fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tanya Ahli: 4 Cara Mengatur Keuangan untuk UMKM dari Duit Academy

Cara mengatur keuangan

Salah satu kunci sukses menjalankan bisnis UMKM adalah mampu mengetahui cara mengatur keuangan. Nah, apakah kamu betul-betul sudah memahami bagaimana cara mengatur keuangan bisnismu secara efektif? Simak penjelasan dari Hyacynthia Kesuma, start-up & investment enthusiast dari Duit Academy berikut ini.

Sebelum kamu mengetahui cara mengatur keuangan, kuasai dahulu seluk beluk pengelolaan keuangan untuk bisnismu. Mulailah dari pertanyaan, “apa tujuan dari mengelola keuangan?” 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Salah satu contoh tujuan dari mengelola keuangan adalah untuk meningkatkan ekuitas bisnis atau nilai bisnis. Namun banyak yang salah memahami bahwa profit, income statement, laba/rugi mencerminkan berapa nilai kas yang dimiliki saat ini. Kesalahpahaman itu jika tidak segera diluruskan, dapat membuat cashflow bisnismu berantakan. Tentunya jika sudah menguasai cara mengatur keuangan, kamu akan memperhatikan hal-hal penting seperti memperhatikan kas masuk dan kas keluar, sehingga jika suatu saat nanti ada kebutuhan untuk mempekerjakan karyawan baru, atau membeli alat-alat baru, atau membuka cabang baru, kamu memiliki kas yang tersedia untuk membayar itu semua.

Adapun juga beragam risiko yang harus kamu sadari dan waspadai agar bisnis kamu bisa terus berjalan, karena risiko ada di mana-mana. Salah satunya yang memberikan dampak besar bagi banyak bisnis dan datang tidak terduga adalah masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Memperhitungkan faktor risiko juga merupakan salah satu cara mengatur keuangan, sehingga bisnis kamu bisa survive dari segala risiko yang tak terduga.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu sebagai pelaku usaha untuk mengetahui cara mengatur keuangan bagi bisnismu.

Tetapkan Manajemen Keuangan Berdasarkan Jangka Waktu

Duit AcademyManajemen keuangan hanya bisa terukur keberhasilannya jika memiliki jangka waktu yang tepat. Buatlah manajemen keuangan jangka pendek dan jangka panjang dengan menetapkan tujuan yang ingin kamu capai.

  • Jangka Pendek – dikelola berdasarkan jangka waktu yang tidak terlalu panjang, misalnya 1 tahun ke depan.
  • Jangka Panjang – dikelola berdasarkan jangka waktu yang cukup panjang, misalnya 3 sampai 5 tahun ke depan. Contohnya dapat berupa tujuan yang ingin dicapai, apakah menambah jumlah tim? Atau membuka 100 cabang baru? Atau mau lebih gencar promosi?

Salah satu cara mengatur keuangan yaitu dengan menetapkan tujuan bisnismu berdasarkan jangka waktu, akan membantu kamu ‘melihat’ masa depan dan berusaha untuk mencapainya dengan sebaik mungkin.

Pahami Elemen Manajemen Keuangan

Setelah memahami tipe manajemen keuangan berdasarkan jangka waktunya, kamu juga harus memahami elemen-elemen yang ada di dalam cara-cara mengatur keuangan. Ada empat elemen dalam manajemen keuangan.

  1. Capital Budgeting

Ini adalah proses merencanakan dan mengelola investasi jangka panjang suatu bisnis. Bentuknya bisa sebagai fixed assets.

  1. Capital Structure

Ini adalah gabungan antara utang dan ekuitas yang dikelola oleh bisnis.

  1. Working Capital

Merupakan utang dan asset jangka pendek suatu bisnis. Pastikan kamu mampu memastikan agar semua rencana dan usaha yang kamu lakukan bisa untuk membayar atau menyelsaikan obligasi saat ini. Hal ini sangat berkaitan dengan manajemen kas bisnismu.

  1. Payout Policy

Kas yang dibayarkan kepada shareholder jika ada pemodal eksternal. Karena pemodal eksternal hanya akan berinvestasi jika ada yang bisa ia dapatkan kembali, bisa berupa nilai perusahaan yang tinggi atau bisa juga dari dividen.

Ikuti Langkah Manajemen Keuangan

Duit academySetelah mengetahui elemen manajemen keuangan, kamu bisa mulai dengan mengikuti langkah-langkah berikut. Pertama, ciptakan framework dan tentukan tujuan kamu. Dengan begitu setiap langkah-langkah bisnis yang kamu lakukan harus didasari untuk mencapai tujuan kamu tersebut. Kedua, pahami kondisi terkini dengan melakukan pendekatan keuangan. Pahami bahwa GMV (Gross Merchandise Value) bukan pendapatan. GMV adalah jalan menuju pertumbuhan eksponensial. Pendapatan adalah jalan menuju keberlanjutan. Berulang vs tidak berulang, tetapi kamu memiliki biaya yang mendasarinya. Memahami struktur biaya, bagaimana meminimalkannya. Ketiga, buat key assumptions, alasan yang mendasari, tentukan pendorong utama. Terakhir, buat proyeksi dan tentukan matrix yang sejalan dengan tujuan kamu. Apakah bisnismu membutuhkan pendanaan eksternal? Pendanaan juga bisa berupa support ilmu dan/atau network, tidak selalu berupa uang. Sesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.

Siapkan Cash Reserve

Seperti yang sudah disinggung di atas, memperhitungkan faktor risiko juga merupakan cara mengatur keuangan yang efektif untuk bisnis UMKM. Sebagaimana halnya dengan dana darurat untuk pribadi, dana darurat juga perlu disiapkan untuk bisnismu. Pastikan setiap bulan kamu mengalokasikan minimum balance atau cash reserve yang tidak kamu utak-atik. Dana yang kamu simpan setiap periode ini baru boleh kamu gunakan untuk keperluan mendadak dan mendesak, misalnya untuk biaya perbaikan mesin atau peralatan, biaya membayar gaji karyawan jika terpaksa gulung tikar, atau biaya untuk keperluan sementara.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Bagaimana cara menyiapkan cash reserve? Pertama-tama, kamu harus punya catatan pemasukan dan pengeluaran bulanan bisnis kamu. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan gambaran cash flow kamu setiap bulan. Kedua, ketahui jumlah cash reserve yang kamu butuhkan. Dari catatan pengeluaran yang sudah kamu hitung tiap bulannya, kamu bisa mendapatkan besaran biayanya. Idealnya, cash reserve disiapkan sebanyak 3-6x pengeluaran bulanan dan dana ini tidak boleh digunakan untuk pengeluaran operasional sehari-hari. Ketiga, disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana untuk masuk ke dalam pos cash reserve. Terakhir, simpan cash reserve di tempat yang tepat. Apakah di tabungan terpisah atau pasar uang. Cadagan kas ini sebaiknya kamu simpan di tempat yang aman, bukan yang penuh risiko.

Nah, setelah mengetahui lebih jelas mengenai cara mengatur keuangan untuk bisnismu, kini kamu akan lebih mudah menjalankan bisnismu. Silakan kamu coba ya, semoga berhasil!