fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tanya Ahli: 9 Tips Yakinkan Calon Pembeli lewat Media Sosial

Media sosial

Siapa yang setuju kalau saat ini media sosial adalah marketing channel yang kuat? Kamu enggak sendirian. Banyak pebisnis lainnya di luar sana yang memanfaatkan media sosial untuk menarik perhatian konsumen serta meyakinkan calon pembeli. Dilansir dari Forbes.com, 74% konsumen mengandalkan media sosial untuk ‘memandu’ keputusan pembelian mereka.

Peran media sosial dalam membangun bisnis memang lebih penting dari masa-masa sebelum ini. PwC (PricewaterhouseCoopers, salah satu firma akuntansi terbesar di dunia), menemukan, bahwa 58% orang meningkatkan penggunaan media sosial mereka sejak awal pandemi COVID-19, dan 86% akan mempertahankan tingkat penggunaan mereka. Dengan kata lain, ini waktunya kita menarik dan meyakinkan calon pembeli lewat media sosial!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Tetapi, kamu membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran media sosial untuk membantu mengembangkan bisnis kamu.

Tips Meyakinkan Calon Pembeli Lewat Media Sosial

Dengan memiliki strategi dan berbagai trik untuk mencapai goal kamu, media sosial dapat menjadi fondasi marketing bisnis kamu. Nah, kamu sudah berada di artikel yang tepat. Baca sampai habis untuk tahu 9 tips meyakinkan calon pembeli lewat media sosial.

  1. Memperbaiki Home Base

Langkah pertama yang harus dilakukan pebisnis untuk memanfaatkan media sosial bagi bisnisnya, menurut Juanda Rovelim, CEO Kavlink Solusi Digital, adalah memperbaiki home base.

Home base itu bisa berupa akun Instagram, Youtube, akun Facebook dan TikTok, dan lain-lain. Ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan,” jelas Juanda pada webinar Tanya Ahli bertema Social Media Beauty – Eps 1 “Cara Tepat Meyakinkan Calon Pembeli Lewat Sosial Media” LummoSHOP selenggarakan beberapa waktu lalu.

Pada webinar yang disiarkan secara live di YouTube LummoSHOP tersebut, Juanda juga mengatakan, kalau ini adalah langkah awal sebelum pebisnis memikirkan soal cara beriklan, mendatangkan traffic, dan lain-lain. Kabar baiknya, LummoSHOP memiliki fitur untuk membantumu melakukan langkah awal ini. Social Media Management (SMM) namanya. Fitur ini bisa digunakan bagi kamu yang berlangganan LummoSHOP, dan merupakan fitur integrasi iklan Facebook serta Google. Fitur SMM memungkinkan kamu membuat konten di media sosial sekaligus mengatur kampanye atau iklan di media sosial untuk toko online kamu dengan mudah. Cari tahu info lengkapnya di sini, ya!

  1. Mengetahui ‘Tempat Bermain

Tempat bermain‘ ini adalah tempat di mana calon konsumen kamu berada. Misalnya, kamu mau jualan hijab, ‘bermainlah’ di grup-grup muslim, pengajian, bahkan grup-grup masjid. Kalau dalam bahasa digital marketing, itu adalah buyer persona. Ini harus tahu dulu,” ungkap Juanda pada webinar Tanya Ahli.

Buyer persona menggambarkan siapa pelanggan ideal kamu, seperti apa hari-hari mereka, tantangan yang mereka hadapi, dan bagaimana mereka membuat keputusan. Buyer persona atau persona pembeli dapat membantu bisnismu dalam memahami kebutuhan konsumen sehingga bisnismu bisa meraih pembeli baru dan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam melayani calon pembeli atau konsumennya.

  1. Merancang Strategi untuk Mendatangkan Traffic

Memikirkan bagaimana cara mendatangkan traffic-nya merupakan langkah ketiga yang direkomendasikan oleh Juanda. Traffic sendiri merupakan pengunjung yang masuk ke channel pemasaran bisnismu, bisa masuk melalui website, media sosial, dan sebagainya. Salah satu pilihan terbaik untuk meningkatkan traffic adalah melalui media sosial, melihat jumlah penggunanya yang terus meningkat di Indonesia. Dilansir dari dataindonesia.id, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut naik 12,35% dibandingkan pada tahun 2021. Juanda menambahkan, traffic bisa berupa dua hal, yaitu berupa ads (iklan), dan ada pula yang organik.

  1. Tanggapi Pertanyaan dengan Cepat

Menurut penelitian oleh NM Incite, 71% konsumen yang menerima respons positif dari akun usaha atau brand di media sosial, cenderung merekomendasikan brand tersebut kepada orang lain. Ini berarti tidak hanya respons yang membantu memperkuat hubungan bisnismu dengan konsumen/calon pembeli yang mengajukan pertanyaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi teman dan keluarga mereka. Namun, pastikan respons yang kamu berikan dalam bentuk yang positif, ya. Tidak perlu terburu-buru dalam memberikan tanggapan bila memang belum menemukan respons yang baik.

