fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Strategi Tingkatkan Penjualan dan Kembangkan Bisnis Online Produk Groseri

model promosi

Kondisi Covid-19 selama dua tahun belakang ini telah mendorong tren belanja online selangkah ke depan. Jika sebelumnya tren belanja online terbatas pada keperluan fesyen dan gadget, sekarang permintaan juga meluas untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tak heran jika banyak orang yang mulai bisnis online produk groseri dan dengan berbagai macam model promosi.

Fenomena ini dikonfirmasi dalam hasil survei McKinsey & Co beberapa waktu lalu. Salah satu penemuan mereka menyebutkan, konsumen Indonesia berencana untuk belanja online lebih sering pada sebagian besar kategori. Terutama bahan makanan yang termasuk dalam kategori kebutuhan pokok rumah tangga (sembako), dan juga fast moving consumer goods alias barang kebutuhan sehari-hari atau groseri.

Alasan utama perubahan gaya belanja itu adalah karena mereka dapat membandingkan harga, kualitas produk, layanan, dan promosi di berbagai penjual secara terbuka. Platform online memungkinkan rantai pasokan grosir dan persaingan antar penjualan menjadi lebih jujur dan transparan. Sehingga konsumen bisa memilih produk yang menawarkan nilai terbaik. 

Riset ini memperkuat bahwa bisnis online produk groseri adalah peluang bisnis yang bagus bagi pengusaha groseri untuk melangkah masuk ke bisnis online. Nah, kalau kamu tertarik untuk ikut mencoba peluang itu, ada banyak cara jual sembako online yang bisa kamu terapkan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Kamu bisa menempuhnya dengan cara membuat website sendiri melalui sistem D2C (direct to customer), jualan online di e-commerce, atau bisa juga di media sosial. Berikut tips promosi digital yang dapat kamu lakukan:

6 Model Promosi untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis Online Produk Groseri

Siapa pun pasti paham, salah satu profil pelanggan yang secara aktif terlibat dalam belanja bahan makanan dan produk kebutuhan harian secara online adalah ibu rumah tangga. Harap tahu saja ya, salah satu hal yang menarik minat segmen ini, selain masalah kualitas barang, adalah faktor promosi. Jadi kalau kamu sudah atau tengah bersiap jual barang kebutuhan harian secara online, jangan lupa sesekali memberikan promosi yang menarik untuk memikat konsumen setia datang ke toko online kamu.

Model promo apa yang cocok untuk mereka, berikut beberapa model promosi yang bisa kamu pilih. 

1. Diskon (potongan harga)

Secara teknis, model promosi ini adalah ‘permainan harga’. Diskon merupakan salah satu model promosi yang menjadi favorit pengusaha online karena sangat efektif untuk menaikkan penjualan. Apalagi bagi penjual sembako atau fast moving consumer goods alias barang kebutuhan sehari-hari.

Promo diskon bisa kamu terapkan setiap awal bulan, waktu di mana kebanyakan karyawan dan pegawai negeri di Indonesia gajian dan perlu belanja untuk stok bulanan. Bisa juga kamu terapkan setiap akhir pekan. Momen lain yang bisa kau pilih adalah saat peringatan hari-hari besar tertentu yang sering disebut festive season. Misalnya menjelang Ramadan, Lebaran, Natal, dan tahun baru di mana kebutuhan sembako meningkat. Bisa juga pada hari Kartini atau hari Ibu, untuk memberikan apresiasi terhadap eksistensi wanita dan ibu rumah tangga yang biasanya menjadi decision maker dalam pembelian barang-barang kebutuhan harian/ produk groseri.

Pemberian diskon pada hari-hari besar seperti itu bisa semakin meningkatkan reputasi tokomu. Orang akan mendapatkan kesan baik karena toko kamu dianggap telah ikut menyemarakkan momen hari besar tersebut. Coba saja kamu eksplor momen hari besar apa saja yang cocok untuk membuat program diskon spesial. Diskon spesial untuk pelanggan yang sedang berulang tahun. Diskon personal seperti ini akan membuat pelanggan merasa diistimewakan, sehingga bisa kau harapkan ke depan akan menjadi pelanggan loyal. 

Selain itu, sekarang yang marak di berbagai e-commerce adalah promosi tanggal cantik, seperti 11-11 atau 12-12, tanggal-tanggal yang penting, seperti Hari Kemerdekaan Indonesia, atau perayaan penting lainnya seperti Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional).

model promosi
2. Bundling

Saat belanja, kamu pasti ingin mendapatkan value for money terbaik? Begitu juga dengan konsumenmu. Nah, bundling adalah model promosi yang menjanjikan value for money buat konsumen. 

Strategi paket bundling sudah diterapkan oleh beragam bisnis dengan berbagai skala. Model promosi ini juga terbukti juga merupakan salah satu strategi promosi yang sangat efektif untuk menaikkan penjualan dan menghabiskan produk lama.

Kalau kamu berencana melakukan promo dengan konsep bundling, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini. Pertama, pastikan bahwa produk-produk yang kamu paketkan memang memiliki value lebih bagi pelanggan. Jangan takut rugi untuk mengikat dua produk unggulan dengan harga sedikit murah, asal bisa menaikkan penjualan. Ingat-ingat saja, di masa pandemi begini akan lebih baik kamu mengutamakan cash flow, dan karena itu jangan terlalu fokus pada keuntungan.

Bisa juga sih, kamu paketkan produk unggulan dengan non unggulan untuk memastikan agar semua produk di gudang bisa terjual. Strategi ini umum diterapkan oleh minimarket yang rutin memperbaharui stok barang agar tidak rusak.

3. Promo Beli 1 Gratis 1

Promo ini juga merupakan turunan konsep promo diskon. Konsep promosi ini sudah dikenal sangat lama, tapi tetap ampuh menarik perhatian pembeli dan meningkatkan order di toko. Terbukti hingga saat ini, banyak brand kecil maupun besar yang kerap menggunakan jenis promosi ini.

Selain beli 1 gratis 1, juga bisa menawarkan kesempatan tebus murah jika mencapai total belanja sekian rupiah. Atau sistem gift box, yaitu ketika konsumen membeli suatu produk, mereka akan dapat produk lain dalam bentuk hadiah atas pembelian yang sudah dilakukan. Biasanya produk yang dihadiahkan ada hubungannya dengan produk yang mereka beli. Misalnya, beli sabun cuci baju, bonusnya pewangi pakaian. 

Baca juga: Membuat Diskon dan Promo Menarik dengan Fitur dari LummoSHOP

 

4. Flash Sale

Ada pejuang flash sale di sini? Flash sale memberikan diskon “gila-gilaan” dengan produk yang tersedia dalam waktu yang sangat singkat. Kurun waktunya biasanya cuma 1-2 jam. Misalnya, khusus pembelian di atas pukul 22.00, bisa mendapatkan diskon 30%. Atau khusus pembelian pukul 17.00 diskonnya sekian persen. 

Promo “cepet-cepetan” seperti ini akan memacu semangat pembeli untuk segera bertransaksi. Mereka berpikir, kalau nggak beli sekarang, diskonnya habis karena jamnya sudah lewat. Dan kenyataannya, kalau produk itu banyak diburu pembeli, maka dalam hitungan menit bakal habis.

Promo diskon berbatas jam ini sering dilakukan oleh department store atau outlet-outlet bakery yang ingin menghabiskan stoknya. Meski begitu, tak ada salahnya kamu mengadopsinya untuk toko sembako online milikmu karena barang grocery juga harus keluar secepatnya dari gudang, kan?

5. Cashback

Cashback dan diskon pada dasarnya hampir sama. Hanya saja, cashback diberikan dalam bentuk pengembalian uang setelah pembeli berbelanja. Tipe promosi ini sangat sering digunakan marketplace maupun online shop. Kalau kamu jualan sembako online di website, tidak ada salahnya menerapkan model promosi ini. 

Kelebihan promo cashback adalah kamu bisa menaikkan engagement dengan konsumen sekaligus mendapatkan kepercayaan atas produk yang kamu jual. Selain itu, tentu saja bisa meningkatkan jumlah konsumen yang akan menunjang proses bisnis online produk groseri kamu. Dibandingkan diskon yang langsung memberikan potongan harga pada saat terjadinya transaksi, cashback lebih menguntungkan karena dapat memicu pembeli melakukan repeat order di kemudian hari. Sebab, dalam mekanisme cashback, jumlah potongan harga yang didapat pembeli akan disimpan melalui kartu member atau e-wallet tertentu, dan hanya bisa digunakan saat transaksi berikutnya. Dengan begitu, si penerima cashback akan membeli ke toko kamu lagi di kemudian hari.

6. Diskon Member

Diskon member adalah strategi jangka panjang untuk mempertahankan pelanggan yang sangat loyal. Melalui sistem keanggotaan ini, kamu menawarkan berbagai manfaat kepada konsumen yang bergabung dalam membership. Tak hanya merawat loyalitas existing customer, ide promosi ini juga bisa memancing pembeli non-member untuk ikut mendaftar sebagai anggota. Kalau sudah begitu, kamu bisa berharap loyalitas mereka semakin bertambah dan peluang repeat order pun semakin besar. 

LummoSHOP_Investor_01

Scale-up Bisnis Online Produk Groseri dengan Investor!

Jika operasional dan kondisi bisnis online produk groseri kamu sudah stabil, kita saatnya kamu scale-up usaha groseri kamu. Salah satu caranya adalah dengan mendapatkan pendanaan dari investor! Seberapa hebat atau seberapa inovatif ide bisnis-mu, seberapa efisien biaya operasionalnya, dan seberapa besar perusahaanmu sudah tumbuh, kamu pasti butuh modal dan pengaruh keuangan untuk ekspansi usahamu.

Kekurangan modal adalah kendala umum yang hampir semua pebisnis alami dalam perjalanan usahanya. Entah itu untuk keperluan ekspansi bisnis seperti pemasaran, penambahan kantor atau gudang inventaris baru, renovasi, rekrut karyawan baru. Atau untuk menambah inventaris usaha, dan aset. Bisa juga untuk menjaga arus kas. Yang jelas, semakin bisnis berkembang, semakin besar pula biaya operasional yang kamu butuhkan.

Pertanyaannya, bagaimana cara mendapatkan perhatian dari para pemilik modal agar mau menyuntikkan dananya untuk pengembangan bisnis jual produk kebutuhan harian D2C (Direct-to-Consumer) seperti yang kamu jalankan? Mari kita bahas satu persatu di bawah ini.

Jenis-jenis Investor

Sebelum memutuskan mencari investor untuk memajukan usaha jual produk kebutuhan harian yang kamu jalankan, ada baiknya kenali dulu jenis-jenis investor. 

Pada dasarnya, ada dua jenis investor. Pertama Angel Investor, dan satunya lagi Venture Capitalist. Apa bedanya?

Angel Investor

Istilah Angel Investor pasti sudah sangat sering kamu dengar karena sering mendampingi pemberitaan tentang kemajuan sebuah Startup. Investor satu ini datang dari kalangan individu yang memiliki kekayaan lebih dan mampu memberikan sokongan dana untuk menolong proses bisnis yang diminati.

Buat kamu yang baru melakukan rintisan usaha jual produk kebutuhan harian, jenis investor ini sangat cocok karena dana yang mereka miliki bersifat pribadi. Mereka bisa saja berasal dari kalangan keluarga atau teman dekatmu, orang kaya yang sebelumnya tidak terlalu kamu kenal, atau bisa juga merupakan grup. Mendapatkan dana segar dari keluarga atau teman dekat memang enak. Kucuran dana mereka biasanya berdasarkan kasih sayang, tulus dan mungkin tidak mengharapkan keuntungan pribadi atas dana yang kamu pinjam. 

Namun begitu, harap tetap perhatikan rambu-rambunya. Yang namanya uang tidak kenal istilah keluarga atau teman dekat. Dalam soal utang-piutang, ada keterikatan di luar hubungan kekeluargaan atau pertemanan. Karena itu, kamu juga wajib mendahuluinya dengan mengajukan proposal rinci terkait modal yang dibutuhkan, progres yang sedang berjalan, serta perjanjian pemulangannya. Jangan sekali-kali mengingkari perjanjian pemulangan modal karena investor malaikat menganut sistem kepercayaan.

Selain orang dekat, Angel Investor juga bisa datang dari orang luar yang mungkin sebelumnya tidak kamu kenal. Mereka biasanya merupakan sosok penting yang punya profesi atau jabatan tertentu, dan punya uang lebih untuk diinvestasikan. Dokter atau pebisnis yang telah sukses merupakan dua contohnya. Kalau mau berburu investor jenis ini, kamu sebaiknya mengikuti banyak seminar. Ajukan proposal usahamu, dan pastikan menjanjikan hubungan yang saling menguntungkan dari jualan online-mu agar lebih berpeluang mendapat investasi dana dari orang kaya.

Venture Capitalist

Bagi kamu, pemilik usaha kecil yang ingin mendapatkan investasi modal usaha dalam jangka panjang, maka lebih dianjurkan untuk memilih jenis investor Venture Capitalist (VC). Jenis investor seperti ini biasanya sudah mengkhususkan diri sebagai investor kaya, bankir yang menyediakan investasi, dan institusi keuangan lain sebagai pendana atau penyedia modal untuk perusahaan. 

Agar bisa mendapatkan investasi jenis ini, dipersyaratkan usahamu sudah berjalan minimal 2 tahun. Biasanya mereka tidak akan langsung mencairkan modal semuanya. Modal diberikan berkala, karena VC bertindak sebagai pengawas dan pembina selama perusahaan menggunakan modal darinya. karena mereka akan memantau pertumbuhan usahamu. Kalau progresnya nyata dan stabil, baru modal usaha diberikan kembali. 

Cara Mencari Investor

Langkah-langkah dan Cara Mencari Investor

Setelah mendapatkan gambaran jenis-jenis investor yang kamu butuhkan, saatnya berburu pemodal yang cocok sebagai mitra untuk mengembangkan bisnis online produk groseri yang kamu jalani. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mencari investor? Simak langkah-langkah cara mencari investor untuk bisnis kamu berikut ini.

1. Temukan mereka 

Di mana bisa kamu temukan mereka? Mungkin itu pertanyaan pertama yang ada di benakmu. Kalau kalangan keluarga atau teman dekat sih, sudah tidak perlu kamu tanya. Tapi untuk Angel Investor yang berada di luar lingkaran ekosistem-mu, tentu saja kamu harus bisa menemukan di tempat-tempat di mana mereka biasa beredar. Misalnya di seminar, pameran, atau kompetisi bisnis. Tiga tempat itu sering disebut sebagai ajang penemuan investor secara instan. 

Selain di seminar, biasanya akan banyak investor yang berkunjung ke pameran dan kompetisi bisnis. Kesempatan itu harus kamu manfaatkan sebaik mungkin. Semakin menarik konsep bisnis yang kamu perlihatkan, akan semakin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal. Jadi dalam kesempatan itu, kamu harus benar-benar bisa menunjukkan semua nilai plus dari bisnis online produk groseri yang kamu jalani.

2. Buat List Calon Investor

Kalau kamu sudah memiliki target calon investor yang diinginkan, buatlah list dengan memasukkan nama mereka sebanyak mungkin. Pastikan tidak hanya mencantumkan satu atau dua nama ya, agar peluang kamu untuk mendapatkan investor juga semakin besar. 

Namun ingat, yang masuk ke dalam list investor itu haruslah nama-nama yang memiliki potensi tinggi. Bukan hanya potensi memberikan modal berupa uang, tapi juga ide-ide kreatif yang akan menyumbang perkembangan bisnismu.

3. Buat Proposal Mendetail

Proposal adalah “kunci” untuk menawan hati calon investor. Proposal inilah yang menjadi jembatan antara bisnismu dengan calon investor, baik angel investor maupun perusahaan. Karena itu, sangat penting bagimu untuk membuat proposal semenarik mungkin agar calon investor juga lebih mudah tertarik.

Sebelum membuat proposal, kamu wajib mencari tahu terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan setiap investor. Karena pada prinsipnya, investasi adalah simbiosis mutualisme antara kamu sebagai pemilik usaha dengan investor yang dituju. Proposal yang menarik dan jujur (sesuai dengan kondisi usahamu) akan memberikan dampak positif besar dalam penilaian bisnismu. Tanamkan keyakinan bahwa menjual produk kebutuhan harian seperti yang kamu jalankan ini memiliki potensi di masa sekarang dan masa mendatang untuk mendapatkan keuntungan. 

Buat proposal menarik dengan detail usaha secara lengkap dan jelas. Cantumkan visi misi usaha produk kebutuhan harian secara detail, posisi arus kas perusahaan, serta rencana usaha di waktu mendatang. Jangan lupa cantumkan modal yang dibutuhkan, hingga potensi keuntungan yang bisa didapatkan.

4. Presentasi yang Menarik

Satu tahap setelah membuat dan mengajukan proposal, kamu harus bisa lebih menguatkan kepercayaan calon investor melalui presentasi. Walaupun seluruh bagian proposal mungkin sudah dibaca oleh calon investor, akan tetapi presentasi akan memberikan pengaruh terhadap “feel” calon investor. Penyampaian yang bagus dan rapi akan sangat mudah mencuri perhatian calon investor.

Sebagai persiapan, kamu harus membuat slide presentasi yang simpel tapi terkesan menarik dan mudah dipahami. Dari slide yang simpel inilah, kamu jelaskan secara rinci terkait manajemen keuangan, tim kerja perusahaan, serta prospek usaha. Slide presentasi tak perlu mencantumkan banyak tulisan, cukup tuliskan inti poin yang ingin disampaikan kemudian tambahkan sedikit animasi pemanis sebagai penarik perhatian.

5. Jelaskan Risiko Usaha

Setiap usaha sudah pasti mengandung risiko, baik besar maupun kecil. Investor juga pasti paham itu. Apalagi untuk bisnis online produk groseri. Karena itu, meskipun faktor risiko usaha bisa dikatakan sebagai nilai minus, tapi tetap harus dijelaskan secara gamblang. 

Jangan sesekali menyembunyikan risiko usaha yang kamu jalankan, karena justru akan mengurangi respect dari calon investor. Calon investor perlu mengetahui apa saja hambatan yang mungkin dialami perusahan. Dengan menjelaskan risiko yang mungkin akan dialami perusahaan, bisa jadi investor akan memberikan masukan atau saran untuk meminimalisir risiko tersebut.

6. Membuat Strategi Usaha

Tujuan utama seorang pebisnis dalam mencari investor sudah tentu untuk mendapatkan tambahan modal, sehingga proses bisnis bisa berjalan lancar. Namun ternyata hal ini tak cukup tanpa adanya strategi usaha yang matang.

Modal dan strategi usaha bukanlah hal yang bertentangan. Kamu harus mampu menjelaskan strategimu saat mencari cara jual sembako yang efektif dan prospektif. Jangan ragu menyampaikan ide inovasi bisnis apa yang ada dalam rencanamu. Semakin matang dan baik strategi bisnis yang kamu miliki, akan semakin mudah investor memberikan tambahan modal.

Strategi bisnis yang sudah tersusun rapi juga bisa memperlihatkan bagaimana prospek usaha tersebut di waktu mendatang. Sebab tak sedikit perusahaan besar yang mengalami kemunduran bahkan hingga gulung tikar, karena strategi yang tidak stabil dan tidak matang.

Laporan Laba Rugi7. Membuat Laporan Keuangan yang Benar

Persiapan terakhir dalam rangka mencari investor adalah merapikan laporan keuangan. Presentasi laporan keuangan tidak boleh luput dari perhatian, sebab dari situlah calon investor bisa diambil keputusan.

Sebelum memutuskan untuk menanam modal, setiap calon investor tentu ingin dapat jaminan akan memperoleh profit dari perusahaan tersebut. Nah, laporan keuangan inilah yang salah satu yang akan menjadi bahan pertimbangan. Jika laporan keuangan perusahaan menunjukkan profit yang cukup menjanjikan, dijamin calon investor pun lebih mudah terpikat.

Baca juga: Mengenal Pengertian Laporan Arus Kas dan 7 Contoh Mudahnya

 

8. Kepercayaan Perusahaan adalah Segalanya

Kalau bisnis yang kamu jalankan masih sangat belia, kamu butuh tenaga ekstra untuk meyakinkan investor. Coba perhatikan kasus-kasus penipuan investasi yang marak menghiasi halaman berita. Banyaknya kasus penipuan atau semacamnya merupakan mimpi buruk bagi investor yang memberikan suntikan dana bagi sebuah perusahan.

Untuk itu, kamu dituntut bisa memberikan keyakinan pada calon investor sehingga mereka bisa mempercayai bisnis dan kredibilitas usahamu. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meyakinkan calon investor adalah dengan menunjukkan izin usaha, lokasi usaha, dan lain sebagainya. 

Itulah rangkuman tips menjalankan promosi dan trik untuk menggaet investor untuk bisnis online produk groseri. Di luar itu, masih banyak jenis promosi pemasaran yang bisa kamu eksplorasi untuk menaikkan jualan produk harian secara online. Misalnya gratis ongkos kirim satu hari, diskon 50% pada pembelian kedua dan sebagainya. 

Optimis saja, asal tahu strategi dan cara jualan online yang tepat, jualan sembakomu akan laku keras di pasar online.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP