fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tajamkan Segmentasi Pasar agar Jualan Online-mu Efektif

Freelancer

Segmentasi pasar adalah PR besar bagi banyak pebisnis di Indonesia. Banyak yang menganggap, melakukan segmentasi pasar adalah proses yang sulit karena harus melakukan survei. Sebagai alasan, mereka mengklaim produk jualannya bisa dikonsumsi siapa saja dari semua kalangan,  

Tata cara berbisnis seperti ini jelas tidak efektif karena tidak punya fokus target utama yang dituju. Penjualan pun tidak akan optimal dan hasilnya, sumber daya yang dimiliki justru terbuang sia-sia. Ujung-ujungnya, bisnis kamu bisa bangkrut karena banyak barang yang tak laku. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kalau saat ini kamu tengah mencari cara sukses jualan online yang terbaik, percayalah, membuat segmentasi pasar yang tepat adalah jawabannya. Kuncinya adalah strategi segmentasi yang tajam, dengan fokus teknik segmentasi berdasarkan perilaku. Bagaimana caranya? Ikuti paparan di bawah ini.

Segmentasi Pasar Bisnis Online

Seperti sudah kita bahas dalam artikel terdahulu, segmentasi pasar adalah strategi bisnis yang mengelompokkan produk-produk agar sesuai dengan kebutuhan, minat, kemiripan, dan keinginan dari calon pelanggan. Dengan sistem itu,  kamu bisa memasarkan produk ke masyarakat yang memang membutuhkannya. Inilah cara jualan online yang bisa menjadikan bisnismu tetap eksis. 

Sekadar contoh, misalnya kamu punya pabrik konveksi home-dress kekinian. Maka segmentasi pasar yang bisa kamu pilih adalah perempuan muda hingga dewasa. Kemudian segmentasi itu difokuskan pada perempuan yang suka belanja online dan ini biasanya cakupan umurnya lebih muda. Dari situ kamu bisa lebih fokus lagi kepada segmen perempuan muda, yang butuh baju nyaman buat bersantai di rumah tapi tetap gaya.  Dan kamu bisa menyesuaikan produkmu dengan home-dress menarik sesuai minat wanita-wanita muda.  

Bagaimana, apakah cukup dipahami?

Seperti halnya dalam pemasaran offline, segmentasi pasar bisnis online juga bisa dilakukan berdasarkan beberapa aspek pengkategorian. Jenis-jenis segmentasi pasar yang umum dalam bisnis online antara lain, segmentasi lokasi, segmentasi harga, segmentasi waktu, segmentasi psikografis, segmentasi sosial budaya, segmentasi geografis dan segmentasi demografis. 

Khusus untuk bisnis online, marilah kita pelajari segmentasi perilaku (behavioural segmentation). Pasalnya, pembagian segmen ini  sangat berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan membeli dan relevan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran toko online-mu.

Segmentasi Perilaku (Behavioural Segmentation) Efektif untuk Jualan Online 

Segmentasi perilaku adalah penerapan segmentasi yang akan membantu kamu dalam memahami  bagaimana tingkah laku seorang konsumen terhadap bisnismu. Metode ini membagi konsumen berdasarkan pengetahuan, loyalitas, respons, dan penggunaan konsumen terhadap produk atau jasa yang kamu tawarkan. Kamu juga bisa membaginya berdasarkan seberapa besar manfaat yang diperoleh konsumen dari produk / jasa yang kamu tawarkan.

Lebih khusus dalam proses bisnis online, behavioural segmentation merupakan strategi pemasaran yang menargetkan pelanggan berdasarkan tindakan spesifik mereka di dalam website jualan. Lebih spesifik lagi, strategi ini merupakan proses memilah dan mengelompokkan pelanggan berdasarkan perilaku yang mereka tunjukkan. Indikatornya adalah interaksi calon pelanggan dengan aplikasi, website, hingga bisnis tertentu.

Jika kamu butuh website jualan gratis yang eye-catching dan efektif, gabung saja dengan LummoSHOP. Di sini setiap merchant akan mendapatkan toko online gratis dengan domain gratis pula.  Tentang cara buat website jualan, jangan khawatir, tim LummoSHOP akan memandumu secara live untuk mewujudkan sebuah situs jualan yang elegan. Selain itu kamu juga akan mendapat manfaat tambahan berupa mentoring tentang cara sukses jualan online.

Kita kembali ke topik behavioural segmentation ya. Ada beberapa tujuan dan manfaat dari penerapan strategi segmentasi berdasarkan perilaku. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Memahami cara menangani kebutuhan dan keinginan khusus kelompok pelanggan.
  • Menyesuaikan produk dan layanan toko onlinemu dengan kebutuhan dan keinginan atas suatu barang.
  • Menemukan peluang untuk optimasi jejak pembeli.
  • Menghitung nilai potensi ‘heard’ untuk bisnis.
  • Mengembangkan cara jualan online yang cerdas untuk meningkatkan dan memperluas skala bisnismu.

Segmentasi Pasar

Pengaplikasian Segmentasi Perilaku dan Contoh Kasusnya

Berbeda dengan strategi segmentasi yang umum, pengelompokan behavioral segmentation dilakukan melalui kategorisasi di bawah ini. 