  1. Buat Konten yang Menghibur

Sprout Social menemukan, bahwa 71% pengguna media sosial menonton video di Instagram, TikTok, dan social media lainnya, untuk tertawa. Dengan menggunakan humor di media sosial, kamu dapat meningkatkan engagement dengan pelanggan saat ini dan meningkatkan jumlah followers kamu bila mereka membagikan konten-recehmu-yang-bikin-tertawa ke keluarga dan bestie mereka.

Hanya saja kamu perlu berhati-hati, karena humor dapat dengan mudah menjadi ‘bumerang’. Mulailah dengan mempertimbangkan karakteristik audiens kamu. Pikirkan tentang apa yang menurut mereka lucu, serta apa yang mungkin menyinggung perasaan mereka.

  1. Ciptakan Konten yang Beragam dan Kreatif

Jangan cuma jualan terus, social media Anda bukan buat hard selling,” tegas Juanda.

Kamu bisa membuat konten menarik yang berbeda-beda. Juanda memberikan beberapa contoh konten media sosial, seperti konten motivasi/inpirasi dan behind the scenes kegiatan-kegiatan operasional bisnismu (saat packing, mengirim barang, diskusi, proses pembuatan video untuk konten, dan lain-lain).

Ide lainnya dari Juanda adalah konten yang edukatif. Membuat orang yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu. Yang tadinya tidak mau membeli, jadi mau membeli produk kamu. Konten lainnya yang menarik adalah user generated content, yaitu berbagai konten dalam bentuk tulisan, video, foto, review, dan lainnya yang dibuat oleh konsumen, pelanggan, atau followers akun media sosial bisnismu. Misalnya, berisi testimoni atau ulasan dari konsumen.

Jangan lupa juga membuat konten yang mengikuti tren di social media. Misalnya, ada kejadian yang viral, atau trending topic di Twitter, lalu buatlah konten yang bersangkutan dengan tren tersebut dan cocok untuk market bisnis kamu. Lagi-lagi, menyesuaikan konten dengan selera konsumen merupakan salah satu yang perlu kamu lakukan untuk menggaet calon pembeli.

  1. Gunakan Akun Bisnis

Kalau akun social media kamu selama ini masih akun personal, maka ubahlah menjadi akun bisnis atau business account. Kamu dapat mengubahnya pada fitur ‘Setting’, lalu pilih ‘Account’ dan klik tombol ‘Switch to Business Account’. Mengapa perlu seperti ini? Juanda menjelaskan, tujuannya adalah agar akun media sosial kamu memiliki fitur ‘Insight’ untuk melihat data traffic pada akunmu.

  1. Miliki 1000 Followers Pertama

Tingkatkan terus followers akun bisnis kita/ Yang paling penting adalah mencapai 1000 followers pertama. Mengapa perlu memiliki 1000 followers? Karena penting sekali untuk membuat toko kamu terlihat ramai. Juanda menjelaskan, sama seperti di dunia nyata, ketika sedang mencari makan, konsumen akan cenderung memilih restoran yang lebih ramai dibandingkan restoran yang sepi. Hal ini berlaku juga pada toko online.

  1. Optimasi Bio/Profil

Bio pada Instagram adalah area kecil di bawah nama user, tempat di mana kamu dapat menuliskan beberapa detail tentang bisnismu. Bio Instagram dapat berupa deskripsi singkat tentang diri atau brand, informasi kontak, emoji, tagar, dan lainnya. Begitu juga bio pada akun social media lainnya.

Di dalam bio harus terdapat 3 hal,” jelas Juanda. Apa sajakah? 

    • Value. Ini merupakan nilai yang ada pada diri manusia yang berkaitan dengan kualitas dirinya. Bisa berupa idealisme, prinsip hidup, pengalaman, bahkan kemampuan yang dimiliki. Bagi akun bisnis, bisa dituliskan value atau kelebihan yang bisnis kamu miliki. 
    • Yang ditawarkan oleh bisnis kamu. Jasa atau produk apa yang kamu tawarkan? Jelaskan juga pada bio, ya.
    • Call-to-action (CTA), yaitu adalah suatu kalimat pendek yang bertujuan untuk memengaruhi orang yang membacanya untuk melakukan sesuatu. Contohnya, link WhatsApp bisnismu, website, dan semacamnya.
Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dengan menerapkan 9 tips dari pakar di atas, bisa banget kamu mendapatkan followers dan konsumen baru untuk bisnismu. Asalkan, kenali karakteristik konsumen kamu, ya, supaya bisa membuat konten-konten kreatif nan efektif. Selamat mencoba.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP