fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tanya Ahli: 6 Tips Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

memenangkan hati pelanggan 01

Ada banyak cara untuk memikat konsumen atau memenangkan hati pelanggan untuk kamu yang sedang merintis usaha atau berjualan jasa. Hampir sama dengan hubungan dengan pasangan, mengelola hubungan kamu dengan klien atau konsumen, baik itu klien baru (pembeli baru) atau pun konsumen loyal yang selama ini sudah setia memakai produk jualan kamu atau bertahan pada jenama yang kamu rintis termasuk hal penting dalam mengembangkan bisnis. 

Memenangkan hati pelanggan sendiri termasuk tahapan berinvestasi selain target penjualan. Nah, setelah berinvestasi dalam menemukan pelanggan baru, penting juga untuk kemudian merencanakan cara mengelola hubungan dengan pelanggan atau konsumen agar bisnis kamu bisa tetap berkembang dan tentu saja mencegah pelanggan meninggalkan atau menjauh dari bisnis yang kamu rintis. 

Trik dari pembicara Aep Saepudin Zufri

Dalam sebuah sesi webinar yang dihelat oleh Lummo Shop beberapa waktu lalu, hadir pembicara Aep Saepudin Zufri, seorang praktisi digital marketer yang berbagi cerita tentang tips dan trik dalam hal memenangkan hati pelanggan. 

“Buat saya engagement dengan pelanggan itu penting, dan yang namanya engagement itu bisa kamu mainkan di jalur media sosial mengikuti tools yang ada, nggak harus terlihat mewah atau dengan alat-alat yang canggih, ada banyak cara untuk menggaet hati pelanggan”, tukas Zufri. 

Sebagai contoh saat ia sedang mencari jasa penyewaan mobil di daerah Kuningan, setelah browsing dan mengetik di Google dengan kata kunci “Sewa Mobil Di Kuningan”, ia melihat banyak hal menarik, seperti misalnya satu pemilik rental mobil yang terlihat sangat masif memainkan banyak platform demi mendapatkan top notch di dunia maya sebagai “satu-satunya” penyewaan mobil di area Kuningan. “Begitu kita ketik nama pemilik mobil rentalnya, langsung muncul semua ini jasa penyewaan mobil yang sama, baik itu di Google, Instagram, hingga platform lain”, tambah Zufri. 

Secara khusus Zufri menekankan bahwa yang namanya engagement itu adalah interaksi nyata di dunia maya antara sebuah bisnis atau usaha yang bertemu dengan pelanggannya. Sama seperti pedagang di jalur offline, pertemuan antara para penjual dan pembeli di jagat dunia maya juga berdasarkan oleh pertemuan online yang saling “colek” dan mencari sesuai kebutuhan yang cari. 

Nah, apa saja trik yang Zufri berikan sebagai praktisi digital marketing agar hati pelanggan bisa kamu menangkan? Berikut sejumlah tips dan triknya Lummoner:

1. Jemput Bola  

Saat ingin mebuka usaha di sebuah tempat atau kota, pastikan untuk memainkan kata kunci,dengan keterangan lokasi di belakang nama jenama atau fungsi dari produk yang kamu jual. Misalnya: Sewa Bunga Bouquet Murah Bekasi atau bisa lebih spesifik Sewa Gaun Pengantin Jawa Tambun Bekasi. Zufri mengungkapkan biasanya pemuatan lokasi di belakang nama jenama atau produk akan memudahkan Google Search Engine untuk memasukkan tempat usaha kamu di daftar pencarian.

2. Bangun Komunitas di Media Sosial

memenangkan hati pelanggan 02Pastikan usahamu punya media sosial yang secara interaktif “berisik” setiap saat memamerkan apa saja produk baru yang kamu luncurkan, promo apa yang kamu tebar, hingga dengan antusias dan juga sopan menjawab setiap komentar di feeds akun media sosial dari usahamu. Semakin kamu engage dengan para pelanggan atau konsumen maka produk atau jenama yang kamu pasarkan pun akan semakin mendapatkan “hati” tersendiri. Pastikan juga setiap postingan dari bisnis kamu datang saat tepat waktu dan dibutuhkan. Selain tentunya tepat guna, tidak bertele-tele. Jangan membuat postingan seperti hide and run, sesudah posting kabur.

3. Selalu Kreasikan Hestek Menarik

Biasanya para pelanggan yang bingung namun membutuhkan barang atau produk tertentu akan mencari kata kunci melalui tagar. Jadi pastikan tagar atau hestek yang kamu buat juga bisa menimbulkan engagement kuat. Misalnya: #BajuKerenSeratusRibu atau #ModalMurahTampilGaya atau bisa juga memakai lokasi #SewaMotorBekasi. Untuk hestek, Zufri mengungkapkan setidaknya diperlukan sekitar 10 hestek minimal untuk menjangkau konsumen atau pelanggan yang ingin dibidik dan hestek yang dikreasikan tidak ribet dan sulit diketik.

4. Jadikan Pelanggan Adalah Teman

Jangan segan untuk mengajak pelanggan atau konsumen di mdia sosial berinteraksi dengan produk yang kamu jual atau jenama yang kamu tawarkan. Misalnya call to action, ajak para pelanggan ikutan kuis atau ikutan komentar, mengajak pelanggan selalu cek Story baik itu di Instagram atau pun platform lain biar tidak ketinggalan. Termasuk tentu saja mengajak pelanggan swipe up untuk mendapatkan penawaran terbaik serta mengajak temannya untuk melihat toko kita atau kalau perlu ikutan belanja. Ini tentu saja untuk menonjolkan nilai dari produk yang kita jual.

5. Selipkan Usaha Kamu Di Tengah Pencarian

Di tengah berkembangnya ads atau pemasangan iklan di jagat media sosial, pastikan produk kamu juga “mampir” dan “lewat” di timeline para pelanggan atau konsumen yang ingin kamu sasar. Biasanya promo atau produk ini akan muncul seiring dengan kesukaan kita akan sesuatu. Misalnya kalau kita suka fashion, maka usaha kita yang tidak jauh-jauh dari fashion juga bisa ikutan terselip. Siapa tahu kan, ada pembelian sepatu setelah orang scroll up melihat baju di toko sebelah.

6. Manfaatkan Semua Platform Untuk Jualan

memenangkan hati pelanggan 03Selain Instagram, media sosial seperti Tik Tok juga kian populer dan bisa kamu mainkan sebagai alat untuk berpromosi. Sehingga tidak ada salahnya untuk berjualan di area seperti For Your Page atau FYP. Ini untuk membidik konsumen yang melihat aktivitas brand kamu atau produk yang kamu jual. Misalnya menceritakan feature produk yang kamu jual. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan market place di platform Fans Page. Fans Page ini milik Facebook untuk menghubungkan para pembeli dan penjual dalam komunitas tertentu. 

Dengan membuat konten secara konsisten di semua lini media sosial dan melintasi berbagai platform. Dijamin engagement rate untuk produk yang kamu jual atau jenama yang kamu pasarkan bisa menciptakan sebuah loyalitas pelanggan

Tidak lupa, Zufri juga sempat mengadakan tutorial penulisan caption atau copywriting sederhana untuk para peserta webinar dalam kesempatan itu. Misalnya tantangan membuat caption yang singkat, padat, tapi kena sasaran. “Kita bisa mulai jualan di akun media sosial dengan menuliskan kalimat penting singkat. Seperti “Tunik cantik di bawah 100K cuma di sini”. Atau “kebaya baru modern tanpa bikin kantong bolong”, tandas Zufri.

Sebelum menutup sesi webinar, Zufri juga mengungkapkan kalau pebisnis yang serius menggarap media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Maka akan semakin mendekatkan diri dengan para pelanggan, maka dijamin, cepat atau lambat, usahanya akan menemui loyalitas dari para pelanggannya. “Sebisa mungkin kita terus berkreasi membuat “kebisingan” di jagat media sosial, kan nggak perlu sewa ruko atau lain sebagainya, kalau pun misalnya usaha kamu ingin membuka cabang kedua dan seterusnya, tidak ada salahnya kreasikan lagi akun media sosial baru untuk mengenalkan kepada pelanggan baru atau pelanggan lama dengan nama akun memakai lokasi, misalnya Ngopi Aceh di Bekasi”, urai Zufri.