  • Penggunaan para pengguna internet terhadap suatu produk atau layanan.
  • Sikap pengguna internet terhadap produk, layanan, atau brand.
  • Kecenderungan pembelian oleh pengguna internet ketika biasanya transaksi hanya terjadi saat ada diskon besar-besaran.
  • Mengantongi pengetahuan tentang brand dan juga produk yang kamu jual.

Agar lebih jelas, coba simak 5 contoh kasus segmentasi perilaku yang seringkali dijumpai di bawah ini. 

  1. Perilaku Pembelian

Segmentasi ini membantu kamu untuk melihat bagaimana pelanggan bertindak secara berbeda selama proses pengambilan keputusan. Perilaku pembelian dapat dipecah menjadi 4 kategori utama yaitu: 

    • Kompleks di mana pelanggan sangat terlibat dalam proses pembelian dan pengambilan keputusan, dan perbedaan yang signifikan antar merek yang ditawarkan. Contoh yang ekstrim adalah saat seorang kaya raya mempertimbangkan apakah ia akan membeli mobil sport dari merek Lamborghini atau Ferrari.
    • Pencarian variasi adalah ketika pelanggan yang telah menggunakan produk A beralih menggunakan produk B untuk coba-coba dan menentukan apakah akan terus menggunakan produk tersebut atau tidak menggunakannya lagi. Contohnya adalah saat konsumen merek kosmetik Laneige yang beralih kepada SK-II untuk coba-coba.
    • Pengurangan disonansi yaitu ketika pelanggan membuat keputusan pembelian yang agak besar tetapi tidak ada banyak perbedaan antara produk serupa yang ditawarkan oleh merek berbeda.
    • Kebiasaan terjadi ketika proses pembelian tidak memerlukan banyak keterlibatan, produk yang ditawarkan tidak terlalu bervariasi antar merek, dan mengandalkan preferensi pribadi.
  1. Berdasarkan Manfaat yang Dicari

Segmentasi ini terjadi ketika konsumen melakukan penelitian atas produk maupun layanan, kemudian mencari value dari produk yang manfaatnya lebih tinggi dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Contohnya waktu pelanggan hendak membeli sabun cuci muka, ia akan menilai berdasarkan ukuran (banyak / tidaknya produk), kualitas, komposisi, dan harga yang ditawarkan untuk produk tersebut.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Loyalitas Pelanggan

Konsumen loyal adalah mimpi setiap pelaku usaha. Bagaimana tidak, walaupun di luar sana kompetitormu perang harga, konsumen yang setia tidak akan bergeming untuk membeli terus produk di tokomu. 

Salah satu contoh customer-loyalty adalah kebijakan penukaran rewards / benefit bagi pelanggan yang telah melakukan repeat purchase selama beberapa kali. Zaman dahulu perusahaan armada bis antarkota sering memberikan reward berupa 10 tiket bekas bisa ditukar dengan 1 tiket baru. 

Kalau sekarang strategi ini sering dilakukan oleh industri keuangan seperti kartu kredit yang memberikan poin dari setiap transaksi yang dilakukan pelanggan. Poin tersebut nantinya bisa ditukar dengan voucher belanja, makan, atau bahkan tiket pesawat.

  1. Penggunaan

Kategori ini merupakan indikator prediktif yang kuat dari loyalitas. Adapun segmen berbasis penggunaan mencakup;

    • Pengguna berat yaitu pelanggan yang paling antusias. Mereka menghabiskan paling banyak waktu untuk menggunakan produk barang ataupun jasa yang kamu luncurkan, dan paling sering melakukan pembelian;
    • Pengguna menengah yaitu pengguna yang juga menggunakan produkmu namun frekuensinya tidak sering, atau hanya membeli ketika momentum tertentu;
    • Pengguna ringan yaitu jenis pengguna yang intensitasnya dalam menggunakan produkmu sangat sedikit atau bahkan hanya satu kali. 

Segmentasi berdasarkan penggunaan sangat membantu kamu untuk memahami jenis pelanggan seperti apa yang masuk dalam kategori pengguna berat dan ringan. Juga memungkinkan kamu untuk menguji inisiatif pemasaran yang berbeda dengan tujuan meningkatkan penggunaan.

Segmentasi Pasar

  1. Event atau Waktu

Segmen perilaku berdasarkan kesempatan dan waktu (momentum) biasanya terbagi menjadi:

    • Acara universal yaitu pola pembelian yang berlaku untuk sebagian besar orang atau target pasar (seperti liburan saat lebaran, perayaan natal dan tahun baru).
    • Acara pribadi berulang mengarah pada pola pembelian untuk pelanggan individu secara berulang dalam periode tertentu (misalnya hari ulang tahun).
    • Acara pribadi yang jarang atau pola pembelian untuk pelanggan personal yang tidak memiliki waktu teratur dan bersifat spontan atau sulit diprediksi seperti acara pernikahan.

Dalam aplikasi yang lebih modern, segmentasi berbasis waktu ini dikaitkan secara spesifik (per hari, per minggu, atau per bulan). Tepatnya ketika pelanggan atau target audiens memiliki tingkat kemungkinan berinteraksi dengan merek atau saat mereka lebih mudah menerima penawaran.

Bagaimana, sudah jelas? Tidak perlu buru-buru, pelajari dan pahami setiap tahap dengan cermat, dan terapkan dalam proses bisnis onlinemu. Selamat berjuang!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP