fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), Ini Syarat-syaratnya

skdu 01

Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) penting untuk mengurus berbagai izin usaha. Oleh sebab itu, buat kamu yang sedang mendirikan badan usaha, jangan remehkan surat ini. Tanpanya, kamu bisa kesulitan mengurus berbagai izin usaha yang lain.

Surat Keterangan Domisili Usaha merupakan prasyarat untuk pengurusan dokumen-dokumen ijin usaha, seperti SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Perusahaan, bahkan ijin gangguan. Tak hanya itu, SKDU juga penting bagi usaha makanan dan minuman saat mengurus proses pembuatan nomor produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), label halal dan mengurus sertifikat SNI. 

Sesuai namanya, surat ini adalah dokumen bukti legalitas yang berasal dari Kelurahan dan/atau Kecamatan setempat. Isi suratnya menegaskan kebenaran bahwa lokasi usaha kamu memang ada. 

Baca juga: Cara Mengajukan Permohonan dan Mendapatkan SNI

Dasar Hukum Surat Keterangan Domisili Usaha

Sejatinya, SKDU merupakan ijin hasil diskresi Pemda. Jadi pemerintahan di tingkat pusat tidak mengaturnya secara spesifik. Aturan secara umum ada di Undang-undang No.3/1982 yang mengatur tentang Wajib Daftar Perusahaan. Tapi, undang-undang itu hanya menyatakan bahwa setiap badan usaha harus memiliki bukti tertulis yang mengonfirmasi domisili atau alamat dari sebuah badan usaha.  

Nah, bukti tertulis ini adalah Surat Keterangan Domisili Usaha. Karena tidak ada standar pedoman operasionalnya, wajar jika pelaksanaan pelayanan dan persyaratannya berbeda-beda antar daerah. Ada daerah yang kelurahannya sudah bisa mengeluarkan SKDU, tapi ada juga yang pengurusannya harus di tingkat kecamatan. 

Beda SKDU dengan SKDP

Selain Surat Keterangan Domisili Usaha, pasti kamu juga pernah mendengar SKDP atau Surat Keterangan Domisili Perusahaan. Apa bedanya?

Kalau SKDU, ia adalah surat persyaratan untuk usaha yang belum berbadan hukum, misalnya home industry. Sementara SKDP adalah dokumen bagi usaha yang sudah memiliki badan hukum, misalnya PT atau CV.  Di dalam SKDP ada informasi mengenai alamat resmi sekaligus menerangkan tempat kedudukan/domisili yang sah dari suatu perusahaan. Secara tidak langsung, SKDP serupa dengan identitas perusahaan. 

Tapi, esensinya sama seperti SKDU, SKDP mengarah pada bukti tempat perusahaan tersebut beroperasi.  SKDP baru bisa kamu proses kalau badan usaha itu punya Akta Pendirian dari notaris.  

Baca juga: Bangun Hubungan Baik dengan Komunitas Pembeli, Ini 10 Caranya

Untuk usaha yang sudah memiliki badan hukum, Surat Keterangan Domisili Perusahaan ini akan melengkapi keterangan tempat kedudukan usaha dalam akta pendirian perusahaan dari notaris. Akta pendirian dari notaris soalnya hanya mencantumkan nama kota atau kabupaten tempat usaha tersebut berdiri. 

SKDP adalah kewenangan masing-masing Pemda. Tiap daerah punya aturan sendiri-sendiri dalam masalah ini. Beberapa daerah, seperti DKI Jakarta dan Depok, telah menghapuskan layanan SKDP sebagai bentuk penyederhanaan prosedur perijinan usaha. Tapi, mayoritas daerah masih mewajibkan perusahaan untuk memenuhi SKDP. Bahkan menjadikannya sebagai salah satu prasyarat yang harus terlampir ketika mengurus dokumen legalitas usaha lainnya. 

skdu 02

Syarat Administratif Pengurusan Surat Keterangan Domisili Usaha

Serupa dengan prosedur pembuatan SKDP, untuk mendapatkan SKDU kamu harus mengurusnya ke kelurahan atau kecamatan tempat usahamu berdomisili. Sampai saat ini, belum ada ketentuan baku yang mengatur Surat Keterangan Domisili Usaha secara nasional. Karena itu, persyaratan masing-masing daerah sering berbeda satu dengan lainnya.  

Namun pada umumnya, syarat administratif SKDU yang harus terpenuhi adalah sebagai berikut:

    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon (asli dan fotokopi)
    2. Kartu Keluarga (KK) pemohon (asli dan fotokopi)
    3. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemohon 
    4. Surat keterangan persetujuan dari tetangga kanan, kiri, depan, dan belakang. Minimal ada 4 warga tetangga tempat usahamu yang bersedia memberikan tanda tangan ini. Surat persetujuan itu harus melampirkan fotokopi 4 tetangga dimaksud,
    5. Surat pengantar dari RT dan RW
    6. Bukti kepemilikan tempat usaha ( fotokopi sertifikat/AJB, PBB dan bukti pelunasan PBB terakhir), atau bukti perjanjian sewa jika tempat usaha itu bukan milikmu sendiri (fotokopi bermaterai)
    7. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari tempat usaha yang kau gunakan (bukan tempat tinggal)
    8. Foto tempat usaha yang diambil dari google maps
    9. Isi formulir permohonan SKDU dari Kelurahan/Kecamatan
    10. Kalau yang kamu ajukan adalah permohonan SKDP, maka ada beberapa syarat tambahan yaitu Akta Pendirian Perusahaan, fotokopi KTP, KK, dan NPWP milik direktur usaha
    11. Lampiran domisili asli (kalau yang kamu ajukan adalah perpanjangan SKDU/SKDP)
    12. Dokumen lain yang sekiranya diperlukan, bisa ditanyakan ke kantor kelurahan atau kecamatan setempat.

Baca juga: Pengusaha, Ini Cara Hitung Zakat Mal Pribadi dan UMKM

Tahapan Pengurusan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU)

1. Mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan

2. Mengurus surat pengantar dari RT dan RW

Surat pengantar ini nantinya akan menjadi landasan awal yang menyatakan bahwa usaha kamu memang berada di wilayah tersebut. Ajukan permohonan surat pengantar dari ketua RT setempat dan kemudian disahkan oleh Ketua RW di wilayahmu.

3. Bawa Surat Pengantar RT / RW dan berkas persyaratan ke kantor Kelurahan atau Kepala Desa setingkat Kelurahan

Di sana, kamu selanjutnya harus minta formulir permohonan SKDU ke petugas kelurahan, dan kemudian isi dengan benar dan lengkap. Ada beberapa wilayah di mana kelurahan bisa langsung menerbitkan SKDU, namun ada juga yang mengharuskan pemohon untuk melanjutkan proses pengurusan ke Kantor Kecamatan. Kalau peraturannya demikian, ya sudahlah, kamu harus ke kantor kecamatan untuk minta pengesahan atau tanda tangan Camat. 

4. Petugas kelurahan akan memeriksa kelengkapan dokumen, dan memberitahukan status kelengkapan atau kekurangannya pada hari yang sama

5. Kalau dokumen kamu dinyatakan sudah lengkap, kamu tinggal menunggu dokumen Surat Keterangan Domisili Usaha dikeluarkan oleh kantor kelurahan/kecamatan tersebut.

Baca juga: Kenali Macam-Macam Pajak Bisnis Online!

Kalau semua pejabat terkait ada di tempat, mungkin pengurusan SKDU bisa kamu tunggu hari itu juga. Namun untuk kepastiannya, kamu bisa menanyakan kepada petugas karena setiap wilayah jangka waktu penyelesaiannya bisa berbeda-beda. Kebanyakan pembuatan SKDU berkisar antara satu hari sampai satu minggu. 

skdu 03

Beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan dalam pengurusan SKDU

  • Sebelum mengurus Surat Keterangan Domisili Usaha, sebaiknya kamu tanyakan dulu ke kelurahan/kecamatan setempat
  • Agar tidak bermasalah saat perpanjangan SKDU, pastikan tempat usaha berada di lokasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota.
  • Tidak ada ketentuan khusus mengenai biaya pengurusan SKDU/SKDP, tetapi kalau kamu urus sendiri, pada umumnya pengurusan ini gratis.
  • Masa berlaku Surat Keterangan Domisili Usaha adalah 1 tahun. Jika masa berlaku habis, kamu bisa perbarui setiap satu tahun sekali. 

Satu hal yang harus selalu kamu ingat sebagai pengusaha, pengurusan dokumen-dokumen legalitas, termasuk SKDU, adalah masalah krusial. 

Baca juga: Cara Urus Hak Paten Logo untuk Kamu yang Baru Mulai Berbisnis

Melalui legalitas, usahamu akan mendapatkan perlindungan hukum serta kesempatan untuk berkembang lebih besar. Pemenuhan perizinan juga akan mendatangkan rasa aman dan nyaman saat berbisnis. Lebih dari itu, usahamu juga akan terlihat lebih profesional. Selain itu, meningkatkan kredibilitas di mata konsumen, mitra, investor, lembaga keuangan dan sebagainya. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP