ajaran Islam.

bisnis halal food

Lebih luasnya, makanan halal adalah produk makanan dan minuman yang telah melalui prosedur ketat dan memenuhi standar higienitas dan gizi tinggi. Dengan kata lain, sekarang prinsip halal tidak lagi terbatas pada sebuah konsep ekslusif yang hanya berhubungan dengan agama. Isu tentang aspek kesejahteraan hewan, kesehatan makanan, organik, ramah lingkungan, etis, dan adil telah membuat konsep ini populer dan sangat diterima oleh konsumen makanan.

Dari Butuh jadi Bisnis

Bisnis halal food Eatwell Regina mulai di penghujung tahun 2019, setelah sebelumnya lebih banyak menggeluti bidang event organizer di area Kalimantan dan sekitarnya.

“Karena saya suka makanan-makanan sehat, sementara waktu itu di Kalimantan Timur belum ada satu tempat yang menjual makanan sehat. Saya pikir kenapa nggak saya beli sendiri dalam jumlah banyak, buat saya konsumsi sendiri dan sisanya saya jual. Pasti di sini banyak teman-teman yang juga butuh,” jelas Regina. Ia sendiri mengakui bahwa ia sangat membutuhkan produk makanan sehat karena penyakit autoimun pada dirinya. 

Permasalahan yang kebanyakan orang hadapi dalam berbisnis antarpulau terutama adalah ongkos kirim barang dari pulau Jawa ke Kalimantan Timur yang cukup mahal. Oleh Regina, hal ini coba ia siasti dengan memesan produk dalam jumlah lebih besar ke supplier. Berbekal ide dan siasat sederhana ini, mulailah Regina merintis bisnis makanan halal dan sunah melalui media sosial Instagram dan Facebook.

Mengedukasi Konsumen

Menjalankan bisnis halal food lewat media sosial ternyata tidak mudah.

“Awalnya susah, ya. Karena saya memang nggak suka main social media. Akhirnya saya jadi belajar lagi bagaimana cara main Instagram,” kata Regina mengenang awal merintis bisnis makanan sehatnya. Selain itu, ada tantangan lain yang harus dihadapi Regina saat mulai berjualan makanan sehat. “Ternyata banyak orang yang nggak paham soal mengolah dan memilih makanan sehat, seperti cuka apel, garam Himalaya, atau beras organik. Mereka pun kurang memahami manfaatnya. Harus ada orang yang benar-benar paham dan mengedukasi calon konsumen,” jelas Regina.

Akun media sosial Eatwell Balikpapan akhirnya Regina gunakan tidak hanya untuk berjualan dan promosi tapi juga sebagai sarana edukasi makan sehat dan halal.

“Sampai sekarang masih seperti itu, saya selalu mem-posting konten yang isinya beragam manfaat dari bahan yang dikandung produk ini apa, selain jualan produknya juga. Jadi makin banyak orang yang paham pentingnya makanan sehat,” tambahnya. 

Konten-konten informatif dan edukatif tentang produk sehat dan halal food Regina dapatkan dari para supplier-nya yang rutin membuat konten video-video yang menarik. Tak jarang, Regina pun memberi ide kepada para supplier produk makanan sehatnya untuk konten berikutnya.

“Saya tidak punya waktu dan keterampilan untuk membuatnya sendiri, jadi saya serahkan saja kepada mereka yang punya perangkat dan biasa membuat konten,” akunya.

Strategi Sukses Eatwell Balikpapan

Akibat pandemi, sangat disayangkan bahwa bisnis event organizer yang Regina rintis terpaksa harus berhenti. Daripada bingung tidak punya aktivitas yang mendatangkan pemasukan, ia akhirnya mencoba untuk berfokus di bisnis halal food. Ternyata dalam waktu kira-kira setahun saja, bisnis Eatwell Balikpapan maju pesat berkat strategi yang ia terapkan. 

Apa saja strategi bisnis yang Regina jalankan untuk memasarkan produk makanan sehat dan halal food Eatwell Balikpapan?

  1. Kualitas produk

bisnis halal food

Karena awalnya ditujukan untuk konsumsi pribadi, Regina selalu mencari produk makanan sehat berkualitas tinggi dari produsen yang terpercaya. Untuk menjaga kepercayaan konsumen, Eatwell Balikpapan hanya menyediakan produk makanan sehat berkualitas premium.

  1. Sabar melayani konsumen

Bisnis makanan sehat memang bukan hanya soal jual beli, tetapi juga bagaimana mengedukasi calon konsumen mengenai produk yang sesuai kebutuhannya. Cara ini perlu kesabaran penjual untuk memberi informasi yang tepat pada konsumen, bisa melalui tayangan konten di media sosial atau melalui chat WhatsApp. Seperti kata Regina, HP bisa seharian penuh tidak lepas dari genggamannya, demi bisnis yang terus berjalan.

  1. Kecepatan pengiriman

Proses pengiriman cepat jadi salah satu keunggulan Eatwell Balikpapan dibandingkan dengan kompetitor. “Setiap ada orderan masuk, saya langsung packing dan kirim. Tidak ada jam tertentu kecuali sudah malam ya karena kurir juga sudah tidak beroperasi,” jelas Regina. Banyak konsumen yang sebelumnya beli di toko lain akhirnya kembali belanja di Eatwell Balikpapan karena faktor ini, meski harganya sedikit lebih mahal dari toko lain.

  1. Sedia opsi ambil langsung

Bisnis Eatwell Balikpapan dijalankan secara online melalui media sosial, juga melalui marketplace dan menggunakan LummoSHOP.  Namun bila memang butuh, konsumen dapat langsung datang ke rumahnya untuk ambil barang, terutama bagi konsumen yang tinggal di kota Balikpapan.

“Pernah ada konsumen yang darurat perlu air zam zam untuk istrinya yang akan melahirkan. Karena sudah malam jadi sudah tidak ada kurir yang bisa kirim. Saya persilakan saja konsumen untuk datang saja mengambil ke rumah. Selama saya belum tidur ya, boleh-boleh saja,” kata Regina sambil tertawa. Opsi ini ternyata membantu sekali untuk konsumen dengan kebutuhan mendadak atau ingin melihat produk secara langsung sebelum yakin untuk membeli.

  1. Promosi lewat media sosial

Promosi di media sosial untuk bisnis halal food yang dikelola Regina ini ternyata tidak harus keluar dana. Ini prinsip yang hingga kini diterapkan oleh Eatwell Balikpapan. Dari awal membuat akun Instagram, Regina tidak pernah keluar dana khusus untuk membayar iklan/ads. Regina menerapkan metode sederhana, yaitu dengan mem-follow berbagai akun lain yang punya minat pada makanan sehat lalu berharap untuk di-follow balik. Ia juga memastikan untuk mem-posting konten, tidak hanya untuk jualan/promosi, tapi juga berupa edukasi dan informasi mengenai berbagai fungsi dan manfaat makanan sehat.

“Saya juga minta tolong mention akun saya di feed atau story milik supplier saya kalau mereka lagi ada produk baru. Dari situ nanti saya bisa menjaring follower baru,” kata Regina. Intinya, harus rutin dan rajin buat post di Instagram, minimal 1 post dalam sehari. 

Prinsip One-stop Shopping

Regina punya harapan dalam bisnis halal food ini agar nantinya Eatwell Balikpapan bisa menjadi one-stop shopping khusus makanan sehat dan halal food di daerah Kalimantan Timur. Karena itu, varian produk yang Eatwell Balikpapan tawarkan akan terus ia perkaya. Saat ini, Eatwell Balikpapan menjual 400-an jenis produk makanan sehat dan halal.

“Varian produk terus akan ditambah, apa yang dijual di toko lain saya usahakan dijual juga di toko saya. Intinya, saya ingin jadi yang paling lengkap,” kata Regina.

Dalam menghadapi kompetitor, ia tidak ingin terjebak dalam perang harga, “Saya nggak mau perang harga, karena saya punya karyawan yang harus digaji. Yang penting saya jaga kualitas pelayanan, packing barangnya dan pengiriman harus cepat,” jelas Regina.

Sejauh ini, konsumen tidak keberatan dengan tingkat harga yang ia tawarkan yang lebih tinggi daripada kompetitor. “Konsumen kebanyakan nggak keberatan dengan harga yang lebih mahal asalkan diberi diskon ongkir,” jelas Regina soal taktiknya dalam menarik konsumen. 

Tambah Untung dengan LummoSHOP

Sambil mengelola bisnis halal food ini, Regina akhirnya berkenalan dengan aplikasi LummoSHOP lewat iklan yang muncul di halaman Instagram miliknya. Aktif berjualan di LummoSHOP Regina akui banyak membantu bisnis halal food, terutama dengan fitur katalog produk.

“Banyak konsumen tanya produk A manfaatnya apa, produk B kandungannya apa saja. Kan repot kalau harus saya jelaskan satu persatu sementara konsumen yang bertanya nggak cuma satu orang. Kalau pakai LummoSHOP kan enak, saya tinggal forward katalognya, biar mereka yang pelajari sendiri,” kata Regina. 

Penggunaan LummoSHOP yang praktis dan mudah jadi nilai tambah buat bisnis Eatwell Balikpapan. Sampai Regina merefensikan LummoSHOP kepada teman-teman dan saudara yang juga punya bisnis online. Kalau ada kendala, merchant support juga banyak membantu dalam mencarikan solusi.

“Saya sangat terbantu dengan adanya LummoSHOP dalam bisnis ini,” kata Regina menyimpulkan.

Bisnis memang bukan soal modal dan niat berjualan saja. Ada beragam faktor bisa berpengaruh dalam kesuksesan sebuah bisnis. Seperti, tren terkini dan teknologi yang kamu pakai dalam berbisnis. Manfaatkan teknologi dari LummoSHOP supaya kamu bisa membuka bisnis halal food dengan brand sendiri.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP